Safwanquran.com – Di tengah aktivitas yang padat, tidur siang sering menjadi cara sederhana untuk mengembalikan energi. Namun, tahukah kamu bahwa tidur siang dalam Islam bukan sekadar kebiasaan untuk menghilangkan rasa lelah? Islam mengenal amalan yang disebut qailulah, yaitu tidur singkat di siang hari yang termasuk sunnah Rasulullah SAW.
Qailulah memiliki nilai yang istimewa karena tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh, tetapi juga membantu seorang Muslim lebih optimal dalam beribadah. Bahkan, Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk melakukan qailulah sebagai persiapan menjalankan ibadah malam.
Lalu, apakah benar tidur siang termasuk sunnah? Kapan waktu terbaik melakukannya? Simak uraian lengkap berikut ini.
Apa Itu Tidur Siang dalam Islam?
Tidur siang dalam Islam dikenal dengan istilah qailulah, yaitu tidur atau beristirahat sejenak pada pertengahan siang hari. Qailulah bukanlah tidur panjang yang membuat seseorang menjadi malas, melainkan istirahat singkat untuk memulihkan energi.
Secara umum, qailulah dilakukan sebelum atau setelah salat Zuhur, yaitu ketika matahari mulai tergelincir ke arah barat. Dalam praktiknya, tidur siang ini dilakukan dalam waktu yang singkat, sekitar 10–30 menit.
Konsep qailulah menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan fisik dan spiritual. Tubuh membutuhkan istirahat agar tetap sehat, sementara energi yang terjaga dapat mendukung kualitas ibadah seorang Muslim.
Apakah Tidur Siang Termasuk Sunnah?
Jawabannya adalah ya. Tidur siang dalam Islam termasuk sunnah Rasulullah SAW. Qailulah merupakan amalan yang dianjurkan, meskipun hukumnya bukan wajib.
Artinya, seseorang tidak berdosa apabila tidak melakukannya. Namun, jika dikerjakan dengan niat mengikuti sunnah Rasulullah SAW, qailulah dapat bernilai ibadah dan mendatangkan pahala.
Rasulullah SAW bersabda:
“Tidurlah qailulah (tidur siang) karena setan tidaklah mengambil tidur siang.”
(HR. Abu Nu’aim dalam Ath-Thibb)
Hadis tersebut menunjukkan adanya anjuran untuk melakukan qailulah. Selain itu, para ulama juga menjelaskan bahwa tidur siang memiliki hikmah besar dalam mendukung ibadah seorang Muslim.
Imam Al-Ghazali menjelaskan bahwa qailulah merupakan sunnah yang membantu seseorang melaksanakan qiyamul lail, sebagaimana sahur membantu seseorang menjalankan puasa.
Dengan demikian, dalam islam, tidur siang bukan hanya aktivitas biasa, melainkan salah satu bentuk ikhtiar menjaga stamina agar lebih optimal dalam beribadah.
Keutamaan Tidur Siang dalam Islam
Ada banyak keutamaan yang bisa diperoleh dari qailulah. Berikut beberapa di antaranya:
1. Membantu Melaksanakan Qiyamul Lail

Salah satu tujuan utama qailulah adalah membantu seseorang lebih mudah bangun untuk melaksanakan salat malam.
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mempersiapkan diri dalam beribadah, termasuk dengan menjaga kondisi fisik agar tetap bugar.
Tidur siang yang singkat dapat menjadi “bekal energi” untuk melaksanakan tahajud dan berdzikir pada malam hari.
Baca Juga: Keutamaan Orang Sholat Tahajud Berdasarkan Alquran & Hadits
2. Menjaga dari Gangguan Setan

Dalam hadis disebutkan bahwa setan tidak melakukan qailulah. Rasulullah SAW bersabda:
“Lakukanlah qailulah karena sesungguhnya syaitan itu tidak melakukan qailulah.”
Hal ini menunjukkan adanya keutamaan spiritual dalam menjalankan sunnah tidur siang tersebut.
3. Bernilai Ibadah dan Mendapatkan Pahala

Qailulah bukan sekadar kebiasaan untuk melepas penat di tengah padatnya aktivitas. Dalam Islam, tidur siang ini termasuk sunnah Rasulullah SAW yang dapat bernilai ibadah apabila dilakukan dengan niat mengikuti ajaran beliau.
Meskipun hukumnya sunnah dan tidak wajib, qailulah tetap menjadi amalan ringan yang berpotensi mendatangkan pahala.
Terlebih jika diniatkan untuk menjaga kesehatan dan mempersiapkan diri agar lebih semangat dalam beribadah, seperti melaksanakan qiyamul lail. Dengan niat yang baik, aktivitas sederhana seperti tidur siang pun dapat menjadi bagian dari ibadah kepada Allah SWT.
4. Menyegarkan Tubuh dan Pikiran

Tidur siang dalam Islam juga memberikan manfaat kesehatan. Qailulah dapat membantu mengurangi rasa lelah, meningkatkan fokus, serta memperbaiki konsentrasi.
Bahkan, konsep qailulah saat ini dikenal dalam dunia kesehatan modern sebagai power nap, yaitu tidur singkat yang efektif meningkatkan produktivitas.
5. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tidur siang dengan durasi yang tepat dapat membantu menurunkan tingkat stres dan mendukung kesehatan jantung.
Selain itu, qailulah juga dapat membantu memperbaiki suasana hati sehingga seseorang lebih semangat menjalani aktivitas sehari-hari.
Kapan Waktu Terbaik untuk Qailulah?
Waktu terbaik untuk melakukan tidur siang dalam Islam adalah sebelum atau setelah salat Zuhur, ketika matahari mulai tergelincir ke arah barat.
Secara umum, qailulah dapat dilakukan sekitar pukul 13.00 hingga 15.00, tergantung kondisi dan aktivitas masing-masing.
Yang terpenting, tidur siang dilakukan pada waktu yang tidak mengganggu kewajiban ibadah maupun aktivitas utama lainnya.
Berapa Lama Durasi Tidur Siang yang Dianjurkan?
Islam menganjurkan qailulah dilakukan secara singkat dan tidak berlebihan.
Durasi yang disarankan adalah:
- 10–20 menit sebagai durasi paling ideal.
- 15–30 menit masih dianggap baik.
- Sebaiknya tidak melebihi 45 menit agar tidak menyebabkan rasa lemas atau pusing setelah bangun.
Tidur siang yang terlalu lama justru dapat mengganggu kualitas tidur malam dan membuat tubuh terasa kurang segar. Karena itu, prinsip utama qailulah adalah singkat, cukup, dan bermanfaat.
Adab Tidur Siang dalam Islam
Agar qailulah sesuai dengan tuntunan Islam, ada beberapa adab yang perlu diperhatikan.
- Meluruskan Niat
Niatkan tidur siang untuk mengikuti sunnah Rasulullah SAW dan menjaga stamina agar lebih optimal dalam beribadah.
- Tidak Berlebihan
Hindari tidur terlalu lama hingga menyebabkan kemalasan atau mengganggu aktivitas penting lainnya.
- Memilih Waktu yang Tepat
Lakukan qailulah sebelum atau sesudah Zuhur agar sesuai dengan anjuran para ulama.
- Tidur di Tempat yang Nyaman
Pilih tempat yang tenang dan nyaman agar tubuh benar-benar mendapatkan manfaat dari istirahat singkat tersebut.
- Mengamalkan Adab Tidur Secara Umum
Jika memungkinkan, berwudu sebelum tidur, membaca doa sebelum tidur, dan tidur dengan posisi miring ke kanan sebagaimana sunnah Rasulullah SAW.
Baca Juga: Motivasi Kerja Keras dalam Islam – Kunci Sukses dengan Cara Halal
Lengkapi Hari dengan Tidur Sunnah dan Tilawah Al-Qur’an
Setelah menjaga kebugaran melalui tidur siang dalam islam (qailullah), jangan lupa mengisi waktu dengan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah SWT, salah satunya dengan membaca Al-Qur’an setiap hari. Tilawah Al-Qur’an tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga memberikan ketenangan hati dan menjadi petunjuk dalam menjalani kehidupan.
Agar aktivitas membaca Al-Qur’an semakin mudah dan nyaman, Anda dapat menggunakan Al-Qur’an dari Safwan Quran. Dengan fitur yang mendukung proses belajar, mushaf ini ideal digunakan oleh pemula serta orang-orang yang ingin membenahi bacaan Al-Qur’annya.
Beberapa keunggulan Safwan Quran antara lain:
- Tajwid warna yang memudahkan memahami hukum bacaan.
- Terjemahan per kata sehingga lebih mudah memahami makna ayat.
- Transliterasi latin yang membantu proses belajar membaca Al-Qur’an.
- Tersedia dalam berbagai pilihan ukuran, mulai dari A4 (jumbo) hingga A5 (praktis dibawa ke mana saja).
Dengan fitur-fitur tersebut, Safwan Quran dapat menjadi sahabat terbaik untuk membangun kebiasaan tilawah setiap hari. Mari mulai membiasakan diri dengan sunnah qailulah dan melengkapi hari dengan membaca Al-Qur’an agar hidup semakin berkah.


