Safwanquran.com – Emosi adalah fitrah manusia. Semua orang pernah marah, kecewa, atau merasa sesak di dada ketika menghadapi masalah hidup. Namun dalam Islam, emosi, terutama amarah bukan untuk dibiarkan merajalela. Justru, Islam memberi bimbingan yang lembut dan sangat praktis tentang cara meredakan emosi menurut Islam agar hati tetap tenang dan hubungan dengan Allah serta sesama manusia tetap terjaga.
Menariknya, Al-Qur’an dan hadis tidak hanya mengatur ibadah, tapi juga membimbing sisi emosional manusia. Di sinilah keindahan ajaran Islam terasa lebih dekat dengan keseharian. Mari kita bahas satu per satu, tujuh langkah sederhana yang bisa kamu terapkan saat emosi mulai tidak terkendali.
Cara Mengelola Emosi yang Islam Ajarkan
Islam adalah agama yang sempurna. Tidak hanya mengajarkan manusia cara beribadah, bersosialisasi dengan manusia, tapi islam juga mengajarkan bagaimana caranya mengelola emosi. Supaya makin lebih paham, berikut beberapa cara yang bisa kita lakukan:
1. Membaca Ta’awudz Saat Emosi Mulai Naik

Ketika amarah perlahan memuncak, jangan biarkan ia mengambil alih kendali. Segera ucapkan:
“A’udzu billahi minasy-syaitanir-rajim.”
(Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk)
Rasulullah SAW bersabda bahwa kemarahan berasal dari setan, dan menyebut nama Allah adalah cara ampuh untuk memutuskannya. Kalimat pendek ini bukan sekadar ucapan, melainkan tameng spiritual yang menenangkan jiwa.
Praktik sederhana ini menjadi bentuk awal cara meredakan emosi menurut Islam yang bisa dilakukan kapan dan di mana saja. Bahkan di tengah keramaian, kolom komentar, atau obrolan rumah tangga, ta’awudz bisa menjadi pengaman hati.
2. Berwudhu untuk Memadamkan “Api” Emosi

Air bukan hanya pembersih fisik, tapi juga penyejuk hati. Saat emosi memuncak, Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk berwudhu. Mengapa? Karena amarah berasal dari api, dan air memadamkan api.
Membasuh wajah, tangan, dan kaki dengan air wudhu bukan sekadar rutinitas ibadah. Ia menjadi terapi rohani yang menurunkan ketegangan dan menenangkan saraf. Secara ilmiah, air membantu tubuh menjadi lebih rileks dan menurunkan reaksi stres.
Jika kamu mencari cara meredakan emosi menurut Islam yang langsung terasa efeknya, wudhu bisa menjadi solusi tercepat.
Baca Juga: 7 Manfaat Wudhu Bagi Kesehatan yang Terbukti Secara Medis
3. Diam. Tindakan Kecil, Dampak Besar

Saat emosi sedang di puncaknya, lisan seringkali menjadi sumber penyesalan. Kata-kata yang keluar saat marah sering tak bisa ditarik kembali.
Rasulullah SAW mengingatkan, “Jika salah seorang di antara kalian marah, diamlah.”
Ini bukan berarti memendam masalah, tapi memberi ruang agar akal kembali memegang kendali.
Diam sejenak bisa mencegah pertengkaran besar, meredam luka hati, dan menjaga kehormatan diri. Inilah salah satu cara meredakan emosi menurut Islam yang paling sederhana, tapi sering dilupakan.
4. Ubah Posisi Tubuh

Islam tidak hanya mengatur jiwa, tapi juga memperhatikan kondisi fisik. Saat marah, cobalah perhatikan posisi tubuhmu:
- Jika sedang berdiri, duduklah.
- Jika masih terasa gelisah, berbaringlah.
Rasulullah SAW mengajarkan cara ini untuk membantu meredam adrenalin dan ketegangan tubuh. Secara psikologis, perubahan posisi memberi sinyal pada otak bahwa kondisi sudah lebih aman.
Teknik ini menjadikan cara meredakan emosi menurut Islam terasa sangat relevan dengan pendekatan kesehatan mental modern.
5. Perbanyak Zikir dan Tilawah Al-Qur’an

Hati yang kosong mudah diisi oleh emosi negatif. Karena itu, Islam mengajarkan untuk selalu mengingat Allah dalam segala keadaan.
Allah berfirman dalam QS. Ar-Ra’d: 28:
“Hanya dengan mengingat Allah, hati menjadi tenang.”
Zikir sederhana seperti Subhanallah, Alhamdulillah, dan Allahu Akbar bisa menjadi penenang jiwa yang luar biasa. Begitu pula membaca Al-Qur’an, yang membawa ketenangan dan keberkahan.
Tak heran jika zikir menjadi bagian utama dalam cara meredakan emosi menurut Islam, karena ia menghubungkan hati langsung dengan Sang Penenang.
6. Istighfar, Menyembuhkan dari Dalam

Kadang, emosi berlebihan bukan hanya soal situasi saat ini, tapi juga beban masa lalu yang belum tuntas. Rasa bersalah, kecewa, atau luka lama bisa memicu amarah tanpa disadari.
Istighfar mengajarkan kita untuk kembali kepada Allah dengan rendah hati. Ucapan “Astaghfirullah” bukan hanya untuk dosa besar, tapi juga untuk menyembuhkan hati yang lelah.
Ini adalah bentuk cara meredakan emosi menurut Islam yang menenangkan dari dalam, pelan tapi dalam.
7. Renungkan Keutamaan Menahan Amarah

Saat marah, kita merasa “pantas” meluapkannya. Tapi Islam mengajarkan nilai yang lebih tinggi: menahan amarah adalah kemenangan sejati.
Allah memuji orang-orang yang mampu menahan emosi dan memaafkan. Bahkan, Rasulullah SAW menyebut bahwa orang yang menahan marah akan mendapat kehormatan di hadapan makhluk di hari kiamat.
Jika kamu ingat betapa besar pahala di balik kesabaran, hati akan terasa lebih ringan untuk mengalah.
Inilah puncak dari cara meredakan emosi menurut Islam: menjadikan emosi sebagai ladang pahala.
Doa & Zikir Nabi untuk Meredakan Amarah
Selain tujuh langkah praktis yang sudah dibahas, Islam juga mengajarkan dzikir dan doa khusus yang dipraktikkan langsung oleh Rasulullah SAW ketika menghadapi amarah.
Inilah bentuk paling nyata dari cara meredakan emosi menurut Islam yang bukan hanya menenangkan pikiran, tapi juga melindungi hati dari gangguan setan.
Berikut adalah kumpulan doa dan zikir yang bisa kamu baca saat emosi mulai memuncak.
- Doa Meredam Murka Hati (Riwayat Imam An-Nawawi)
Doa ini secara khusus memohon agar kemarahan dicabut dari hati.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ ، وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ ، وَأَجِرْنِيْ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
Artinya:
“Ya Allah, ampunilah dosaku, hilangkanlah amarah hatiku, dan lindungilah aku dari setan yang terkutuk.”
Doa ini dinukil oleh Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Adzkar, dan menjadi bagian penting dalam tradisi zikir para ulama.
Jika kamu ingin meredakan emosi secara lebih dalam, bacalah doa ini dengan penuh penghayatan.
- Doa Perlindungan dari Api Neraka, Ketika Marah
Doa ini menggabungkan ta’awudz, istighfar, dan permohonan keselamatan dari api neraka.
أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ وَأَذْهِبْ غَيْظَ قَلْبِيْ وَأَجِرْنِيْ مِنَ النَّارِ
Artinya:
“Aku berlindung kepada Allah dari setan terkutuk. Ya Allah, ampunilah dosaku, lenyapkan amarah hatiku, dan peliharalah aku dari api neraka.”
Doa ini diriwayatkan dalam beberapa kitab hadis seperti Ibnu Sunni. Selain meredam emosi, bacaan ini juga menanamkan kesadaran akhirat di dalam hati.
Cara Mengamalkan agar Lebih Efektif
Agar doa-doa ini memberi dampak yang maksimal, lakukan beberapa hal berikut:
- Bacalah sebanyak 3–7 kali dengan khusyuk.
- Gabungkan dengan wudhu atau shalat sunnah.
- Baca di tempat sepi untuk membantu fokus.
- Rasakan setiap makna, bukan sekadar melafalkan.
- Lanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an walau hanya beberapa ayat.
Dengan cara ini, kamu bukan hanya meredakan marah, tapi juga mengisi hati dengan cahaya Ilahi.
Baca Juga: Rahasia Menahan Marah dalam Islam agar Hati Tetap Tenang
Mari Lebih Bijak dengan Pandai Mengelola Emosi
Marah memang bagian dari fitrah manusia, tetapi cara meredakan emosi menurut islam melalui ta’awudz, wudhu, diam, zikir, istighfar, serta doa-doa yang dicontohkan Rasulullah SAW, agar emosi tidak mengendalikan diri kita dan kita diajak untuk menenangkan hati dengan cara yang lembut.
Maka, saat emosi mulai merasuki diri dan hati terasa sempit, jangan buru-buru meluapkannya. Ambillah Al-Qur’an, bacalah perlahan, dan biarkan setiap ayat menenangkan pikiran dan jiwa.
Agar lebih nyaman dalam membaca dan mentadabburi firman Allah, pastikan kamu menggunakan mushaf terbaik dari safwan quran. Dilengkapi dengan fitur transliterasi latin, tajwid warna, hingga QR video yang bisa memudahkan belajar tajwid secara langsung. Sehingga sangat cocok dimiliki oleh yang sedang belajar, sedang menghafal dan orang tua yang istiqomah tilawah.
Yuk, jadikan alquran dari safwan quran sebagai teman terbaik mengelola emosimu!


