Safwanquran.com – Saat siang hari, kamu disibukkan dengan pekerjaan yang menumpuk, deadline yang tidak habis-habis, sehingga membuat pikiranmu penuh dan pusing. Namun, saat adzan berkumandang, pikiranmu merasa tenang dan damai. Seperti ada sesuatu yang menyentuh dalam lantunan suara itu. Seolah mengingatkan kita untuk untuk berhenti sejenak, merenungi arti hidup dan kembali bertemu dengan sang pencipta dalam ruku dan sujud.
Itulah sebenarnya arti dari adzan. Ia bukan hanya sebuah panggilan shalat, tapi seruan lembut yang membisikan kita tentang kembali ke tujuan hidup yang sejati di tengah hiruk pikuk dunia.
Pengertian Adzan
Adzan berasal dari kata أَذَان. Arti dari adzan sendiri yaitu “mendengar” atau “diberitahukan.“ Secara istilah, adzan adalah seruan yang dikumandangkan untuk memberitahukan bahwa waktu shalat fardhu telah tiba. Ia adalah jembatan antara kesibukan dunia dan ketenangan ibadah.
Arti dari adzan juga sebagai alarm surgawi yang tidak hanya membangunkan telinga, tetapi juga menggugah hati. Saat muadzin melantunkan “Allahu Akbar”, ia sebenarnya tengah menyampaikan undangan langsung dari Sang Pencipta untuk menghadap-Nya. Sehingga ia adalah jembatan antara kesibukan dunia dan ketenangan dalam beribadah.
Makna Mendalam dari Setiap Kalimat Adzan
Setiap hari, pasti kita mendengar adzan sebanyak lima kali. Tapi, pernahkan kamu tahu apa arti dari adzan di setiap lafadznya? yuk pelajari bersama.
- Allahu Akbar 4 kali (Allah Maha Besar) adalah lafadz pembuka yang mengguncang rasa sombong pada diri manusia. Karena, betapa besar masalahmu, betapapun tinggi jabatanmu, Allah jauh lebih besar dari semuanya. Dengan pengulangan empat kali Allah menegaskan kebesaran-Nya yang tak terbatas.
- Asyhadu alla ilaha illallah 2 kali (Aku bersaksi tidak ada tuhan selain Allah) adalah deklarasi tauhid yang membebaskan jiwa dari belenggu selain-Nya. Kalimat ini seperti kompas yang mengarahkan hati hanya kepada satu kiblat.
- Asyhadu anna Muhammadar rasulullah 2 X (Aku bersaksi Rasulullah Muhammad sebagai utusan Allah) Lafadz ini mengingatkan kita pada sosok teladan sempurna, yakni Nabi Muhammad sebagai pembawa risalah dan manifestasi hidup dari Alquran.
- Hayya ‘alash shalah 2 kali (Marilah mengerjakan shalat) sebuah ajakan yang penuh kasih sayang untuk merasakan kedamaian dalam setiap sujud.
- Hayya ‘alal falah 2 kali (Marilah menuju kebahagiaan) mengungkap rahasia kehidupan bahwa kebahagiaan sejati ada dalam kedekatan dengan Sang Khalik.
- Allahu Akbar 2 kali – Pengulangan kembali takbir memperkuat pesan bahwa apapun yang kamu tinggalkan untuk salat, Allah lebih besar dan lebih berharga.
- La ilaha illallah – Diakhiri dengan penegasan kembali bahwa hanya Allah yang layak disembah, dan kepada-Nya kita kembali.
Itulah arti dari adzan yang isinya kalimat tauhid. Sehingga adzan bukan hanya sebagai ajakan untuk shalat, tapi juga makna simbolis untuk taat kepada Allah.
Keistimewaan Adzan
Adzan memiliki kedudukan mulia dalam Islam yang membuatnya begitu istimewa di mata Allah dan Rasul-Nya.
1. Pahala Besar bagi Muadzin

Rasulullah SAW bersabda:
اَلْمُؤَذِّنُونَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Artinya: “Para muadzin akan memiliki leher yang paling panjang di antara manusia pada hari Kiamat.” (HR. Muslim)
Hadis ini menggambarkan arti dari adzan tentang betapa tingginya derajat muadzin di sisi Allah. Mereka bukan hanya menyuarakan panggilan shalat, tetapi juga menyebarkan seruan tauhid ke seluruh penjuru. Karena itu, pahala dan kedudukan mereka di akhirat begitu agung.
2. Adzan Mengusir Setan

Setiap kali adzan dikumandangkan, setan pun lari ketakutan, bahkan disebutkan ia mengeluarkan kentut agar tidak mendengar suara suci itu. Setelah adzan usai, ia kembali dan berusaha mengganggu manusia lagi hingga iqamah dikumandangkan. Saat iqamah terdengar, setan pun kembali melarikan diri.
Hadis dari Abu Hurairah RA menyebutkan:
إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِينَ …
Artinya: “Ketika adzan dikumandangkan, setan berbalik dan kentut agar tidak mendengar adzan. Setelah adzan selesai, setan kembali.” (HR. Bukhari)
Inilah arti dari adzan sebagai bukti bahwa ia memiliki kekuatan spiritual luar biasa yang menjadi panggilan shalat dan pelindung dari bisikan dan gangguan setan.
Baca Juga: 7 Contoh Al quddus dalam Kehidupan sehari-hari dan Maknanya
3. Ampunan Dosa bagi Muadzin

Setiap kalimat yang keluar dari lisan muadzin membawa berkah, bahkan seluruh makhluk yang mendengarnya ikut memberi kesaksian. Dari batu, pohon, hingga jin dan manusia, semuanya menjadi saksi kebaikan dan memohonkan ampunan bagi muadzin. Dalam HR. Ibnu Khuzaimah disebutkan:
“Tidaklah suara adzan didengar oleh pohon, lumpur, batu, jin, dan manusia kecuali mereka akan menjadi saksi baginya.”
Dan HR. Ahmad menambahkan:
“Muadzin diampuni sejauh jangkauan adzannya, seluruh benda yang basah maupun kering yang mendengar adzannya memohonkan ampunan untuknya.”
Betapa luar biasanya arti dari adzan ini. Satu suara yang keluar dari hati yang tulus bisa mengundang ampunan seluas bumi.
4. Adzan Mengajak Menuju Kemenangan

Kalimat “Hayya ‘alal falah” (Marilah menuju kemenangan) bukan sekadar ajakan salat. Ia adalah seruan penuh semangat untuk meraih kemenangan sejati. Kemenangan melawan rasa malas, kemenangan menundukkan hawa nafsu, dan kemenangan untuk mendekat kepada Allah.
Meskipun tidak ada hadits khusus tentang kalimat ini, tapi arti dari adzan lafadz ini begitu dalam. Rasulullah SAW melalui sunnahnya mengajarkan bahwa shalat adalah jalan menuju keberhasilan dunia dan akhirat. Maka setiap kali kalimat ini terdengar, seolah Allah sedang berkata lembut, “Ayo, datanglah kepada kemenanganmu.”
Sejarah Singkat Adzan
Mari kita mundur ke masa 1.400 tahun silam, tepatnya tahun kedua Hijriah di Madinah. Kota yang masih baru bagi kaum Muslimin ini menghadapi dilema bagaimana cara mengumpulkan umat untuk salat berjamaah.
Suasana itu dipenuhi perdebatan. Beberapa sahabat mengusulkan meniup terompet seperti orang Yahudi. Yang lain menyarankan membunyikan lonceng seperti tradisi Nasrani. Ada pula yang mengajukan ide menyalakan api di tempat tinggi. Namun Rasulullah tidak merasa sreg dengan semua usulan itu. Rasulullah ingin sesuatu yang unik, sesuatu yang benar-benar dari Islam.
Malam itu, seorang sahabat bernama Abdullah bin Zaid bin Tsa’labah tertidur dengan hati yang gelisah. Ia terus memikirkan masalah tersebut. Lalu dalam mimpinya, muncul sosok yang mengenakan pakaian hijau, seorang malaikat yang mengajarkan kalimat-kalimat adzan.
Ketika fajar menyingsing, Abdullah berlari menuju rumah Nabi dengan napas terengah-engah. “Ya Rasulullah, tadi malam aku bermimpi…” katanya sambil menceritakan detail mimpinya. Wajah Rasulullah berbinar, senyum kegembiraan terpancar dari mukanya yang mulia.
“Ini adalah mimpi yang benar,” ujar Rasulullah. ““Temuilah Bilal dan sampaikan padanya apa yang telah engkau lihat, sebab suaranya lebih lantang dan merdu darimu.”
Bilal bin Rabah, budak yang pernah disiksa karena keimanannya, kini mendapat kehormatan luar biasa. Pagi itu, untuk pertama kalinya dalam sejarah, kumandang adzan mengalun dari atap rumah tertinggi di Madinah. Suara Bilal yang khas, kuat namun penuh kekhusyukan, membelah udara pagi, menggetarkan hati setiap orang yang mendengarnya.
Ketika Umar bin Khattab mendengar adzan itu, ia segera berlari menemui Rasulullah sambil menyeret selendangnya. “Demi Allah yang mengutusmu dengan kebenaran, aku juga melihat mimpi yang sama!” serunya. Rasulullah mengangkat tangannya ke langit dan berkata, “Alhamdulillah, maka mimpi itu semakin kuat kebenarannya.”
Sejak hari itu, adzan menjadi identitas kaum Muslimin. Itulah arti dari adzan sebenarnya. Tidak ada lagi kebingungan tentang waktu shalat.
Baca Juga: Apa Bukti Kasih Sayang Nabi Muhammad Kepada Umatnya?
Adzan sebagai Nafas Kehidupan Muslim
Arti dari adzan sebenarnya adalah lebih dari sekadar ritual. Ia adalah napas kehidupan seorang Muslim, penanda irama hari yang berpusat pada ketundukan kepada Allah. Setiap kumandangannya adalah pengingat bahwa kita bukan sekadar makhluk yang sibuk mengejar dunia, tetapi jiwa-jiwa yang memiliki janji dengan Sang Pencipta.
Suara adzan memanggil kita untuk kembali, mengajak jiwa untuk beristirahat sejenak dalam zikir. Dan setelah shalat, satu langkah berikutnya untuk terus menjaga kedekatan dengan Allah adalah dengan membaca Alquran.
Mari jadikan alquran sebagai teman setiap harimu. Kamu bisa memulainya dengan memiliki mushaf yang benar-benar nyaman dibaca.
Safwan Quran hadir dengan berbagai ukuran dan tipe yang dilengkapi dengan fitur tajwid berwarna, transliterasi Latin, panduan makhorijul huruf, dan QR code interaktif untuk video pembelajaran, membantu setiap bacaan terasa lebih khusyuk dan menyentuh hati.
Miliki mushaf yang akan menemanimu dalam setiap perjalanan ibadahmu bersama safwan quran!


