Safwanquran.com – Makam Rosulullah SAW berada di dalam kompleks Masjid Nabawi, tepatnya di bawah Kubah Hijau. Awalnya, beliau dimakamkan di kamar Sayyidah Aisyah RA, tempat beliau wafat pada tahun 632 M. Setelah Masjid Nabawi diperluas, kamar tersebut menjadi bagian dari kompleks masjid tanpa memindahkan makamnya.
Di lokasi yang sama, dimakamkan pula Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA.
Benarkah Makam Rosulullah Berada di Dalam Masjid Nabawi?
Jawabannya adalah ya, tetapi tidak sejak awal. Secara historis, makam Rasulullah memang kini berada di dalam kompleks Masjid Nabawi. Namun, ketika Rasulullah SAW wafat pada tahun 632 M, lokasi tersebut sebenarnya bukan bagian dari masjid, melainkan kamar milik istri beliau, Sayyidah Aisyah RA.
Hal ini sesuai dengan sunnah bahwa para nabi dimakamkan di tempat mereka wafat. Rasulullah SAW mengembuskan napas terakhir di kamar Aisyah, sehingga beliau pun dimakamkan di tempat tersebut.
Barulah beberapa dekade kemudian, ketika Masjid Nabawi mengalami perluasan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Abdul Aziz, area kamar Aisyah ikut masuk ke dalam bangunan masjid. Meski demikian, posisi makam tidak pernah dipindahkan sedikit pun.
Nama Makam Rosulullah dan Sejarah Singkatnya
Dalam sejarah Islam, makam Rasulullah SAW dikenal dengan nama Al-Hujrah asy-Syarifah atau sering juga disebut Hujrah, yang berarti ruang atau kamar yang dimuliakan.
Istilah tersebut merujuk pada kamar sederhana milik Sayyidah Aisyah RA. Pada masa itu, rumah-rumah di Madinah dibangun dengan bahan yang sederhana, seperti tanah liat dan beratapkan pelepah kurma.
Kamar tersebut berdampingan langsung dengan Masjid Nabawi sehingga menjadi tempat yang sangat dekat dengan aktivitas dakwah Rasulullah SAW.
Setelah beliau wafat, kamar itu menjadi lokasi pemakaman sesuai ketentuan syariat. Seiring berjalannya waktu, bangunan di sekitar makam mengalami berbagai renovasi dan perluasan, tetapi ruang makam tetap dipertahankan pada lokasi aslinya.
Untuk menjaga kehormatan sekaligus keamanan, dibangun beberapa lapis dinding pelindung di sekeliling makam. Langkah ini dilakukan agar tidak terjadi tindakan yang dapat merusak atau mengganggu kesucian tempat tersebut.
Kini, area tersebut berada tepat di bawah Kubah Hijau yang menjadi salah satu ikon paling terkenal di Masjid Nabawi.
Di Mana Letak Makam Rosulullah?
Bagi yang belum pernah berkunjung ke Madinah, mungkin muncul pertanyaan lain, tepatnya di mana lokasi makam Rasulullah?
Lokasinya berada di bagian tenggara Masjid Nabawi, tepat di bawah Kubah Hijau atau Green Dome. Kubah ini menjadi penanda yang sangat mudah dikenali oleh para jamaah dari berbagai negara.
Di dalam ruang yang sama, tidak hanya dimakamkan Rasulullah SAW, tetapi juga dua sahabat terbaik beliau, yaitu:
- Abu Bakar Ash-Shiddiq RA
- Umar bin Khattab RA
Ketiganya dimakamkan secara berdampingan sesuai tata cara pemakaman Islam. Hingga saat ini, area makam tidak dapat dimasuki oleh jamaah karena dilindungi pagar dan beberapa lapis dinding sebagai bentuk penghormatan.
Para peziarah hanya dapat menyampaikan salam dari area khusus yang telah disediakan di luar ruang makam.
Mengapa Makam Rasulullah Tidak Dipindahkan?
Sebagian orang mungkin bertanya mengapa makam Rasulullah tidak dipindahkan ketika Masjid Nabawi diperluas.
Jawabannya karena Islam mengajarkan bahwa para nabi dimakamkan di tempat wafatnya. Oleh sebab itu, makam Rasulullah tetap berada di kamar Aisyah sebagaimana lokasi beliau wafat.
Ketika renovasi dan perluasan Masjid Nabawi dilakukan oleh para khalifah, yang diperluas adalah bangunan masjid di sekitarnya, bukan memindahkan makam.
Kebijakan tersebut sekaligus menjadi bentuk penghormatan terhadap Rasulullah SAW sekaligus menjaga keaslian sejarah Islam.
Adab Berziarah ke Makam Rosulullah
Mengunjungi makam Rosulullah merupakan impian banyak umat Islam. Namun, ziarah bukan sekadar datang untuk melihat lokasi makam, melainkan menjadi momen memperbanyak ibadah dan menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Berikut beberapa adab yang sebaiknya diperhatikan.
1. Luruskan Niat

Sebelum berangkat menuju makam, luruskan niat karena Allah SWT. Jadikan ziarah sebagai bentuk penghormatan kepada Rasulullah serta kesempatan memperbanyak ibadah, bukan sekadar wisata religi.
Perbanyak membaca shalawat sejak berada di Madinah agar hati semakin dipenuhi rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW.
2. Masuk Masjid Nabawi dengan Adab

Ketika memasuki Masjid Nabawi, awali langkah dengan kaki kanan sambil melafalkan doa masuk masjid.
Setelah itu, jika memungkinkan, kerjakan shalat tahiyyatul masjid dua rakaat. Banyak jamaah juga memanfaatkan kesempatan untuk beribadah di Raudhah sebelum menuju area penyampaian salam kepada Rasulullah SAW.
Baca Juga: Kisah Nabi Muhammad Saw Saat Hijrah Bersembunyi Di Gua Selama 3 Hari
3. Sampaikan Salam dengan Penuh Hormat

Ketika berada di depan area makam Rosulullah, bersikaplah tenang dan menjaga suara tetap pelan.
Ucapkan salam kepada Rasulullah SAW dengan penuh hormat, kemudian lanjutkan salam kepada Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA yang dimakamkan di samping beliau.
Tidak perlu berdesakan atau berlama-lama apabila kondisi sedang ramai agar tidak mengganggu jamaah lainnya.
4. Perbanyak Shalawat dan Doa

Setelah menyampaikan salam, perbanyak membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.
Anda juga dapat memanjatkan doa untuk diri sendiri, keluarga, maupun kaum muslimin. Namun perlu diingat bahwa doa hanya ditujukan kepada Allah SWT.
Jangan sampai melakukan praktik yang tidak dicontohkan, seperti meminta hajat kepada Rasulullah SAW atau melakukan tindakan berlebihan terhadap bangunan makam.
5. Jaga Sikap Selama Berada di Madinah

Selain menjaga adab di sekitar makam, usahakan memperbanyak amal saleh selama berada di Kota Madinah.
Perbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, bersedekah, dan menjaga akhlak kepada sesama jamaah. Dengan begitu, perjalanan ibadah menjadi lebih bermakna dan membawa keberkahan.
Hikmah di Balik Sejarah Makam Rosulullah
Memahami sejarah makam Rasulullah bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengingatkan kita akan kesederhanaan hidup Rasulullah SAW.
Beliau adalah manusia paling mulia, tetapi dimakamkan di kamar sederhana tempat beliau wafat. Tidak ada kemewahan ataupun bangunan megah pada awalnya.
Hal ini menjadi pelajaran bahwa kemuliaan seseorang tidak ditentukan oleh kemegahan dunia, melainkan oleh ketakwaan kepada Allah SWT.
Selain itu, sejarah makam juga menunjukkan bagaimana para sahabat dan generasi setelahnya begitu menjaga kehormatan Rasulullah. Berbagai lapisan dinding pelindung dibangun bukan untuk dikultuskan, tetapi demi menjaga keamanan dan kesucian makam dari berbagai ancaman.
Baca Juga: Makam Abu Bakar Berada di Mana? Ini Lokasi dan Sejarahnya
Menghormati Rasulullah dengan Semakin Dekat kepada Al-Qur’an
Mengenal sejarah makam Rosulullah memang dapat menumbuhkan rasa cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Namun, wujud cinta yang sesungguhnya bukan hanya dengan berziarah, melainkan juga dengan mengikuti ajaran yang beliau tinggalkan.
Salah satu warisan terbesar Rasulullah adalah Al-Qur’an. Karena itu, jadikan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an sebagai bagian dari rutinitas harian. Luangkan waktu setiap hari untuk tilawah, meskipun hanya beberapa halaman. Kebiasaan sederhana ini dapat menjadi jalan untuk semakin dekat kepada Allah SWT sekaligus meneladani Rasulullah SAW.
Agar pengalaman membaca Al-Qur’an semakin nyaman, pilihlah mushaf yang mudah dibaca, memiliki tampilan yang jelas, serta mendukung proses belajar.
Safwan Quran menghadirkan berbagai pilihan Al-Qur’an premium dengan desain elegan, tulisan yang nyaman di mata, dan kualitas cetak yang baik sehingga cocok digunakan untuk ibadah pribadi, hadiah keluarga, maupun orang tercinta.
Yuk, mulai biasakan membaca Al-Qur’an setiap hari bersama Alquran ternyaman dari Safwan Quran!


