10 Dzulhijjah adalah

10 Dzulhijjah Adalah Hari Besar Umat Islam, Ini Keutamaannya

Safwanquran.com – Setiap tahun, umat Islam di seluruh dunia menyambut satu hari agung yang sarat makna, spiritualitas, dan nilai pengorbanan. 10 Dzulhijjah adalah momen penting dalam kalender Hijriah karena bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha. Bukan sekadar hari libur keagamaan, tanggal ini menyimpan banyak pelajaran berharga tentang ketaatan, kepedulian sosial, dan keimanan kepada Allah SWT.

Pada hari inilah umat Islam melaksanakan salat Id, menyembelih hewan kurban, serta mengenang peristiwa luar biasa dalam sejarah kenabian, yaitu ketaatan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT. Maka tidak heran jika banyak ulama menegaskan bahwa 10 Dzulhijjah adalah salah satu hari paling istimewa dalam Islam.

Dasar Penentuan 10 Dzulhijjah dalam Kalender Islam

Islam menggunakan kalender Hijriah yang berbasis peredaran bulan. Artinya, pergantian tanggal ditentukan oleh munculnya hilal atau bulan baru. Dalam sistem inilah bulan Dzulhijjah sebagai bulan ke-12 ditetapkan. Idul Adha selalu jatuh pada tanggal 10 Dzulhijjah berdasarkan perhitungan qamariyah ini.

Karena itulah, tanggal Idul Adha bisa berbeda dengan kalender Masehi setiap tahunnya. Meski begitu, bagi umat Islam, 10 Dzulhijjah menjadi tanggal yang selalu ditunggu, karena menjadi simbol kepatuhan kepada Allah SWT sekaligus momentum memperkuat rasa solidaritas sesama manusia.

Makna dan Peristiwa Penting di Hari Idul Adha

10 dzulhijjah adalah salah satu hari besar bagi umat islam karena ada 2 peristiwa penting yaitu: 

  • Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail

Sejarah Idul Adha tak lepas dari kisah menakjubkan yang diabadikan dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah As-Saffat ayat 102–107. Nabi Ibrahim AS mendapat perintah melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Ismail AS. Sebagai hamba yang taat, beliau menyampaikan perintah tersebut kepada Ismail.

Dengan penuh keikhlasan, Ismail menyetujui perintah tersebut. Namun ketika Nabi Ibrahim hendak melaksanakan perintah, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba besar. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa 10 Dzulhijjah merupakan simbol nyata dari ketaatan total manusia kepada Rabb-nya.

  • Puncak Ibadah Haji, Yaumun Nahr

Dalam pelaksanaan haji, tanggal 10 Dzulhijjah dikenal sebagai Yaumun Nahr atau hari penyembelihan. Setelah wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah, jamaah menuju Mina untuk melaksanakan melontar jumrah dan menyembelih hewan kurban.

Karena itulah, banyak ulama sepakat bahwa 10 Dzulhijjah merupakan hari terbesar dalam rangkaian ibadah haji. Seluruh amal ibadah utama seperti salat, zakat, haji, dan kurban berkumpul pada hari ini, menjadikannya waktu yang sangat mulia.

Dalil Keutamaan 10 Dzulhijjah

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Fajr ayat 1–2:

 “Demi fajar, dan demi malam yang sepuluh.” 

Ayat ini menunjukkan bahwa sepuluh malam tersebut memiliki kedudukan yang sangat istimewa.

Banyak ulama besar seperti Ibnu Abbas, Ibnu Zubair, Mujahid, hingga Ath-Thabari menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan “sepuluh malam” adalah sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Waktu ini disebut istimewa karena di dalamnya terdapat hari-hari besar Islam, seperti wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah dan Hari Raya Idul Adha pada 10 Dzulhijjah.

Menurut penjelasan Ibnu Hajar dalam Fathul Bari, pada hari-hari ini terkumpul berbagai ibadah utama yang tidak ada pada waktu lain secara bersamaan, seperti salat, puasa, kurban, dan takbir. Karena itulah, Allah SWT bersumpah dengan waktu ini sebagai tanda betapa agung dan mulianya sepuluh hari Dzulhijjah.

Lima Keutamaan Luar Biasa di 10 Dzulhijjah

Tanggal 10 Dzulhijjah adalah yang dikenal sebagai Yaumun Nahr memiliki lima keutamaan besar yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits. Berikut di antaranya: 

1. Hari Utama untuk Berkurban (Yaumun Nahr)

10 Dzulhijjah adalah

Pada hari inilah waktu terbaik untuk menyembelih hewan kurban. Ibadah ini mengenang ketaatan Nabi Ibrahim AS ketika beliau diperintahkan untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail AS. Peristiwa ini diabadikan dalam Surah As-Saffat ayat 102–107, yang menggambarkan keteguhan iman dan kepasrahan total kepada Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda bahwa hari Nahr lebih utama daripada hari Arafah. Hal ini menunjukkan 10 dzulhijjah adalah hari yang memiliki kedudukan sangat agung, terutama bagi umat Islam yang mampu berkurban. Selain menjadi bentuk ketaatan, kurban juga menjadi sarana berbagi rezeki dan menumbuhkan rasa peduli kepada sesama.

Baca Juga: Inilah Letak Maqam Ibrahim, Fakta dan Maknanya dalam Islam

2. Pahala Amal Melebihi Jihad

10 Dzulhijjah adalah

Amal ibadah pada 10 Dzulhijjah adalah termasuk dalam amal terbaik di antara seluruh hari dalam setahun. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut bahwa pahala amal di sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih utama daripada jihad di jalan Allah, kecuali bagi mereka yang berangkat dengan harta dan jiwa lalu tidak pernah kembali.

Maknanya, setiap ibadah yang dilakukan di hari ini seperti salat, berdzikir, berkurban, dan bersedekah, bernilai pahala yang sangat besar. Para ulama menjelaskan, keutamaan ini karena banyaknya ibadah utama yang berkumpul di satu hari yang mulia.

3. Hari yang Allah Jadikan Sumpah dalam Al-Qur’an

10 Dzulhijjah adalah

Allah SWT sendiri bersumpah dengan sepuluh hari pertama Dzulhijjah dalam Surah Al-Fajr ayat 1–2: “Demi fajar dan malam yang sepuluh.” Para ulama tafsir menjelaskan bahwa “sepuluh malam” yang dimaksud adalah sepuluh hari pertama Dzulhijjah.

Rasulullah SAW juga menegaskan bahwa tidak ada hari yang lebih utama di dunia dibanding sepuluh hari ini. Karena itu, umat Islam dianjurkan memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih agar mendapatkan keberkahan maksimal.

4. Hari Pembebasan dari Api Neraka

10 Dzulhijjah adalah

10 Dzulhijjah adalah hari yang menjadi kelanjutan dari kemuliaan hari Arafah. Dalam hadits disebutkan bahwa Allah banyak membebaskan hamba-hamba-Nya dari api neraka pada hari Arafah, dan kemuliaan ini berlanjut hingga hari Nahr.

Pada hari ini, Allah membanggakan hamba-Nya di hadapan para malaikat-Nya. Oleh sebab itu, 10 Dzulhijjah adalah waktu yang sangat tepat untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan memperbaiki diri dengan taubat yang sungguh-sungguh.

5. Waktu Terbaik untuk Bertakbir dan Beramal

10 Dzulhijjah adalah

Rasulullah SAW menganjurkan umat Islam untuk memperbanyak takbir, tahmid, tahlil, dan tasbih pada hari-hari Dzulhijjah, terutama pada tanggal 10. Kalimat-kalimat dzikir ini menjadi sarana menghidupkan hari raya dengan mengingat kebesaran Allah.

Selain itu, amalan seperti salat Idul Adha, sedekah, hingga membagikan daging kurban menjadi ladang pahala yang berlipat ganda. Setiap kebaikan yang dilakukan di hari ini nilainya jauh lebih besar di sisi Allah.

Baca Juga: Tasyrik Artinya Apa? Ini Penjelasan dan Hukumnya dalam Islam

Memaknai 10 Dzulhijjah dalam Kehidupan

10 Dzulhijjah adalah hari istimewa dalam Islam yang penuh makna, pahala, dan pelajaran iman. Di hari ini berkumpul berbagai amalan utama seperti salat Id, kurban, dan puncak ibadah haji. Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan kita tentang ketaatan, keikhlasan, dan kepercayaan penuh kepada Allah SWT.

Salah satu cara terbaik untuk menjaga semangat 10 Dzulhijjah tetap hidup adalah dengan memperbanyak membaca Alquran. Meluangkan waktu bersama firman Allah akan menenangkan hati, menguatkan iman, dan menuntun langkah agar tetap berada di jalan-Nya.

Mari lengkapi ibadah tilawahmu dengan alquran terbaik dari safwan quran. Alquran yang lengkap dengan fitur transliterasi latin, tajwid warna, dan QR video, sehingga bisa memudahkan belajar tajwid secara langsung. Alquran ini cocok dimiliki oleh yang sedang belajar, sedang menghafal dan orang tua yang istiqomah tilawah.

Yuk jadikan alquran terbaik dari safwan quran sebagai teman perjalanan ibadahmu!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top