hadits tentang fastabiqul khairat

Hadits Tentang Fastabiqul Khairat, Membuat Hidup Lebih Semangat 

Safwanquran.com – Pernah nggak sih merasa hidup lagi datar, semangat naik-turun, atau ibadah terasa biasa saja? Di momen seperti itu, Islam sebenarnya punya satu konsep sederhana tapi powerful banget, yaitu fastabiqul khairat. Konsep ini bukan cuma soal ibadah, tapi juga tentang bagaimana kita menjalani hidup dengan energi positif dan tujuan yang jelas.

Dalam pembahasan kali ini, kita akan mengulas hadits tentang fastabiqul khairat, mulai dari asal-usulnya, makna mendalam, contoh penerapan sehari-hari, sampai bagaimana konsep ini bisa bikin hidup lebih semangat dan bermakna.

Apa Itu Fastabiqul Khairat?

Fastabiqul khairat adalah ajakan dalam Islam untuk berlomba-lomba dalam berbuat kebaikan. Istilah ini berasal dari Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Baqarah ayat 148:

“Dan bagi tiap-tiap umat ada kiblatnya masing-masing yang ia menghadap kepadanya. Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan.”

Ayat ini menegaskan bahwa perbedaan tidak seharusnya melahirkan perpecahan, tapi justru menjadi pemicu untuk saling berlomba dalam kebaikan. Dari sinilah konsep fastabiqul khairat menjadi pondasi penting dalam kehidupan seorang muslim.

Konsep ini mengajarkan umat Islam untuk bersaing secara sehat dalam amal shaleh, mulai dari ibadah, sedekah, hingga sikap tolong-menolong dalam kehidupan sehari-hari. 

Persaingan yang dimaksud bukan untuk mengalahkan atau menyaingi orang lain, melainkan sebagai cara untuk terus memotivasi diri agar semakin dekat kepada Allah SWT. 

Fokus utamanya adalah memperbanyak kebaikan dengan penuh keikhlasan, tanpa sibuk membandingkan besar atau kecilnya amal yang dilakukan.

Hadits Tentang Fastabiqul Khairat yang Perlu Diketahui

Pembahasan hadits tentang fastabiqul khairat tetap relevan dan penting, sebagai penguat praktik ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa hadits yang paling sering dikaitkan dengan semangat fastabiqul khairat.

1. Hadits 1: Pahala Menunjukkan Kebaikan

hadits tentang fastabiqul khairat


مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ


Man dallā ‘alā khairin falahū mitslu ajri fā‘ilih.

Terjemah:
“Barang siapa menunjukkan kepada kebaikan, maka baginya pahala seperti pahala orang yang melakukannya.”
(HR. Muslim no. 1893)

Hadits ini menjadi salah satu landasan penting dalam memahami hadits tentang fastabiqul khairat. Rasulullah SAW menegaskan bahwa mengajak, memotivasi, atau memberi contoh kebaikan juga bernilai pahala besar. 

Ini mendorong umat Islam untuk saling menginspirasi dalam amal shaleh tanpa rasa iri atau persaingan yang negatif.

2. Berlomba dalam Membaca dan Menghafal Al-Qur’an

hadits tentang fastabiqul khairat


قِيلَ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْقَ كَمَا كُنْتَ تَقْرَأُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا


Qīla li shāḥibil Qur’ān iqra’ warqa kamā kunta taqra’u fid-dunyā, fa inna manzilataka ‘inda ākhiri āyatin taqra’uhā.

“Dikatakan kepada orang yang hafal Al-Qur’an: ‘Bacalah dan naiklah, sebagaimana engkau membacanya di dunia. Sesungguhnya kedudukanmu sesuai dengan ayat terakhir yang engkau baca.’” (HR. Abu Dawud no. 1464, hasan)

Hadits ini menunjukkan bahwa membaca dan menghafal Al-Qur’an adalah bentuk fastabiqul khairat yang sangat mulia. Semakin seseorang berlomba mendekatkan diri dengan Al-Qur’an, semakin tinggi pula derajatnya di sisi Allah SWT. Inilah salah satu contoh nyata hadits tentang fastabiqul khairat yang berorientasi pada ibadah jangka panjang.

Baca Juga: Islam Mengajarkan Umatnya Untuk Hidup Bermanfaat. Ini Dalilnya

3. Menyegerakan dan Menyempurnakan Amal Shaleh

hadits tentang fastabiqul khairat


إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلًا أَنْ يُتْقِنَهُ

Innallāha yuḥibbu idzā ‘amila aḥadukum ‘amalan an yutqinah.


“Sesungguhnya Allah mencintai jika salah seorang di antara kalian beramal, hendaknya ia menyempurnakannya.” (HR. Bukhari dan Muslim, dalam makna bersegera dan bersungguh-sungguh)


Hadits ini menegaskan bahwa kebaikan tidak hanya soal niat, tetapi juga soal kesungguhan dan ketepatan waktu. Dalam konteks hadits tentang fastabiqul khairat, umat Islam dianjurkan untuk tidak menunda-nunda amal shaleh dan berusaha melakukannya dengan kualitas terbaik.

4. Bersegera Beramal Sebelum Datang Fitnah

hadits tentang fastabiqul khairat


اسْتَبِدِرُوا بِالْأَعْمَالِ سِتًّا: طُلُوعِ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا، أَوِ الدُّخَانَ، أَوْ دَابَّةَ الْأَرْضِ، أَوِ الْفِتْنَةَ الَّتِي يُصْبِحُ الرَّجُلُ فِيهَا مُؤْمِنًا وَيُمْسِي كَافِرًا، أَوْ يُنْفَخَ فِي الصُّورِ


Istabdirū bil-a‘māli sittan: ṭulū‘isy-syamsi min maghribihā, aw ad-dukhān, aw dābbatal-arḍ, aw al-fitnatu allatī yuṣbiḥul-mar’u fīhā mu’minan wa yumsī kāfiran, aw yunfakha fis-ṣūr.


“Bersegeralah kalian beramal shaleh sebelum datang enam perkara…”
(HR. Ahmad no. 8017 dan Muslim no. 118)
Hadits ini memberi peringatan keras agar umat Islam tidak menunda kebaikan. Kesempatan beramal bisa tertutup oleh fitnah, perubahan zaman, atau datangnya kematian. Karena itu, hadits tentang fastabiqul khairat ini menegaskan pentingnya bergerak cepat dalam kebaikan selagi masih mampu.

Dari berbagai hadits tentang fastabiqul khairat di atas, dapat disimpulkan bahwa meski istilah fastabiqul khairat berasal dari Al-Qur’an, hadits-hadits Nabi SAW hadir sebagai penguat yang sangat jelas dan aplikatif. 

Semuanya mendorong umat Islam untuk berlomba dalam ketaatan, menyegerakan amal shaleh, serta saling memotivasi dalam kebaikan demi meraih pahala yang optimal dan kehidupan yang lebih bermakna.

Cara Menerapkan Fastabiqul Khairat Dalam Kehidupan Sehari-Hari

Fastabiqul khairat dapat diterapkan melalui berbagai tindakan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Seperti: 

  • Fastabiqul Khairat di Rumah dan Keluarga

Di lingkungan keluarga, fastabiqul khairat bisa dimulai dari kebiasaan sederhana namun penuh makna. Misalnya, saling berlomba melakukan shalat tahajud atau tadarus Al-Qur’an di pagi hari bersama keluarga.

Selain itu, membantu orang tua membersihkan rumah atau menyiapkan makanan lebih awal juga menjadi bentuk nyata fastabiqul khairat, apalagi jika dilakukan sambil mengajak anggota keluarga lain untuk ikut berpartisipasi demi meraih pahala bersama.

  • Fastabiqul Khairat di Masyarakat dan Lingkungan Tetangga

Dalam kehidupan bermasyarakat, fastabiqul khairat tercermin dari kepedulian sosial. Menyantuni tetangga yang sedang sakit dengan membawakan makanan atau obat, lalu mengajak warga lain untuk ikut membantu, adalah contoh nyata persaingan positif dalam kebaikan. 

Begitu pula dengan kegiatan gotong royong membersihkan masjid atau lingkungan setelah shalat Jumat, yang bisa dilakukan dengan semangat saling memimpin dan menginspirasi tanpa merasa paling berjasa.

  • Penerapan Fastabiqul Khairat di Sekolah atau Tempat Kerja

Di sekolah atau tempat kerja, fastabiqul khairat dapat diwujudkan dengan berbagi ilmu kepada teman yang mengalami kesulitan, baik melalui diskusi singkat maupun pendampingan.

 Tujuannya agar semua bisa berkembang dan unggul bersama. Selain itu, menginisiasi penggalangan donasi untuk rekan yang sedang membutuhkan, sambil memotivasi partisipasi aktif dari tim, juga menjadi bentuk fastabiqul khairat yang relevan dan berdampak luas.

Dengan menerapkan fastabiqul khairat di berbagai aspek kehidupan, persaingan yang tercipta bukanlah persaingan yang menjatuhkan, melainkan saling menguatkan dan menumbuhkan kebaikan bersama.

Baca Juga: Jangan Keliru! Ini Makna Hidup Menurut Al quran yang Sebenarnya

Saatnya Berlomba dengan Al-Qur’an

Dari berbagai hadits tentang fastabiqul khairat, kita belajar bahwa Islam mendorong umatnya untuk aktif, produktif, dan penuh semangat dalam kebaikan. Salah satu bentuk fastabiqul khairat terbaik adalah mendekatkan diri dengan Al-Qur’an.

Mulailah dari langkah sederhana, dari membaca Al-Qur’an setiap hari, meski hanya beberapa ayat. Nah, agar lebih semangat istiqomah membaca alquran, memiliki alquran yang nyaman dan memiliki fitur lengkap adalah sebuah kebutuhan.

Oleh karena itu, Safwan Quran hadir sebagai solusi praktis belajar Alquran. Mushaf ini dirancang khusus untuk memudahkan membaca, memahami, dan menghafal Alquran, baik untuk pemula maupun tingkat menengah.

Dilengkapi tanda tajwid berwarna, panduan waqaf, rasm Utsmani 15 baris, serta terjemah perkata, Safwan Quran membuat bacaan lebih lancar dan mudah dipahami. Ukurannya nyaman, teks jelas, dan ramah untuk anak maupun orang tua.

Didukung aplikasi hafalan, audio murottal, reminder, dan program khatam, Safwan Quran bukan sekadar mushaf, tapi partner ibadah harian yang praktis, efektif, dan relevan untuk keluarga Muslim masa kini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top