Safwanquran.com– Makam Abu Bakar As-Siddiq adalah terletak di dalam kompleks Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi. Lebih tepatnya, makam beliau berada di al-Hujrah an-Nabawiyyah, yaitu ruangan yang dahulu merupakan kamar Aisyah radhiyallahu ‘anha. Di tempat yang sama juga terdapat makam Rasulullah dan Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu.
Lantas, sebenarnya makam Abu Bakar As-Siddiq adalah terletak di mana? Mengapa beliau dimakamkan di samping Rasulullah ? Dan apakah makam tersebut bisa diziarahi? Simak penjelasannya berikut.
Siapa Abu Bakar As-Siddiq?
Sebelum membahas makam Abu Bakar As-Siddiq adalah terletak di mana, ada baiknya mengenal sosok beliau terlebih dahulu.
Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu memiliki nama masyhur ‘Abdullah bin ‘Utsman bin ‘Amir at-Taimi al-Qurasyi. Beliau berasal dari Bani Taim, salah satu kabilah Quraisy di Makkah.
Abu Bakar termasuk as-sābiqūn al-awwalūn, yaitu orang-orang yang termasuk generasi awal menerima Islam. Beliau juga dikenal sebagai salah satu sahabat yang paling dekat dengan Rasulullah.
Kedekatan tersebut terlihat dalam berbagai peristiwa penting. Abu Bakar menemani Rasulullah ketika hijrah dan bersama beliau berada di Gua Tsur. Beliau juga merupakan ayah dari Aisyah radhiyallahu ‘anha, salah satu istri Rasulullah.
Julukan ash-Shiddiq sendiri memiliki makna orang yang sangat membenarkan atau sangat jujur. Julukan ini erat kaitannya dengan keteguhan Abu Bakar dalam membenarkan Rasulullah, termasuk ketika sebagian orang meragukan peristiwa Isra dan Mi’raj.
Masa Kekhalifahan Abu Bakar As-Siddiq
Setelah Rasulullah wafat pada tahun 11 H atau 632 M, Abu Bakar dibaiat sebagai khalifah pertama umat Islam. Masa kepemimpinannya berlangsung sekitar dua tahun, hingga beliau wafat pada 13 H atau 634 M.
Meski relatif singkat, masa kekhalifahan Abu Bakar memiliki peran besar dalam menjaga persatuan umat Islam. Beliau menghadapi kelompok yang murtad, orang-orang yang menolak membayar zakat, serta nabi-nabi palsu.
Pada masa pemerintahannya pula dimulai proses pengumpulan ayat-ayat Al-Qur’an dalam satu kumpulan tertulis. Langkah tersebut dilakukan setelah banyak penghafal Al-Qur’an gugur dalam peperangan.
Abu Bakar kemudian wafat di Madinah dan dimakamkan di dekat Rasulullah, sesuai dengan wasiatnya.
Mengapa Abu Bakar Dimakamkan di Samping Rasulullah?
Ada beberapa hal yang menjelaskan mengapa makam Abu Bakar As-Siddiq adalah terletak di samping makam Rasulullah.
1. Abu Bakar Memiliki Wasiat untuk Dimakamkan di Samping Rasulullah

Menjelang wafat, Abu Bakar berwasiat kepada putrinya, Aisyah radhiyallahu ‘anha, agar dirinya dimakamkan di sisi Rasulullah.
Dalam sejumlah riwayat sejarah disebutkan bahwa beliau meminta agar jasadnya dikuburkan di sisi sahabatnya, yaitu Rasulullah.
Aisyah kemudian mengizinkan jenazah ayahnya dimakamkan di kamar tersebut. Jadi, keberadaan makam Abu Bakar di samping Rasulullah bukanlah sesuatu yang terjadi tanpa alasan, tetapi berkaitan dengan wasiat beliau dan izin Aisyah radhiyallahu ‘anha.
2. Abu Bakar Sangat Dekat dengan Rasulullah

Abu Bakar dikenal sebagai salah satu sahabat yang memiliki kedekatan paling erat dengan Rasulullah.
Beliau selalu mendukung dakwah Nabi, menemani perjalanan hijrah, serta mengorbankan harta dan tenaganya untuk Islam.
Karena itu, kedekatan Abu Bakar dengan Rasulullah tidak hanya terlihat dalam kehidupan beliau, tetapi juga menjadi bagian dari sejarah setelah wafatnya.
3. Rasulullah Dimakamkan di Tempat Beliau Wafat

Makam Abu Bakar As-Siddiq adalah terletak di tempat yang sama dengan makam Rasulullah , yaitu di al-Hujrah an-Nabawiyyah, kamar Aisyah radhiyallahu ‘anha. Tempat tersebut menjadi lokasi wafatnya Rasulullah sekaligus tempat beliau dimakamkan.
Ketika Abu Bakar wafat, beliau kemudian dimakamkan di kamar tersebut sesuai dengan wasiatnya. Aisyah radhiyallahu ‘anha juga memberikan izin agar jenazah ayahnya dimakamkan di sisi Rasulullah .
Baca Juga: Masjid Nabawi Adalah Masjid Kedua dalam Islam. Ini Faktanya
Di Mana Tepatnya Makam Abu Bakar As-Siddiq?
Makam Abu Bakar As-Siddiq adalah terletak di dalam al-Hujrah an-Nabawiyyah di kompleks Masjid Nabawi, Madinah. Dahulu, tempat tersebut merupakan kamar Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Setelah Masjid Nabawi mengalami berbagai perluasan dari masa ke masa, kamar tersebut kini menjadi bagian dari kompleks masjid. Area ini berada di sisi timur Masjid Nabawi dan dikenal luas karena berada di kawasan Kubah Hijau.
Namun, perlu diluruskan bahwa Kubah Hijau bukanlah kubah yang menaungi makam Abu Bakar secara khusus. Kubah tersebut berada di atas kawasan al-Hujrah asy-Syarifah, tempat makam Rasulullah bersama Abu Bakar dan Umar berada.
Susunan Makam Rasulullah, Abu Bakar, dan Umar
Makam Abu Bakar As-Siddiq adalah terletak di dalam al-Hujrah asy-Syarifah, di dalamnya terdapat tiga makam yang sangat dikenal dalam sejarah Islam, yaitu:
- Rasulullah Muhammad .
- Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.
- Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu.
Abu Bakar dimakamkan terlebih dahulu di sebelah Rasulullah. Beberapa tahun kemudian, Umar bin al-Khattab juga dimakamkan di tempat tersebut setelah meminta izin kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha.
Dengan demikian, ketiga makam tersebut berada dalam satu ruangan. Posisi makam Abu Bakar berada di antara makam Rasulullah dan Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu.
Apakah Makam Abu Bakar Bisa Dilihat Secara Langsung?
Makam Abu Bakar As-Siddiq adalah terletak di dalam al-Hujrah asy-Syarifah, bersama makam Rasulullah dan Umar bin al-Khattab. Namun, makam Abu Bakar tidak terbuka dan tidak dapat dilihat secara langsung oleh jamaah karena ketiga makam berada di balik dinding dan pagar pelindung.
Jamaah dapat menyampaikan salam dari area yang telah ditentukan. Karena itu, ziarah bukan berarti memasuki ruangan makam atau menyentuh makam secara langsung.
Ketika berziarah, jamaah sebaiknya menjaga ketenangan, tidak berdesak-desakan, serta tidak menyentuh, mencium, atau mengusap pagar makam. Doa dan permohonan juga tetap ditujukan hanya kepada Allah.
Bagaimana Adab Berziarah ke Makam Abu Bakar?
Jika mendapatkan kesempatan berziarah di Masjid Nabawi, lakukan dengan tenang dan tetap menjaga adab.
Secara umum, jamaah dapat:
- Mengucapkan salam kepada Rasulullah.
- Mengucapkan salam kepada Abu Bakar ash-Shiddiq radhiyallahu ‘anhu.
- Mengucapkan salam kepada Umar bin al-Khattab radhiyallahu ‘anhu.
- Menjaga suara dan tidak mengganggu jamaah lain.
- Tidak menyentuh atau mencium pagar makam.
- Tidak meminta pertolongan atau hajat kepada penghuni makam.
- Memanjatkan doa hanya kepada Allah.
Perlu diketahui juga, ziarah makam Abu Bakar bukan merupakan rukun, wajib, ataupun syarat sah haji dan umrah. Ziarah dapat menjadi kesempatan untuk mengenang perjuangan para sahabat sekaligus mengambil pelajaran dari kehidupan mereka.
Baca Juga: Makam Rasulullah Berada di Kota Apa? Ini Jawaban & Sejarahnya
Teladan Abu Bakar As-Siddiq yang Bisa Kita Ambil
Membahas makam Abu Bakar As-Siddiq adalah terletak di mana bukan sekadar mencari tahu sebuah lokasi. Di baliknya ada kisah tentang sahabat yang begitu teguh dalam keimanan, setia mendampingi Rasulullah, serta rela berkorban demi Islam.
Karena itu, mengenang Abu Bakar bukan hanya tentang tempat beliau dimakamkan, tetapi juga tentang meneladani kejujuran, keteguhan, dan kecintaan beliau kepada Rasulullah. Jika belum berkesempatan berziarah langsung ke Madinah, kita tetap bisa mengenang perjuangan beliau dengan mempelajari sejarah Islam dan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.
Lengkapi perjalanan belajar Al-Qur’an bersama Safwan Quran, yang hadir dengan tajwid warna, terjemah per kata sesuai standar Kemenag RI, transliterasi Latin, panduan makharijul huruf, Asbabun Nuzul, Asmaul Husna, hingga kumpulan hadis pilihan.
Desain full color dan nyaman dibaca membuatnya cocok untuk anak-anak, pemula, maupun orang dewasa yang ingin lebih mudah memahami dan mencintai Al-Qur’an setiap hari.


