Berlari-lari Kecil Dari Bukit Safa Ke Bukit Marwah

Ini Makna Berlari-lari Kecil Dari Bukit Safa Ke Bukit Marwah

Safwanquran.com – Bagi siapa pun yang pernah melaksanakan ibadah haji atau umrah, pasti akrab dengan ritual berlari-lari kecil dari Bukit Safa ke Bukit Marwah atau juga disebut sa’i. Rangkaian dari ibadah haji dan umroh ini bukan hanya sekadar gerakan fisik, karena ia memiliki makna yang sangat mendalam.

Sa’i mengandung kisah luar biasa tentang perjuangan, pengharapan, dan keyakinan yang begitu kuat dalam hati seorang ibu, yaitu Hajar, istri Nabi Ibrahim AS.

Saat membahas berlari-lari kecil dari bukit safa ke bukit marwah, kita tidak hanya bicara soal langkah kaki yang diulang tujuh kali bolak-balik. Kita sedang membicarakan perjalanan spiritual yang diwariskan ribuan tahun lalu dan masih hidup hingga sekarang. 

Ritual ini mengingatkan kita bahwa setiap usaha manusia, baik kecil maupun besar, selalu diawasi dan dihargai oleh Allah SWT.

Asal Usul Sa’i, Jejak Perjuangan Siti Hajar

Sa’i bermula dari kisah Hajar yang berjuang mencari air untuk putranya, Nabi Ismail AS. Di tengah panasnya padang pasir Makkah yang tandus, Hajar tak memiliki bekal lain kecuali keyakinan kepada Allah. 

Ketika air habis dan Ismail kehausan, Hajar naik ke Bukit Safa, lalu menuruni lembah dan berlari-lari kecil ke Bukit Marwah. Ia terus bolak-balik sebanyak tujuh kali, berusaha mencari pertolongan.

Perjuangan itu bukan sekadar bukti kasih sayang seorang ibu, tapi juga lambang keteguhan iman. Dan di saat upaya itu mencapai titik batas, Allah mengirimkan pertolongan-Nya melalui Malaikat Jibril, yang memunculkan mata air Zamzam, air yang sampai sekarang terus mengalir dan menjadi salah satu sumber keberkahan di Tanah Suci.

Karena itulah berlari-lari kecil dari bukit safa ke bukit marwah tidak hanya menggambarkan gerakan fisik, tetapi juga sebuah pesan abadi agar kita tidak pernah berhenti berusaha, bahkan ketika peluang terlihat kecil.

Makna Spiritual di Balik Sa’i

Allah tidak serta merta menyuruh umatnya untuk melakukan suatu ibadah tanpa makna. Termasuk dalam satu rangkaian ibadah haji dan umroh ini, Allah menyimpan makna besar bagi orang yang melaksanakannya. seperti:

1. Keteguhan dan Kesabaran

Berlari-lari Kecil Dari Bukit Safa Ke Bukit Marwah

Setiap jamaah yang melakukan sa’i pasti merasakan suasana yang berbeda. Di tengah langkah-langkah itu terdapat pesan kesabaran, mengingatkan pada bagaimana Hajar terus berikhtiar tanpa mengeluh. Berlari-lari kecil dari Bukit Safa ke Bukit Marwah menanamkan nilai bahwa kesabaran bukan berarti pasrah, tetapi terus bergerak meski keadaan sulit.

2. Ikhtiar dan Usaha yang Tidak Berhenti

Berlari-lari Kecil Dari Bukit Safa Ke Bukit Marwah

Ritual ini menunjukkan bahwa manusia wajib berusaha sekuat tenaga sebelum menyerahkan hasilnya kepada Allah. Hajar tidak duduk menunggu keajaiban, ia bergerak, mencari, dan berharap. Inilah esensi sa’i, usaha nyata yang menjadi bentuk kepatuhan kepada perintah Allah.

3. Tawakal dan Pengharapan kepada Allah

Berlari-lari Kecil Dari Bukit Safa Ke Bukit Marwah

Setelah berusaha, langkah terakhir adalah tawakal. Berlari-lari kecil dari bukit safa ke bukit marwah mengingatkan bahwa setelah manusia berikhtiar, hasilnya berada dalam tangan Allah. Pertolongan sering datang di waktu yang tidak terduga, seperti munculnya Zamzam di tengah pasir kering.

Baca Juga: Jabal Rahmah Sejarah dan Nilai Spiritualnya bagi Umat Islam

4. Refleksi dan Evaluasi Diri

Berlari-lari Kecil Dari Bukit Safa Ke Bukit Marwah

Setiap perjalanan berlari-lari kecil dari bukit safa ke bukit marwah menjadi momen introspeksi. Di sana, jamaah diajak menenangkan diri sejenak, menilai kembali iman dan amalan yang sudah dilakukan, lalu memperbaiki apa yang masih kurang. Dengan tujuan sederhana, supaya hati makin dekat dan semakin terhubung dengan Allah.

5. Simbol Perjalanan Hidup

Berlari-lari Kecil Dari Bukit Safa Ke Bukit Marwah

Sa’i itu diibaratkan seperti perjalanan hidup kita di muka bumi Allah ini. Penuh tikungan, naik turun, dan tantangan yang kadang muncul tanpa diduga. Dari satu langkah ke langkah berikutnya, kita diajak untuk tetap maju dengan iman yang kuat, sambil menjaga hubungan spiritual dengan Allah. Justru di sanalah letak keindahannya, karena lewat proses itu jiwa kita bisa berubah, tumbuh, dan jadi lebih matang.

6. Meningkatkan Ketaqwaan dan Kedekatan kepada Allah

Berlari-lari Kecil Dari Bukit Safa Ke Bukit Marwah

Lewat sa’i, para jamaah diingatkan untuk terus menumbuhkan ketakwaan dan merasakan kedekatan yang lebih hangat dengan Allah. Ibadah ini juga mendorong kita untuk memperkuat komitmen dalam menaati perintah-Nya dan berusaha menjalani hidup sesuai dengan tuntunan agama.

Landasan Alquran dan Hadits tentang Sa’i

Salah satu rangkaian dari ibadah haji dan umroh ini bukan hanya tradisi turun-temurun, tetapi memiliki dasar kuat dalam ajaran Islam. Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 158:

“Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka barangsiapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i di antara keduanya. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 158)

Ayat ini menegaskan bahwa berlari-lari kecil dari bukit safa ke bukit marwah merupakan bagian dari syiar penting dalam ibadah haji dan umrah. Rasulullah SAW juga bersabda:

“Lakukanlah sa’i, karena Allah telah mewajibkannya atas kalian.” (HR. Ahmad dan Muslim)

Hadis ini memperkuat bahwa sa’i adalah rukun yang tidak boleh ditinggalkan dalam haji dan umrah.

Rincian Pelaksanaan Sa’i Secara Fisik

Secara jarak, Safa dan Marwah berpisah sekitar 450 meter. Ketika seorang jemaah menyelesaikan tujuh kali perjalanan bolak-balik, total jarak yang ditempuh sekitar 3,15 kilometer. Meski terlihat tidak terlalu jauh, pelaksanaannya memberikan pengalaman spiritual yang mendalam, terlebih bagi yang benar-benar memahami makna di balik setiap langkahnya.

Pada area tertentu di antara kedua bukit, terdapat bagian yang dianjurkan untuk berlari-lari kecil, sebagai bentuk meneladani perjuangan Hajar. Inilah momen yang sering menjadi poin paling emosional dalam sa’i.

Dimensi Spiritualitas dalam Hidup Sehari-hari

Makna sa’i tidak berhenti di Tanah Suci. Nilai-nilainya bisa dibawa ke kehidupan sehari-hari. Dalam bekerja, belajar, atau menghadapi masalah, manusia dituntut untuk berusaha maksimal seperti Hajar. Namun pada saat yang sama, mereka juga diajak untuk yakin bahwa Allah selalu menyediakan pertolongan terbaik pada waktu yang tepat.

Ketika seseorang memahami makna berlari-lari kecil dari bukit safa ke bukit marwah, ia akan melihat hidup dengan cara yang lebih tenang, lebih yakin, dan penuh harapan.

Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah Tempat Mustajab Doa di Kaabah Terbaik

Saatnya Menguatkan Hati dan Iman

Berlari-lari kecil dari bukit safa ke bukit marwah bukan hanya rangkaian ibadah. Ia adalah simbol perjuangan seorang ibu, cermin kesabaran, dan pengingat betapa besarnya kasih sayang Allah kepada hamba-Nya. Sa’i memberi pelajaran bahwa hidup menuntut usaha, doa, dan keyakinan yang teguh.

Kalau Hajar mampu bertahan dengan penuh keikhlasan di tengah kondisi yang serba terbatas, kita pun sebenarnya bisa menghadapi ujian hidup dengan keteguhan dan tawakal yang sama. 

Dan untuk menjaga hati tetap kuat dalam menghadapi berbagai tantangan, tidak ada cara yang lebih ampuh selain mempererat hubungan dengan Alquran. Nah, kalau kamu sedang mencari Alquran yang nyaman untuk dibaca sekaligus mendukung proses belajar, Safwan Quran bisa jadi pilihan terbaikmu.

Di Safwan Quran, kamu bisa menemukan berbagai jenis mushaf yang disesuaikan dengan kebutuhan pembacanya. Ada yang cocok untuk anak-anak, untuk pemula yang baru belajar, sampai untuk kamu yang fokus menghafal. Tampilannya rapi, modern, dan enak dipandang, membuat proses membaca jadi lebih ringan dan menyenangkan.

Fitur-fiturnya juga sangat lengkap. mulai dari tajwid warna, transliterasi latin, hingga QR video yang memudahkan kamu belajar tajwid secara langsung. Harganya ramah di kantong, mudah dibeli, dan bisa dikirim ke seluruh Indonesia.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top