Safwanquran.com – Pernah nggak sih kamu merasa seperti “dijaga” dalam hidup? Ada kalanya kita lolos dari bahaya, selamat dari musibah, atau terhindar dari hal buruk yang nyaris terjadi. Dalam Islam, perasaan itu bukan sekadar sugesti. Ada penjelasan yang sangat indah dan menenangkan tentang malaikat yang menjaga manusia.
Islam mengajarkan bahwa manusia tidak pernah benar-benar sendirian. Sejak lahir hingga akhir hayat, Allah menugaskan malaikat-malaikat-Nya untuk membersamai, mencatat, dan menjaga kita. Artikel ini akan mengajak kamu mengenal lebih dekat siapa saja malaikat yang membersamai manusia menurut Islam, apa tugasnya, dan bagaimana seharusnya kita menyikapinya dalam kehidupan sehari-hari.
Keyakinan Islam tentang Malaikat Penjaga Manusia
Dalam akidah Islam, malaikat adalah makhluk Allah yang diciptakan dari cahaya. Mereka selalu taat, tidak pernah membangkang, dan menjalankan tugas sesuai perintah-Nya. Salah satu tugas penting malaikat adalah menjaga manusia.
Konsep malaikat yang menjaga manusia bukan sekadar cerita atau mitos. Ia memiliki dasar kuat dari Al-Qur’an dan hadits. Bahkan, penjagaan malaikat ini mencakup banyak aspek, mulai dari keselamatan fisik hingga urusan amal perbuatan.
Malaikat yang Mengawasi Manusia
Dalam ajaran Islam, malaikat yang menjaga manusia tidak hanya satu, tetapi terdiri dari beberapa golongan dengan tugas yang berbeda-beda. Semuanya bekerja atas perintah Allah SWT untuk melindungi manusia dari berbagai bahaya sekaligus mencatat setiap amal perbuatannya.
Mereka menjalankan tugas secara bergiliran siang dan malam, menjaga dari gangguan jin, manusia yang berbuat jahat, binatang buas, maupun musibah, selama hal tersebut belum ditetapkan sebagai takdir.
Keberadaan para malaikat ini menjadi bukti nyata kasih sayang Allah kepada hamba-Nya, sebagaimana dijelaskan dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11.
1. Malaikat Hafazhah, Penjaga Fisik Manusia

Salah satu golongan malaikat yang menjaga manusia adalah malaikat Hafazhah. Mereka bertugas menjaga manusia secara fisik, baik saat terjaga maupun ketika tidur. Dalam beberapa penjelasan ulama, malaikat Hafazhah berjumlah empat untuk setiap manusia. Dua bertugas di siang hari dan dua di malam hari. Pergantian tugas ini terjadi pada waktu Subuh dan Ashar.
Tugas utama malaikat Hafazhah adalah melindungi manusia dari berbagai ancaman yang tidak terlihat maupun yang kasat mata, seperti gangguan jin, hewan berbahaya, atau marabahaya lain yang bisa terjadi secara tiba-tiba.
Selain itu, mereka juga berperan mendorong manusia kepada kesabaran dan kebaikan. Meski sering disebut dengan istilah Hafazhah, Al-Qur’an dan hadis shahih tidak menyebutkan nama khusus untuk masing-masing malaikat ini, melainkan hanya menyebut mereka sebagai “para penjaga”.
2. Malaikat Mu’aqqibat, Pendamping yang Bergilir

Golongan berikutnya dari malaikat yang menjaga manusia adalah malaikat Mu’aqqibat. Kata Mu’aqqibat merujuk pada malaikat yang datang silih berganti, mendampingi manusia dari depan dan belakang.
Tugas mereka dijelaskan secara langsung dalam QS. Ar-Ra’d ayat 11, yang menyebutkan bahwa ada malaikat-malaikat yang selalu menjaga manusia atas perintah Allah.
Malaikat Mu’aqqibat tidak pernah benar-benar meninggalkan manusia hingga ajal menjemput. Mereka bertugas menolak berbagai gangguan eksternal, baik dari jin, manusia, maupun binatang, selama belum ada ketetapan Allah yang menghendaki sebaliknya.
Salah satu ulama tafsir, Mujahid, menjelaskan bahwa perlindungan mereka mencakup segala bentuk ancaman yang bisa membahayakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Siapa Orang yang Didoakan Malaikat? Ini Penjelasannya!
3. Malaikat Pencatat Amal. Raqib dan Atid

Selain penjagaan fisik, Islam juga mengajarkan bahwa malaikat yang menjaga manusia hadir dalam bentuk pengawasan amal perbuatan. Malaikat Raqib dan Atid ditugaskan untuk mencatat setiap perbuatan, ucapan, bahkan niat manusia.
Raqib berada di sebelah kanan dan bertugas mencatat amal-amal baik. Sementara Atid berada di sebelah kiri dan mencatat amal buruk.
Tugas mereka disebutkan dalam QS. Qaf ayat 17–18 serta QS. Al-Infithar ayat 10–12. Setiap kata yang terucap dan setiap perbuatan yang dilakukan tidak luput dari catatan mereka.
Secara bahasa, Raqib berarti pengawas yang selalu siap mencatat, sedangkan Atid bermakna yang selalu hadir dan siap menghitung. Keduanya menjalankan tugas dengan penuh keadilan tanpa rasa lelah hingga manusia meninggal dunia.
Sebagian ulama berpendapat bahwa Raqib dan Atid adalah sifat tugas, bukan nama personal malaikat, namun dalam pemahaman umum keduanya dikenal sebagai dua malaikat pencatat amal.
4. Malaikat Lain yang Menyertai Manusia

Selain golongan-golongan di atas, terdapat pula malaikat lain yang menyertai manusia sejak masih berada di dalam rahim hingga setelah meninggal dunia.
Di antaranya adalah malaikat yang meniupkan ruh, mencatat takdir, serta malaikat yang menemani manusia di alam kubur. Jumlah malaikat yang menjaga manusia bisa lebih dari empat, tergantung pada peran dan fase kehidupan manusia itu sendiri.
Ada pula malaikat yang menguatkan iman, menenangkan hati orang beriman, dan mencegah manusia terjerumus dalam dosa. Kesadaran akan kehadiran para malaikat ini seharusnya menumbuhkan rasa taqwa, kehati-hatian dalam bertindak, serta dorongan untuk terus memperbaiki diri.
Dengan memahami bahwa hidup ini selalu berada dalam penjagaan dan pengawasan Allah melalui para malaikat-Nya, manusia diajak untuk menjalani kehidupan dengan lebih sadar, tenang, dan penuh tanggung jawab.
Hikmah Adanya Malaikat yang Membersamai Manusia
Mengetahui bahwa ada malaikat yang selalu menjaga manusia bukan sekadar pengetahuan, tapi juga membawa banyak hikmah, di antaranya:
- Menumbuhkan rasa aman dan tenang
Kita sadar bahwa hidup ini tidak dijalani sendirian. - Mendorong untuk lebih taat
Karena setiap perbuatan diawasi dan dicatat. - Membuat hati lebih dekat kepada Allah
Penjagaan malaikat adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. - Menumbuhkan rasa malu untuk berbuat dosa
Karena sadar selalu ada yang menyaksikan.
Cara Agar Selalu Dalam Penjagaan Malaikat
Meski malaikat yang menjaga manusia adalah ketetapan Allah, ada amalan-amalan yang membuat penjagaan itu semakin kuat dan terasa dalam hidup:
- Menjaga sholat lima waktu
- Membaca Al-Qur’an setiap hari
- Memperbanyak dzikir pagi dan petang
- Menjaga wudhu
- Menjauhi maksiat sebisa mungkin
Amalan sederhana ini sering kali dianggap sepele, padahal dampaknya luar biasa bagi ketenangan dan keselamatan hidup.
Malaikat, Al-Qur’an, dan Kehidupan Sehari-hari
Menariknya, pembahasan tentang malaikat tidak bisa dipisahkan dari Al-Qur’an. Hampir semua penjelasan tentang malaikat yang menjaga manusia bersumber dari wahyu Allah.
Semakin sering seseorang membaca Al-Qur’an, semakin kuat pula kesadarannya tentang kehadiran malaikat dan pengawasan Allah. Al-Qur’an bukan hanya bacaan ibadah, tapi juga pengingat bahwa hidup ini penuh makna dan tanggung jawab.
Baca Juga: Mengenal Malaikat Penjaga Bumi dan Tugas-Tugasnya
Saatnya Lebih Dekat dengan Al-Qur’an
Setelah memahami betapa dekatnya malaikat dengan kehidupan kita, rasanya sayang jika Al-Qur’an hanya tersimpan rapi di rak. Mulailah dengan langkah kecil, satu halaman per hari, satu ayat yang direnungkan, satu waktu khusus untuk tilawah.
Jika kamu ingin memulai atau memperbarui niat untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, pastikan kamu menggunakan mushaf yang nyaman dibaca dan sesuai kebutuhan.
Safwan Quran menghadirkan Al-Qur’an dengan kualitas terbaik, desain elegan, dan pilihan yang cocok untuk tilawah harian maupun hadiah. Alquran kami memiliki fitur yang lengkap, mulai dari transliterasi latin, tajwid warna, hingga QR video.
Yuk, jadikan Al-Qur’an sebagai teman hidup. Baca, pahami, dan amalkan isinya. InsyaAllah, dengan hati yang dekat kepada Allah dan Al-Qur’an, kita akan selalu berada dalam penjagaan-Nya, bersama para malaikat yang setia menjalankan tugasnya.


