keutamaan menjaga lisan

Keutamaan Menjaga Lisan dalam Islam & Dampaknya dalam Kehidupan

Safwanquran.com – Dalam keseharian, kita sering kali berbicara lebih cepat daripada sempat benar-benar memikirkan apa yang akan diucapkan. Hal ini terlihat biasa, tetapi dalam Islam, lisan punya kedudukan yang sangat penting. Ia bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga bisa menjadi sebab datangnya kebaikan atau justru sebaliknya.

Menjaga ucapan bukan hanya soal bagaimana kita bersikap sopan kepada orang lain, tetapi juga bagian dari ibadah yang sangat diperhatikan dalam ajaran Islam. Setiap kata yang keluar dari mulut tidak pernah benar-benar netral. Ada nilai dan dampak yang bisa mengikuti setelahnya.

Dalam banyak dalil juga dijelaskan bahwa ucapan seseorang dapat memengaruhi perjalanan hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Karena itu, keutamaan menjaga lisan sebenarnya adalah hal sederhana, tetapi sering terlupakan, padahal pengaruhnya begitu besar dalam kehidupan sehari-hari.

Hadis tentang Pentingnya Menjaga Lisan

Salah satu hadis yang sangat terkenal berasal dari Shahih al-Bukhari. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ كَفَّهُ اللَّهُ عَنْ مَا بَيْنَ فَكَّيْهِ وَمَا بَيْنِ رَجُلَيْهِ أَدْخَلَهُ اللَّهُ الْجَنَّةَ»

Artinya:
“Barang siapa yang Allah lindungi (dari dosa) apa yang ada di antara dua tulang rahangnya (yaitu lidahnya) dan apa yang ada di antara kedua pahanya (yaitu kemaluannya), maka Allah masukkan dia ke dalam surga.” (HR. Bukhari)

Hadis ini menunjukkan bahwa keutamaan menjaga lisan sangat besar dalam Islam. Lidah sering kali menjadi sumber dosa seperti ghibah, fitnah, dan perkataan sia-sia yang tidak disadari.

Keutamaan Menjaga Lisan dalam Kehidupan Sehari-hari

Islam tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga mengarahkan bagaimana manusia bersikap dalam kehidupan nyata. Berikut beberapa keutamaan menjaga lisan yang bisa dirasakan langsung dalam kehidupan sehari-hari.

1. Dijauhkan dari kebinasaan akhirat

keutamaan menjaga lisan

Menjaga lisan pada dasarnya membantu seseorang untuk terhindar dari banyak dosa yang sering kali dianggap ringan, padahal dampaknya sangat besar. Perkataan seperti ghibah, fitnah, atau ucapan yang tidak bermanfaat bisa perlahan menyeret seseorang pada keburukan yang tidak disadari.

Rasulullah SAW pernah menjelaskan hal ini dalam sebuah nasihat kepada Mu’adz bin Jabal. Beliau bersabda: “Apakah yang paling banyak menjerumuskan manusia ke dalam neraka?” Mu’adz menjawab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.” Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Lidahnya dan kemaluannya.”

Memilih untuk diam saat emosi, atau berbicara dengan kata-kata yang baik, sebenarnya adalah bentuk latihan menjaga diri. Dari kebiasaan kecil itu, seseorang bisa terbiasa menahan diri dari ucapan yang sia-sia, dan pada akhirnya menjadi sebab kebaikan yang terus mengalir hingga akhir hayatnya.

Baca Juga: Cara Menahan Amarah dalam Islam Menurut Al-Qur’an dan Hadis

2. Mendapat ridho dan keberkahan Allah

keutamaan menjaga lisan

Lisan yang terjaga bisa menjadi jalan datangnya ridha Allah SWT, karena setiap perkataan yang baik tidak pernah sia-sia di sisi-Nya. Bahkan, bisa saja satu ucapan sederhana menjadi sebab dicatatnya kebaikan yang besar tanpa kita sadari.

Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kalimat yang diridhai oleh Allah, tanpa ia menyangka akan sampai pada derajat itu, maka Allah mencatat keridhaan untuknya hingga hari ia bertemu dengan-Nya.” (HR. Tirmidzi dan lainnya)

Tanpa disadari, kebiasaan menjaga ucapan ini juga membawa ketenangan dalam hidup. Urusan terasa lebih ringan, hubungan dengan orang lain menjadi lebih hangat, dan banyak hal berjalan lebih lancar. 

3. Dijanjikan masuk surga

keutamaan menjaga lisan

Keutamaan menjaga lisan dan kehormatan diri ternyata memiliki kedudukan yang sangat besar dalam Islam, sampai-sampai Rasulullah memberikan kabar gembira berupa jaminan surga bagi orang yang mampu menjaganya dengan baik.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah  bersabda: “Barang siapa yang dapat menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya (mulut/lidahnya) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluannya), maka aku menjamin surga untuknya.” (HR. Bukhari)

Kebiasaan kecil seperti memilih untuk tidak membalas dengan kata-kata kasar, atau mengganti komentar negatif dengan ucapan yang lebih baik, perlahan membentuk diri menjadi pribadi yang lebih tenang dan bijak. 

4. Membangun hubungan yang harmonis

keutamaan menjaga lisan

Lisan yang terjaga akan menciptakan lingkungan yang damai. Sebaliknya, ucapan yang sembarangan seringkali menjadi sumber konflik.

Dalam keluarga, pertemanan, hingga lingkungan kerja, kata-kata yang tidak dijaga bisa menimbulkan kesalahpahaman. Namun jika seseorang terbiasa berbicara baik atau memilih diam saat emosi, hubungan sosial akan lebih sehat.

Ada teladan dari para sahabat yang menunjukkan hal ini. Salah satunya adalah Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, yang dikenal lebih banyak memilih diam daripada berbicara tanpa manfaat. Sikap sederhana ini justru membuat orang lain semakin menghargai dan mempercayainya, karena ia tidak sembarangan dalam berkata-kata. 

Inilah salah satu keutamaan menjaga lisan yang langsung terasa di dunia nyata: hidup menjadi lebih tenang dan hubungan lebih harmonis.

5. Meningkatkan kualitas diri

keutamaan menjaga lisan

Menjaga lisan juga melatih seseorang untuk lebih bijak dalam berpikir. Tidak semua hal harus diucapkan, dan tidak semua emosi perlu diluapkan.

Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa yang menjaga lisannya, niscaya Allah akan menutupi aibnya.”

Kebiasaan ini membuat seseorang lebih sabar, lebih tenang, dan lebih dewasa dalam mengambil keputusan. Bahkan, dalam banyak situasi, diam justru lebih menyelamatkan daripada berbicara tanpa pertimbangan.

Dari sini terlihat bahwa keutamaan menjaga lisan juga berkaitan dengan kecerdasan emosional dan kualitas diri.

Cara Menjaga Lisan dalam Kehidupan Sehari-hari

Mengetahui keutamaannya saja tidak cukup. Perlu juga langkah nyata agar bisa diterapkan dalam keseharian.

  1. Berpikir sebelum berbicara

Biasakan menahan diri sejenak sebelum mengucapkan sesuatu, terutama saat emosi sedang tinggi.

  1. Pilih bicara baik atau diam

Rasulullah SAW mengajarkan bahwa jika tidak bisa berkata baik, maka diam lebih baik.

  1. Hindari ghibah dan fitnah

Jangan ikut membicarakan keburukan orang lain, termasuk di media sosial.

  1. Kendalikan emosi

Saat marah, tarik napas dalam dan tenangkan diri sebelum merespons.

  1. Perbanyak dzikir dan doa

Mengisi lisan dengan kalimat baik akan membantu menjaga diri dari ucapan sia-sia.

Semua langkah ini akan membantu seseorang merasakan langsung keutamaan menjaga lisan dalam hidupnya.

Baca Juga: 5 Contoh Perkataan Yang Baik, Diajarkan Oleh Rasulullah SAW

Lisan, kecil tapi berdampak besar

Dari semua penjelasan di atas, jelas bahwa lisan bukan perkara kecil. Satu ucapan bisa membawa kebaikan besar, tapi juga bisa menjerumuskan seseorang tanpa disadari.

Karena itu, memahami keutamaan menjaga lisan adalah langkah penting untuk membangun hidup yang lebih tenang, berkah, dan bermakna.

Salah satu cara terbaik untuk menjaga lisan adalah dengan membiasakan diri membaca dan mengamalkan Al-Qur’an. Dari Al-Qur’an, kita belajar bagaimana berbicara dengan benar, lembut, dan penuh hikmah.

Untuk itu, sangat dianjurkan untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. Jika ingin memiliki mushaf yang nyaman dan membantu dalam belajar, Safwan Quran bisa menjadi pilihan yang tepat.

Safwan Quran hadir dengan:

  • Cetakan yang jelas dan nyaman di mata, sehingga tidak cepat lelah saat membaca
  • Tajwid berwarna yang memudahkan bagi yang masih belajar membaca Al-Qur’an
  • Sudah melalui tashih resmi LPMQ Kemenag RI, sehingga keakuratannya lebih terjamin

Mari berusaha untuk menjadi lebih baik setiap hari, dengan istiqomah membaca alquran bersama mushaf terbaik dari Safwan Quran!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top