Safwanquran.com – Ramadhan selalu punya suasana yang berbeda. Udara terasa lebih tenang, masjid lebih ramai, dan hati pun seperti lebih mudah tersentuh. Di bulan istimewa ini, banyak orang mulai mencari kembali hadits hadits tentang ramadhan untuk memahami makna puasa dan berbagai amalan yang dianjurkan.
Bukan sekadar menahan lapar dan haus, Ramadhan adalah madrasah ruhani. Maka, melalui hadits-hadits nabi, kita bisa melihat betapa besar keutamaan bulan ini.
Kumpulan Hadits hadits tentang Ramadhan, Latin dan Maknanya
Berikut kumpulan hadits hadits tentang ramadhan yang shahih, lengkap dengan teks Arab, transliterasi, arti, serta penjelasan ulama agar lebih mudah dipahami.
1. Hadits Tentang Pengampunan Dosa di Bulan Ramadhan

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ». [رواه البخاري (1901) ومسلم (760)]
Latin:
‘An Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu, qaala: Qaala Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Man shaama ramadhaana iimaanan wa ihtisaaban ghufira lahu maa taqaddama min dzanbih.”
Terjemahan:
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Barangsiapa berpuasa di bulan Ramadhan dengan penuh iman dan mengharapkan pahala (dari Allah), maka akan diampuni baginya dosa-dosanya yang telah lalu’.” (HR. Bukhari no. 1901 dan Muslim no. 760)
Dalam penjelasannya, An-Nawawi menerangkan bahwa kata iman berarti meyakini sepenuhnya kewajiban dan keutamaan puasa. Sedangkan ihtisab bermakna mengharap pahala dengan penuh keikhlasan, bukan karena ikut-ikutan atau sekadar tradisi.
Hadits ini menjadi fondasi utama dalam kumpulan hadits hadits tentang ramadhan, karena menegaskan bahwa kualitas niat menentukan nilai ibadah. Pengampunan yang dimaksud, menurut para ulama, adalah dosa-dosa kecil. Maka Ramadhan adalah momentum bersih-bersih hati yang luar biasa.
2. Hadits Tentang Rukyatul Hilal

Arab:
صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمِيَ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُوا الْعِدَّةَ ثَلَاثِينَ
Latin:
Shaumu liruyyatihi wa aftiru liruyyatihi fa in ghumi ‘alaikum fa akmilul ‘iddah tsalaatsiina.
Terjemah:
“Berpuasalah karena melihatnya (hilal), dan berbukalah karena melihatnya. Jika tertutup (mendung), maka sempurnakanlah 30 hari.” (HR. Muhammad al-Bukhari)
Menurut Ibn Hajar al-Asqalani dalam kitab Fathul Bari, hadits ini menjadi dalil utama penentuan awal dan akhir Ramadhan berdasarkan rukyat hilal. Jika tidak memungkinkan melihat hilal, maka bulan Sya’ban disempurnakan menjadi 30 hari.
Dalam deretan hadits hadits tentang ramadhan, hadits ini menunjukkan bahwa Islam sangat tertib dalam mengatur waktu ibadah. Puasa tidak dimulai sembarangan, melainkan berdasarkan petunjuk syariat.
Baca Juga: Inilah Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan yang Penuh Hikmah
3. Hadits Tentang Puasa yang Khusus untuk Allah

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «قَالَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلَّا الصَّوْمَ، فَإِنَّهُ لِي وَأَنَا أَجْزِي بِهِ». (رواه البخاري 1904 ومسلم 1151).
Latin:
‘An Abi Hurairah radhiyallahu ‘anhu qaala: Qaala Rasulullahi shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Qaalal laahu ‘azza wa jalla: Kullu ‘amali ibnis aadama lahu illash shaum, fa innahu lii wa ana ajzii bih.”
Terjemahan:
“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ‘Allah Azza wa Jalla berfirman: Setiap amal anak Adam adalah untuk dirinya sendiri, kecuali puasa, karena itu (khusus) untuk-Ku dan Aku sendiri yang akan membalasnya’.” (HR. Bukhari no. 1904 dan Muslim no. 1151).
Hadits ini termasuk yang paling sering dikutip dalam pembahasan hadits hadits tentang ramadhan. Puasa disebut istimewa karena sifatnya tersembunyi. Orang lain tidak tahu apakah kita benar-benar menahan diri atau tidak, kecuali Allah.
Muhammad Nasiruddin al-Albani menjelaskan bahwa keistimewaan puasa terletak pada kemurnian niat dan latihan menahan hawa nafsu. Balasannya langsung dari Allah, tanpa batasan angka tertentu. Ini menunjukkan betapa besar nilai puasa di sisi-Nya.
4. Hadits Tentang Pintu Surga Dibuka

Arab:
إِذَا دَخَلَ شَهْرُ رَمَضَانَ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ الْجَهَنَّمِ وَسُلْسِلَتِ الشَّيَاطِينُ
Latin:
Idzaa dakhalasyahru ramadhaana futtihat abwaabus samaa’i wa ghulliqat abwaabul jahannami wa sulsilatisy syayaathiin.
Terjemah:
“Apabila masuk bulan Ramadhan, dibuka pintu-pintu langit, ditutup pintu-pintu neraka, dan dibelenggu setan-setan.” (HR. Muslim ibn al-Hajjaj)
Ibn Rajab al-Hanbali dalam Lathaif al-Ma’arif menjelaskan bahwa ini adalah bentuk kemuliaan khusus Ramadhan. Suasana ketaatan dimudahkan, peluang maksiat dipersempit.
Tak heran jika banyak orang merasa lebih ringan beribadah di bulan ini. Dalam rangkaian hadits hadits tentang ramadhan, hadits ini memberi harapan bahwa siapa pun punya kesempatan besar untuk berubah menjadi lebih baik.
5. Hadits Tentang Puasa 6 Hari Syawal

Arab:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتَّةً مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
Latin:
Man shaama ramadhaana tsumma atba’ahu sittan min syawwaalin kaana kashiyaamid dahr.
Terjemah:
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan lalu diikuti enam hari di Syawal, maka seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Muslim ibn al-Hajjaj)
Menurut Muhammad ibn Salih al-Uthaymin, satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Maka puasa Ramadhan setara sepuluh bulan, ditambah enam hari Syawal setara dua bulan. Genap satu tahun.
Hadits ini mengajarkan konsistensi. Ramadhan bukan garis finish, melainkan titik awal perjalanan ibadah yang lebih panjang.
Doa-Doa Mustajab di Bulan Ramadhan
Selain memahami hadits hadits tentang ramadhan, kita juga dianjurkan memperbanyak doa di waktu-waktu mustajab seperti berbuka, sepertiga malam, dan malam Lailatul Qadar.
- Sayyidul Istighfar
اللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّي لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنْتَ خَلَقْتَنِي وَأَنَا عَبْدُكَ وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ أَبُوءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ وَأَبُوءُ بِذَنْبِي فَاغْفِرْ لِي فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا أَنْتَ
Doa ini disebut penghulu istighfar dan sangat dianjurkan dibaca pagi dan petang. Isinya mencakup pengakuan nikmat, pengakuan dosa, serta permohonan ampun secara total.
- Doa Berbuka Puasa
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
Doa ini dibaca saat berbuka. Ia menjadi bentuk rasa syukur setelah seharian menahan diri.
- Doa Lailatul Qadar
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
Doa ini diajarkan Nabi SAW kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha. Singkat, tapi sangat dalam maknanya.
- Doa Rahmat dan Maghfirah
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
Doa ini berisi permohonan ampun dan keteguhan iman.
- Doa Penutup Ramadhan
اللَّهُمَّ إِنَّهُ قَدْ جَاءَ رَمَضَانُ وَذَهَبَ فَاغْفِرْ لَنَا مَا قَدَّمْنَا وَمَا أَخَّرْنَا
Terjemah: “Ya Allah, Ramadhan telah datang lalu berlalu, maka ampunilah apa yang telah kami kerjakan dahulu dan yang kami tunda.”
Baca Juga: Lengkap! Hadits Pendek Tentang Puasa Ramadhan dan Maknanya
Hidupkan Ramadhan dengan Al-Qur’an
Setelah membaca kumpulan hadits hadits tentang ramadhan ini, satu hal yang paling terasa adalah ajakan untuk kembali mendekat kepada Allah. Puasa, doa, dan berbagai ibadah lainnya semuanya bermuara pada satu sumber cahaya: Al-Qur’an.
Ramadhan adalah bulan diturunkannya Al-Qur’an. Maka jangan biarkan hari-harinya berlalu tanpa tilawah. Luangkan waktu setiap hari untuk membaca, mentadabburi, dan mengamalkan isinya.
Jika mushaf di rumah sudah mulai usang atau kamu ingin menghadiahkan Al-Qur’an terbaik untuk keluarga, inilah saat yang tepat. Pilih Al-Qur’an yang nyaman dibaca, jelas tulisannya, dan indah tampilannya seperti Safwan Quran agar semakin semangat berinteraksi dengan Kalamullah.
Mari jadikan Ramadhan bukan hanya rutinitas tahunan, tapi momen perubahan. Perbanyak membaca Al-Qur’an, hayati maknanya, dan amalkan pesan-pesannya bersama alquran terbaik dari Safwan Quran.
