Hadits tentang janji

Hadits Tentang Janji yang Mengajarkan Kejujuran & Tanggung Jawab

Safwanquran.com – Pernah nggak sih kita berjanji sesuatu, lalu karena sibuk atau lupa, janji itu terlewat begitu saja? Padahal dalam Islam, urusan janji bukan hal sepele. Bahkan, hadits tentang janji menempatkan perkara ini sebagai cerminan langsung dari keimanan seseorang.

Islam mengajarkan bahwa menepati janji adalah akhlak mulia, tanda kejujuran, dan bukti tanggung jawab. Bukan hanya soal hubungan antarmanusia, tetapi juga berkaitan erat dengan hubungan kita kepada Allah SWT. Karena itu, Al-Qur’an dan hadits shahih memberi perhatian besar pada perkara janji.

Menepati Janji, Ciri Keimanan Sejati

Dalam Islam, janji bukan sekadar ucapan. Ia adalah amanah. Seorang Muslim wajib menepati janji karena hal ini merupakan ciri keimanan sejati dan akhlak yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah SAW.

Sebaliknya, mengingkari janji termasuk perbuatan tercela yang merusak hubungan sosial dan spiritual. Tidak heran jika banyak hadits tentang janji yang mengaitkan ingkar janji dengan sifat munafik. Ketika janji dilanggar, kepercayaan runtuh, hubungan menjadi renggang, dan keberkahan hidup pun berkurang.

Dalil Al-Qur’an Tentang Kewajiban Menepati Janji

Al-Qur’an memerintahkan pemenuhan janji secara sangat tegas. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Ma’idah ayat 1:

“Wahai orang-orang yang beriman, tepatilah janji-janji.”

Ayat ini menjadikan janji sebagai kewajiban mutlak bagi orang beriman. Allah mengikat hati manusia melalui janji, baik janji kepada-Nya maupun kepada sesama. Mengingkarinya bukan hanya berdampak di dunia, tetapi juga mendatangkan kerugian di akhirat.

Hadits Tentang Janji dan Penjelasannya

Berikut hadits shahih tentang janji yang menjelaskan betapa pentingnya menepati janji dalam Islam. Hadits-hadits ini menegaskan bahwa janji bukan sekadar ucapan, melainkan bagian dari akhlak mulia dan bukti keimanan seorang Muslim.

1. Hadits Ingkar Janji, Tanda Kemunafikan

Hadits tentang janji


آيَةُ الْمُنَافِقِ ثَلَاثٌ: إِذَا حَدَّثَ كَذَبَ، وَإِذَا وَعَدَ أَخْلَفَ، وَإِذَا اؤْتُمِنَ خَانَ

Artinya:
“Tanda orang munafik ada tiga: jika berbicara ia berdusta, jika berjanji ia mengingkari, dan jika dipercaya ia berkhianat.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits tentang janji ini diriwayatkan dari Abu Hurairah RA. Rasulullah SAW dengan tegas menyebutkan bahwa ingkar janji merupakan salah satu ciri utama kemunafikan, sejajar dengan dusta dan pengkhianatan.

Pesan penting dari hadits ini adalah agar seorang Muslim berhati-hati sebelum berjanji. Janji yang tidak ditepati bukan hanya mengecewakan orang lain, tetapi juga merusak integritas diri dan menghilangkan kepercayaan.

2. Hadits 2 : Janji yang Ditepati dan Janji yang Dilanggar

Hadits tentang janji


مَثَلُ الَّذِي يُوفِي بِعَهْدِهِ وَالَّذِي لَا يُوفِي بِعَهْدِهِ مَثَلُ الْحَبْلَيْنِ

Artinya:
“Perumpamaan orang yang menepati janji dan orang yang tidak menepati janji adalah seperti dua tali; yang satu utuh dan yang satu terputus.”
(HR. Ahmad)


Hadits tentang janji ini diriwayatkan dari Abdullah bin Amr RA. Rasulullah SAW menggambarkan janji dengan perumpamaan yang sangat sederhana namun dalam maknanya.

Janji yang ditepati ibarat tali yang kuat dan kokoh, mampu menyambung hubungan dan menumbuhkan kepercayaan. Sebaliknya, janji yang diingkari seperti tali putus yang tak lagi berguna, merusak hubungan sosial dan spiritual. Karena itu, Islam mengajarkan untuk tidak mudah berjanji tanpa kesiapan menepatinya.

3. Hadits 3: Janji adalah Hutang

Hadits tentang janji


الْعَهْدُ حَقٌّ عَلَى الْمُؤْمِنِ، وَالْعَهْدُ دَيْنٌ

Artinya:
“Janji adalah hak yang wajib dipenuhi oleh seorang mukmin, dan janji itu adalah hutang.”
(HR. Ibnu Majah)

Hadits tentang janji ini diriwayatkan dari Ibnu Abbas RA. Rasulullah SAW menyamakan janji dengan hutang, karena keduanya sama-sama wajib ditunaikan.

Mengabaikan janji berarti menunda hak orang lain, bahkan bisa termasuk dosa besar jika dilakukan dengan sengaja. Dalam kehidupan bermasyarakat, hadits ini menjadi dasar kuat dalam menjaga etika bisnis, hubungan keluarga, dan persahabatan.

4. Hadits, Amanah dan Janji adalah Pondasi Iman

Hadits tentang janji


لَا إِيمَانَ لِمَنْ لَيْسَ لَهُ أَمَانَةٌ، وَلَا دِينَ لِمَنْ لَيْسَ لَهُ عَهْدٌ

Artinya:
“Tidak ada iman bagi orang yang tidak amanah, dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji.”
(HR. Ahmad)

Hadits tentang janji ini diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri RA dan menegaskan bahwa amanah serta menepati janji adalah inti dari keimanan.

Seseorang yang sering mengingkari janji sejatinya telah merusak esensi agamanya sendiri. Islam dibangun di atas kejujuran dan tanggung jawab. Karena itu, menepati janji bukan hanya adab sosial, tetapi juga bentuk ibadah yang bernilai pahala besar di sisi Allah SWT.

Dampak Menepati Janji dalam Kehidupan

Menepati janji bukan hanya bernilai pahala, tetapi juga membawa pengaruh nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hadits tentang janji menjelaskan bahwa sikap amanah memberi dampak luas, baik pada kondisi hati seseorang maupun pada hubungan sosial di sekitarnya. 

Dampak ini saling berkaitan dan membentuk pribadi Muslim yang utuh, kuat secara iman, dan dipercaya oleh lingkungan. Berikut dampak baik ketika seorang muslim menepati janji:

  • Dampak Spiritual

Menepati janji melatih keimanan yang sejati karena termasuk ciri orang-orang bertakwa. Dalam Al-Qur’an, mereka yang menjaga amanah dan janji dijanjikan surga Firdaus, sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Mu’minun ayat 8–11.

Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa menepati janji termasuk akhlak yang mengantarkan seseorang menuju surga. Sikap ini membersihkan hati dari sifat munafik, menghadirkan ketenangan batin, dan mendatangkan keberkahan dalam hidup. Di akhirat kelak, orang yang menjaga janji akan lebih ringan hisabnya dan mendapatkan kedudukan mulia di sisi Allah SWT.

Teladan terbaik dalam hal ini adalah Nabi Ismail AS, yang dipuji dalam Al-Qur’an sebagai sadiqal wa‘d, orang yang benar dalam menepati janji. Ini menunjukkan bahwa menepati janji bukan sekadar kewajiban, tetapi juga kemuliaan akhlak para nabi.

  • Dampak Sosial

Dalam kehidupan bermasyarakat, menepati janji menjadi pondasi utama terciptanya kepercayaan. Sikap amanah memperkuat hubungan keluarga, menjaga keharmonisan pertemanan, serta membangun kerja sama yang sehat dalam dunia usaha dan pekerjaan.

Orang yang dikenal menepati janji biasanya lebih dihormati, dipercaya, dan dijadikan rujukan dalam berbagai urusan. Hal ini secara alami membuka banyak peluang kebaikan dan menjaga ukhuwah Islamiyah tetap kuat.

Menjaga Janji, Menjaga Hati

Pada akhirnya, hadits tentang janji ini mengajarkan kita bahwa menepati janji bukan hanya soal orang lain, tetapi soal hati kita sendiri. Ia melatih kejujuran, kedisiplinan, dan kesadaran bahwa setiap ucapan akan dimintai pertanggungjawaban.

Agar hati semakin lembut dan mudah menjaga amanah, membiasakan diri membaca serta mentadabburi Al-Qur’an adalah langkah yang tepat. Al-Qur’an mengingatkan kita setiap hari tentang kejujuran, tanggung jawab, dan nilai hidup yang menenangkan jiwa.

Untuk membangun kebiasaan tilawah yang nyaman dan khusyuk, memilih mushaf yang mudah dibaca dan dipahami sangatlah membantu. Safwan Quran hadir sebagai teman tilawah harian yang dirancang khusus untuk memudahkan pembelajaran, terutama bagi pemula dan pembaca di Indonesia.

Safwan Quran Super Tajwid dilengkapi kode warna tajwid, transliterasi Latin per kata, dan tanda waqaf yang jelas, sehingga membaca Al-Qur’an menjadi lebih terarah dan minim kesalahan. Fitur ini membantu mempercepat kelancaran tilawah dan hafalan dengan cara yang lebih praktis.

Tak hanya itu, Safwan Quran juga menyediakan terjemah Indonesia per kata dan tematik, sehingga pembaca bisa langsung memahami makna ayat saat tadarus. Bagi yang sedang fokus menghafal, tersedia Quran Hafazan Safwan dengan penanda hafalan khusus untuk menjaga konsistensi murajaah.

Dengan mushaf yang tepat, tilawah tak lagi terasa berat, tetapi menjadi rutinitas yang dinanti. Karena dari Al-Qur’an, kita belajar menjaga amanah, menepati janji, dan menumbuhkan keberkahan dalam kehidupan.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top