Safwanquran.com – Kalau kamu pernah melihat area sekitar Ka’bah di Masjidil Haram entah langsung atau melalui konten yang berseliweran di media sosial, pasti kamu akan menemukan sebuah bangunan kecil berlapis kaca dengan aksen emas.
Itulah yang dikenal sebagai Maqom Ibrahim. Salah satu tempat yang punya makna sangat dalam dalam sejarah Islam.
Menariknya, masih banyak yang mengira Maqam Ibrahim adalah makam dari Nabi Ibrahim. Padahal, anggapan ini kurang tepat. Maqom Nabi Ibrahim bukan makam, melainkan sebuah batu suci yang menyimpan bekas pijakan kaki Nabi Ibrahim AS saat beliau membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail, atas perintah Allah.
Lalu, apa sebenarnya yang membuat Maqom Nabi Ibrahim begitu istimewa? Yuk, kita bahas bersama di artikel ini.
Apa Itu Maqom Ibrahim?
Secara bahasa, “maqom” berarti tempat berdiri atau pijakan. Jadi, Maqom Nabi Ibrahim bisa dipahami sebagai tempat pijakan Nabi Ibrahim.
Batu ini terletak di sisi timur Ka’bah dan diyakini sebagai batu yang digunakan Nabi Ibrahim untuk berdiri saat menyusun batu-batu Ka’bah. Yang membuatnya luar biasa, batu tersebut melunak seperti lilin saat diinjak, sehingga meninggalkan bekas telapak kaki beliau yang masih bisa dikenali hingga sekarang.
Perlu diketahui juga, makam Nabi Ibrahim yang sebenarnya berada di wilayah Hebron, Palestina. Jadi jelas ya, Maqom Nabi Ibrahim bukan tempat pemakaman.
Sejarah Singkat Maqom Ibrahim
Menurut riwayat, Maqom Nabi Ibrahim termasuk batu yang berasal dari surga, sama seperti Hajar Aswad. Saat pembangunan Ka’bah berlangsung, Nabi Ibrahim berdiri di atas batu ini untuk mencapai bagian atas bangunan.
Awalnya, posisi Maqom Nabi Ibrahim menempel langsung di dinding Ka’bah. Namun pada masa Umar bin Khattab, batu ini dipindahkan sedikit menjauh agar tidak mengganggu jamaah yang sedang tawaf.
Kini, Maqam Ibrahim dilindungi dengan struktur kaca dan logam berwarna emas. Tujuannya untuk menjaga keaslian dan mencegah kerusakan akibat banyaknya jamaah yang ingin menyentuhnya.
Perbedaan dengan Hajar Aswad dan Hijr Ismail
Di sekitar Ka’bah, ada tiga elemen penting yang sering disebut bersama, yaitu Maqom Nabi Ibrahim, Hajar Aswad, dan Hijr Ismail.
Ketiganya memang sama-sama memiliki nilai spiritual tinggi, tapi fungsinya berbeda:
- Maqom Ibrahim: Tempat shalat setelah tawaf
- Hajar Aswad: Penanda awal dan akhir tawaf
- Hijr Ismail: Area ibadah yang termasuk bagian Ka’bah
Yang perlu diingat, dalam beribadah kita tetap harus mengikuti tuntunan. Misalnya, tidak semua tempat dianjurkan untuk disentuh atau diusap.
6 Keistimewaan Maqom Nabi Ibrahim
Berikut ini enam keutamaan Maqam Ibrahim yang perlu kamu ketahui.
1. Disebut Langsung dalam Al-Qur’an

Salah satu keistimewaan terbesar Maqom Ibrahim adalah penyebutannya secara langsung dalam Al-Qur’an. Ini menunjukkan bahwa kedudukannya sangat penting dalam Islam.
Dalam Surah Al-Baqarah ayat 125, Allah berfirman agar umat Islam menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat. Dari sinilah muncul anjuran untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat setelah tawaf.
Selain itu, dalam Surah Ali Imran ayat 96–97 juga disebutkan bahwa di dalamnya terdapat tanda-tanda yang nyata, termasuk Maqam Ibrahim. Ayat ini menegaskan bahwa keberadaannya adalah bukti kebesaran Allah yang bisa disaksikan langsung.
2. Batu yang Diyakini Berasal dari Surga

Maqom Ibrahim diyakini sebagai batu yang berasal dari surga, sama seperti Hajar Aswad. Ini menjadi salah satu alasan mengapa batu ini memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki batu biasa.
Saat digunakan oleh Nabi Ibrahim, batu ini bahkan melunak seperti lilin sehingga meninggalkan bekas telapak kaki beliau. Bekas tersebut menjadi tanda nyata yang terus dijaga hingga sekarang.
Para ulama juga menyebutkan bahwa jejak kaki ini termasuk bagian dari tanda kebesaran Allah yang disebut dalam Al-Qur’an.
3. Tempat Shalat Sunnah yang Dianjurkan

Setelah selesai tawaf, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Amalan ini termasuk sunnah muakkad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.
Rasulullah SAW sendiri mencontohkan amalan ini saat haji wada’. Dalam praktiknya, beliau membaca ayat Al-Baqarah ayat 125, lalu menjadikan Maqam Ibrahim sebagai arah saat shalat.
Shalat di tempat ini memiliki nilai spiritual yang tinggi karena dilakukan di lokasi yang penuh keberkahan.
Baca Juga: Jejak Telapak Kaki Nabi Ibrahim yang Diabadikan di Makkah
4. Simbol Ketaatan Nabi Ibrahim

Maqam Ibrahim bukan hanya benda bersejarah, tetapi juga simbol ketaatan luar biasa dari Nabi Ibrahim.
Bekas pijakan kaki beliau menjadi saksi bagaimana perjuangan dalam menjalankan perintah Allah, termasuk saat membangun Ka’bah. Ini bukan hanya usaha fisik, tetapi juga bentuk ketaatan total kepada Allah.
Dari sini, umat Islam bisa belajar tentang pentingnya kesabaran, keikhlasan, dan keteguhan dalam menjalani kehidupan.
5. Dijaga Langsung oleh Allah

Meski ukurannya tidak besar dan berada di tempat yang sangat ramai, Maqom Ibrahim tetap terjaga hingga saat ini. Ini menjadi salah satu bukti nyata penjagaan Allah terhadap tanda-tanda kebesaran-Nya.
Dalam sejarah, Maqam Ibrahim bahkan pernah hilang karena dicuri, namun kemudian kembali dalam waktu singkat. Hal ini semakin menguatkan keyakinan bahwa Allah sendiri yang menjaganya.
Menariknya, berbeda dengan batu-batu lain di masa jahiliyah yang dijadikan objek penyembahan, Maqam Ibrahim tidak pernah disembah. Ini menunjukkan kemurnian ajaran tauhid dalam Islam.
6. Menguatkan Iman dan Menjadi Tempat Berdoa

Berada di dekat Maqom Ibrahim seringkali memberikan pengalaman spiritual yang mendalam. Banyak orang merasakan ketenangan dan kedekatan dengan Allah saat berada di sana.
Setelah melaksanakan shalat sunnah, tempat ini juga menjadi salah satu lokasi yang sering dimanfaatkan untuk berdoa. Momen ini biasanya digunakan untuk memanjatkan harapan dan memperkuat hubungan dengan Allah.
Melihat langsung jejak Nabi Ibrahim juga bisa menjadi pengingat akan kehidupan akhirat dan perjalanan iman yang harus terus dijaga.
Dengan memahami keutamaan Maqam Ibrahim, kita tidak hanya melihatnya sebagai bagian dari ritual haji atau umrah, tetapi juga sebagai sumber pelajaran hidup. Ia mengajarkan tentang ketaatan, kesabaran, dan kedekatan kepada Allah yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Inilah Letak Maqam Ibrahim, Fakta dan Maknanya dalam Islam
Saatnya Lebih Dekat dengan Al-Qur’an
Maqom Ibrahim mengajarkan kita bahwa setiap perintah Allah selalu punya makna mendalam. Dan semua itu bisa kita pahami lebih baik jika kita dekat dengan Al-Qur’an.
Mulai dari sekarang, mari luangkan waktu untuk membaca dan memahami isi Al-Qur’an setiap hari. Tidak perlu langsung banyak, yang penting konsisten.
Kalau kamu ingin pengalaman tilawah yang lebih nyaman dan memberikan kemudahan dalam memahami ayat alquran, memilih mushaf yang tepat juga penting. Salah satu rekomendasi yang bisa dipertimbangkan adalah Al-Qur’an dari Safwan Quran. Dengan keunggulan seperti:
- Kualitas Terjamin
Menggunakan standar mutu premium dengan cetakan yang jelas, nyaman dibaca, dan tahan lama. - Inovasi Berkelanjutan
Dilengkapi fitur edukatif seperti kode warna tajwid yang memudahkan belajar membaca Al-Qur’an, bahkan untuk pemula. - Tashih Resmi
Sudah melalui proses validasi oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kemenag RI, sehingga keakuratannya terjamin.
Jadi, selain memahami sejarah dan keutamaan Maqam Ibrahim, jangan lupa juga untuk terus memperkuat hubungan dengan Al-Qur’an terbaik dari Safwan Quran. Karena dari situlah semua petunjuk hidup berasal.


