Safwanqurna.com – Pernah merasa hati terasa penuh, pikiran ramai, dan energi cepat habis meski aktivitas tidak terlalu padat? Dalam kondisi hati yang lelah dan pikiran terasa penuh, dzikir kerap menjadi tempat kembali yang paling menenangkan. Di antara dzikir yang sangat dianjurkan Rasulullah SAW adalah Dzikir Subhanallah Wabihamdihi. Ucapannya sederhana dan mudah melekat di ingatan, namun menyimpan kekuatan besar yang mampu menenangkan batin sekaligus memberatkan timbangan amal.
Artikel ini akan mengajak kamu mengenal lebih dekat makna, manfaat, dan cara mengamalkan Dzikir Subhanallah Wabihamdih dengan benar, agar bisa diamalkan secara konsisten dalam keseharian.
Apa Itu Dzikir Subhanallah Wabihamdihi?
Dzikir “Subhanallah wabihamdihi” bermakna pengakuan bahwa Allah Maha Suci dari segala kekurangan dan segala pujian sepenuhnya hanya milik-Nya. Kalimat ini bukan sekadar ucapan rutin, tetapi pengakuan mendalam atas kesempurnaan Allah SWT.
Kata “Subhanallah” menegaskan bahwa Allah Maha Suci dari segala kekurangan, kelemahan, dan sifat buruk apa pun. Sementara “wabihamdihi” adalah bentuk pujian total atas seluruh nikmat dan karunia-Nya, baik yang terlihat maupun tersembunyi.
Hanya dengan satu kalimat yang sederhana, Dzikir kalimat Subhanallah Wabihamdihi telah memuat dua ibadah sekaligus, yaitu tasbih dan tahmid. Itulah yang menjadikannya dzikir yang begitu istimewa, bernilai tinggi, dan sangat dicintai oleh Allah SWT.
Manfaat Dzikir Subhanallah Wabihamdihi yang Luar Biasa
Dzikir “Subhanallah wabihamdihi” memiliki dampak spiritual yang sangat dalam bagi siapa pun yang membiasakannya dengan penuh keikhlasan dan istiqamah. Amalan sederhana ini menyimpan keutamaan besar yang ditegaskan langsung dalam berbagai hadits shahih. Berikut lima manfaat utama yang bisa dirasakan oleh orang yang rutin mengamalkannya.
1. Berat di Timbangan Amal

Meskipun lafaznya singkat dan mudah diucapkan, dzikir ini memiliki bobot luar biasa ketika amal ditimbang di hari kiamat. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa membaca dzikir ini sebanyak 100 kali di pagi dan petang menjadikan amal seseorang paling berat di timbangan, kecuali ada orang lain yang membacanya lebih banyak.
Dari Abu Hurairah RA:
“Barangsiapa yang mengucapkan ‘Subhanallah wa bihamdihi’ seratus kali pada pagi dan petang hari, maka tidak ada amal yang lebih berat di timbangan hari kiamat daripada amalnya, kecuali orang yang mengucapkannya lebih banyak daripadanya” (HR. Muslim no. 2692).
2. Penghapusan Dosa Besar

Salah satu keutamaan paling menenangkan dari dzikir ini adalah janji pengampunan dosa. Membacanya sebanyak 100 kali dalam sehari menjadi sebab dihapusnya dosa, bahkan jika jumlahnya sebanyak buih di lautan. Ini menunjukkan betapa luasnya rahmat dan ampunan Allah SWT bagi hamba-Nya yang mau kembali dan berdzikir.
Nabi SAW bersabda:
“Barangsiapa mengucapkan ‘Subhanallah wa bihamdihi’ seratus kali, maka dosanya dihapuskan meskipun sebanyak buih di lautan” (HR. Bukhari no. 5926 dan Muslim no. 2691).
3. Dicintai Allah SWT

Dzikir ini bukan sekadar bernilai pahala, tetapi juga menjadi ucapan yang paling dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah SAW menegaskan bahwa Subhanallah wa bihamdihi adalah kalimat yang paling disukai Ar-Rahman dari lisan seorang hamba, sehingga orang yang membiasakannya termasuk hamba yang dekat dan disayangi Allah.
Dari Abu Dzar RA, Rasulullah SAW bertanya: “Apa yang paling dicintai Allah dari ucapan hamba-Nya?” Jawab: “Subhanallah wa bihamdihi.” Beliau bersabda: “Paling dicintai oleh Ar-Rahman dari ucapan hamba-Nya” (HR. Muslim no. 2694).
4. Limpahan Rezeki dan Kebaikan

Karena mengandung tasbih dan tahmid, dzikir ini menjadi sebab dituliskannya kebaikan berlipat ganda dan terbukanya pintu rezeki. Keberkahan yang datang bukan hanya dalam bentuk materi, tetapi juga kemudahan hidup, kesehatan, dan ketenteraman jiwa.
Rasulullah SAW bersabda:
“Dua kalimat ringan di lisan, berat di timbangan, dan dicintai oleh Ar-Rahman: Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil Adzim” (HR. Bukhari no. 7563 dan Muslim no. 2695).
5. Ketenangan Hati dan Perlindungan

Mengamalkan dzikir ini secara rutin membantu menenangkan hati, mengurangi kesedihan, serta menjadi sebab perlindungan dari siksa neraka. Bahkan dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa dzikir ini juga menjadi perlindungan dari penyakit berat. Inilah bukti bahwa dzikir tidak hanya membersihkan lisan, tetapi juga menyucikan jiwa secara menyeluruh.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa mengucapkannya seratus kali sehari, Allah menuliskan baginya kebebasan dari kesedihan, dosa diampuni, terlindung dari lumpur neraka, dan dijauhkan penyakit seperti gila” (HR. Muslim no. 2691 dan variasi lainnya).
Dengan keutamaan sebesar ini, Dzikir Subhanallah wabihamdihi layak menjadi amalan harian yang terus dijaga. Ringan dilakukan, namun dampaknya begitu luas bagi kehidupan dunia dan akhirat.
Cara Mengamalkan Dzikir Subhanallah Wabihamdihi yang Benar
Bacaan dzikir Subhanallah wabihamdihi yang bermakna Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya sangat dianjurkan untuk dibaca 100 kali setiap hari. Amalan sederhana ini menjanjikan pahala luar biasa, salah satunya penghapusan dosa meskipun jumlahnya sebanyak buih di lautan.
Rasulullah SAW juga menganjurkan agar dzikir ini dibiasakan pada waktu pagi dan petang, karena nilainya termasuk amal terbaik yang akan memberatkan timbangan di hari kiamat.
Tata Cara Harian
Dzikir ini dapat diamalkan dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Waktu membacanya fleksibel, bisa setelah shalat fardhu atau di sela aktivitas harian. Ucapkan dengan tenang, tidak terburu-buru, agar maknanya benar-benar meresap ke dalam hati. Untuk membantu konsistensi, dzikir bisa dihitung menggunakan tasbih atau aplikasi digital di ponsel.
Rekomendasi Jumlah
- 100 kali dalam sehari
Menjadi sebab dihapusnya dosa, meskipun sebanyak buih lautan, sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih (HR. Bukhari-Muslim). - Pagi dan petang masing-masing 100 kali
Termasuk amal paling utama di hari kiamat, tidak ada yang lebih baik kecuali orang yang mengamalkannya lebih banyak (HR. Muslim no. 2692). - Lebih dari 100 kali
Pahalanya terus bertambah, semakin dicintai Allah SWT, serta menjadi pintu datangnya keberkahan dan rezeki.
Mengamalkan dzikir ini secara rutin akan membawa ketenangan jiwa sekaligus perlindungan, selama dilakukan sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Perlu dipahami bahwa Dzikir Subhanallah wabihamdihi tidak dibaca secara khusus dalam shalat fardhu, karena bacaan utama shalat sudah ditetapkan, seperti Al-Fatihah dan surah pendek. Namun, di luar shalat, dzikir ini sangat dianjurkan untuk dibaca 100 kali sehari demi meraih keutamaan yang maksimal, termasuk penghapusan dosa.
Dengan menjaga konsistensi dan niat yang ikhlas, Dzikir Subhanallah wabihamdihi dapat menjadi amalan ringan yang memberi dampak besar bagi ketenangan hati dan keselamatan hidup, baik di dunia maupun di akhirat.
Baca Juga: Keutamaan Dzikir Subhanallahi Wa Bihamdihi (1000 x)
Lengkapi Dzikir dengan Tilawah Al-Qur’an
Dzikir berfungsi sebagai pengingat bagi hati, sedangkan Al-Qur’an menjadi cahaya yang menuntun kehidupan. Keduanya berjalan beriringan dan saling menguatkan. Setelah membiasakan Dzikir Subhanallah Wabihamdihi, akan terasa lebih lengkap jika disempurnakan dengan tilawah Al-Qur’an setiap hari.
Bagi kamu yang ingin memulai atau memperbaiki kebiasaan membaca Al-Qur’an, gunakan mushaf yang nyaman di mata dan sesuai standar agar tilawah terasa lebih tenang dan fokus. Al-Qur’an dari Safwan Quran bisa menjadi pilihan, karena dirancang untuk membantu membaca dengan lebih khusyuk dan menyenangkan.
Awali hari ini dengan dzikir yang sederhana. InsyaAllah, hati menjadi lebih damai, timbangan amal semakin berat, dan hidup pun terasa lebih bermakna.


