cara mengevaluasi diri sendiri

Wajib Tahu! Ini cara mengevaluasi diri sendiri dalam Islam

Safwanquran.com – Pernahkah kamu merasa hari-hari berlalu begitu cepat, tapi rasanya ada yang kurang? Shalat sudah dikerjakan, tapi hati belum tentu ikut sujud. Aktivitas padat, tapi spiritual terasa hambar. Nah, mungkin ini saatnya kita butuh yang namanya muhasabah atau dalam bahasa sederhananya, evaluasi diri.

Dalam Islam, mengevaluasi diri bukan sekadar rutinitas motivasi ala buku self-help. Ini adalah perintah langsung dari Allah yang tertulis dalam alquran. Di surah Al-Hasyr ayat 18, Allah berfirman dengan tegas: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok.”

Di sini, Allah sendiri yang mengingatkan kita untuk introspeksi. Ini bukanlah sebuah pilihan, tapi hal yang wajib diketahui dan wajib lakukan. Untuk itu, mari pelajari cara mengevaluasi diri sendiri sesuai anjuran agama islam.

Kenapa Muhasabah Itu Penting?

Bayangkan kamu mengendarai mobil tanpa pernah cek bensin, oli, atau rem. Lama-lama kendaraanmu akan mogok, kan? Begitu juga dengan jiwa kita. Tanpa evaluasi rutin, kita bisa terjebak dalam rutinitas hampa, menjauh dari Allah tanpa sadar, dan mengumpulkan dosa seperti debu yang menumpuk tanpa disadari.

Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu pernah berkata, Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisab, timbanglah amal kalian sebelum ditimbang, dan bersiaplah untuk hari besar ditampakkannya amal.” 

Kalimat ini adalah salah satu cara mengevaluasi diri sendiri yang diajarkan oleh umar bin Khattab. Yaitu dengan mengingatkan umat islam, supaya bisa mengevaluasi diri sebelum hari penghisaban kelak.

Waktu Terbaik untuk Muhasabah

Kabar baiknya, cara mengevaluasi diri sendiri tidak perlu dengan cara yang mempersulit diri atau memakan waktu berjam-jam. Kita bisa mulai dari yang sederhana, misalnya setiap malam sebelum tidur, dengan meluangkan 5-10 menit saja untuk merenungkan hari yang baru berlalu.

Tanyakan pada diri sendiri dengan beberapa pertanyaan seperti “Bagaimana shalatku hari ini? Apakah aku sudah berbuat baik pada orang tua? Adakah kata-kata kasar yang terlontar? Apakah aku mensyukuri nikmat hari ini? Sudahkah aku berbagi kebaikan?. 

Tapi, kalau mau lebih terstruktur, kamu bisa evaluasi setiap minggu. Misal setiap Jumat malam. Atau tiap di akhir bulan Hijriah, atau bahkan saat mendekati Ramadhan. Yang terpenting dari cara mengevaluasi diri sendiri adalah konsisten, meski dimulai dari hal yang kecil.

Aspek-Aspek yang Perlu Dievaluasi

Cara mengevaluasi diri sendiri yang baik adalah berdialog dengan diri sendiri, dengan memperhatikan hal-hal berikut, sebagai contoh pertanyaan. Supaya hasilnya benar-benar menjadikan diri kita lebih baik setiap harinya.

1. Hubungan dengan Allah (Hablum minallah)

cara mengevaluasi diri sendiriCara mengevaluasi diri sendiri yang paling utama dan harus diperhatikan adalah dengan mengecek, apakah shalat kita sudah di awal waktu atau masih sering mepet waktu akhir? Lalu saat shalat, apakah hati kita hadir atau malah pikirannya kemana-mana?. Selain itu, muhasabah juga bagaimana dengan bacaan Alquran, masih rutin atau sudah lama tidak membuka, membaca dan mentadabburi al quran?

Jika yang wajib sudah terpenuhi, maka evaluasi juga ibadah sunnah. Seperti shalat tahajud, dhuha, sedekah rutin, atau dzikir pagi petang. Ini semua bisa menjadi indikator seberapa dekat kita dengan Allah. Kalau ibadah wajib saja masih bolong-bolong, jangan heran kalau hati kita terasa kering.

2. Hubungan dengan Sesama (Hablum minannas)

cara mengevaluasi diri sendiriIslam adalah agama yang lengkap. Tidak hanya memperhatikan ritual ibadah, tapi juga mengutamakan akhlak kepada manusia. Oleh karena itu, kita juga dianjurkan untuk mengevaluasi diri, bagaimana sikap kita pada orang tua? Apakah kita masih sering membantah atau malah jarang mengobrol dengan mereka?

Bagaimana dengan teman, tetangga, atau rekan kerja? Apakah kita jadi pribadi yang menyenangkan atau malah menyebalkan? Sudahkah amanah dalam pekerjaan atau masih suka menunda-nunda? Apakah lisan kita menyebarkan kebaikan atau justru gosip dan ghibah?

Itulah cara mengevaluasi diri sendiri yang sangat memperhatikan hubungan baik sesama manusia.

3. Hubungan dengan Diri Sendiri

cara mengevaluasi diri sendiriAda satu hal yang sering terlupakan ketika kita mengevaluasi diri. Yaitu, menanyakan hubungan baik dengan diri sendiri. Coba tanyakan pada diri kita, apakah kita sudah mengendalikan nafsu atau malah jadi budak hawa nafsu? Apakah kita terlalu keras menghakimi diri hingga putus asa, atau terlalu longgar hingga dosa jadi terasa biasa?

Bagaimana dengan niat? Apakah amal kita ikhlas karena Allah, atau malah berharap pujian dan pengakuan orang? Ini penting banget, karena Rasulullah bersabda bahwa semua amal tergantung pada niatnya. 

Baca Juga: Ketahui Ayat Amanah Bagi Manusia, Agar Hidup Semakin Terarah

Metode Praktis Cara Mengevaluasi diri sendiri

Pertama, buat jurnal muhasabah sederhana. Tidak perlu yang aesthetic atau buku yang mahal, cukup dengan buku tulis yang kamu miliki di lemari. Setiap malam tulis 3 hal, seperti kebaikan yang sudah dilakukan (untuk disyukuri), kesalahan yang diperbuat (untuk diistighfari), dan target perbaikan besok.

Kedua, buat checklist amal harian. Misalnya, shalat tepat waktu, baca Alquran minimal 1 halaman, berbakti pada orang tua, sedekah sekecil apapun, jaga lisan dari ghibah. Lalu centang yang sudah dilakukan, evaluasi yang masih kurang.

Ketiga, renungkan kematian. Ini bukan supaya kita jadi pesimis, tapi justru lebih fokus dalam menjalani kehidupan di dunia ini. Bayangkan kalau hari ini adalah hari terakhirmu, apakah kamu puas dengan apa yang sudah dilakukan seharian?. Maka dari itu, mari evaluasi diri setiap hari.

Yang Harus Dihindari Saat Muhasabah

Ada satu hal yang perlu diperhatikan saat kita mengevaluasi diri sendiri. yaitu, jangan sampai muhasabah yang kita lakukan malah membuat kita merasa tidak berharga dan membuat insecure. Jadi, sebaiknya kita hindari beberapa hal berikut:

Pertama, mengevaluasi tanpa action. Muhasabah harus diikuti dengan istighfar dan resolusi konkret untuk berubah. Tidak perlu langsung semuanya, tapi dimulai dari hal kecil sederhana setiap hari.

Kedua, terlalu keras pada diri sendiri. Ingat, Allah Maha Pengampun. Jangan sampai kamu jadi putus asa karena terlalu fokus pada kesalahan. Seimbangkan antara menyesali perbuatan buruk yang telah dilakukan dan berbaik sangka pada rahmat Allah.

Ketiga, membanding-bandingkan dengan orang lain. Muhasabah itu tentang diri kita sendiri dan Allah, bukan tentang kamu versus si Fulan. Karena mengevaluasi diri sendiri yang baik adalah dengan Fokus pada pertumbuhan pribadimu sendiri.

Baca Juga: Merasa diri Akan Mati dalam Islam Jadi Bentuk Muhasabah Diri

Jangan Tunggu Besok, Mulai Hari Ini!

Tidak perlu menunggu Senin depan atau awal bulan untuk mengevaluasi diri. Mari mulai dari malam ini. Sebelum tidur, luangkan waktu sejenak dengan mematikan gadget, duduk tenang, dan renungkan hari yang telah dilalui. Lengkapi cara mengevaluasi diri sendiri ini dengan mengucapkan alhamdulillah untuk kebaikan yang Allah berikan, lalu istighfar untuk kesalahan yang diperbuat, dan buat komitmen dengan diri sendiri untuk jadi lebih baik besok.

Ingat sabda Rasulullah SAW: “Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya.” Dan akhlak yang baik itu tidak datang begitu saja, ia hasil dari evaluasi dan perbaikan diri yang konsisten.

agar lebih konsisten dan hati merasa lebih tenang saat menjalani aktivitas harian, luangkan juga waktu untuk membaca alquran setiap hari.

Sempurnakan tilawahmu dengan alquran dari Safwan Quran. Safwan quran tersedia dalam berbagai ukuran dan tipe yang dilengkapi dengan fitur tajwid berwarna, transliterasi Latin, panduan makhorijul huruf, dan QR code interaktif untuk video pembelajaran. Selain itu, safwan quran juga dapat dikirim ke seluruh pelosok negeri.

Yuk, jadikan safwan quran sebagai sahabat terbaik muhasabah mu! 

 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top