Safwanquran.com – Pernahkah kamu merasa kebingungan harus bersikap seperti apa saat menjenguk teman, saudara, atau tetangga yang sedang sakit?
Di satu sisi, hati ingin hadir dan memberi semangat. Di sisi lain, kita juga takut jangan-jangan kehadiran kita membuat mereka capek atau tidak nyaman.
Dalam Islam, menjenguk orang sakit bukan sekadar datang lalu pulang. Ada nilai kepedulian, doa, dan kasih sayang yang menyertainya. Karena itu, adab mengunjungi orang sakit perlu diperhatikan supaya kunjungan kita benar-benar terasa menenangkan, bukan justru menambah beban bagi orang yang sedang berjuang untuk sembuh.
Lalu, seperti apa adab menjenguk orang sakit yang dianjurkan Rasulullah SAW? Yuk, kita bahas pelan-pelan berikut ini.
Hukum Mengunjungi Orang Sakit dalam Islam
Mayoritas ulama berpendapat bahwa hukum menjenguk orang sakit adalah sunnah muakkadah, yaitu amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan.
Sementara itu, sebagian ulama seperti yang dinisbatkan kepada Ibnu Taimiyah memandang bahwa menjenguk orang sakit bisa menjadi fardhu kifayah, yaitu kewajiban kolektif yang gugur apabila sudah dilaksanakan oleh sebagian kaum muslimin.
Anjuran tersebut didasarkan pada hadis Rasulullah SAW yang menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit termasuk salah satu hak seorang Muslim atas Muslim lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa menjenguk bukan sekadar bentuk sopan santun, melainkan juga bagian dari ibadah yang memiliki keutamaan besar.
Bahkan, para ulama juga menjelaskan bahwa menjenguk orang sakit dapat dilakukan kepada kerabat, tetangga, sahabat, bahkan dalam kondisi tertentu kepada non-Muslim sebagai bentuk akhlak yang baik.
Mengapa Adab Mengunjungi Orang Sakit Penting?
Ketika seseorang sedang sakit, kondisi fisik dan emosinya tentu tidak seperti biasanya. Rasa lelah, nyeri, hingga kecemasan sering kali membuat pasien lebih sensitif. Karena itulah, adab mengunjungi orang sakit menjadi hal yang sangat penting.
Dengan menjaga adab, kunjungan kita akan memberikan dukungan moral, menguatkan semangat pasien, serta menjadi sarana untuk mendoakan kesembuhannya. Sebaliknya, jika tidak memperhatikan etika, kehadiran kita justru bisa mengganggu waktu istirahat atau proses pemulihannya.
Selain itu, menjenguk orang sakit dengan adab yang baik juga menjadikan kunjungan tersebut bernilai ibadah dan berpahala di sisi Allah SWT.
7 Adab Mengunjungi Orang Sakit yang Dianjurkan Rasulullah SAW
Berikut beberapa adab yang sebaiknya diamalkan ketika menjenguk orang sakit.
1. Niatkan karena Allah SWT

Adab pertama adalah meluruskan niat. Jangan sampai menjenguk hanya karena ingin dipuji, menjaga hubungan bisnis, atau sekadar memenuhi kewajiban sosial.
Sebaliknya, niatkan kunjungan tersebut sebagai bentuk ibadah dan kasih sayang kepada sesama Muslim. Dengan niat yang ikhlas karena Allah SWT, setiap langkah menuju tempat orang sakit akan bernilai pahala.
2. Memilih Waktu yang Tepat

Tidak semua waktu cocok untuk menjenguk orang sakit. Sebisa mungkin pilih waktu yang tidak mengganggu jam istirahat, waktu makan, atau jadwal pemeriksaan dokter.
Jika orang yang dijenguk dirawat di rumah sakit, usahakan datang sesuai dengan jadwal jam besuk yang berlaku. Bila perlu, hubungi keluarga terlebih dahulu agar kunjungan benar-benar sesuai dengan kondisi pasien.
Inilah salah satu adab mengunjungi orang sakit yang sering kali terlupakan, padahal sangat berpengaruh terhadap kenyamanan orang yang sedang menjalani proses penyembuhan.
Baca Juga: Inilah Doa & Adab Saat Menjenguk dan Melihat Orang Sakit
3. Tidak Berlama-lama Saat Menjenguk

Rasulullah SAW mengajarkan agar kunjungan kepada orang sakit dilakukan secukupnya. Meskipun obrolan terasa menyenangkan, pasien tetap membutuhkan banyak waktu untuk beristirahat.
Berada terlalu lama justru bisa membuat orang sakit kelelahan, bahkan merasa sungkan untuk meminta tamunya pulang.
Karena itu, kunjungan yang singkat tetapi penuh perhatian jauh lebih baik daripada berlama-lama tanpa memperhatikan kondisi pasien.
4. Mengucapkan Kata-kata yang Menenangkan

Saat menjenguk, hindari membahas hal-hal yang dapat membuat pasien semakin khawatir. Misalnya, menceritakan pengalaman buruk orang lain dengan penyakit yang sama atau membahas kemungkinan terburuk.
Sebaliknya, sampaikan kalimat yang lembut, penuh harapan, dan memberikan semangat. Rasulullah SAW juga pernah menghibur orang sakit dengan doa dan ucapan yang menenangkan agar mereka tetap berbaik sangka kepada Allah SWT.
Ucapan sederhana seperti, “Semoga Allah segera memberikan kesembuhan,” atau “InsyaAllah akan segera pulih,” dapat memberikan kekuatan tersendiri bagi pasien.
5. Mendoakan Kesembuhan

Salah satu inti dari adab mengunjungi orang sakit adalah mendoakan kesembuhannya.
Rasulullah SAW mengajarkan doa:
Allahumma Rabban-naas adzhibil ba’sa, isyfi anta Asy-Syaafii, laa syifaa’a illaa syifaa’uka, syifaa’an laa yughaadiru saqamaa.
Artinya:
“Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini. Sembuhkanlah, Engkaulah Dzat Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada kesembuhan selain kesembuhan dari-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lagi.”
Doa tersebut menjadi bentuk harapan sekaligus pengingat bahwa kesembuhan sejati hanya datang dari Allah SWT.
6. Menunjukkan Empati dan Sikap Ramah

Orang yang sedang sakit membutuhkan perhatian dan dukungan, bukan sekadar kedatangan tamu.
Tunjukkan wajah yang ramah, berbicaralah dengan suara lembut, serta dengarkan jika pasien ingin bercerita. Sikap penuh empati akan membuat orang yang sakit merasa dihargai dan tidak sendirian menghadapi ujian yang sedang dialaminya.
Selain itu, hindari menunjukkan ekspresi kasihan yang berlebihan karena justru dapat membuat pasien semakin sedih.
7. Menjaga Kebersihan dan Tidak Membahayakan Pasien

Adab terakhir yang tak kalah penting adalah menjaga kebersihan diri.
Pastikan tangan dalam keadaan bersih sebelum berjabat tangan atau menyentuh pasien. Jika sedang flu, demam, atau memiliki penyakit yang berpotensi menular, sebaiknya tunda kunjungan hingga kondisi benar-benar membaik.
Dengan demikian, tujuan menjenguk tetap tercapai tanpa membahayakan kesehatan orang yang sedang sakit.
Hikmah Mengamalkan Adab Mengunjungi Orang Sakit
Mengamalkan adab mengunjungi orang sakit tidak hanya memberikan manfaat bagi pasien, tetapi juga bagi orang yang menjenguk.
Beberapa hikmah yang bisa diperoleh antara lain:
- Menumbuhkan rasa empati dan kasih sayang kepada sesama.
- Menguatkan hati orang yang sedang menghadapi ujian sakit.
- Mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.
- Menjadikan kunjungan sebagai ibadah yang bernilai pahala.
- Meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam memperlakukan sesama manusia.
Ketika dilakukan dengan niat yang ikhlas dan adab yang benar, menjenguk orang sakit menjadi salah satu bentuk kepedulian yang sangat dicintai Allah SWT.
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Menjenguk Orang Sakit
Selain memahami adab, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari saat berkunjung.
- Datang pada waktu istirahat atau saat pasien menjalani perawatan.
- Berlama-lama hingga membuat pasien kelelahan.
- Membawa terlalu banyak rombongan yang membuat suasana menjadi ramai.
- Terlalu banyak bertanya tentang penyakit yang diderita.
- Mengucapkan kalimat yang membuat pasien takut atau kehilangan harapan.
- Mengabaikan kebersihan diri sehingga berisiko menularkan penyakit.
- Lupa mendoakan kesembuhan orang yang sedang sakit.
Menghindari kesalahan-kesalahan tersebut akan membuat kunjungan menjadi lebih bermakna dan benar-benar memberikan ketenangan bagi pasien.
Baca Juga: Luar Biasa! Ini Manfaat Menjenguk Orang Sakit Dalam Islam
Memberikan Hadiah Terbaik Saat Berkunjung
Mengunjungi orang sakit bukan sekadar tradisi atau bentuk basa-basi, melainkan ibadah yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT. Karena itu, setiap Muslim hendaknya memahami dan mengamalkan adab mengunjungi orang sakit agar kehadirannya benar-benar membawa manfaat, doa, serta semangat bagi orang yang sedang menjalani ujian.
Selain datang dengan perhatian dan doa, kita juga bisa memberikan hadiah yang bermanfaat sebagai bentuk kasih sayang. Salah satunya adalah menghadiahkan mushaf Al-Qur’an agar orang yang sakit memperoleh ketenangan hati melalui lantunan ayat-ayat suci.
Dengan Al-Qur’an, setiap huruf yang dibaca bernilai pahala dan setiap ayat yang dilantunkan dapat menjadi penyejuk hati.
Yuk, hadiahkan Al-Qur’an terbaik dari Safwan Quran dengan berbagai pilihan produk inovatif yang sesuai untuk semua kalangan.
Dilengkapi fitur tajwid warna, transliterasi latin, serta QR video yang memudahkan proses belajar membaca Al-Qur’an. Segera pilih Al-Qur’an Safwan Quran favoritmu dan rasakan keberkahan yang terus mengalir untuk orang-orang tercinta.


