cara menahan amarah dalam islam

Cara Menahan Amarah dalam Islam Menurut Al-Qur’an dan Hadis

Safwanquran.com – Menahan amarah merupakan salah satu akhlak mulia yang sangat ditekankan dalam Islam. Dalam kehidupan sehari-hari, setiap orang pasti pernah merasakan marah. 

Perasaan ini sebenarnya merupakan hal yang wajar. Namun jika tidak dikendalikan, amarah bisa memicu ucapan dan tindakan yang justru merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Karena itulah Islam memberikan panduan yang jelas tentang cara menahan amarah dalam Islam. Al-Qur’an dan hadis tidak hanya memerintahkan umat Muslim untuk mengendalikan emosi, tetapi juga memberikan cara praktis agar seseorang mampu meredam kemarahan dengan baik.

Dengan memahami ajaran ini, seorang Muslim dapat menjaga hati tetap tenang, hubungan dengan sesama tetap baik, dan tentu saja mendapatkan pahala dari Allah SWT.

Dalil Menahan Amarah dalam Al-Qur’an

Al-Qur’an menjelaskan bahwa menahan amarah adalah salah satu ciri orang yang bertakwa. Hal ini disebutkan dalam Surah Ali Imran ayat 134:

“(Yaitu) orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.”

Ayat ini menunjukkan bahwa kemampuan menahan emosi merupakan tanda kedewasaan iman seseorang. Dalam tafsir para ulama dijelaskan bahwa ayat ini menggambarkan tiga tingkatan akhlak yang sangat mulia, yaitu:

  1. Menahan amarah
  2. Memaafkan kesalahan orang lain
  3. Berbuat baik kepada sesama

Dalam tafsir klasik, menahan amarah diibaratkan seperti wadah air yang tertutup rapat sehingga tidak meluap. Artinya, seseorang mampu menahan gejolak emosinya meskipun sebenarnya ia memiliki kesempatan untuk melampiaskannya.

Banyak ulama menegaskan bahwa cara menahan amarah dalam Islam bukan berarti menekan emosi secara berlebihan, tetapi mengendalikannya agar tidak berubah menjadi perilaku buruk.

Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin menjelaskan bahwa amarah yang mampu ditahan karena Allah akan mendatangkan pahala besar. Sebaliknya, melampiaskan kemarahan sering kali hanya berujung penyesalan.

Dalil dari Hadis tentang Menahan Amarah

Selain Al-Qur’an, Rasulullah SAW juga memberikan banyak nasihat tentang pentingnya mengendalikan emosi.

Salah satu hadis yang sangat terkenal menyebutkan:

“Orang yang kuat bukanlah yang menang dalam gulat, tetapi orang yang kuat adalah orang yang mampu menguasai dirinya ketika marah.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini memberikan perspektif yang sangat menarik. Dalam pandangan Islam, kekuatan sejati bukanlah kekuatan fisik, melainkan kemampuan mengendalikan diri.

Seseorang mungkin mampu mengalahkan orang lain secara fisik, tetapi belum tentu mampu menahan emosinya sendiri. Justru orang yang mampu mengendalikan amarah ketika sedang emosi itulah yang dianggap kuat oleh Rasulullah SAW.

Ada pula hadis lain yang memberikan nasihat sederhana namun sangat penting:

“Jika salah seorang di antara kalian marah, maka diamlah.”
(HR. Ahmad)

Nasihat ini menjadi salah satu dasar dalam cara menahan amarah dalam Islam, yaitu menahan diri dari berbicara ketika emosi sedang memuncak.

Sering kali, kata-kata yang diucapkan saat marah justru menjadi sumber penyesalan di kemudian hari.

Baca Juga: Ketika Kita Meneladani Sifat Allah Kita Akan Selalu Tenang

Cara Menahan Amarah dalam Islam yang Dianjurkan Rasulullah

Islam tidak hanya memerintahkan untuk menahan emosi, tetapi juga memberikan langkah-langkah praktis agar seseorang bisa melakukannya dengan mudah. Berikut beberapa cara yang diajarkan dalam sunnah Rasulullah.

1. Membaca Ta’awudz

cara menahan amarah dalam islam

Salah satu cara menahan amarah dalam Islam yang pertama adalah membaca ta’awudz:

A’udzu billahi minasy syaithanir rajim

Ucapan ini berarti memohon perlindungan kepada Allah dari godaan setan.

Rasulullah SAW pernah menjelaskan bahwa kemarahan sering kali dipicu oleh bisikan setan. Dengan membaca ta’awudz, seseorang meminta perlindungan kepada Allah agar emosinya kembali terkendali.

Para ulama menjelaskan bahwa ta’awudz dapat membantu menenangkan hati karena seseorang mengingat Allah dan menyadari bahwa emosi yang tidak terkendali bisa membawa dampak buruk.

2. Berwudhu

cara menahan amarah dalam islam

Cara berikutnya yang sangat dianjurkan adalah berwudhu. Rasulullah SAW bersabda bahwa amarah berasal dari setan, sedangkan setan diciptakan dari api. Karena itu, air dapat membantu memadamkan “api” kemarahan tersebut.

Ketika seseorang berwudhu, tubuh menjadi lebih segar dan pikiran menjadi lebih tenang. Selain itu, wudhu juga membersihkan diri secara spiritual sehingga hati lebih mudah kembali kepada ketenangan.

Tidak heran jika berwudhu menjadi salah satu cara menahan amarah dalam Islam yang sangat dianjurkan oleh para ulama.

3. Diam Saat Marah

cara menahan amarah dalam islam

Ketika emosi sedang memuncak, berbicara justru bisa memperkeruh keadaan. Karena itu Rasulullah SAW menganjurkan agar seseorang memilih diam ketika marah.

Diam memberikan waktu bagi pikiran untuk kembali tenang. Selain itu, sikap ini juga mencegah seseorang mengucapkan kata-kata yang menyakitkan.

Para ulama menjelaskan bahwa diam adalah langkah awal dalam jihad melawan hawa nafsu. Dengan menahan diri untuk tidak berbicara, seseorang memberi kesempatan pada dirinya untuk berpikir lebih jernih.

4. Mengubah Posisi Tubuh

cara menahan amarah dalam islam

 

Rasulullah SAW juga memberikan cara menahan amarah dalam islam secara praktis. Yaitu dengan mengubah posisi tubuh.

Jika seseorang marah dalam keadaan berdiri, dianjurkan untuk duduk. Jika masih marah, maka dianjurkan untuk berbaring.

Cara sederhana ini ternyata memiliki hikmah yang besar. Mengubah posisi tubuh dapat membantu menurunkan ketegangan emosional dan membuat seseorang lebih tenang.

Imam Al-Ghazali bahkan mengibaratkan cara ini seperti menundukkan kuda liar agar tidak semakin sulit dikendalikan.

5. Berdzikir dan Beristighfar

cara menahan amarah dalam islam

 

Mengingat Allah merupakan salah satu cara terbaik untuk menenangkan hati. Dalam Al-Qur’an juga dijelaskan bahwa hati manusia akan merasakan ketentraman ketika senantiasa berdzikir dan mengingat-Nya.

Oleh karena itu, berdzikir dan beristighfar menjadi bagian penting dari cara menahan amarah dalam Islam.

Ketika seseorang memperbanyak istighfar, ia menyadari bahwa dirinya adalah hamba yang penuh kekurangan. Kesadaran ini membuat hati menjadi lebih lembut dan tidak mudah tersulut emosi.

Penjelasan Ulama tentang Mengendalikan Amarah

Banyak ulama memberikan penjelasan mendalam tentang bagaimana mengelola emosi dalam Islam.

Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa ada dua cara utama untuk menahan amarah:

  1. Mengingat akibat buruk amarah di akhirat
  2. Mengingat kelemahan manusia di hadapan Allah

Dengan menyadari konsekuensi dari kemarahan yang tidak terkendali, seseorang akan lebih berhati-hati dalam bersikap.

Sementara itu, para ulama lain juga menjelaskan bahwa amarah sebenarnya tidak selalu buruk. Amarah bisa menjadi baik jika muncul untuk membela kebenaran atau agama. Namun, amarah tersebut tetap harus terkendali agar tidak berlebihan.

Baca Juga: Jangan Sepelekan! Ini Bahaya Mulutmu Harimaumu dalam Kehidupan

Mari Mulai Mengendalikan Emosi Dengan Baik

Setiap manusia pasti pernah merasakan marah. Namun Islam mengajarkan bahwa emosi tersebut harus dikendalikan dengan baik.

Melalui Al-Qur’an dan hadis, kita diajarkan berbagai cara menahan amarah dalam Islam, mulai dari membaca ta’awudz, berwudhu, diam ketika marah, mengubah posisi tubuh, hingga memperbanyak zikir.

Semua cara ini membantu seorang Muslim menjaga akhlak dan ketenangan hati dalam menghadapi berbagai situasi kehidupan.

Namun, agar hati semakin lembut dan mudah mengendalikan emosi, salah satu cara terbaik adalah dengan semakin dekat kepada Al-Qur’an. Seperti Membaca dan merenungkan ayat-ayat – Nya.

Jika kamu ingin mulai membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari, memiliki mushaf yang nyaman dibaca dan berkualitas adalah sebuah kebutuhan. Oleh karena itu, Safwan Quran hadir sebagai jawabannya.

Dikenal sebagai mushaf berkualitas yang dirancang untuk memudahkan siapa saja belajar membaca Al-Qur’an dengan benar, Safwan quran hadir dengan tajwid multikode warna, terjemah per kata standar Kemenag RI dan transliterasi Latin. fitur pendukung seperti penjelasan makhorijul huruf, Asmaul Husna, kolom Asbabun Nuzul, hadits pilihan, hingga akses digital murottal Syekh Sudais, desain hard cover yang kokoh dan tampilan full color yang menarik.

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top