Safwanquran.com – Makam Abu Bakar berada di dalam kawasan Al-Hujrah asy-Syarifah, yang kini menjadi bagian dari kompleks Masjid Nabawi di Madinah. Beliau dimakamkan di samping Rasulullah SAW, sebuah kehormatan yang mencerminkan kedekatan beliau dengan Nabi, baik semasa hidup maupun setelah wafat.
Lantas, bagaimana sejarahnya hingga Abu Bakar dimakamkan di sana? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Siapa Abu Bakar Ash-Shiddiq?
Sebelum membahas lebih jauh tentang makam Abu Bakar, ada baiknya kita mengenal sosok beliau terlebih dahulu.
Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memiliki nama lengkap Abdullah bin Utsman bin Amir At-Taimi Al-Qurasyi. Beliau berasal dari Bani Taim, salah satu kabilah Quraisy yang tinggal di Makkah.
Dalam sejarah Islam, Abu Bakar termasuk golongan as-sabiqunal awwalun, yaitu orang-orang yang pertama kali memeluk Islam. Sejak awal dakwah Rasulullah SAW, beliau menjadi pendukung yang sangat setia dan tidak pernah ragu membela perjuangan Islam.
Julukan Ash-Shiddiq berarti “orang yang sangat membenarkan”. Gelar ini diberikan karena beliau langsung mempercayai peristiwa Isra Mikraj ketika banyak orang meragukannya. Keteguhan iman inilah yang menjadikan Abu Bakar sebagai salah satu sahabat paling mulia.
Selain itu, beliau juga memiliki hubungan yang sangat dekat dengan Rasulullah. Abu Bakar menemani Nabi saat hijrah ke Madinah, termasuk ketika keduanya bersembunyi di Gua Tsur. Putrinya, Aisyah radhiyallahu ‘anha, juga merupakan istri Rasulullah SAW.
Peran Abu Bakar sebagai Khalifah Pertama
Sepeninggal Rasulullah SAW pada tahun 11 Hijriah, kaum muslimin membaiat Abu Bakar sebagai khalifah pertama.
Walaupun masa kepemimpinannya hanya sekitar dua tahun, kontribusi beliau sangat besar bagi keberlangsungan umat Islam. Saat itu, beliau harus menghadapi berbagai tantangan, mulai dari munculnya orang-orang murtad, kelompok yang menolak membayar zakat, hingga nabi-nabi palsu yang mencoba memecah belah umat.
Di masa kepemimpinannya pula dilakukan langkah penting berupa pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu mushaf. Upaya ini dilakukan setelah banyak penghafal Al-Qur’an gugur dalam Perang Yamamah sehingga dikhawatirkan hafalan Al-Qur’an akan berkurang.
Setelah wafat pada tahun 13 Hijriah, Abu Bakar dimakamkan di dekat Rasulullah SAW sesuai dengan wasiat beliau.
Makam Abu Bakar Berada di Mana?
Secara historis, makam Abu Bakar berada di dalam Al-Hujrah an-Nabawiyyah, yaitu kamar Aisyah radhiyallahu ‘anha yang dahulu menjadi tempat tinggal Rasulullah SAW.
Di ruangan inilah Rasulullah menghembuskan napas terakhir dan dimakamkan. Ketika Abu Bakar wafat, beliau kemudian dimakamkan di ruangan yang sama sehingga berada tepat di sisi Rasulullah.
Seiring berkembangnya Masjid Nabawi dari masa ke masa, kamar tersebut kini menjadi bagian dari bangunan masjid. Lokasinya berada di area yang dikenal dengan Kubah Hijau (Green Dome).
Namun, penting dipahami bahwa Kubah Hijau bukanlah kubah khusus untuk maqam Abu Bakar. Kubah tersebut menaungi kawasan Al-Hujrah asy-Syarifah yang di dalamnya terdapat tiga makam sekaligus.
Mengapa Abu Bakar Dimakamkan di Samping Rasulullah?
Berikut beberapa alasan mengapa Abu bakar dimakamkan di samping Rasulullah.
1. Sesuai Wasiat Abu Bakar

Menjelang akhir hayatnya, Abu Bakar berpesan agar dirinya dimakamkan di samping Rasulullah SAW.
Keinginan tersebut kemudian disampaikan kepada putrinya, Aisyah radhiyallahu ‘anha. Sebagai pemilik kamar tempat Rasulullah dimakamkan, Aisyah memberikan izin sehingga wasiat ayahnya dapat dilaksanakan.
2. Kedekatan Abu Bakar dengan Rasulullah

Tidak ada sahabat yang lebih sering mendampingi Rasulullah selain Abu Bakar.
Beliau selalu hadir dalam berbagai fase penting dakwah Islam, mengorbankan harta, tenaga, bahkan nyawanya demi membela agama Allah. Kedekatan inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa beliau dimakamkan di sisi Nabi Muhammad SAW.
3. Rasulullah Dimakamkan di Tempat Wafatnya

Dalam ajaran Islam, para nabi dimakamkan di tempat mereka wafat.
Karena Rasulullah wafat di kamar Aisyah, maka beliau dimakamkan di sana. Ketika Abu Bakar meninggal dunia, beliau dimakamkan di ruangan yang sama sesuai wasiatnya dan dengan izin Aisyah.
Susunan Makam di Al-Hujrah asy-Syarifah
Di dalam Al-Hujrah asy-Syarifah terdapat tiga makam yang sangat dimuliakan dalam sejarah Islam, yaitu:
- Rasulullah Muhammad SAW.
- Abu Bakar Ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.
- Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.
Urutan posisi makamnya juga memiliki sejarah tersendiri. Rasulullah dimakamkan terlebih dahulu, kemudian Abu Bakar berada di samping beliau. Beberapa tahun kemudian, Umar bin Khattab dimakamkan di sisi Abu Bakar setelah sebelumnya meminta izin kepada Aisyah.
Baca Juga: Makam Aisyah RA di Mana? Ini Lokasi dan Sejarah Lengkapnya
Apakah Makam Abu Bakar Bisa Dilihat Langsung?
Meskipun jutaan jamaah datang ke Masjid Nabawi setiap tahun, makam Abu Bakar tidak dapat dilihat secara langsung karena berada di balik beberapa lapis dinding dan pagar pelindung.
Para peziarah hanya dapat menyampaikan salam dari area yang telah disediakan. Tidak ada akses untuk memasuki ruangan tempat ketiga makam tersebut berada.
Karena itu, ketika berziarah ke Masjid Nabawi, jamaah dianjurkan menjaga ketertiban, tidak berdesakan, serta tidak mencoba menyentuh atau mencium pagar pembatas.
Yang terpenting, doa dan permohonan tetap dipanjatkan hanya kepada Allah SWT.
Adab Berziarah ke Makam Abu Bakar
Jika Allah memberikan kesempatan untuk mengunjungi Masjid Nabawi, hendaknya ziarah dilakukan dengan penuh adab dan penghormatan.
Beberapa adab yang dapat dilakukan antara lain:
- Mengucapkan salam kepada Rasulullah SAW.
- Mengucapkan salam kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq.
- Mengucapkan salam kepada Umar bin Khattab.
- Menjaga ketenangan dan tidak meninggikan suara.
- Tidak berebut atau berdesak-desakan.
- Tidak menyentuh maupun mengusap pagar makam.
- Tidak meminta hajat kepada penghuni makam.
- Memanjatkan doa hanya kepada Allah SWT.
Perlu dipahami pula bahwa ziarah ke makam Rasulullah dan para sahabat bukanlah rukun maupun syarat sah ibadah haji atau umrah. Ziarah dilakukan sebagai bentuk penghormatan sekaligus untuk mengambil pelajaran dari perjuangan mereka dalam menegakkan Islam.
Hikmah di Balik Makam Abu Bakar
Membahas maqam Abu Bakar bukan sekadar mengetahui letak geografisnya. Lebih dari itu, kisah di balik makam tersebut mengingatkan kita tentang sosok sahabat yang memiliki keimanan luar biasa.
Abu Bakar dikenal sebagai pribadi yang jujur, dermawan, rendah hati, dan selalu mengutamakan kepentingan agama. Beliau tidak hanya mendampingi Rasulullah ketika masa-masa sulit, tetapi juga menjadi pemimpin yang berhasil menjaga persatuan umat Islam setelah wafatnya Nabi.
Nilai-nilai itulah yang seharusnya menjadi teladan bagi setiap muslim. Meneladani akhlak Abu Bakar tentu jauh lebih penting daripada sekadar mengetahui lokasi makamnya.
Baca Juga: Makam Rasulullah Berada di Kota Apa? Ini Jawaban & Sejarahnya
Mengikuti Jejak Sejarah Dengan Memperbanyak Tilawah
Jadi, makam Abu Bakar berada di dalam Al-Hujrah asy-Syarifah, kawasan yang kini menjadi bagian dari Masjid Nabawi di Madinah. Beliau dimakamkan di samping Rasulullah SAW sesuai wasiatnya, kemudian diikuti oleh Umar bin Khattab beberapa tahun setelahnya.
Meski makam tersebut tidak dapat dilihat secara langsung, kisah perjuangan Abu Bakar tetap hidup dan menjadi inspirasi bagi umat Islam hingga sekarang. Semangat beliau dalam menjaga keimanan, membela Rasulullah, serta mencintai Al-Qur’an patut menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu cara terbaik untuk mengikuti jejak para sahabat adalah dengan semakin dekat kepada Al-Qur’an. Luangkan waktu setiap hari untuk membaca, memahami, dan mengamalkan isi kandungannya agar hati semakin tenang dan keimanan terus bertambah.
Agar aktivitas membaca Al-Qur’an menjadi lebih mudah dan nyaman, gunakan Safwan Quran. Dilengkapi tajwid warna, terjemah per kata sesuai standar Kemenag RI, transliterasi Latin, panduan makharijul huruf, Asbabun Nuzul, Asmaul Husna, hingga kumpulan hadis pilihan, Safwan Quran membantu anak-anak, pemula, maupun orang dewasa belajar Al-Qur’an dengan lebih praktis.
Mari lengkapi ibadah tilawah dengan Al-Qur’an terbaik dari Safwan Quran sebagai teman belajar dan beramal sepanjang hayat.


