safwanquran.com – Haji dan umroh merupakan dua ibadah yang sering menjadi impian banyak muslim di seluruh dunia. Selain memiliki nilai spiritual yang tinggi, keduanya juga merupakan perintah mulia yang tertuang langsung dalam ayat-ayat AlQuran. Dalam artikel ini, kamu akan menemukan penjelasan lengkap serta makna mendalam dari ayat AlQuran tentang haji dan umroh yang dapat memotivasi dan menambah wawasan seputar ibadah luar biasa ini.
Makna Haji dan Umroh dalam Islam
Sebagai rukun Islam kelima ibadah haji diwajibkan sekali seumur hidup, bagi yang mampu baik fisik dan finansial. Sementara umroh meski bersifat sunnah, namun tetap menjadi anjuran kuat dan memiliki keutamaan yang sangat istimewa bagi yang melaksanakannya. Keduanya memiliki syarat, rukun, dan tata cara sendiri, yang mengajarkan ketaatan, pengorbanan, dan kebersamaan umat Islam dari seluruh penjuru dunia.
AlQur’an menyebut beberapa kali tentang pentingnya berhaji dan umroh ke Baitullah. Melalui ayat-ayat inilah Allah menegaskan bahwa ibadah ini bukan sekadar ritual fisik, tetapi juga bentuk ketundukan, cinta, dan penyerahan diri kepada-Nya.
Baca Juga: Mengapa Tiang Raudhah Disebut sebagai Taman Surga di Dunia?
Daftar Ayat AlQuran Tentang Haji dan Umroh Serta Penjelasannya
Berikut beberapa ayat AlQuran tentang haji dan umroh yang utama, lengkap beserta artinya, makna, dan penjelasan ringkasnya:
1. Surah Al-Baqarah Ayat 158

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِۖ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَاۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
Artinya:
“Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah termasuk syiar agama Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya untuk mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sungguh Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.”
Ayat ini menegaskan bahwa melakukan sa’i antara bukit Safa dan Marwah menjadi bagian dari ritual haji maupun umroh. Allah ingin menepis keraguan yang sempat melanda para sahabat tentang status dua bukit itu, lalu menegaskan keduanya termasuk syiar agama.
2. Surah Al-Baqarah Ayat 196

وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ…
Artinya:
“Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Tetapi jika kamu terkepung (terhalang oleh musuh atau karena sakit), maka (sembelihlah) korban yang mudah didapat…”
Allah menekankan jika ibadah haji dan umrah sebaiknya disempurnakan dan diniatkan semata-mata karena-Nya. Ada pula aturan mengenai kondisi darurat dan solusi berupa dam (sembelihan). Ayat ini juga memperkuat pentingnya ketulusan niat dalam setiap ibadah.
3. Surah Ali Imran Ayat 97

وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًاۚ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِينَ
Artinya:
“Dan (diwajibkan) bagi Allah atas manusia untuk melaksanakan haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”
Ayat ini adalah dalil utama yang menjadi dasar kewajiban berhaji. Redaksi ‘bagi yang mampu’ menunjukkan adanya syarat kemampuan baik fisik, kesehatan, maupun biaya. Siapa yang menolak (ingkar), Allah tetap tidak berkurang apa pun dari Keagungan-Nya.
4. Surah Al-Hajj Ayat 27

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَىٰ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ
Artinya:
“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”
Allah memerintahkan Nabi Ibrahim untuk menyerukan ibadah haji kepada seluruh umat manusia. Pesan ini masih relevan hingga kini, yang mana umat Islam dari seluruh dunia berkumpul di Tanah Suci setiap musim haji.
5. Surah Al-Hajj Ayat 32

ذَٰلِكَ وَمَن يُعَظِّمْ شَعَٰٓئِرَ ٱللَّهِ فَإِنَّهَا مِن تَقْوَى ٱلْقُلُوبِ
Artinya:
“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syiar-syiar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”
Menghormati syiar Allah (segala hal yang disyariatkan seputar haji dan umroh) menunjukkan betapa besarnya takwa di dalam hati. Menjalankan haji bukan sekadar menggugurkan kewajiban, tapi juga upaya memelihara ketakwaan hati.
6. Surah Al-Baqarah Ayat 189, 197, 198, dan 203 (Tambahan Ayat Tentang Manasik)
Selain ayat-ayat di atas, masih terdapat beberapa ayat lain yang membahas tata cara (manasik), larangan, hingga adab berhaji, antara lain:
- Al-Baqarah: 189: Menjelaskan soal hilal (bulan sabit) yang berkaitan dengan waktu pelaksanaan haji.
- Al-Baqarah: 197: Menekankan larangan rafats (ucapan/tingkah laku yang mesum), berbuat fasik, atau berbantahan saat haji.
- Al-Baqarah: 198: Menjelaskan bolehnya berjual beli saat menunaikan haji.
- Al-Baqarah: 203: Mengingatkan untuk memperbanyak zikir pada hari-hari tertentu setelah selesai menunaikan haji.
Berikut rangkuman dari ayat AlQuran tentang haji dan umroh:
| No | Surah & Ayat | Kandungan |
| 1 | Al-Baqarah: 158 | Sa’i Safa-Marwah bagian manasik haji dan umroh |
| 2 | Al-Baqarah: 196 | Perintah menyempurnakan haji & umroh |
| 3 | Ali Imran: 97 | Kewajiban haji bagi yang mampu |
| 4 | Al-Hajj: 27 | Seruan untuk berhaji secara global |
| 5 | Al-Hajj: 32 | Mengagungkan syiar Allah bagian dari ketakwaan |
Hikmah dan Keutamaan Haji dan Umroh Menurut Al-Quran
Melaksanakan haji dan umroh bukan hanya mentaati perintah Allah, tetapi juga membawa sejumlah manfaat moral, sosial, dan spiritual:
- Menghapus dosa dan kesalahan: Haji yang mabrur (diterima) dijanjikan surga.
- Simbol persatuan umat Islam: Ribuan manusia dari berbagai negara berkumpul dan beribadah bersama.
- Latihan kedisiplinan dan kepatuhan: Setiap rangkaian manasik dan larangan selama berhaji mengajarkan ketaatan.
- Meneguhkan tauhid dan kepasrahan: Kehadiran di tanah suci memperkuat kembali makna penghambaan hanya kepada Allah.
Jawaban atas Pertanyaan Seputar Ayat Haji dan Umroh
- Apakah seluruh umat muslim wajib menunaikan haji? Tidak seluruhnya. Kewajiban haji berlaku hanya bagi yang mampu secara fisik, mental, dan finansial.
- Apa perbedaan antara haji dan umroh menurut AlQuran? Haji wajib dikerjakan pada waktu tertentu (bulan Dzulhijjah) dengan rangkaian ibadah khas. Umroh bisa dilaksanakan kapan saja di sepanjang tahun dan rangkaiannya lebih singkat.
- Apakah ayat-ayat di atas membahas haji dan umroh secara langsung? Ya, mayoritas ayat yang telah dibahas menyinggung langsung tata cara, keutamaan, hingga syarat sah haji dan umroh.
Baca Juga: Inilah Ayat-Ayat Tentang Keberadaan Allah yang Jawab Keraguan
Ingin Tahu Lebih Tentang Haji dan Umroh?
Ayat AlQuran tentang haji dan umroh tidak hanya menegaskan wajib dan sunnahnya ibadah ini, melainkan juga menyimpan pelajaran mendalam seputar makna kehidupan, pengorbanan, dan ketulusan hati bagi setiap muslim. Semoga pembahasan ini semakin menambah wawasan dan semangat kamu dalam beribadah dan merenungi keagungan perintah Allah.
Sekian penjelasan “Apa Saja Ayat AlQuran Tentang Haji dan Umroh? Ini Penjelasannya”, semoga pembahasan ini bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi kita semua! Untuk kamu yang ingin tahu lebih banyak tentang haji dan umroh, kamu bisa mempelajarinya dari AlQuran langsung. Yuk, miliki Al-Qur’an terbaik dari Safwan Quran di rumahmu, dengan berbagai pilihan produk inovatif sesuai kebutuhan.
Produk yang cocok untuk semua kalangan, mulai dari anak-anak, pemula, hingga penghafal Qur’an, dengan harga terjangkau dan mudah didapatkan. Tersedia dalam berbagai ukuran dan tipe, lengkap dengan fitur tajwid warna transliterasi latin, dan QR video. Tunggu apalagi pesan Al-Qur’an Safwan Quran sekarang juga, siap kirim ke seluruh wilayah Indonesia.


