Mungkinkah Manusia Lepas dari Takdir Allah

Mungkinkah Manusia Lepas dari Takdir Allah? Ini Penjelasannya

safwanquran.com – Takdir merupakan salah satu ajaran Islam yang sering menimbulkan pertanyaan “Mungkinkah manusia lepas dari takdir Allah?” Untuk memahami jawabannya secara tuntas, kita perlu menelaah definisi takdir menurut Islam, jenis-jenis takdir, peran usaha, dan bagaimana para ulama serta filsuf Muslim memandang relasi antara kehendak bebas manusia dan takdir Ilahi. 

Pengertian Takdir Menurut Islam

Sebelum masuk pembahasan lebih dalam, mungkinkah manusia lepas dari takdir Allah? Yuk simak apa itu takdir dalam agama Islam. Dalam bahasa Arab, takdir berasal dari kata “qadara” yang memiliki arti ukuran atau ketentuan. Secara terminologis, takdir adalah ketetapan Allah SWT atas segala yang terjadi di alam semesta. Ajaran Islam menegaskan bahwa semua peristiwa dalam hidup manusia baik dan buruk merupakan bagian dari ketentuan Allah. Takdir termasuk dalam rukun iman keenam yang wajib diyakini oleh setiap Muslim.

Allah berfirman,

“Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu menurut ukuran (takdir)” (QS. Al-Qamar: 49).

Dua Jenis Takdir Mubram dan Muallaq

Takdir Mubram adalah ketentuan Allah yang mutlak dan tidak dapat diubah siapapun. Contohnya, kelahiran, kematian, dan bencana alam. Tidak ada satu manusia pun yang mampu menghindari atau menunda apa yang sudah ditetapkan pada kategori ini.

Takdir Muallaq yang masih bisa diubah sesuai dengan usaha, doa, dan ikhtiar manusia. Keberhasilan, rezeki, kesehatan, dan sebagainya termasuk dalam jenis takdir ini. Allah memberi ruang bagi manusia untuk berusaha, dan hasilnya bisa berubah sesuai dengan ketetapan Allah atas ikhtiar itu.

Dalil mengenai takdir muallaq tercantum dalam QS. Ar-Ra’d: 11 yang artinya,

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.”

Baca Juga: 3 Kisah Nyata Doa Mengubah Takdir, Tentang Keajaiban dan Iman

Bisakah Manusia Lepas dari Takdir Allah?

Lalu, mungkinkah manusia lepas dari takdir Allah? Jawabannya adalah Tidak, manusia tidak bisa lepas dari takdir Allah. Segala sesuatu telah tertulis di Lauh Mahfuzh, kitab catatan Allah yang abadi. Namun, hubungan antara usaha manusia dan takdir tidaklah kontradiktif. Segala usaha, pilihan, dan doa yang dilakukan manusia telah diketahui dan ditulis oleh Allah sebagai bagian dari takdir. Artinya, ikhtiar manusia itu sendiri ada dalam ranah takdir.

Umar bin Khattab pernah menjelaskan secara bijak:

“Kita lari dari satu takdir Allah ke takdir Allah yang lain.”

Kisah ini menegaskan bahwa manusia bebas berikhtiar, tapi hasil akhirnya tetap bergantung pada ketetapan Allah.

1. Pemikiran Teologis dan Filosofis

Mungkinkah Manusia Lepas dari Takdir AllahDi sepanjang sejarah Islam, diskusi tentang mungkinkah manusia lepas dari takdir Allah kerap memunculkan dua kutub pemikiran:

  • Determinisme/ Jabariyah Segala sesuatu telah ditentukan mutlak oleh Allah tanpa sedikit pun campur tangan manusia. Golongan ini berpandangan sangat keras bahwa manusia hanyalah pelaku atas skenario yang sudah ditetapkan.
  • Qadariyah/Indeterminisme Sebaliknya dalam kelompok ini menekankan kebebasan manusia secara mutlak. Akan tetapi, kebanyakan Ahlu Sunnah menempatkan posisi moderat, yaitu kebebasan manusia di bawah kehendak Allah.

Meski tindakan manusia merupakan hasil sebab-akibat yang tidak terhindarkan menurut kehendak Tuhan, manusia tetap dituntut bertanggung jawab terhadap pilihannya.

2. Tanggung Jawab dan Moralitas Manusia

Mungkinkah Manusia Lepas dari Takdir AllahMungkinkah manusia lepas dari takdir Allah, berikut inilah alasan kenapa manusia tetap dituntut untuk berikhtiar dan bertanggung jawab jika takdir sudah ditentukan? Ikhtiar dan doa merupakan bagian dari takdir itu sendiri, Allah memerintahkan manusia untuk berusaha. Usaha dan doa adalah sebab yang Allah ciptakan menuju hasil tertentu.

Menyalahkan takdir untuk dosa tentu keliru, seseorang tidak diperbolehkan beralasan “sudah takdir” ketika berbuat dosa atau maksiat. Allah hanya akan menyesatkan seseorang karena pilihannya sendiri, bukan karena takdir secara sepihak.

Ketakwaan dan tawakal yang seharusnya berjalan bersama, manusia tetap berikhtiar semaksimal mungkin, kemudian berserah diri terhadap hasil akhirnya pada Allah.

3. Takdir dan Doa

Mungkinkah Manusia Lepas dari Takdir AllahPara ulama membedakan antara takdir mubram dan takdir muallaq. Takdir mubram adalah takdir yang pasti dan tidak akan berubah, seperti ajal setiap makhluk yang telah ditetapkan oleh Allah. Sebaliknya, takdir muallaq adalah takdir yang masih bisa berubah atau bergantung pada sebab-sebab tertentu, misalnya akibat usaha, doa, dan ikhtiar manusia, tentunya dengan izin dan kehendak Allah.

Hal ini sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.”

(QS. Ghafir : 60)

Selain itu, dalam Surah Ar-Ra’d ayat 11, Allah berfirman:

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”

(QS. Ar-Ra’d : 11)

Ayat ini menegaskan bahwa perubahan dalam takdir muallaq sangat bergantung pada usaha dan doa manusia, di mana Allah membuka pintu rahmat dan pertolongan bagi mereka yang berusaha dan berdoa dengan ikhlas.

Bagaimana Sikap Terbaik terhadap Takdir?

Berikut penjelasan bagaimana sikap terbaik terhadap takdir, yang meliputi usaha, doa, kesabaran, tawakal, dan rasa syukur:

  • Terus Berusaha dan Berdoa Sikap terbaik terhadap takdir adalah selalu berikhtiar dengan sungguh-sungguh disertai doa. Allah berfirman:

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, (jawablah), bahwasanya Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku…”

(QS. Al-Baqarah: 186)

  • Bersabar dan Bertawakal Saat menghadapi takdir yang tidak bisa diubah, seperti kematian, musibah, atau hal-hal di luar kendali, sikap utama adalah sabar dan tawakal (berserah diri) kepada Allah. 

“…Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.”

(QS. Al-Baqarah: 45)

Tawakal berarti menyerahkan hasil akhir kepada Allah setelah melakukan usaha terbaik. Rasulullah SAW bersabda:

“Jika kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepadamu sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada burung yang keluar pagi dalam keadaan lapar dan pulang petang dalam keadaan kenyang.”

(HR. Tirmidzi)

  • Selalu Bersyukur atas Segala Ketentuan Allah Syukur adalah kunci menerima takdir dengan lapang dada. Baik ketika diberikan nikmat maupun menghadapi cobaan, setiap takdir mengandung hikmah yang terkadang tersembunyi. Allah berfirman:

“Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersyukur yang akan Kami tambahkan (nikmat) kepada mereka.”

(QS. Ibrahim: 7)

Syukur membuat hati menjadi tenang dan meningkatkan keimanan, serta membuka pintu rahmat Allah.

Baca Juga: Cara Mencapai Keikhlasan dengan Tawakal dan Syukur

Temukan Jawaban Langsung dari Al-Qur’an

Mungkinkah manusia lepas dari takdir Allah? jawabannya “tidak”. Namun, Islam mengajarkan bahwa manusia wajib berikhtiar dan berdoa karena sebagian takdir (muallaq) memang bergantung pada pilihan, usaha, dan permintaan hambanya kepada Tuhan. Adanya takdir berarti tidak mengesampingkan tanggung jawab, justru menambah makna dan kedalaman pada setiap ikhtiar manusia di dunia.

Selalu ada ruang bagi manusia untuk memperjuangkan harapan dalam kerangka ketentuan Allah yang penuh rahmat dan kebijaksanaan. Setelah memahami bahwa takdir adalah bagian dari ketentuan Allah yang penuh hikmah, kini saatnya kita mendekatkan diri kepada-Nya melalui Al Qur’an sebagai petunjuk hidup. 

Miliki Al-Qur’an terbaik dari Safwan Quran di rumahmu, dengan berbagai pilihan produk inovatif sesuai kebutuhan. Produk yang cocok untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak, pemula, hingga penghafal Qur’an, dengan harga terjangkau dan mudah didapatkan. Tersedia dalam berbagai ukuran dan tipe, lengkap dengan fitur tajwid warna transliterasi latin, dan QR video. Tunggu apalagi pesan Al-Qur’an Safwan Quran sekarang juga, siap kirim ke seluruh wilayah Indonesia.

2 thoughts on “Mungkinkah Manusia Lepas dari Takdir Allah? Ini Penjelasannya”

  1. Pingback: Inilah Keutamaan Salam dalam Islam yang Menjadi Kunci Surga

  2. Pingback: Ini Dia 7 Adab Menjenguk Orang Sakit, Muslim Harus Tahu!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top