Safwanquran.com – Dalam kehidupan sehari-hari, seringkali kita menunda banyak hal baik. Seperti menunda tobat, menunda memperbaiki diri, atau menunda beramal saleh karena merasa masih punya waktu panjang. Padahal dalam Islam, kematian bisa datang kapan saja tanpa diduga.
Mengenai hal ini, alquran menggambarkan dengan sangat jelas bagaimana kondisi seseorang ketika ajal sudah tiba.
Salah satu ayat tentang penyesalan orang yang sudah meninggal terdapat dalam Surah Al-Mu’minun ayat 99–100. Ayat ini menjelaskan bagaimana seseorang yang lalai baru menyadari kesalahannya ketika kematian datang.
Namun pada saat itu, penyesalan sudah tidak lagi berguna. Permintaan untuk kembali ke dunia pun tidak akan dikabulkan.
Artikel ini akan membahas ayat tersebut, penjelasan tafsirnya secara ringkas, serta hikmah yang bisa diambil bagi kita yang masih hidup.
Teks Ayat Tentang Penyesalan Orang yang Sudah Meninggal
Berikut adalah ayat yang sering dijadikan rujukan ketika membahas ayat tentang penyesalan orang yang sudah meninggal.
حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَهُمُ ٱلْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ٱرْجِعُونِ
لَعَلِّىٓ أَعْمَلُ صَٰلِحًا فِيمَا تَرَكْتُ ۚ كَلَّآ ۚ إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَآئِلُهَا ۖ وَمِن وَرَآئِهِم بَرْزَخٌ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Terjemah:
“(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: ‘Ya Tuhanku, kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan.’ Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan.”
Ayat ini memberikan gambaran yang sangat kuat tentang keadaan manusia ketika menghadapi kematian. Saat itu, seseorang baru menyadari betapa berharganya waktu hidup yang dulu sering disia-siakan.
Penjelasan Tafsir Ibnu Katsir
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa ayat tentang penyesalan orang yang sudah meninggal ini menggambarkan keadaan orang kafir atau orang yang lalai ketika ajal sudah mendekat.
Kondisi ini mirip dengan gambaran dalam QS. As-Sajdah ayat 12, ketika mereka melihat neraka lalu dipenuhi penyesalan. Hal yang sama juga disebutkan dalam QS. Al-An’am ayat 28, yaitu saat mereka dihadapkan pada azab dan memohon agar dikembalikan ke dunia.
Peristiwa ini terjadi ketika seseorang sedang menghadapi sakaratul maut. Pada saat itu, malaikat pencabut nyawa memperlihatkan gambaran azab yang akan mereka terima di akhirat.
Karena ketakutan, mereka pun memohon agar bisa kembali ke dunia untuk memperbaiki diri dan beramal saleh.Namun permintaan tersebut tidak dikabulkan.
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa permohonan itu hanyalah ucapan yang keluar karena rasa takut. Seandainya mereka benar-benar dikembalikan ke dunia, mereka kemungkinan besar akan kembali melakukan kesalahan yang sama.
Syaikh As-Sa’di juga menegaskan bahwa penyesalan tersebut muncul karena kelalaian mereka selama hidup di dunia.
Sayangnya, penyesalan itu datang ketika semuanya sudah terlambat. Setelah kematian, manusia akan memasuki alam barzakh, yaitu penghalang antara dunia dan akhirat, yang akan berlangsung hingga hari kiamat.
Sementara itu, dalam Tafsir Al-Muyassar dijelaskan bahwa ayat ini menggambarkan kondisi orang-orang yang lalai. Mereka baru menyadari kesalahan dan kelalaiannya ketika kematian sudah datang menghampiri. Pada saat itu, tidak ada lagi kesempatan untuk kembali dan memperbaiki amal.
Hikmah dari Ayat Tentang Penyesalan Orang yang Sudah Meninggal
Ayat tentang penyesalan orang yang sudah meninggal ini menjadi peringatan penting bagi siapa saja yang masih hidup agar tidak menyia-nyiakan waktu. Berikut beberapa hikmah besar yang bisa dipetik dari ayat tersebut.
1. Manfaatkan Waktu Hidup Sebaik Mungkin

Salah satu pesan utama dari ayat tentang penyesalan orang yang sudah meninggal adalah pentingnya memanfaatkan waktu hidup dengan sebaik-baiknya. Kesempatan untuk beramal saleh hanya tersedia selama manusia masih hidup di dunia.
Setelah kematian datang, pintu untuk melakukan kebaikan akan tertutup. Manusia akan memasuki alam barzakh hingga hari kiamat.
Pada saat itu, penyesalan tidak lagi membawa manfaat. Karena itu, selama masih memiliki waktu, setiap orang seharusnya berusaha memperbanyak kebaikan dan mendekatkan diri kepada Allah.
2. Jangan Menunda Taubat

Ayat ini juga mengingatkan bahwa menunda tobat adalah kesalahan yang sering dilakukan manusia. Bahwa banyak orang yang menghadapi kematian baru menyadari kesalahannya dan ingin memperbaiki diri.
Namun permintaan tersebut ditolak karena dianggap hanya sebagai ucapan kosong. Hal ini menjadi pelajaran bahwa tobat harus dilakukan segera, bukan menunggu sampai usia tua atau saat kondisi sudah kritis. Selama ajal belum tiba, pintu tobat masih terbuka bagi siapa saja yang ingin kembali kepada Allah.
Baca Juga: Manfaat Sedekah Untuk Orang Yang Sudah Meninggal & Caranya
3. Amal Saleh Harus Menjadi Prioritas

Dalam ayat tersebut, orang yang sekarat berkata bahwa ia ingin kembali ke dunia agar dapat berbuat amal saleh terhadap apa yang telah ia tinggalkan. Hal ini menunjukkan bahwa amal saleh adalah bekal yang sangat penting untuk kehidupan setelah kematian.
Melalui ayat tentang penyesalan orang yang sudah meninggal, kita diingatkan bahwa kesadaran itu sering datang terlambat. Banyak orang baru menyadari pentingnya amal ketika sudah melihat azab di hadapannya.
Oleh karena itu, selama masih hidup, sebaiknya kita memprioritaskan amal saleh seperti shalat, sedekah, membantu sesama, dan berbagai kebaikan lainnya.
4. Hindari Sikap Munafik dan Alasan Palsu

Ibnu Katsir menjelaskan bahwa permintaan untuk kembali ke dunia hanyalah ucapan yang keluar karena ketakutan. Jika benar-benar dikembalikan, mereka kemungkinan besar akan kembali melakukan kesalahan yang sama.
Pelajaran dari ayat ini adalah pentingnya kejujuran dalam beriman dan beramal. Jangan sampai seseorang hanya memiliki niat baik dalam ucapan, tetapi tidak benar-benar diwujudkan dalam tindakan.
Sikap menunda dengan berbagai alasan sering kali justru membuat seseorang semakin jauh dari kebaikan.
5. Persiapkan Bekal untuk Akhirat

Ayat ini juga menyebutkan adanya barzakh, yaitu penghalang antara kehidupan dunia dan kehidupan setelah kematian. Setelah seseorang meninggal, ia tidak lagi bisa kembali ke dunia untuk memperbaiki amalnya.
Karena itu, ayat ini menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Setiap manusia perlu mempersiapkan bekal untuk akhirat sejak sekarang.
Cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan memperbanyak ibadah, menjaga hati dengan dzikir, serta memperbanyak istighfar agar mendapatkan ampunan dari Allah. Dengan begitu, seseorang dapat menghindari penyesalan yang datang ketika semuanya sudah terlambat.
Baca Juga: Ayat Alquran yang Menerangkan Tentang Berdoa dan Keutamaannya
Mari Perbaiki Ibadah Sebelum Menyesal
Ayat tentang penyesalan orang yang sudah meninggal dalam Surah Al-Mu’minun ayat 99–100 memberikan gambaran bahwa, ketika kematian datang, seseorang yang lalai akan berharap bisa kembali ke dunia untuk memperbaiki dirinya.
Namun harapan itu tidak akan pernah dikabulkan. Karena setelah kematian, manusia akan memasuki alam barzakh hingga hari kebangkitan.
Oleh sebab itu, selama masih hidup, kita memiliki kesempatan yang sangat berharga untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal saleh, dan mendekatkan diri kepada Allah.
Salah satu cara terbaik untuk menjaga hati tetap hidup adalah dengan rutin membaca Al-Qur’an dan memahami maknanya.
Maka, agar kegiatan membaca terasa lebih nyaman, memilih mushaf yang jelas dan mudah dibaca juga sangat membantu.
Oleh karena itu, alquran dari Safwan Quran adalah pilihan yang tepat. Mushaf ini dilengkapi tajwid warna, terjemah per kata, serta panduan waqaf yang membantu membaca dengan lebih benar dan memahami makna ayat.
Bagi yang masih belajar, tersedia juga transliterasi latin, dengan ukuran huruf besar dan desain full colour sehingga membaca Al-Qur’an terasa lebih nyaman dan fokus.
Mari lengkapi tilawahmu dengan alquran terbaik dari Safwan Quran!


