Tanda-tanda kematian menurut Al Qur’an tidak berupa ramalan atau gejala yang dapat menentukan kapan seseorang meninggal. Al-Qur’an menegaskan bahwa kematian adalah kepastian bagi setiap manusia, tetapi waktu datangnya ajal hanya diketahui oleh Allah.
Al-Qur’an juga tidak menyebut tanda kematian 100 hari, 40 hari, atau 3 hari sebelumnya. Pembahasannya lebih menekankan hakikat kematian, kepastian ajal, dan proses sakaratul maut ketika ajal tiba.
Apakah Al-Qur’an Menjelaskan Tanda-Tanda Kematian?
Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami bahwa banyak informasi yang beredar di masyarakat mengenai tanda kematian, seperti 100 hari, 40 hari, 7 hari, atau 3 hari sebelum meninggal, tidak berasal dari Al-Qur’an.
Al-Qur’an justru menegaskan bahwa ajal adalah rahasia Allah SWT. Tidak ada seorangpun yang mampu mengetahui kapan waktunya akan tiba.
Allah SWT berfirman:
“Dan tidak ada seseorang yang akan mati kecuali dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya.” (QS. Ali ‘Imran: 145)
Dalam ayat lain Allah juga berfirman:
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati…” (QS. Ali ‘Imran: 185)
Dari kedua ayat tersebut dapat dipahami bahwa kematian merupakan ketetapan Allah yang pasti terjadi.
5 Tanda-tanda kematian menurut Al Qur’an
Berikut ini tanda tanda kematian yang bersumber dari alquran dan penjelasan ulama.
1. Datangnya Sakaratul Maut yang Tidak Bisa Dihindari

Salah satu tanda-tanda kematian menurut Al Qur’an yang dijelaskan secara jelas adalah datangnya sakaratul maut. Fase ini merupakan saat ketika ajal benar-benar telah tiba dan tidak ada seorang pun yang mampu menghindarinya.
“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya.” (QS. Qaf: 19)
Sakaratul maut adalah proses pencabutan nyawa yang disertai rasa sakit dan kegoncangan yang sangat berat. Ayat ini menegaskan bahwa ketika kematian datang, manusia akan menyadari kenyataan yang selama ini sering diabaikan.
2. Betis Bertemu Betis sebagai Gambaran Lemahnya Tubuh

Di antara tanda-tanda kematian menurut Al Qur’an yang dijelaskan secara langsung adalah kondisi tubuh yang kehilangan kekuatan ketika nyawa akan dicabut.
“Dan bertautlah betis (kiri) dengan betis (kanan).” (QS. Al-Qiyamah: 29)
Banyak ulama tafsir menjelaskan bahwa ayat ini menggambarkan tubuh yang sudah sangat lemah saat menghadapi sakaratul maut. Kaki tidak lagi mampu menopang badan sehingga betis seakan saling bertemu akibat hilangnya kekuatan.
Ayat ini bukan menjelaskan tanda kematian jauh hari sebelumnya, melainkan kondisi fisik seseorang ketika ajal sudah benar-benar datang.
Baca Juga: Ahli Surga Adalah Orang yang Memiliki Ciri Ini, Sudah Tahu?
3. Nyawa Sampai di Kerongkongan

Al-Qur’an juga menggambarkan proses sakaratul maut ketika nyawa mulai mencapai kerongkongan. Hal ini menjadi salah satu tanda-tanda kematian menurut Al Qur’an yang paling sering dijadikan rujukan para ulama.
“Sekali-kali tidak. Apabila (nafas) telah sampai di kerongkongan, dan dikatakan (kepadanya): ‘Siapa yang dapat menyembuhkan?’ Dan dia yakin bahwa itulah waktu perpisahan (dengan dunia).” (QS. Al-Qiyamah: 26–28)
Ayat ini menggambarkan kondisi ketika seseorang berada di ambang kematian. Saat itu, keluarga maupun orang-orang di sekitarnya menyadari bahwa tidak ada lagi yang mampu menahan datangnya ajal.
Karena itu, tanda-tanda kematian menurut Al Qur’an lebih menekankan proses pencabutan nyawa, bukan memberikan informasi mengenai hitungan hari sebelum seseorang meninggal.
4. Orang Zalim Mengalami Sakaratul Maut yang Sangat Berat

Tidak semua orang mengalami proses sakaratul maut dengan keadaan yang sama. Al-Qur’an menjelaskan bahwa orang-orang zalim akan menghadapi proses pencabutan nyawa yang sangat berat.
“Dan alangkah dahsyatnya sekiranya kamu melihat, ketika orang-orang yang zalim itu berada dalam sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangannya (sambil berkata): ‘Keluarkanlah nyawamu!'” (QS. Al-An’am: 93)
Ayat ini menggambarkan bagaimana malaikat mencabut nyawa orang-orang yang durhaka dengan cara yang keras sebagai bentuk balasan atas perbuatannya.
Meski demikian, ayat ini bukan berarti semua orang akan mengalami hal yang sama. Sebaliknya, ayat tersebut menjelaskan bahwa tanda-tanda kematian juga menunjukkan adanya perbedaan kondisi sakaratul maut sesuai amal seseorang selama hidup di dunia.
5. Terbukanya Penglihatan terhadap Alam Gaib

Salah satu tanda-tanda kematian menurut Al Qur’an yang bersifat spiritual adalah terbukanya penglihatan seseorang terhadap alam yang sebelumnya tidak terlihat.
“Sungguh, kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan tutup (yang menutupi) matamu, sehingga penglihatanmu pada hari itu sangat tajam.”
(QS. Qaf: 22)
Menurut penjelasan para ulama, ketika sakaratul maut datang, Allah membuka tabir yang selama ini menutupi pandangan manusia. Pada saat itu, seseorang mulai melihat malaikat serta hakikat kehidupan akhirat yang sebelumnya tidak tampak.
Benarkah Ada Tanda 100 Hari atau 40 Hari Sebelum Meninggal?
Di masyarakat sering beredar cerita mengenai tanda-tanda seperti:
- tubuh bergetar 100 hari sebelum meninggal,
- denyut di bagian tubuh tertentu 40 hari sebelumnya,
- hingga berbagai tanda lainnya yang dikaitkan dengan hitungan hari.
Padahal, semua penjelasan tersebut tidak disebutkan secara eksplisit dalam Al-Qur’an.
Sebagian besar berasal dari riwayat yang lemah (dha’if), cerita populer, atau penafsiran yang tidak memiliki landasan yang kuat.
Karena itu, ketika menemukan informasi mengenai tanda kematian yang disertai hitungan hari tertentu, sebaiknya umat Islam melakukan tabayun dan memastikan sumbernya terlebih dahulu.
Isyarat Umum yang Disebut Al-Qur’an
Walaupun tidak memberikan ramalan kapan seseorang meninggal, Al-Qur’an menjelaskan bahwa manusia akan mengalami fase kehidupan yang berakhir dengan kelemahan.
Allah SWT menerangkan bahwa manusia diciptakan dalam keadaan lemah, kemudian menjadi kuat, lalu kembali lemah dan beruban sebagaimana disebutkan dalam QS. Ar-Rum ayat 54.
Proses penuaan seperti rambut memutih, tenaga berkurang, daya ingat melemah, dan tubuh yang semakin renta merupakan pengingat bahwa kehidupan dunia memiliki batas.
Namun, hal tersebut bukan penanda pasti seseorang akan segera meninggal, melainkan pengingat agar manusia mempersiapkan bekal menuju akhirat.
Hikmah Memahami Tanda-Tanda Kematian Menurut Al Qur’an
Mempelajari tanda-tanda kematian menurut Al Qur’an bukan bertujuan untuk menebak kapan ajal datang.
Sebaliknya, ada beberapa hikmah yang bisa diambil, antara lain:
- menyadari bahwa kehidupan dunia hanya sementara,
- memperbanyak taubat sebelum terlambat,
- meningkatkan kualitas ibadah,
- memperbanyak amal saleh,
- menjaga hubungan baik dengan sesama,
- mempersiapkan diri menghadapi kehidupan setelah kematian.
Semakin sering seseorang mengingat kematian, semakin besar pula dorongan untuk memperbaiki diri.
Persiapkan Bekal Sebelum Kematian Datang
Karena tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajalnya tiba, setiap muslim dianjurkan untuk selalu memperbanyak amal saleh.
Beberapa amalan yang dapat dilakukan antara lain:
- menjaga salat lima waktu,
- memperbanyak membaca Al-Qur’an,
- memperbanyak sedekah,
- berbakti kepada orang tua,
- memperbanyak istighfar dan taubat,
- menjaga silaturahmi.
Dengan demikian, ketika kematian datang, seorang muslim berharap memperoleh akhir kehidupan yang baik atau husnul khatimah.
Tanda-tanda husnul khatimah sendiri dijelaskan dalam berbagai hadis sahih, seperti mengucapkan kalimat tauhid sebagai ucapan terakhir dan meninggal dalam keadaan beramal saleh.
Baca Juga: Semua yang Hidup Akan Merasakan Mati. Ini Dalil & Penjelasannya
Membaca Alquran Setiap Hari Sebagai Bekal
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa tanda-tanda kematian menurut Al Qur’an bukanlah daftar ramalan tentang kapan seseorang akan meninggal.
Al-Qur’an lebih menekankan bahwa kematian merupakan ketetapan Allah yang pasti terjadi, sedangkan yang dijelaskan secara rinci adalah kondisi ketika sakaratul maut berlangsung, seperti datangnya sakaratul maut, nyawa sampai di kerongkongan, tubuh yang melemah, serta pencabutan ruh.
Oleh karena itu, daripada sibuk mencari tanda-tanda kematian, akan jauh lebih baik jika kita memanfaatkan waktu yang masih Allah berikan untuk memperbanyak ibadah dan membaca Al-Qur’an.
Setiap ayat yang kita baca menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara, sedangkan kehidupan akhirat adalah tujuan yang sesungguhnya.
Agar semakin semangat berinteraksi dengan Al-Qur’an setiap hari, gunakan mushaf yang nyaman dibaca dan mudah dipahami.
Safwan Quran hadir dengan tajwid warna, terjemahan yang jelas, serta fitur pendukung yang membantu proses belajar dan tadabbur Al-Qur’an.
Mari, jadikan membaca Al-Qur’an dengan Alquran dari Safwan Quran, sebagai rutinitas harian!


