doa berlindung dari setan

Doa Berlindung dari Setan – Arab, Latin, Arti & Keutamaannya 

Safwanquran.com – Doa berlindung dari setan adalah bacaan isti’adzah yang diajarkan dalam Islam untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT dari godaan, bisikan, dan gangguan setan. Setan merupakan musuh manusia yang selalu berusaha menyesatkan dari jalan yang benar, sehingga seorang Muslim dianjurkan untuk selalu berlindung kepada Allah dalam berbagai keadaan.

Doa ini menjadi bentuk ikhtiar seorang hamba agar terjaga dari pengaruh buruk setan, baik saat membaca Al-Qur’an maupun dalam aktivitas sehari-hari ketika merasa terganggu oleh godaan atau waswas. Isti’adzah juga membantu menjaga hati tetap tenang dan fokus dalam beribadah.

Berikut akan dijelaskan bacaan doa, dalil, waktu pengamalan, serta keutamaannya.

Makna dan Tujuan Doa Berlindung dari Setan

Membaca doa berlindung dari setan memiliki beberapa tujuan, di antaranya:

  • Memohon perlindungan dari bisikan setan yang dapat mengganggu hati dan pikiran.
  • Menjaga diri dari godaan yang mengarah kepada kemaksiatan dan kesesatan.
  • Memohon keselamatan dari tipu daya setan.
  • Menguatkan ketergantungan seorang hamba kepada Allah SWT.
  • Membantu menjaga hati agar tetap tenang dan fokus dalam beribadah.

Dengan membaca isti’adzah, seorang Muslim mengakui bahwa dirinya membutuhkan pertolongan Allah dan tidak mampu menghadapi godaan setan hanya dengan kekuatannya sendiri.

Bacaan Doa Berlindung dari Setan

Ada beberapa lafadz doa perlindungan dari setan yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. Berikut beberapa di antaranya.

1. Doa dalam Surah Al-Mu’minun Ayat 97–98

doa berlindung dari setan

Allah SWT mengajarkan doa berikut:

Arab:

رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ ۝ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ

Latin:

Rabbi a’udzu bika min hamazatis syayathin, wa a’udzu bika rabbi an yahduruun.

Artinya:

“Ya Tuhanku, aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau, ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku.”

Doa ini secara langsung memohon perlindungan Allah dari bisikan dan kehadiran setan yang dapat mengganggu manusia.

2. Doa Perlindungan dari Gangguan Setan

doa berlindung dari setan

Salah satu lafaz yang disebutkan dalam hadis Abu Dawud adalah:

Arab:

أَعُوذُ بِاللَّهِ السَّمِيعِ الْعَلِيمِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ، مِنْ هَمْزِهِ وَنَفْخِهِ وَنَفْثِهِ

Latin:

A’udzu billahis-sami’il-‘alim, minasy syaithanir-rajim, min hamzihi wa nafkhihi wa naftsih.

Artinya:

“Aku berlindung kepada Allah, Rabb Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui, dari setan yang terkutuk, dari kegilaannya, kesombongannya, dan syairnya yang tercela.”

Lafaz ini menunjukkan bahwa perlindungan yang diminta bukan sekadar dari gangguan yang terlihat, tetapi juga dari berbagai bentuk tipu daya setan.

Baca Juga: Jangan Asal Berdoa! Ini Adab Berdoa Sesuai Sunnah yang Benar

3. Doa Perlindungan dari Setan, Binatang Berbisa, dan ‘Ain

doa berlindung dari setan

Ada pula doa perlindungan yang bersumber dari hadis:

Arab:

أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ

Latin:

A’udzu bikalimatillahit-tammah, min kulli syaithanin wa hammah, wa min kulli ‘ainin lammah.

Artinya:

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari segala setan dan binatang berbisa, dan dari pandangan mata jahat.”

Doa ini menunjukkan luasnya bentuk perlindungan yang dapat dimohonkan seorang Muslim kepada Allah SWT.

4. Doa Singkat A’udzu Billahi Minasy Syaitanir Rajim

doa berlindung dari setan

Lafaz yang paling umum dikenal adalah:

Arab:

أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Latin:

A’udzu billahi minasy syaitanir rajim.

Artinya:

“Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk.”

Lafaz singkat ini dikenal sebagai ta’awudz atau isti’adzah dan sangat umum dibaca sebelum membaca Al-Qur’an.

Dalil Doa Berlindung dari Setan dalam Al-Qur’an

Anjuran memohon perlindungan kepada Allah dari setan memiliki dasar yang jelas dalam Al-Qur’an. Dalam QS. An-Nahl ayat 98, Allah memerintahkan agar seseorang memohon perlindungan dari setan sebelum membaca Al-Qur’an. Ayat ini menjadi salah satu dasar utama membaca isti’adzah atau ta’awudz.

Sementara itu, QS. Al-A’raf ayat 200 mengajarkan agar seorang Muslim segera berlindung kepada Allah ketika mendapat godaan atau bisikan setan. Kedua ayat tersebut menunjukkan bahwa memohon perlindungan kepada Allah merupakan salah satu cara menghadapi gangguan dan godaan setan dalam kehidupan sehari-hari.

Kapan Doa Berlindung dari Setan Dibaca?

Doa berlindung dari setan dapat diamalkan dalam berbagai keadaan, terutama ketika ingin memohon perlindungan Allah dari godaan dan bisikan setan.

  1. Sebelum Membaca Al-Qur’an

Berdasarkan QS. An-Nahl ayat 98, isti’adzah dianjurkan sebelum membaca Al-Qur’an. Umumnya, urutannya adalah isti’adzah, basmalah, lalu membaca ayat Al-Qur’an.

  1. Saat Mengalami Godaan Setan

Ketika muncul waswas, dorongan bermaksiat, atau bisikan yang mengganggu, segera berlindung kepada Allah sebagaimana diajarkan dalam QS. Al-A’raf ayat 200.

  1. Dalam Shalat

Isti’adzah juga dibaca dalam shalat sebelum membaca Al-Fatihah. Dalam masalah ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai apakah dibaca pada setiap rakaat atau cukup pada rakaat pertama.

Karena terdapat perbedaan pendapat tersebut, umat Islam dapat mengikuti tuntunan mazhab atau guru yang dipercaya.

  1. Sebelum Tidur

Amalan perlindungan seperti membaca Ayat Kursi serta Surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas dapat dilakukan sebelum tidur.

  1. Saat Memulai Aktivitas

Isti’adzah juga dapat dibaca sebagai bentuk permohonan perlindungan Allah sebelum melakukan aktivitas yang baik.

Keutamaan Membaca Doa Berlindung dari Setan

Ada beberapa hikmah yang dapat diperoleh dari membiasakan membaca isti’adzah.

  1. Memohon Perlindungan Allah

Keutamaan utama doa ini adalah memohon Allah menjadi pelindung dari berbagai godaan dan tipu daya setan.

  1. Menjaga Hati dari Bisikan Setan

Isti’adzah menjadi bentuk permohonan agar hati dan pikiran dijauhkan dari waswas, rayuan, serta dorongan yang dapat membawa seseorang kepada keburukan.

  1. Membantu Menjaga Kekhusyukan

Terutama sebelum membaca Al-Qur’an, isti’adzah membantu seseorang mempersiapkan diri secara batin agar lebih fokus dan tidak mudah terganggu.

  1. Menguatkan Tawakal kepada Allah

Mengucapkan ta’awudz mengingatkan seorang Muslim bahwa perlindungan sejati hanya berasal dari Allah SWT. Manusia tetap perlu berikhtiar, tetapi hatinya bersandar kepada pertolongan Allah.

  1. Menjadi Pengingat untuk Menjauhi Maksiat

Isti’adzah bukan berarti seseorang cukup membaca doa lalu bebas melakukan apa saja. Doa perlu disertai usaha untuk menjauhi lingkungan, kebiasaan, dan perbuatan yang dapat membuka jalan menuju kemaksiatan.

Baca Juga: Kapan Waktu yang Utama untuk Berdoa? Ini Waktu Mustajab dalam Islam

Membiasakan Membaca Al-Qur’an Setiap Hari

Membaca doa berlindung dari setan sebelum tilawah dapat menjadi salah satu kebiasaan baik yang membuat aktivitas membaca Al-Qur’an terasa lebih terarah. Setelah membaca isti’adzah, luangkan waktu untuk membaca Al-Qur’an meskipun hanya beberapa ayat setiap hari.

Supaya proses tilawah menjadi lebih mudah dan menyenangkan, Safwan Quran hadir dengan berbagai fitur yang membantu pembaca memahami sekaligus memperbaiki bacaan Al-Qur’an. Di dalamnya terdapat tajwid berwarna, terjemah per kata sesuai standar Kemenag RI, transliterasi Latin, panduan makharijul huruf, Asbabun Nuzul, Asmaul Husna, hingga kumpulan hadis pilihan.

Dengan desain full color dan kualitas cetak yang nyaman di mata, Safwan Quran cocok digunakan oleh anak-anak, pemula, maupun orang dewasa yang ingin lebih mudah membaca, memahami, dan mencintai Al-Qur’an.

Mari konsisten dan jadikan tilawah sebagai bagian dari rutinitas harian dengan alquran terbaik dari Safwan Quran!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top