Jangan Asal Berdoa! Ini Adab Berdoa Sesuai Sunnah yang Benar

Safwanquran.com – Berdoa adalah ibadah yang paling sederhana, tetapi juga paling dalam maknanya. Ia bisa dilakukan kapan saja, tanpa batas tempat dan bahasa. 

Namun Islam tidak hanya mengajarkan apa yang kita minta, melainkan juga bagaimana cara memintanya. Di sinilah pentingnya memahami adab berdoa sesuai sunnah.

Sering kali seseorang merasa sudah lama berdoa, tetapi harapannya belum juga terwujud. Padahal bisa jadi yang perlu diperbaiki bukan isi doanya, melainkan adabnya. 

Rasulullah SAW telah mencontohkan tata cara berdoa yang penuh etika, kelembutan, dan keyakinan. Mengikuti tuntunan ini membuat doa lebih khusyuk dan lebih dekat dengan pengabulan Allah SWT.

Hakikat Adab Berdoa dalam Islam

Dalam Islam, doa bukan sekadar permintaan, tetapi bentuk penghambaan. Saat berdoa, seorang hamba sedang menunjukkan ketergantungan total kepada Rabb-nya. Karena itu, adab berdoa sesuai sunnah menjadi fondasi penting agar doa tidak terasa hampa.

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa doa hendaknya diawali dengan memuji Allah, dilanjutkan dengan shalawat, lalu barulah menyampaikan permohonan. 

Urutan ini bukan tanpa tujuan.Akan tetapi, memuji Allah menghadirkan rasa syukur, sementara shalawat membuka pintu keberkahan sebelum hajat disampaikan.

Doa yang diawali pengagungan terasa lebih hidup dibanding doa yang langsung berisi permintaan.

Ini Dia Adab Berdoa Sesuai Sunnah yang Bisa Diikuti

Adab berdoa sesuai sunnah mencakup etika dan tata cara yang diajarkan Rasulullah SAW agar doa lebih khusyuk serta berpeluang besar dikabulkan Allah SWT. 

Dalam praktiknya, berdoa sesuai sunnah tidak hanya soal lafaz yang diucapkan, tetapi juga menyangkut sikap hati dan kesiapan diri. Prinsip utamanya dimulai dengan memuji Allah, dilanjutkan bershalawat kepada Nabi, lalu berdoa dengan penuh keyakinan dan kerendahan hati.

1. Persiapan Sebelum Berdoa

adab berdoa sesuai sunnah

Dalam adab berdoa sesuai sunnah, persiapan menjadi bagian penting yang sering kali terlewat. Dianjurkan berdoa dalam keadaan suci dengan berwudu jika memungkinkan, lalu menghadap kiblat sebagai bentuk kesungguhan. Selain itu, memilih waktu mustajab seperti sepertiga malam terakhir, saat hujan, atau setelah shalat fardhu juga termasuk bentuk ikhtiar mengikuti tuntunan sunnah.

Menjaga kondisi hati tak kalah penting. Hindari berdoa saat marah, saat masih tenggelam dalam maksiat, atau ketika mengonsumsi yang haram. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa makanan haram dapat menjadi penghalang doa. 

Karena itu, berdoa yang sesuai sunnah juga menekankan kesungguhan batin, bahkan hingga meneteskan air mata sebagai tanda harap seorang hamba.

2. Mulai Doa dengan Pujian

adab berdoa sesuai sunnah

Salah satu inti adab berdoa yang sesuai sunnah adalah tidak langsung meminta. Rasulullah SAW mengajarkan agar doa dibuka dengan memuji Allah SWT, misalnya dengan ucapan Alhamdulillah atau Subhanallah. Setelah itu, dilanjutkan dengan bershalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Beliau bersabda bahwa ketika seseorang berdoa, hendaknya ia memulai dengan memuji dan mengagungkan Allah, lalu bershalawat kepada Nabi, kemudian barulah menyampaikan permohonannya. 

Bahkan, dalam praktik adab berdoa, shalawat dianjurkan hadir di awal, tengah, dan akhir doa sebagai penyempurna keberkahan.

Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah Tempat Mustajab Doa di Kaabah Terbaik

3. Sikap Tubuh Saat Berdoa

adab berdoa sesuai sunnah

Adab berdoa sesuai sunnah juga tercermin dari bahasa tubuh. Rasulullah SAW mencontohkan mengangkat kedua tangan sejajar telinga atau bahu dengan telapak menghadap ke atas. Sikap ini melambangkan kerendahan diri dan harapan penuh kepada Allah.

Setelah selesai, sebagian riwayat menyebutkan anjuran mengusap wajah sebagai penutup doa. Menghadap kiblat juga dianjurkan pada kondisi tertentu, sementara suara dijaga tetap lembut,tidak berlebihan, namun cukup jelas. 

4. Isi dan Cara Mengucap Doa

adab berdoa sesuai sunnah

Dalam adab berdoa yang sesuai sunnah, isi doa pun memiliki urutan keutamaan. Dianjurkan mendoakan diri sendiri terlebih dahulu, kemudian keluarga, saudara muslim, hingga umat Islam secara luas. Doa tidak boleh berisi permintaan maksiat atau keburukan tanpa hak.

Kesungguhan juga ditunjukkan dengan mengulang permohonan hingga tiga kali, sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW. 

Selain itu, menggunakan asmaul husna yang sesuai dengan hajat menjadi bagian dari keindahan adab berdoa yang sesuai sunnah, misalnya memohon ampun dengan menyebut “Ya Gafur”. Doa lalu ditutup dengan amin dan shalawat.

5. Sikap Hati dan Keyakinan

adab berdoa sesuai sunnah

Lebih dalam lagi, adab berdoa sesuai sunnah bertumpu pada kondisi hati. Seorang hamba dianjurkan berhusnudzon kepada Allah, yakin bahwa setiap doa pasti didengar. Pengabulannya bisa jadi disegerakan, ditunda, diganti dengan yang lebih baik, atau disimpan sebagai pahala.

Karena itu, sikap putus asa atau tergesa-gesa seharusnya dihindari. Setan sering menggoda manusia agar merasa doanya tidak dikabulkan. 

Imam Al-Ghazali menekankan bahwa berdoa yang sesuai sunnah menuntut kerendahan hati, tanpa kata berlebihan atau dibuat-buat seperti puisi.

6. Tempat dan Waktu Istimewa

adab berdoa sesuai sunnah

Menguatkan doa juga bisa dilakukan dengan memilih tempat dan waktu yang utama. Dalam adab berdoa, berdoa di Masjidil Haram, di Arafah, saat sujud, atau di antara azan dan iqamah memiliki keutamaan tersendiri.

Waktu lain seperti hari Jumat, saat azan, atau setelah dzikir juga menjadi momen yang dianjurkan. Namun yang terpenting adalah istiqamah. Sebab adab berdoa sesuai sunnah tidak hanya soal kapan berdoa, tetapi juga konsistensi seorang hamba dalam memohon kepada Rabb-nya.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Berdoa

Tanpa disadari, ada beberapa kesalahan yang justru menjauhkan doa dari pengabulan. Salah satunya adalah mengeraskan suara secara berlebihan, seolah Allah perlu dipanggil keras. Padahal Dia Maha Mendengar.

Kesalahan lain adalah berdoa dengan kalimat yang menggantung, seperti “jika Engkau berkehendak.” Ungkapan ini menunjukkan kurangnya keyakinan. Ada pula yang berdoa untuk hal maksiat, keburukan orang lain, atau bahkan meminta sesuatu yang bertentangan dengan syariat.

Dari sisi hati, berdoa dalam keadaan marah, dendam, atau buruk sangka kepada Allah juga menjadi penghalang. Padahal doa seharusnya lahir dari hati yang lembut dan penuh harap.

Menguatkan Doa dengan Kedekatan pada Al-Qur’an

Doa dan Al-Qur’an adalah dua ibadah yang saling menguatkan. Orang yang dekat dengan Al-Qur’an biasanya lebih mudah khusyuk saat berdoa. Ayat-ayat yang dibaca melembutkan hati, menumbuhkan harap, dan mengajarkan lafaz doa terbaik.

Membiasakan tilawah setiap hari bukan hanya menambah pahala, tetapi juga memperbaiki kualitas munajat kita. Hati yang sering disentuh firman Allah akan lebih hidup saat memohon kepada-Nya.

Baca Juga: Hanya Doa Yang Bisa Merubah Takdir. Ini Dalil & Penjelasannya

Saatnya Memperindah Doa Kita

Memahami adab berdoa sesuai sunnah membuat kita sadar bahwa doa bukan sekadar rutinitas. Ia adalah momen intim antara hamba dan Rabb-nya. Dari cara memuji, bershalawat, memilih waktu, hingga menjaga hati, semuanya membentuk doa yang lebih bernilai.

Agar ibadah semakin nyaman, menghadirkan Al-Qur’an terbaik di rumah bisa menjadi langkah sederhana untuk meningkatkan kualitas tilawah sekaligus memperindah doa.

Safwan Quran hadir dengan tajwid berwarna, tulisan yang jernih, dan desain yang mudah dibaca. Ditambah transliterasi latin, tanda waqaf yang jelas, serta terjemah per kata, setiap halaman membantu proses membaca jadi lebih praktis, ringkas, namun tetap bermakna.

Mari hidupkan hari-hari dengan tilawah Al-Qur’an dari Safwan Quran dan sempurnakan doa dengan adab terbaik.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top