Safwanquran.com – Alquran menjadi kitab suci yang sangat mulia bagi seluruh umat islam di penjuru dunia. Kehadirannya, bukan hanya sebagai kitab suci, tapi sekaligus menjadi pedoman dan tuntunan bagi umat islam.
Sehingga alquran diturunkan kepada nabi muhammad secara bertahap ini, memiliki sejarah panjang yang memukau dan mengesankan.
Menariknya, Al-Qur’an tidak turun sekaligus dalam satu malam langsung kepada Rasulullah SAW. Ada proses panjang, penuh hikmah, dan sangat terjaga. Mari kita telusuri kisah lengkapnya dengan alur yang runtut dan mudah dipahami.
Awal Mula Wahyu di Gua Hira
Pada usia 40 tahun, Nabi Muhammad SAW sering menyendiri untuk bertafakur di Gua Hira, sebuah tempat sunyi di Jabal Nur, Mekah. Di sanalah malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama.
Wahyu yang pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1–5.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar (manusia) dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq: 1–5)
Sejak saat itu, proses alquran diturunkan kepada nabi muhammad secara berangsur-angsur dimulai. Inilah awal kenabian beliau.
Tiga Tahap Besar Turunnya Al-Qur’an
Turunnya Al-Qur’an adalah proses suci yang berlangsung dengan cara yang sangat terjaga dan penuh hikmah. Ia tidak langsung diberikan sekaligus kepada Nabi Muhammad SAW, melainkan melalui tahapan yang rapi dari sisi Allah SWT hingga sampai ke hati Rasulullah. Peristiwa agung ini dimulai pada 17 Ramadhan tahun 610 M di Gua Hira, Mekah, dan berlangsung kurang lebih selama 23 tahun.
Proses ini menunjukkan bahwa alquran diturunkan kepada nabi muhammad secara bertahap bukan sekadar diturunkan, tetapi dipersiapkan dengan kemuliaan yang luar biasa.
1. Tahap Pertama Ke Lauhul Mahfuzh

Tahap awal turunnya Al-Qur’an adalah ketika ia berada di Lauhul Mahfuzh. Para ulama menjelaskan bahwa Al-Qur’an telah tertulis secara keseluruhan di tempat yang terjaga tersebut sebelum diturunkan ke langit dunia.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Buruj ayat 21–22:
بَلْ هُوَ قُرْءَانٌ مَّجِيدٌ فِي لَوْحٍ مَّحْفُوظٍ
Artinya: “Bahkan yang didustakan mereka itu ialah Al-Qur’an yang mulia, (yang tersimpan) dalam Lauhul Mahfuzh.” (QS. Al-Buruj: 21–22)
Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah kitab yang mulia dan terjaga. Tidak ada perubahan, tidak ada kekurangan. Segalanya sudah berada dalam penjagaan Allah SWT sejak awal.
2. Tahap Kedua: Ke Baitul Izzah (Langit Dunia)

Setelah berada di Lauhul Mahfuzh, alquran diturunkan kepada nabi muhammad secara sekaligus ke Baitul Izzah, yaitu langit dunia, pada malam yang sangat istimewa, Lailatul Qadar di bulan Ramadhan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Qadr ayat 1–3:
إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ
Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam Lailatul Qadar. Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Malam Lailatul Qadar lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 1–3)
Peristiwa ini menandai kemuliaan bulan Ramadhan sebagai bulan turunnya Al-Qur’an. Malam Lailatul Qadar pun menjadi malam yang penuh keberkahan dan lebih baik daripada seribu bulan.
3. Tahap Ketiga: Bertahap kepada Nabi Muhammad SAW

Setelah itu, barulah Al-Qur’an disampaikan secara berangsur-angsur kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Proses ini berlangsung selama kurang lebih 23 tahun, dari tahun 610 M hingga 632 M.
Allah SWT menjelaskan dalam Surah Asy-Syu’ara ayat 193–195:
نَزَلَ بِهِِ الرُّوحُ الْأَمِينُ عَلَىٰ قَلْبِكَ لِتَكُونَ مِنَ الْمُنْذِرِينَ بِلسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِينٍ
Artinya: “Ruhul Amin (Jibril) menurunkannya ke dalam hatimu (Muhammad), agar engkau menjadi salah seorang pemberi peringatan, dengan bahasa Arab yang jelas.” (QS. Asy-Syu’ara: 193–195)
Wahyu pertama yang turun adalah Surah Al-‘Alaq ayat 1–5 di Gua Hira. Sejak saat itu, ayat demi ayat turun sesuai dengan kondisi, kebutuhan, dan peristiwa yang dihadapi umat Islam saat itu.
Turunnya Al-Qur’an kemudian terbagi menjadi dua periode besar:
- Periode Makkiyah (sekitar 13 tahun): fokus pada tauhid, keimanan, dan pembinaan akhlak.
- Periode Madaniyah (sekitar 10 tahun): fokus pada hukum syariah, muamalah, dan aturan sosial.
Hingga akhirnya lengkap menjadi 114 surat yang sempurna sebagai pedoman hidup umat manusia.
Melihat tahap ini, kita bisa merasakan betapa agungnya proses alquran diturunkan kepada nabi muhammad secara bertahap. Ia diturunkan dengan penjagaan, kemuliaan, dan hikmah yang luar biasa.
Dari Lauhul Mahfuzh, ke langit dunia, hingga akhirnya sampai ke hati Nabi Muhammad SAW, semuanya terjadi dalam rencana Allah yang sempurna.
Baca Juga: 7 Ayat Alquran Tentang Kehidupan Sehari-Hari Penuh makna
Hikmah Mengapa Diturunkan Secara Bertahap
Ada banyak hikmah mengapa alquran diturunkan kepada nabi muhammad secara berangsur-angsur, bukan sekaligus.
- Menguatkan Hati Rasulullah
Tantangan dakwah di Mekah dan Madinah sangat berat. Turunnya wahyu secara berkala menjadi penguat jiwa beliau.
- Memudahkan Penghafalan
Para sahabat menghafal setiap ayat yang turun. Jika langsung sekaligus, tentu akan sangat berat.
- Menjawab Peristiwa yang Terjadi
Banyak ayat turun sebagai jawaban atas pertanyaan atau peristiwa tertentu. Jadi Al-Qur’an hadir sebagai solusi nyata.
- Proses Pendidikan Bertahap
Islam membangun masyarakat secara perlahan. Larangan khamr misalnya, turun melalui beberapa tahap hingga akhirnya diharamkan sepenuhnya.
Semua ini menunjukkan kebijaksanaan Allah SWT dalam wahyu alquran diturunkan kepada nabi muhammad secara bertahap.
Ramadhan dan Nuzulul Qur’an
Karena wahyu pertama turun pada 17 Ramadhan, umat Islam kemudian mengenang peristiwa itu sebagai Nuzulul Qur’an. Namun mengingat alquran diturunkan kepada nabi muhammad secara bertahap, maknanya tentu tidak berhenti pada seremoni atau sekadar mengingat tanggal bersejarah.
Tapi menjadi pengingat bahwa Al-Qur’an adalah cahaya yang menuntun arah hidup, penyejuk hati, sekaligus sumber jawaban atas berbagai persoalan manusia.
Ramadhan pun terasa semakin istimewa karena di bulan inilah Al-Qur’an mulai diturunkan. Ada ikatan yang sangat kuat antara Ramadhan dan Al-Qur’an. Itulah sebabnya membaca, mentadabburi, hingga mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan suci ini memiliki keutamaan yang begitu besar.
Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang mendekatkan diri pada kalam Allah yang pertama kali menyinari bumi di bulan penuh berkah tersebut.
Baca Juga: Al Quran Terdiri dari Berapa Ayat? Ini Rincian Lengkap 30 Juz
Mari Mendekatkan Diri Dengan Alquran
Kisah bagaimana alquran diturunkan kepada nabi muhammad secara bertahap bukan sekadar catatan sejarah, melainkan bukti kasih sayang Allah kepada umat manusia.
Setiap ayat turun dengan waktu yang tepat, menjawab kebutuhan, menguatkan hati, dan membimbing langkah manusia. Tidak ada satu pun yang sia-sia, semuanya tersusun dalam rencana yang sempurna.
Maka dari itu, mari mulai untuk mendekatkan diri dengan alquran. Membaca dan mentadabburi maknanya setiap hari. Nah, agar proses membaca alquran lebih nyaman, memiliki alquran yang berkualitas adalah solusi terbaik.
Oleh karena itu, Safwan Quran hadir sebagai solusinya. Dengan cetakan yang tajam, tanda waqafnya jelas, dan desainnya elegan, sangat cocok untuk kamu yang sedang memperbaiki bacaan, sedang menghafal, atau ingin menghadiahkan Al-Qur’an istimewa untuk orang tercinta.
Yuk, mulai hari ini lebih dekat dengan Alquran dengan membaca, memahami dan mengamalkan maknanya bersama alquran terbaik dari Safwan Quran!
