Bacaan Teraweh

Inilah Bacaan Teraweh Terlengkap Berdasarkan Hadits Shahih 

Safwanquran.com – Bulan Ramadhan selalu punya suasana istimewa. Salah satu ibadah yang paling dinanti tentu sholat Tarawih. Tapi, pernah nggak sih kamu merasa Tarawih terasa “begitu-begitu saja” karena belum benar-benar paham bacaan teraweh yang kita lakukan setiap malam?

Padahal, ketika kita tahu dasar haditsnya, memahami niatnya, dan mengerti urutan bacaannya, shalat Tarawih bisa terasa jauh lebih hidup. Bukan sekadar menggugurkan kewajiban sunnah, tapi benar-benar menjadi momen menikmati ibadah malam bersama Al-Qur’an.

Nah, di artikel ini, kita akan ngobrol santai tapi berbobot soal bacaan tarawih berdasarkan hadits shahih, lengkap dari niat, bacaan, sampai dzikir setelah witir. Yuk, kita mulai!

Dasar Hadits Sholat Tarawih

Shalat Tarawih adalah sunnah muakkad yang sangat dianjurkan, terutama di bulan Ramadhan. Aisyah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW shalat malam sebanyak 8 rakaat, lalu ditutup dengan 3 rakaat witir. Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.

Dari hadits ini kita belajar bahwa shalat Tarawih bukan ibadah baru, melainkan lanjutan dari qiyamul lail yang dikhususkan di bulan Ramadhan. Jadi, setiap bacaan teraweh yang kamu lantunkan sejatinya adalah salah satu bentuk mendekatkan diri kepada Allah melalui sunnah Nabi.

Niat Sholat Tarawih yang Benar

Pada dasarnya, niat sholat Tarawih cukup di dalam hati. Namun, melafalkan niat boleh dilakukan untuk membantu menghadirkan kesungguhan hati saat memulai sholat.

  • Niat Sholat Tarawih Sendiri (Munfarid)

Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Ushallī sunnatat-tarāwīḥi rak‘ataini mustaqbilal-qiblati lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala.”

  • Niat Sholat Tarawih Berjamaah (Makmum)

Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Ushallī sunnatat-tarāwīḥi rak‘ataini mustaqbilal-qiblati ma’mūman lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala.”

  • Niat Sholat Tarawih sebagai Imam

Arab:
أُصَلِّيْ سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا لِلّٰهِ تَعَالَى

Latin:
Ushallī sunnatat-tarāwīḥi rak‘ataini mustaqbilal-qiblati imāman lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Saya niat sholat sunnah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”

Tata Cara Bacaan Teraweh yang Umum Dilakukan

Setiap dua rakaat Tarawih dilakukan dengan pola yang sama seperti sholat sunnah biasa:

  1. Takbiratul ihram dengan niat Tarawih
  2. Membaca Al-Fatihah
  3. Membaca surat pendek
  4. Ruku’, i’tidal, sujud dua kali
  5. Salam setiap dua rakaat

Lalu diulang sampai 8 atau 20 rakaat sesuai kebiasaan masjid masing-masing. Yang penting bukan jumlahnya, tapi kekhusyukan saat menjalani setiap bacaan teraweh yang kita baca.

Baca Juga: Rahasia Keutamaan Sahur dalam Al Quran yang Penuh Berkah

Contoh Urutan Bacaan Surat dalam Tarawih

Di banyak masjid Indonesia, bacaan Tarawih biasanya menggunakan surat-surat pendek dari Juz 30. Ini contoh urutan yang sering digunakan untuk 20 rakaat:

  • Rakaat 1–2: At-Takatsur – Al-Ikhlas
  • Rakaat 3–4: Al-Ashr – Al-Ikhlas
  • Rakaat 5–6: Al-Humazah – Al-Ikhlas
  • Rakaat 7–8: Al-Fil – Al-Ikhlas
  • Rakaat 9–10: Quraisy – Al-Ikhlas
  • Rakaat 11–12: Al-Ma’un – Al-Ikhlas
  • Rakaat 13–14: Al-Kautsar – Al-Ikhlas
  • Rakaat 15–16: Al-Kafirun – Al-Ikhlas
  • Rakaat 17–18: An-Nasr – Al-Ikhlas
  • Rakaat 19–20: Al-Lahab – Al-Ikhlas

Pola ini memudahkan jamaah mengikuti bacaan teraweh sekaligus melatih hafalan surat-surat pendek.

Bilal Tarawih dan Dzikir di Antara Rakaat

Setelah setiap empat rakaat, biasanya imam atau bilal akan membacakan dzikir:

Subhân al-malikil ma’bûd… Subbûhun quddûsun rabbunâ wa rabbul malâ’ikati warrûh.

Lalu jamaah menjawab:

Ash-shalâtu lillâhi.

Tradisi ini didasarkan pada riwayat Rasulullah SAW dalam sholat malam dan diriwayatkan oleh Imam Muslim. Dzikir ini jadi jeda penyegar sekaligus penguat suasana ruhiyah di tengah panjangnya bacaan teraweh.

Doa Setelah Witir

Setelah selesai melaksanakan shalat witir, biasanya Rasulullah SAW membaca bacaan seperti:

Subhân al-malikil quddûs (3 kali)
lalu: Rabb al-malâ’ikati warrûh.

Pada bacaan ketiga, suara sedikit dikeraskan. Ini berdasarkan hadits shahih dari Alqamah bin Wa’il.

Doa ini menjadi penutup malam yang indah setelah rangkaian panjang sholat Tarawih.

Mengapa Memahami Bacaan Teraweh Itu Penting?

Membaca bacaan Tarawih bukan sekadar rutinitas ibadah, tetapi menyimpan banyak keutamaan penting, di antaranya:

Membantu Lebih Khusyuk Saat Ibadah

Saat kita memahami bacaan Terawih, sholat tak lagi terasa sekadar rutinitas berdiri, ruku, dan sujud. Kita mulai menangkap pesan dari ayat-ayat pendek Juz 30 yang dibaca imam, sehingga hati lebih terarah dan pikiran tidak mudah melayang ke mana-mana. 

Ketika makna ayat dipahami, setiap lafadz terasa seperti obrolan pribadi dengan Allah. Inilah yang membuat shalat Tarawih menjadi pengalaman batin yang menenangkan, sejalan dengan sunnah Rasulullah SAW dalam qiyamul lail yang menekankan kedekatan hati, bukan hanya gerakan fisik. 

Dengan begitu, Tarawih bukan sekadar ibadah tubuh, tapi juga perjalanan spiritual yang menghidupkan jiwa.

Membuka Pintu Lebih Dalam Memahami Al-Qur’an

Bacaan Teraweh biasanya diambil dari surat-surat pendek Juz 30 yang sarat pesan keimanan, akhlak, dan kehidupan akhirat. Saat kita memahami arti ayat demi ayatnya, Tarawih berubah menjadi proses tadabbur yang lembut namun berkesan. 

Surat Al-Ikhlas, misalnya, menanamkan tauhid yang kuat, sedangkan Al-Ma’un mengajarkan kepekaan sosial dan kepedulian terhadap sesama. 

Dari sini, Al-Qur’an tidak berhenti di lisan, tetapi turun ke hati dan tercermin dalam sikap sehari-hari. Tarawih pun terasa seperti kelas berjalan yang mengajarkan nilai hidup, bukan hanya ibadah rutin malam hari.

Menambah Wawasan Fiqih dan Menguatkan Sunnah

Dengan memahami detail bacaan Tarawih, kita juga belajar tentang fiqih sholat malam secara lebih utuh. Mulai dari niat, jumlah rakaat, hingga dzikir di sela sholat, semua membuka wawasan tentang perbedaan praktik yang tetap bersumber dari sunnah. 

Kita jadi paham bahwa Rasulullah SAW biasa shalat 8 rakaat, sementara Umar bin Khattab RA menetapkan 20 rakaat untuk kemaslahatan jamaah. 

Pengetahuan ini mendidik kita agar lebih bijak menyikapi perbedaan, sekaligus menanamkan adab dalam beribadah. Hasilnya, Tarawih tidak hanya menguatkan hubungan dengan Allah, tapi juga membentuk sikap dewasa dalam memahami agama.

Baca Juga: 5 Hikmah I’tikaf yang Bisa Mengubah Hidupmu! Ini Caranya

Memahami Bacaan Terawih Sebagai Jalan Kekhusyuan

Sholat Tarawih bukan sekadar ritual malam di bulan Ramadhan. Di dalam setiap rakaatnya, tersimpan kesempatan emas untuk lebih dekat dengan Allah melalui ayat-ayat suci-Nya. Saat kita memahami bacaan teraweh, ibadah ini tidak lagi terasa monoton, tapi justru menjadi waktu paling menenangkan dalam sehari.

Sholat Tarawih akan terasa jauh lebih indah jika dibarengi dengan kebiasaan membaca Alquran saat bulan ramadhan.Tak harus lama, yang penting konsisten. Satu halaman setiap hari lebih berarti daripada niat besar tanpa aksi nyata.

Agar semangat membaca Al-Qur’an semakin tumbuh, penting juga memiliki mushaf yang nyaman dibaca, jelas tulisannya, dan sesuai dengan kebutuhan. Jika kamu sedang mencari Al-Qur’an berkualitas untuk pribadi, keluarga, atau hadiah Ramadhan, Safwan Quran bisa menjadi pilihan yang tepat.

Mari jadikan Ramadhan ini sebagai titik awal untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. 

Perbaiki bacaan, perbanyak tadabbur, dan isi hari-hari dengan ayat-ayat terbaik bersama Safwan quran!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top