Safwanquran.com – Banyak orang mengira sahur hanyalah makan sebelum Subuh agar kuat menahan lapar seharian. Padahal, makan sahur di bulan puasa adalah amalan sunnah yang memiliki nilai ibadah. Bukan sekadar urusan perut, tapi juga urusan hati dan niat.
Kalau dilakukan dengan kesadaran untuk mendekatkan diri kepada Allah, maka makan sahur menjadi bagian dari ketaatan yang berpahala. Rasulullah SAW sendiri menekankan pentingnya sahur dalam beberapa hadits yang sangat jelas dan tegas.
Yuk, kita pahami bersama kenapa sahur bukan cuma rutinitas tahunan, tapi juga ibadah yang istimewa.
Dalil Pilihan Perintah Sahur
Supaya makin semangat melaksanakan sahur, mari pelajari beberapa dalil lengkap perintah dan faedah dari sahur.
1. Sahur Itu Penuh Berkah

Salah satu hadits paling populer tentang sahur diriwayatkan oleh Anas bin Malik. Rasulullah SAW bersabda:
تَسَحَّرُوا فَإِنَّ فِي السُّحُورِ بَرَكَةً
“Bersahurlah kalian, karena sesungguhnya di dalam sahur itu terdapat berkah.”
(HR. Imam Bukhari dan Imam Muslim)
Kata barakah di sini bukan sekadar tambahan energi fisik. Berkah berarti kebaikan yang melimpah dan terus bertambah. Artinya, makan sahur di bulan puasa adalah momen yang mengandung kekuatan spiritual sekaligus manfaat jasmani.
Dengan sahur maka tubuh lebih kuat menjalani puasa, ibadah siang hari terasa lebih ringan dan hati lebih siap menyambut hari dengan niat yang lurus.
Perintah “bersahurlah” dalam hadits tersebut menunjukkan bahwa sahur sangat dianjurkan. Jika diniatkan sebagai bentuk mengikuti sunnah Nabi.
2. Bahkan Seteguk Air Pun Bernilai Ibadah

Dalam riwayat lain dari Abu Sa’id al-Khudri, Rasulullah SAW bersabda:
السَّحُورُ أُكْلَةٌ بَرَكَةٌ، فَلَا تَدَعُوهُ، وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ، فَإِنَّ اللهَ تَعَالَى وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِينَ
“Sahur adalah makanan yang penuh berkah, maka jangan kalian tinggalkan walaupun hanya dengan seteguk air. Sesungguhnya Allah dan malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang bersahur.” (HR. Ahmad bin Hanbal)
Bayangkan, bahkan hanya minum air pun tetap dihitung sebagai sahur. Ini menunjukkan bahwa makan sahur di bulan puasa adalah ibadah yang tidak ditentukan oleh banyaknya makanan, tapi oleh niat dan kesungguhan hati.
Lebih luar biasa lagi, disebutkan bahwa Allah dan para malaikat bershalawat kepada orang yang bersahur. Ini adalah bentuk pemuliaan. Jadi jelas, sahur bukan sekadar sarapan dini hari, melainkan amalan yang diangkat derajatnya di sisi Allah.
Baca Juga: Inilah Keistimewaan Bulan Suci Ramadhan yang Penuh Hikmah
3. Sahur Jadi Pembeda Umat Islam

Ada satu hadits penting yang diriwayatkan oleh Amr bin al-As. Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّ فَرْقَ بَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ السَّحُورُ
“Pembeda antara puasa kita dan puasa Ahli Kitab adalah sahur.” (HR. Imam Muslim)
Hadits ini menegaskan bahwa sahur adalah identitas puasa umat Islam. Artinya, makan sahur di bulan puasa adalah bagian dari syiar dan ciri khas ibadah kita.
Ketika seseorang bangun di waktu sahur, ia sedang menunjukkan ketaatan dan kecintaannya kepada sunnah Nabi. Di situlah letak nilai ibadahnya.
4. Waktu Sahur Juga Waktu Mustajab

Allah berfirman dalam Al-Qur’an, tepatnya dalam Surah Al-Qur’an surat Adz-Dzariyat ayat 17–18:
وَالَّذِينَ يَسْتَغْفِرُونَ بِالْأَسْحَارِ
“Dan mereka yang memohon ampun di waktu sahur.”
Kata al-ashar berarti waktu menjelang fajar. Ini menunjukkan bahwa waktu sahur adalah waktu istimewa untuk beristighfar dan berdoa.
Jadi, makan sahur di bulan puasa adalah ibadah bukan hanya karena aktivitas makannya, tapi karena ia membuka pintu ibadah lainnya seperti shalat malam, istighfar, tilawah Al-Qur’an dan doa yang lebih khusyuk.
Bangun sahur membuat kita terhubung dengan sepertiga malam terakhir, waktu yang dikenal sebagai saat turunnya rahmat Allah.
Mengapa Sahur Bernilai Ibadah?
Ada beberapa alasan kuat mengapa makan sahur di bulan puasa adalah amalan yang berpahala, di antaranya seperti:
- Mengikuti Sunnah Nabi
Setiap amalan yang diniatkan untuk mengikuti Rasulullah SAW akan bernilai ibadah.
- Menguatkan Puasa
Tubuh yang kuat membuat kita lebih maksimal dalam bekerja, belajar, dan beribadah.
- Mendapat Doa Malaikat
Ini bukan hal kecil. Shalawat dari Allah dan malaikat menunjukkan kemuliaan amalan tersebut.
- Menghidupkan Waktu Sahur
Waktu sahur adalah waktu yang sangat dekat dengan Subuh, suasananya hening, hati lebih lembut, doa lebih mudah mengalir.
Semua ini menegaskan bahwa makan sahur di bulan puasa adalah momen spiritual, bukan rutinitas tanpa makna.
Cara Agar Sahur Benar-Benar Jadi Ibadah
Supaya sahur tidak terasa hambar dan sekadar kebiasaan, ada beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan:
- Niatkan sahur sebagai bentuk taqarrub kepada Allah.
- Ucapkan basmalah sebelum makan.
- Pilih makanan secukupnya, tidak berlebihan.
- Sisakan waktu untuk istighfar atau membaca beberapa ayat Al-Qur’an.
- Tutup dengan doa dan persiapan shalat Subuh.
Dengan cara ini, makan sahur di bulan puasa adalah rangkaian ibadah yang utuh: dari niat, makan, dzikir, hingga shalat.
Panduan Ringkas Niat & Doa Sahur
- Niat Sahur sebagai Ibadah
نَوَيْتُ السَّحُورَ قُرْبَةً إِلَى اللهِ تَعَالَى
Nawaitu s-sahūra qurbatan ilallāhi ta‘ālā.
Arti:
“Aku berniat makan sahur sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah Ta‘ala.”
- Doa Sebelum Makan Sahur
Arab:
بِسْمِ اللهِ
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي سُحُورِنَا وَارْزُقْنَا مِنْ طَيِّبَاتِكَ
Bismillāh.
Allāhumma bārik lanā fī suḥūrinā warzuqnā min ṭayyibātik.
“Dengan nama Allah. Ya Allah, berkahi sahur kami dan berilah kami rezeki yang baik.”
- Dzikir Pendek Saat atau Setelah Sahur
Bisa dibaca masing-masing 10 kali atau lebih:
سُبْحَانَ اللهِ
الْحَمْدُ لِلَّهِ
اللهُ أَكْبَرُ
- Doa Setelah Selesai Sahur
الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَطْعَمَنِي وَسَقَانِي
Al-ḥamdu lillāhi alladhī aṭ‘amanī wa saqānī.
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi makan dan minum kepadaku.”
- Tambahan Doa Menjelang Subuh
Doa ini diriwayatkan oleh Abu Dawud:
ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ
Dhahaba al-ẓama’u wabtallatil-‘urūqu wa ṣabatal-ajru insyā Allāh.
“Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah, dan pahala telah tetap, insyaAllah.”
Cara Mengamalkannya Secara Praktis
Waktu sahur adalah waktu yang sangat istimewa. Dalam Al-Qur’an, tepatnya pada surah Adz-Dzariyat ayat 18, Allah memuji orang-orang yang beristighfar di waktu sahur.
Artinya, momen ini bukan hanya untuk makan, tapi juga untuk memperbaiki hati. Untuk itu, agar sahur benar-benar terasa sebagai ibadah:
- Bangun dengan niat kuat untuk beribadah.
- Baca niat puasa dan niat sahur sebelum mulai makan.
- Awali dengan basmalah dan doa singkat.
- Sambil makan, isi dengan dzikir ringan.
- Sisakan beberapa menit untuk istighfar atau membaca ayat Al-Qur’an.
Baca Juga: Keutamaan Membaca Alquran di Bulan Ramadhan Menurut Hadits
Jadikan Sahur Sebagai Ibadah Bukan Paksaan
Pada akhirnya, makan sahur di bulan puasa adalah ibadah yang penuh keberkahan. Ia bukan sekadar persiapan fisik sebelum menahan lapar, tetapi juga momen memperkuat niat, menghidupkan sunnah, dan membuka pintu doa di waktu yang mustajab. Dari seteguk air hingga hidangan sederhana, semuanya bernilai pahala jika diniatkan karena Allah.
Jangan biarkan sahur berlalu tanpa makna. Lengkapi momen istimewa ini dengan membaca Al-Qur’an agar hati semakin hidup dan puasa terasa lebih bermakna.
Untuk itu, Safwan Quran hadir sebagai pendamping tilawah yang nyaman untuk semua kalangan, dari pemula hingga lansia.
Dilengkapi tajwid warna, terjemah per kata, panduan waqaf, dan transliterasi latin, Safwan Quran memudahkan membaca sekaligus tadabbur. Huruf besar full colour yang ramah di mata membuat tadarus lebih khusyuk dan membantu doa mengalir lebih dalam setiap hari.
Yuk, mulai biasakan sahur dengan tilawah, dan miliki Safwan Quran sebagai sahabat setia dalam setiap lembar kebaikan.


