Safwanquran.com – Membahas Al quran selalu menghadirkan rasa takjub yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Kitab suci yang menjadi pedoman hidup umat Islam ini bukan hanya indah saat dibaca, tetapi juga menyimpan begitu banyak keajaiban dari sisi susunan, bahasa, hingga jumlah ayatnya.
Tak heran jika pertanyaan seperti Al Quran terdiri dari berapa ayat kerap muncul, baik dari penuntut ilmu, penghafal Qur’an, maupun masyarakat umum yang ingin mengenalnya lebih dekat.
Sekilas, pertanyaan ini mungkin terdengar sederhana. Namun ketika ditelusuri, jawabannya membuka wawasan yang lebih luas tentang bagaimana para ulama menjaga, meriwayatkan, dan menghitung setiap ayat dengan ketelitian luar biasa.
Proses turunnya yang bertahap selama lebih dari dua dekade juga menjadi bagian penting yang membuat pembahasan jumlah ayat tidak bisa dilepaskan dari sejarah wahyu itu sendiri.
Lalu, sebenarnya Al Quran terdiri dari berapa ayat jika dilihat dari berbagai pendapat ulama dan susunan 30 juz yang kita baca hari ini? Mari kita kupas secara lengkap dan mudah dipahami.
Jumlah Ayat Al-Qur’an Secara Umum
Secara umum, para ulama sepakat bahwa jumlah ayat Al-Qur’an berada di angka lebih dari 6.200 ayat. Artinya, tidak ada perbedaan besar terkait total kisarannya. Namun, ketika masuk ke angka pasti, muncullah beberapa pendapat. Sebagian ulama menyebut jumlahnya:
- 6.214 ayat
- 6.220 ayat
- 6.226 ayat
- Hingga 6.236 ayat
Perbedaan ini bukan karena isi Al-Qur’an berubah, melainkan karena metode penghitungan yang berbeda.
Di Indonesia sendiri, ketika orang bertanya Al Quran terdiri dari berapa ayat, jawaban yang paling umum digunakan adalah 6.236 ayat. Angka ini mengikuti riwayat Hafs dari Imam ‘Asim (mazhab Kufi) yang menjadi standar mayoritas mushaf cetakan Nusantara.
Gambaran Susunan Al-Qur’an
Sebelum membahas lebih rinci, penting memahami struktur dasar Al-Qur’an. Al-Qur’an terdiri dari:
- 114 surat
- 30 juz
- Ribuan ayat yang saling terhubung maknanya
Surat terpanjang adalah Al-Baqarah dengan 286 ayat. Sementara surat terpendek seperti Al-Kautsar hanya berjumlah 3 ayat.
Susunan ini bersifat tauqifi, artinya ditetapkan berdasarkan petunjuk wahyu, bukan hasil ijtihad manusia.
Mengapa Jumlah Ayat Bisa Berbeda?
Jumlah ayat Al-Qur’an yang berbeda antar mazhab bukan karena isi atau hafalan Al-Qur’an yang berubah, melainkan karena perbedaan cara para ulama dalam menetapkan batas awal dan akhir ayat. Serta metode penghitungan yang digunakan para imam qurra’.
Karena itu, ketika muncul pertanyaan al quran terdiri dari berapa ayat, jawabannya bisa beragam tergantung mazhab hitungan yang dijadikan rujukan.
1. Perbedaan Batas Akhir Ayat

Sebagian ayat yang pendek atau kalimat yang berkesinambungan dianggap satu ayat oleh suatu mazhab, tetapi dipisah menjadi dua ayat oleh mazhab lain, begitu pula sebaliknya. Inilah salah satu sebab mengapa pembahasan al quran terdiri dari berapa ayat menghasilkan angka yang tidak selalu sama.
Akibat perbedaan ini, dalam satu tilawah (bacaan) bisa ditemukan perbedaan titik waqaf atau akhir ayat, sehingga total ayat yang dihitung pun ikut berbeda meski lafaznya tetap sama.
2. Perlakuan Basmalah dan Huruf Hijaiyah

Faktor lain yang memengaruhi jawaban dari pertanyaan al quran terdiri dari berapa ayat adalah perbedaan dalam menghitung basmalah dan huruf muqatha’ah di awal surat.
- Basmalah
Sebagian ulama menghitung basmalah di awal setiap surat (selain Al-Fatihah) sebagai ayat tersendiri. Namun ada juga yang tidak memasukkannya sebagai ayat, karena perbedaan riwayat hadis dan pendapat sahabat.
- Huruf hijaiyah di awal surat (الم, الر, dan seterusnya)
Sebagian ulama menetapkannya sebagai ayat mandiri, sementara yang lain menilainya sebagai simbol pembuka surat yang tidak dihitung sebagai ayat. Perbedaan inilah yang ikut memengaruhi total penghitungan.
3. Mazhab-Mazhab Hitungan Ayat

Para ulama qurra’ kemudian merumuskan beberapa mazhab hitungan ayat. Setidaknya dikenal tujuh mazhab utama seperti al-Madani, al-Makki, al-Syami, al-Basri, al-Himsi, dan al-Kufi.
Semuanya sepakat bahwa ketika ditanya al quran terdiri dari berapa ayat, jumlahnya pasti lebih dari 6.200 ayat, meski angka persisnya berada di kisaran 6.204 hingga 6.236 ayat.
Di Indonesia, mushaf yang beredar umumnya mengikuti mazhab al-Kufi melalui riwayat Hafs dari Imam ‘Asim dengan jumlah 6.236 ayat. Karena itu, angka inilah yang paling populer digunakan dalam pembelajaran, hafalan, maupun penulisan mushaf, walaupun mazhab lain tetap diakui secara ilmiah.
Baca Juga: 7 Ayat Alquran Tentang Kehidupan Sehari-Hari Penuh makna
Tujuh Mazhab Hitungan Ayat Al-Qur’an
Para ulama qira’at membagi metode penghitungan ayat ke dalam beberapa mazhab. Berikut yang paling dikenal:
- Al-Madani al-Awwal: Sekitar 6.217 atau 6.214 ayat.
- Al-Madani al-Akhir: Berjumlah 6.214 ayat dengan pembagian berbeda.
- Al-Makki: Menghitung 6.220 ayat.
- Asy-Syami: Berjumlah 6.226 ayat.
- Al-Kufi: Sebanyak 6.236 ayat (paling populer di Indonesia)
- Al-Basri: Sekitar 6.205 ayat.
- Al-Himsi: Berjumlah 6.232 ayat.
Meski berbeda angka, semua mazhab sepakat jumlahnya tetap di atas 6.200 ayat dan tidak ada perubahan teks sedikit pun.
Contoh Perbedaan Hitungan pada Beberapa Surat
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh nyata perbedaannya.
- Surat Al-Fatihah
Semua ulama sepakat jumlahnya 7 ayat. Namun, berbeda pada status basmalah:
- Jika basmalah dihitung → menjadi ayat pertama
- Jika tidak → ayat pertama dimulai setelahnya
Karena itu, susunan penomoran ayat bisa tampak berbeda.
- Surat Al-Isra’
Menurut mazhab Kufi: 111 ayat
Menurut sebagian mazhab lain: 112 ayat
Perbedaannya hanya pada pembagian akhir ayat, bukan pada lafaz.
- Ayat Kursi
Dalam mushaf Indonesia, Ayat Kursi adalah Al-Baqarah ayat 255. Namun pada mazhab lain, penomorannya bisa bergeser karena pembagian ayat sebelumnya berbeda.
- Surat Al-Ikhlas
Ada riwayat yang membagi satu kalimat menjadi dua ayat, sementara riwayat lain menjadikannya satu ayat penuh. Dari sini terlihat bahwa perbedaan jumlah ayat murni soal teknis pembagian.
Apakah Perbedaan Ini Mempengaruhi Keaslian Al-Qur’an?
Perbedaan jumlah ayat bukan berarti ada perubahan dalam Al-Qur’an. Para ulama menegaskan bahwa perbedaan ini murni berkaitan dengan metode penghitungan, bukan pada isi wahyu.
Seluruh mushaf Al-Qur’an di dunia tetap sama isinya, dari huruf hingga susunan kalimatnya. Yang berbeda hanyalah penomoran ayat dan penetapan batas akhir ayat menurut mazhab hitungan masing-masing.
Justru dari sini terlihat betapa luar biasanya ketelitian para ulama dalam menjaga kemurnian Al-Qur’an. Bahkan sampai pada detail pembagian ayat, semuanya dikaji, diteliti, dan diriwayatkan dengan sangat hati-hati demi memastikan tidak ada satu pun yang berubah dari wahyu aslinya.
Baca Juga: Surat Al Fatihah Termasuk Surat Penting. Ini Keutamaannya
Jadi, Al Quran Terdiri dari Berapa Ayat?
Jika membutuhkan jawaban praktis, maka, Al-Qur’an terdiri dari 6.236 ayat
(berdasarkan riwayat Hafs dari Imam ‘Asim – standar Indonesia). Namun secara ilmiah, tetap diakui ada beberapa pendapat ulama karena perbedaan metode penghitungan.
Lebih Penting Membaca daripada Menghitung
Mengetahui Al Quran terdiri dari berapa ayat memang menambah wawasan. Namun, tujuan utama turunnya Al-Qur’an bukan untuk dihitung, melainkan dibaca, dipahami, dan diamalkan.
Mulailah dengan tilawah harian, meski hanya beberapa ayat. Dari yang sedikit tapi rutin, hati akan lebih dekat dengan kalam Allah.
Agar tilawah terasa lebih nyaman, memilih mushaf dengan tampilan yang jelas dan mudah diikuti tentu sangat membantu. Mushaf dari Safwan Quran misalnya, dirancang untuk memudahkan membaca sekaligus memahami ayat.
Dilengkapi tajwid berwarna, transliterasi latin, tanda waqaf yang tegas, serta terjemah per kata, setiap halamannya membuat proses membaca jadi lebih praktis, ringkas, namun tetap mendalam.
Yuk, sempurnakan tilawahmu dengan alquran terbaik dari safwan quran!


