Safwanquran.com – Pernahkah kamu memperhatikan betapa Islam mengatur hal-hal kecil dalam hidup, termasuk urusan makan? Dari cara duduk, doa sebelum makan, hingga anggota tubuh yang digunakan.
Salah satu sunnah yang sering disepelekan, padahal penuh makna, adalah makan dengan tangan. Tepatnya tangan kanan. Di baliknya ada dalil yang kuat, adab yang halus, sekaligus manfaat kesehatan yang relevan hingga hari ini.
Artikel ini mengulas dalil, hikmah, dan cara praktiknya secara ringkas namun menyeluruh, agar kebiasaan sederhana ini bisa kita hidupkan kembali dengan gembira.
Dalil Makan Menggunakan Tangan
Dalil paling tegas datang dari hadits Ibnu Umar RA (HR. Muslim). Rasulullah SAW bersabda:
“Jika salah seorang di antara kalian hendak makan, hendaklah makan dengan tangan kanannya, dan jika minum, hendaklah minum dengan tangan kanan. Karena setan makan dan minum dengan tangan kirinya.”
Hadits ini menegaskan bahwa tidak sekadar anjuran, melainkan perintah yang memisahkan adab seorang muslim dari kebiasaan setan. Karena itu, para ulama memahami bahwa makan menggunakan tangan kanan adalah kewajiban bagi yang mampu, bukan sekadar sunnah ringan.
Selain itu, dari Umar bin Abi Salamah RA, Rasulullah menasihati saat beliau kecil:
“Wahai anak, ucapkan nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah yang ada di hadapanmu.” (HR. Bukhari-Muslim)
Ada pula kisah tegas dalam HR. Muslim tentang seseorang yang menolak perintah Nabi untuk makan dengan tangan kanan karena sombong, hingga tangannya menjadi lumpuh. Ini bukan untuk menakut-nakuti, tetapi penegasan bahwa adab makan bukan perkara kecil.
Rasulullah SAW juga mencontohkan makan menggunakan tangan kanan menggunakan tiga jari, lalu menjilatnya sebelum dibersihkan. Ini bukan sekadar kebiasaan, tetapi sunnah yang mengajarkan penghormatan pada makanan dan kesadaran akan keberkahan.
Memang, Alquran tidak menyebut eksplisit tangan kanan untuk makan. Namun, hadits-hadits Nabi adalah penjelas syariat. Imam Syafi’i dan ulama lain, termasuk Syaikh Yusuf Qaradhawi, menegaskan kewajiban ini bersandar pada perintah Nabi yang jelas, diikuti ancaman meninggalkannya karena menyerupai setan.
Keutamaan Sunnah Rasulullah
Dengan menghidupkan sunnah, berarti kita membuka pintu pahala. Salah satu hal sederhana yang bisa kita lakukan adalah makan menggunakan tangan kanan. Karena, sunnah nabi ini memiliki beberapa keutamaan, di antaranya:
- Menyelisihi setan.
- Menghidupkan teladan Nabi.
- Menjaga adab dan kebersihan.
- Menguatkan kesadaran spiritual dalam aktivitas harian.
Uniknya, sunnah ini juga sejalan dengan temuan medis modern. Jadi, pahala dan manfaat duniawi berjalan beriringan.
Manfaat Kesehatan di Balik Adab Sederhana
Selain bernilai ibadah, sunnah ini menunjukkan bahwa ajaran Islam selalu relevan lintas zaman. Apa yang dicontohkan Rasulullah SAW sejak lebih dari 14 abad lalu terbukti selaras dengan temuan ilmu kesehatan modern hari ini. Di antaranya seperti:
1. Mengandung Enzim Anti-Bakteri

Tiga jari kanan yang bersih, ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, secara alami menghasilkan enzim RNase yang membantu melawan bakteri berbahaya pada makanan. Karena bersentuhan langsung, enzim ini ikut “bekerja” saat kita menyantap makanan, sehingga tubuh mendapat perlindungan tambahan dari risiko infeksi.
Menariknya, Rasulullah SAW telah mencontohkan cara makan dengan tangan ini sejak dahulu dengan makan menggunakan jari kanan, seolah memberi isyarat bahwa ajaran Islam selalu sejalan dengan sains kesehatan yang baru banyak dipahami di masa kini.
2. Meningkatkan Kesehatan Pencernaan

Saat tangan menyentuh makanan, tubuh sebenarnya langsung diberi tahu waktunya makan. Otak pun merespons dengan menyiapkan enzim pencernaan sejak awal, sehingga kerja lambung jadi lebih lancar.
Tanpa disadari, cara ini juga membuat kita lebih peka terhadap porsi, mengunyah lebih pelan, dan membantu mencegah masalah pencernaan seperti sembelit. Kebiasaan Nabi makan dengan tangan semakin menguatkan manfaat ini, karena makan tidak terburu-buru jauh lebih ramah bagi kesehatan lambung.
3. Melancarkan Sirkulasi Darah

Saat membentuk suapan, mengaduk, dan mengambil makanan dengan jari, sebenarnya kita sedang “menggerakkan” sendi dan otot tangan. Gerakan kecil ini mirip latihan ringan yang membantu melancarkan aliran darah ke ujung-ujung tubuh.
Bagi yang aktivitasnya minim, kebiasaan ini bisa mencegah darah mengendap dan ikut menjaga kesehatan jantung. Dalam Islam, manfaat tersebut terasa sebagai bonus indah dari menjalankan sunnah makan dengan tangan kanan.
4. Mengontrol Berat Badan

Makan langsung dengan tangan biasanya membuat kita lebih pelan menikmati setiap suapan dibandingkan memakai sendok. Dengan ritme yang lebih santai, otak punya cukup waktu untuk menangkap sinyal kenyang, sehingga kita tidak kalap makan dan terhindar dari asupan berlebih yang bisa berujung obesitas atau diabetes.
Takaran alami lewat jari tangan sebagaimana dicontohkan Nabi juga melatih kontrol diri saat makan. Menariknya, berbagai kajian kesehatan mendukung bahwa cara ini efektif menjaga keseimbangan asupan nutrisi harian.
5. Melindungi Mulut

Tangan secara alami berperan seperti alarm suhu. Saat menyentuh makanan yang masih panas, kita bisa langsung tahu sebelum masuk ke mulut, sehingga terhindar dari luka bakar. Begitu juga dengan tekstur yang terlalu keras, tangan membantu mengenali lebih dulu agar gigi tidak sampai cedera.
Kepekaan ini melatih indra peraba, membuat proses makan lebih aman, dan sesuai dengan keteladanan Nabi yang selalu berhati-hati saat makan. Inilah salah satu bentuk perlindungan Allah melalui sunnah makan dengan tangan.
Contoh Praktik Makan Sesuai Sunnah Nabi
Rasulullah SAW mencontohkan adab makan dengan sangat jelas dan konsisten. Beliau selalu makan menggunakan tangan kanan, khususnya dengan tiga jari: ibu jari, telunjuk, dan jari tengah.
Dalam hadits riwayat Muslim dari Ka’ab bin Malik RA disebutkan bahwa Nabi SAW makan dengan tiga jari tangannya, lalu menjilatnya sebelum membersihkannya sebagai bentuk penghormatan terhadap makanan.
Selain itu, Rasulullah SAW juga menasihati Umar bin Abi Salamah RA yang saat kecil makannya tidak tertib. Beliau bersabda,
“Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan ambillah makanan yang ada di hadapanmu” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari teladan ini terlihat bahwa makan dengan tangan kanan bukan sekadar kebiasaan, melainkan ajaran penuh hikmah. Di dalamnya terdapat nilai ketaatan kepada Rasul, menjaga kebersihan, serta menghindari kebiasaan setan yang makan pakai tangan kiri.
Baca Juga: Inilah Cara Makan Pakai Garpu dan Pisau yang Sesuai Sunnah
Mari Menghidupkan Sunnah Rasul Melalui Makan
Makan dengan tangan kanan bukan sekadar kebiasaan, tapi bentuk ketaatan kepada Rasulullah SAW yang sarat makna. Di balik adab sederhana ini, tersimpan nilai ibadah, pendidikan akhlak, serta manfaat kesehatan yang luar biasa. Islam memang selalu istimewa dalam mengajarkan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, termasuk lewat hal sesederhana cara kita menyuap makanan.
Ketika kita membiasakan diri makan sesuai sunnah, sejatinya kita sedang melatih kesadaran spiritual dalam aktivitas harian. Dari meja makan, kita belajar taat, bersyukur, dan hidup lebih teratur. Sebuah amalan kecil, tapi berpahala besar di sisi Allah.
Kalau kamu ingin menghadirkan suasana ibadah yang lebih hangat di rumah, salah satu langkah terbaik adalah mendekatkan diri kepada Alquran. Memilih mushaf yang nyaman dibaca dan mudah dipahami akan sangat membantu konsisten dalam beribadah.
Safwan Quran hadir dengan fitur tajwid berwarna, transliterasi latin, dan QR code video pembelajaran, sehingga cocok untuk pemula, orang tua, hingga yang sedang menghafal Alquran. Yuk, jadikan rumahmu lebih bercahaya dengan Alquran, dan mulai perjalanan spiritual yang lebih bermakna bersama Safwan Quran.


