Safwanquran.com – Orang yang berhasil menghafal Alquran disebut hafiz apabila laki-laki dan hafizah apabila perempuan. Istilah lain yang juga digunakan adalah huffaz untuk para penghafal Alquran, serta hamalul Qur’an bagi orang yang tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami dan mengamalkannya.
Untuk memahami lebih jauh tentang istilah, keutamaan, dan tanggung jawab seorang penghafal Alquran, mari lanjutkan membaca penjelasan berikutnya.
Orang yang Hafal Alquran Disebut Apa?
Jawaban yang paling umum adalah hafiz untuk laki-laki dan hafizah untuk perempuan. Kedua istilah ini sudah sangat dikenal di kalangan umat Islam sebagai sebutan bagi seseorang yang berhasil menghafal Alquran.
Namun, dalam literatur Islam, ternyata ada beberapa istilah lain yang juga digunakan. Berikut penjelasannya.
- Hafiz atau Hafidz
Hafiz (حافظ) merupakan sebutan bagi laki-laki yang memiliki hafalan Alquran. Di Indonesia, penulisannya sering dijumpai dalam bentuk hafidz, meskipun keduanya merujuk pada istilah yang sama.
- Hafizah atau Hafidzah
Untuk perempuan, istilah hafal alquran disebut hafizah. Ada pula yang menuliskannya sebagai hafidzah atau hafidzoh, namun secara makna tetap mengacu pada perempuan yang menghafal Alquran.
- Huffaz
Jika jumlah penghafal Alquran lebih dari satu, istilah hafal alquran disebut huffaz. Kata ini merupakan bentuk jamak dari hafiz yang berarti para penghafal Alquran secara keseluruhan.
- Hamil Al-Qur’an atau Hamalul Qur’an
Selain hafiz, ada pula istilah ḥāmil al-Qur’an atau ḥamalul Qur’an. Secara bahasa, istilah ini berarti “pembawa Alquran”.
Maknanya bukan hanya menghafal ayat demi ayat, tetapi juga membawa Alquran dalam kehidupan melalui pemahaman, akhlak, dan amal sehari-hari. Karena itu, istilah ini sering digunakan dalam hadis untuk menggambarkan kemuliaan orang yang benar-benar menjaga Alquran.
Jadi, jika ada yang bertanya hafal Alquran disebut apa, jawabannya adalah:
- Hafiz untuk laki-laki.
- Hafizah untuk perempuan.
- Huffaz untuk para penghafal Alquran secara umum.
- Hamalul Qur’an bagi mereka yang menjaga sekaligus mengamalkan Alquran.
Makna di Balik Sebutan Hafiz
Mengetahui istilah orang yang hafal alquran disebut apa saja tentu belum cukup. Akan lebih baik jika kita juga memahami makna yang terkandung di dalamnya.
Kata hafiz berasal dari akar kata Arab yang berarti menjaga, memelihara, mengingat, atau menghafal. Oleh karena itu, seorang hafiz bukan hanya orang yang pernah menghafal 30 juz, tetapi juga terus menjaga hafalannya agar tetap kuat sepanjang hidup.
Sementara itu, istilah hamil Al-Qur’an berasal dari kata yang berarti membawa atau memikul. Maknanya lebih luas karena menunjukkan seseorang yang menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup.
Dengan kata lain, hafiz lebih menitikberatkan pada kemampuan menghafal dan menjaga bacaan Alquran. Sebaliknya, hamalul Qur’an menunjukkan seseorang yang tidak hanya hafal, tetapi juga memahami serta mengamalkan isi Alquran dalam setiap aspek kehidupannya.
Kapan Seseorang Layak Disebut Hafiz?
Banyak orang mengira bahwa siapa pun yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz otomatis menjadi hafiz. Padahal, dalam tradisi tahfiz, gelar tersebut memiliki standar tertentu.
Berikut beberapa kriteria yang umumnya dijadikan acuan.
- Hafal 30 Juz dengan Hafalan yang Kuat
Hafalan tidak sekadar pernah selesai, tetapi tetap terjaga dengan baik sehingga dapat dibaca tanpa melihat mushaf.
- Mampu Membaca Tanpa Mushaf
Seorang hafiz biasanya mampu melanjutkan bacaan dari berbagai bagian Alquran ketika diminta. Hal ini menunjukkan bahwa hafalannya benar-benar tersimpan dengan baik.
- Rajin Murajaah
Mengulang hafalan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses menghafal Alquran. Tanpa murajaah, hafalan akan mudah terlupakan.
- Menjaga Tajwid dan Akhlak
Hafalan yang baik harus diiringi bacaan yang benar sesuai tajwid. Selain itu, seorang hafiz juga berusaha mencerminkan akhlak Alquran dalam kesehariannya.
- Mendapat Pengakuan dari Guru
Dalam banyak lembaga tahfiz, seseorang biasanya diuji melalui simaan atau khataman di hadapan guru sebelum dinyatakan layak menyandang gelar hafiz.
Keutamaan Orang yang Menghafal Alquran
Selain mengetahui hafal Alquran disebut apa, penting juga memahami keutamaan yang Allah SWT janjikan bagi para penghafal Alquran.
1. Termasuk Sebaik-baik Manusia

Rasulullah SAW bersabda:
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Alquran dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari)
Hadits ini menunjukkan bahwa mempelajari, menghafal, menjaga, serta mengajarkan Alquran merupakan amalan yang sangat mulia. Seorang hafiz termasuk dalam golongan yang mendapatkan keutamaan tersebut apabila terus menjaga hafalan dan mengamalkannya.
2. Derajatnya Diangkat oleh Allah

Allah SWT meninggikan kedudukan orang-orang yang dekat dengan Alquran.
Di dunia, seorang hafiz sering dipercaya menjadi imam, guru mengaji, maupun teladan dalam membaca Alquran. Sementara di akhirat, terdapat hadis yang menjelaskan bahwa penghafal Alquran akan diminta membaca ayat demi ayat, kemudian naik satu tingkat surga sesuai hafalan yang dimilikinya.
Keutamaan ini menunjukkan bahwa hafal Alquran disebut hafidz, bukan sekadar prestasi, melainkan bekal menuju kehidupan akhirat.
Baca Juga: 7 Aplikasi Hafalan Quran yang Memudahkan Murojaah Harian
3. Mendapat Syafaat Alquran

Dalam hadis disebutkan bahwa Alquran akan memberikan syafaat kepada orang yang menjaganya.
Semakin banyak ayat yang dihafal dan terus diamalkan, semakin besar pula harapan memperoleh pertolongan Alquran pada hari kiamat. Hal inilah yang menjadi motivasi banyak muslim untuk terus menjaga hafalan mereka.
4. Memberikan Kemuliaan bagi Orang Tua

Keutamaan lain yang sangat istimewa adalah kemuliaan yang diberikan kepada kedua orang tua penghafal Alquran.
Rasulullah SAW menjelaskan bahwa orang tua yang mendidik anaknya dengan Alquran akan memperoleh mahkota cahaya yang sangat indah pada hari kiamat. Selain itu, penghafal Alquran juga mendapatkan pakaian kemuliaan sebagai bentuk penghormatan dari Allah SWT.
Ini menjadi pengingat bahwa setiap usaha menghafal Alquran tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri, tetapi juga menjadi hadiah terbaik untuk kedua orang tua.
Menghafal Alquran Bukan Sekadar Mengingat Ayat
Sering kali orang menganggap bahwa tujuan utama tahfiz hanyalah menyelesaikan hafalan 30 juz. Padahal, proses menghafal Alquran sejatinya adalah perjalanan panjang untuk membentuk karakter seorang muslim.
Seorang hafiz tidak hanya dituntut menjaga hafalan, tetapi juga menjaga lisannya, memperbaiki akhlaknya, memperbanyak ibadah, serta berusaha mengamalkan isi Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Karena itulah, para ulama selalu menekankan bahwa kualitas hafalan harus berjalan beriringan dengan kualitas amal. Semakin dekat seseorang dengan Alquran, seharusnya semakin baik pula perilakunya.
Baca Juga: Tips Mendidik Anak Jadi Hafiz Hafizah dengan Metode Menyenangkan
Yuk, Mulai Dekat dengan Alquran Bersama Safwan Quran
Sekarang kita sudah mengetahui bahwa hafal Alquran disebut hafiz untuk laki-laki, hafizah untuk perempuan, huffaz untuk para penghafal Alquran, serta hamalul Qur’an bagi mereka yang menjaga sekaligus mengamalkan Alquran.
Jika saat ini Anda sedang memulai kebiasaan membaca Alquran setiap hari atau ingin menghafalnya secara bertahap, memiliki mushaf yang nyaman tentu akan sangat membantu.
Safwan Quran menghadirkan berbagai pilihan mushaf yang dirancang agar proses membaca maupun menghafal Alquran menjadi lebih mudah.
Bagi yang sedang fokus tahfiz, tersedia Al-Qur’an Hafazan dengan fitur 8 blok warna dan metode 4 kode yang membantu memperkuat daya ingat. Mushaf ini juga dilengkapi tajwid berwarna, transliterasi latin, serta terjemahan per kata, sehingga cocok digunakan oleh pemula maupun yang sedang memperkuat hafalan.
Tersedia pula pilihan ukuran A4 dan A5 yang praktis dibawa ke mana saja, sehingga Anda dapat membaca maupun murajaah kapan pun dibutuhkan.
Mari mulai membiasakan diri membaca Alquran setiap hari dan jadikan Alquran sebagai sahabat sepanjang hidup.
Temukan mushaf terbaik dari Safwan Quran untuk menemani perjalanan belajar, membaca, dan menghafal Alquran dengan lebih nyaman dan menyenangkan.


