Safwanquran.com – Ayat Kursi dikenal sebagai salah satu ayat yang paling terkenal dalam Alquran. Ayat ini tidak hanya sering dibaca untuk perlindungan diri, tetapi juga diamalkan oleh banyak kaum muslimin sebagai wasilah untuk kelapangan rezeki, ketenangan hati, dan terkabulnya berbagai hajat.
Tidak heran jika pembahasan tentang cara mengamalkan Ayat Kursi selalu menarik untuk dikaji lebih dalam. Maka dari itu, mari kita pelajari lebih jauh mengenai cara pengamalan ayat kursi.
Keutamaan Ayat Kursi Berdasarkan Dalil
Sebelum membahas cara mengamalkan Ayat Kursi, penting untuk memahami keutamaannya terlebih dahulu. Ayat Kursi (QS. Al-Baqarah: 255) memiliki keutamaan yang sangat besar dalam Islam.
Banyak kaum muslimin mengaitkannya dengan kelapangan rezeki, meskipun perlu dipahami bahwa hadis shahih yang secara tegas menyebut Ayat Kursi khusus untuk rezeki memang terbatas.
Sebagian riwayat tentang hal ini dinilai lemah (dha‘if) oleh para ulama, sehingga pengamalannya lebih dipahami sebagai bentuk tawakal dan ikhtiar spiritual, bukan jaminan hasil duniawi.
Hadis shahih utama tentang Ayat Kursi diriwayatkan dari Ubay bin Ka‘ab radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah SAW pernah bertanya kepadanya tentang ayat paling agung dalam Al-Qur’an. Ketika Ubay menjawab Ayat Kursi, Nabi SAW menepuk dadanya seraya bersabda:
“Wahai Abu Mundzir, semoga engkau berbahagia dengan ilmu yang engkau miliki.” (HR. Muslim).
Selain itu, hadis shahih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dalam Shahih Bukhari menjelaskan bahwa setan akan menjauh dari rumah yang dibacakan Ayat Kursi.
Dengan izin Allah, bacaan ini menjadi sebab perlindungan dari gangguan, sehingga menghadirkan ketenangan hidup yang mendukung kemudahan dalam menjalani urusan, termasuk rezeki.
Ringkasnya, keutamaan Ayat Kursi yang pasti berdasarkan hadis shahih terletak pada kemuliaan ayat dan perlindungannya, sementara kaitannya dengan rezeki dipahami sebagai dampak dari iman, ketenangan, dan kedekatan kepada Allah SWT.
Meluruskan Niat Saat Mengamalkan Ayat Kursi
Hal paling mendasar dalam cara mengamalkan Ayat Kursi adalah meluruskan niat. Ayat Kursi bukanlah mantra atau bacaan ajaib yang berdiri sendiri. Ia adalah ayat Al-Qur’an yang harus dibaca sebagai bentuk ibadah dan penghambaan kepada Allah SWT.
Para ulama sepakat bahwa segala amalan yang diniatkan karena Allah akan mendatangkan keberkahan. Jika tujuan membaca Ayat Kursi adalah untuk kekayaan atau hajat tertentu, maka niatkanlah sebagai doa dan tawakal kepada Allah, bukan sekadar mengejar hasil duniawi semata.
Cara Mengamalkan Ayat Kursi untuk Kelapangan Rezeki
Beberapa sumber menyebutkan rangkaian dzikir yang biasa diamalkan oleh sebagian ulama dan masyarakat sebagai ikhtiar batin.
Perlu ditekankan, amalan ini bersifat ikhtiar spiritual, bukan jaminan hasil, dan tetap harus disertai usaha halal serta doa yang ikhlas. Rangkaian yang sering disebutkan antara lain:
- Membaca Al-Fatihah 7 kali
- Istighfar sebanyak 100 kali
- Shalawat kepada Nabi sebanyak 100 kali
- Membaca Ayat Kursi beberapa kali (sebagian riwayat menyebut angka tertentu sebagai bentuk latihan istiqamah)
- Membaca Asmaul Husna seperti Ya Ghaniy, Ya Razzaq, Ya Fattah
- Menutup dengan doa hajat yang jelas dan baik, memohon rezeki yang halal dan berkah
Beberapa sumber populer menyebutkan pengamalan ini dilakukan secara istiqamah selama 40 hari sebagai bentuk kesungguhan dan konsistensi ibadah.
Namun, para ulama juga mengingatkan bahwa yang paling utama bukanlah jumlah bacaan, melainkan keikhlasan, keyakinan, dan ketaatan kepada Allah.
Variasi Cara Mengamalkan Ayat Kursi untuk Hajat Tertentu
Selain amalan di atas, Ayat Kursi juga dianjurkan dibaca dalam berbagai kondisi:
- Setelah shalat fardhu
Berdasarkan hadis riwayat An-Nasa’i, membaca Ayat Kursi setelah shalat wajib memiliki keutamaan besar dan menjadi sebab kemudahan urusan dunia dan akhirat. - Pagi dan petang
Ayat Kursi termasuk dzikir perlindungan yang dianjurkan Rasulullah untuk menjaga diri dari gangguan dan keburukan, sebagaimana dijelaskan dalam hadis sahih. - Sebelum tidur
Hadis riwayat Bukhari menjelaskan bahwa membaca Ayat Kursi sebelum tidur menjadi penjagaan dari Allah hingga pagi hari.
Dengan cara seperti ini, ia dapat menenangkan jiwa, membersihkan hati, dan menguatkan mental seorang muslim dalam menjalani ikhtiar hidup, termasuk dalam urusan rezeki dan pekerjaan.
Cara Mengamalkan Ayat Kursi Dengan Doa Tambahan
Doa tambahan setelah membaca Ayat Kursi dianjurkan untuk memperkuat permohonan perlindungan, kelapangan rezeki, dan kemudahan hajat.
Membaca Ayat Kursi lalu dilanjutkan dengan doa merupakan bentuk penyempurnaan ikhtiar batin dan penghambaan kepada Allah SWT.
1. Doa Setelah Ayat Kursi dari Syekh Muhyiddin Ibnu ‘Arabi

Salah satu cara mengamalkan ayat kursi adalah dilengkapi dengan doa yang dinisbatkan kepada Syekh Muhyiddin Ibnu ‘Arabi. Doa ini berisi permohonan perlindungan, ketenangan, dan pertolongan Allah dalam meraih hajat:
اللَّهُمَّ اجْعَلْ لِيْ بُرْهَانًا يُوْرِثُنِيْ أَمَانًا، وَاٰنِسْنِيْ بِكَ عَنْ كُلِّ مَطْلُوْبٍ، وَصَاحِبْنِيْ بِعَوْنِ إِنَايَتِكَ فِيْ كُلِّ مُرِيْدٍ، يَا قَدِيْرُ يَا كَرِيْمُ يَا عَزِيْزُ يَا عَظِيْمُ يَا مُنْقَذُ، قَدْ كَتَبَ اللّٰهُ لَأَغْلِبَنَّا وَرُسُلِهٖ، إِنَّ اللّٰهَ قَوِيٌّ عَزِيْزٌ
Artinya:
“Ya Allah, jadikanlah bagiku bukti yang menumbuhkan rasa aman, dekatkanlah aku kepada-Mu dari segala yang kuharapkan, dan dampingilah aku dengan pertolongan dan penjagaan-Mu dalam setiap keinginanku. Wahai Yang Maha Kuasa, Maha Mulia, Maha Perkasa, Maha Agung, dan Maha Penolong. Allah telah menetapkan: Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa.”
Doa ini dibaca sebagai pelengkap Ayat Kursi, untuk menenangkan hati dan mendekatkan diri kepada Allah dalam setiap hajat.
2. Doa Keselamatan Dunia dan Akhirat

Setelah shalat fardhu dan wirid, termasuk setelah membaca Ayat Kursi, dianjurkan pula membaca doa keselamatan berikut:
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ سَلَامَةً فِيْ الدِّيْنِ وَعَافِيَةً فِيْ الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِيْ الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِيْ الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ
Artinya:
“Ya Allah, kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, kesehatan jasad, tambahan ilmu, keberkahan rezeki, taubat sebelum wafat, rahmat saat wafat, dan ampunan setelah wafat.”
Doa ini mencakup kebutuhan dunia dan akhirat secara seimbang, termasuk permohonan keberkahan rezeki dan keselamatan hidup.
Baca Juga: 5 Ayat Alquran Tentang Takdir Allah, Penuh Makna Bagi Hidup
3. Doa Ringkas untuk Hajat

Sebagai doa singkat setelah Ayat Kursi, banyak ulama juga menganjurkan membaca doa berikut karena sesuai dengan kandungan tauhid dalam Ayat Kursi:
يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ بِرَحْمَتِكَ أَسْتَغِيْثُ فَاغْفِرْ لِيْ وَأَصْلِحْ لِيْ شَأْنِيْ وَفَرِّجْ هَمِّيْ
Artinya:
“Wahai Yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, tidak ada Tuhan selain Engkau. Dengan rahmat-Mu aku memohon pertolongan. Ampunilah aku, perbaikilah urusanku, dan lapangkan kesusahanku.”
Doa ini sangat selaras dengan Ayat Kursi karena langsung memohon kepada Allah dengan menyebut sifat Al-Hayyu dan Al-Qayyum, sekaligus memohon ampunan dan kelapangan hajat.
Secara ringkas, membaca Ayat Kursi lalu diikuti doa adalah amalan yang baik dan dianjurkan.
Bukan karena bacaan tertentu menjamin hasil, tetapi karena ia menguatkan iman, tawakal, dan kedekatan kepada Allah SWT, sebagai sumber segala perlindungan, rezeki, dan kemudahan hidup.
Baca Juga: Makna Ayat Kursi dalam Al Quran, Keutamaan & Cara Mengamalkannya
Jadikan Ayat Kursi Bagian dari Kedekatan dengan Alquran
Setelah mengetahui cara mengamalkan ayat kursi untuk rezeki dan segala hajat, mungkin kita termotivasi untuk istiqomah mengamalkannya. Namun, hal tersebut tidak lengkap jika tidak ditambah kebiasaan membaca alquran.
Untuk mendukung kebiasaan membaca Alquran gunakan mushaf yang nyaman dan mudah dipahami. Safwan Quran hadir dengan tajwid berwarna, transliterasi Latin, tanda waqaf jelas, serta terjemah per kata dan tematik. Bagi yang ingin fokus menjaga hafalan, Safwan Quran Hafazan menjadi pilihan tepat untuk tilawah dan tadabbur harian yang lebih khusyuk dan bermakna.
Yuk lengkapi ibadahmu dengan alquran dari safwan quran!


