Safwanquran.com – Masjid Nabawi adalah salah satu masjid paling istimewa dalam sejarah Islam. Letaknya di jantung Kota Madinah, dan kehadirannya bukan sekadar bangunan ibadah, tetapi saksi hidup perjalanan dakwah Rasulullah SAW dan tumbuhnya peradaban Islam. Banyak orang mengenalnya sebagai masjid kedua paling mulia setelah Masjidil Haram, namun tidak semua memahami bagaimana sejarah, perkembangan, dan fakta unik di balik kemegahannya.
Melalui artikel ini, kita akan mempelajari dengan lebih bermakna tentang Masjid Nabawi, mulai dari awal pembangunannya, perluasan dari masa ke masa, hingga fakta-fakta unik yang membuatnya begitu istimewa.
Sejarah Singkat Pembuatan Masjid Nabawi
Masjid Nabawi merupakan masjid yang dibangun langsung oleh Nabi Muhammad pada bulan Rabiul Awal tahun 1 Hijriah atau 622 Masehi, tak lama setelah hijrah ke Madinah.
Dalam prosesnya, Nabi turut terjun langsung membersihkan area masjid dari puing bangunan, kuburan musyrik, hingga pohon-pohon kurma. Awalnya, masjid nabawi merupakan bangunan sederhana dengan ukuran sekitar 35 × 30 meter. Lantainya masih berupa tanah berbatu, dindingnya tersusun dari batu dan tanah setinggi kurang lebih satu hasta, sementara atapnya dibuat dari pelepah kurma yang disangga batang pohon kurma.
Terdapat tiga pintu utama, yakni Bab Salam, Bab Rahmah, dan Bab Jibril, yang menghadap ke arah utara. Sejak awal, Masjid Nabawi berfungsi multifungsi sebagai tempat shalat, pusat pembelajaran, dan ruang musyawarah umat.
Seiring bertambahnya jumlah kaum Muslimin, Nabi melakukan perluasan pada tahun 7 Hijriah dengan menambah panjang dan lebar masjid masing-masing sekitar 20 hasta. Pada masa Umar bin Khattab, perluasan kembali dilakukan dari tiga sisi hingga luas masjid mencapai sekitar 3.575 meter persegi.
Selanjutnya, Utsman bin Affan membangun ulang Masjid Nabawi pada tahun 29 Hijriah menggunakan batu dan kayu jati dari Habasyah. Pada masa ini pula diperkenalkan mihrab pertama dan pintu-pintu berlapis besi.
Setelah proses pembangunan selama sekitar 10 bulan, luas masjid mencapai kurang lebih 4.071 meter persegi.
Perkembangan Masjid Nabawi berlanjut pada masa dinasti-dinasti Islam. Walid bin Abdul Malik memperluas masjid pada tahun 88–91 Hijriah dengan hiasan mosaik yang indah. Pada era Abbasiyah, Khalifah Al-Mahdi melakukan renovasi besar hingga luasnya mencapai sekitar 8.890 meter persegi. Memasuki masa Ottoman, Sultan Suleiman dan Sultan Abdul Majid menambahkan kubah, kaligrafi Alquran, serta elemen arsitektur yang memperkuat keindahan masjid.
Di era modern, Raja Fahd melakukan ekspansi besar antara tahun 1985–1992 M. Masjid Nabawi diperluas hingga mencapai sekitar 165.000 meter persegi dengan penggunaan beton bertulang, sistem pendingin udara, dan 10 menara megah.
Fakta – Fakta Unik yang Ada Pada Masjid Nabawi
Masjid Nabawi menyimpan banyak fakta menarik yang menggambarkan keagungan spiritual sekaligus kecanggihan arsitekturnya. Tak heran jika masjid nabawi adalah masjid suci kedua dalam Islam yang selalu menjadi pusat perhatian umat Muslim dari seluruh dunia. Berikut enam fakta unik Masjid Nabawi yang sarat makna, ditelusuri dari sejarah hingga perkembangannya saat ini.
1. Wakaf Pertama Rasulullah SAW

Masjid Nabawi adalah wakaf pertama yang dilakukan langsung oleh Nabi Muhammad SAW setelah hijrah ke Madinah pada tahun 1 Hijriah. Lokasinya berada di tanah milik dua anak yatim dari Bani Najjar yang dengan penuh keikhlasan mewakafkannya.
Nabi SAW pun ikut terlibat dalam proses pembangunan. Sejak awal, masjid nabawi sudah menjadi pusat kegiatan umat, bukan hanya untuk shalat, tetapi juga tempat belajar, bermusyawarah, dan membangun fondasi masyarakat Muslim.
2. Pahala Shalat 1.000 Kali Lipat
Salah satu keutamaan terbesar Masjid Nabawi adalah pahala shalat di dalamnya. Satu rakaat shalat di Masjid Nabawi bernilai 1.000 kali lipat dibandingkan masjid lain, kecuali Masjidil Haram.
Hadits Nabi SAW menjelaskan keistimewaan ini, sehingga masjid nabawi adalah masjid yang menjadi tujuan utama jamaah haji dan umrah untuk memperbanyak ibadah, khususnya di area Rawdah yang dikenal sebagai taman surga.
3. Kubah Hijau dan Makam Nabi
Atap langit berwarna hijau ini menjadi ikon Masjid Nabawi yang sangat dikenal. Kubah ini dibangun pada masa Ottoman untuk menaungi makam Nabi Muhammad SAW yang berada di bekas kamar Aisyah RA. Di area yang sama terdapat makam Abu Bakar dan Umar RA. Bahkan, diyakini masih ada ruang kosong yang disiapkan bagi Nabi Isa AS kelak.
Hal ini menegaskan bahwa masjid nabawi adalah tempat yang sarat nilai sejarah sekaligus keyakinan akhir zaman.
Baca Juga: Makam Rasulullah Berada di Kota Apa? Ini Jawaban & Sejarahnya
4. Payung Raksasa Otomatis
Di pelataran Masjid Nabawi, terdapat ratusan payung kanopi raksasa berdiameter sekitar 18 meter. Payung ini dirancang dengan teknologi modern dan dapat terbuka otomatis saat Subuh serta menutup menjelang Maghrib.
Fungsinya bukan sekadar estetika, tetapi melindungi ratusan ribu jamaah dari teriknya panas Madinah. Dari sini terlihat bahwa masjid nabawi menjadi tempat yang sangat mementingkan kenyamanan dalam beribadah, serta memuliakan orang yang beribadah di dalamnya.
5. Tiga Mihrab yang Berbeda Fungsi
Berbeda dari kebanyakan masjid, Masjid Nabawi memiliki tiga mihrab dengan fungsi masing-masing. Mihrab Nabi menjadi yang paling utama, Mihrab Utsman digunakan sebagai tempat imam memimpin shalat, dan Mihrab Tahajjud dikhususkan untuk shalat malam. Keunikan ini menunjukkan bahwa masjid nabawi adalah masjid yang terus beradaptasi dengan kebutuhan umat dari masa ke masa.
6. Pita Penurun Suhu di Lantai Masjid
Salah satu inovasi modern yang menarik adalah pita berwarna biru di area lantai utara Masjid Nabawi. Material khusus pada bagian ini mampu menurunkan suhu hingga beberapa derajat, menciptakan kesejukan alami bagi jamaah.
Inovasi ini merupakan bagian dari ekspansi besar di era modern, membuktikan bahwa masjid nabawi adalah ruang ibadah yang mengutamakan kenyamanan tanpa mengurangi kekhusyukan.
Dengan berbagai fakta unik yang dimiliki masjid nabawi tersebut, maka sangat terlihat jelas bahwa Masjid Nabawi tidak hanya mampu memikat jamaah secara fisik, tetapi juga mengajak setiap pengunjungnya untuk merenung, memperdalam iman, dan semakin dekat kepada Allah SWT.
Baca Juga: Kapan Masjid Nabawi dibangun? Pelajari Sejarah & Fungsinya
Masjid Nabawi Adalah Pengingat untuk Mendekat pada Al-Qur’an
Melihat sejarah dan kemuliaan Masjid Nabawi, kita diingatkan bahwa masjid bukan sekadar bangunan megah. Ia adalah tempat hati kembali tenang, tempat ayat-ayat Allah dibaca, direnungi, dan diamalkan.
Kalau belum bisa beribadah langsung di Masjid Nabawi, kita tetap bisa meneladani semangatnya dengan memperbanyak tilawah dan tadabbur Alquran di mana pun berada. Luangkan waktu untuk bertafakur, membuka mushaf, dan mendekatkan diri kepada Allah melalui firman-Nya.
Jika kamu sedang mencari Al-Qur’an yang nyaman dibaca, rapi, dan cocok untuk menemani ibadah harian, Safwan Quran bisa menjadi pilihan. Dengan mushaf berkualitas yang memiliki fitur lengkap seperti fitur tajwid warna, transliterasi latin, hingga QR video, maka membaca Alquranpun terasa lebih khusyuk dan menyenangkan.
Semoga setiap ayat yang kita baca menjadi jalan untuk mendekatkan hati kepada Allah, sebagaimana Masjid Nabawi menjadi pusat cahaya bagi umat Islam sepanjang zaman.


