Safwanquran.com – Berinfak bukan sekadar soal memberi harta. Dalam Islam, infaq adalah wujud keimanan, kepedulian, dan rasa syukur atas nikmat yang Allah titipkan. Tidak heran jika ayat tentang berinfak banyak disebut dalam Al-Qur’an, bahkan disandingkan dengan iman dan amal saleh.
Menariknya, Allah tidak hanya memerintahkan infak, tetapi juga menjelaskan keutamaannya, balasan bagi orang yang berinfak, serta sikap hati yang seharusnya menyertai amal mulia ini. Melalui ayat-ayat Al-Qur’an, kita diajak memahami bahwa infak adalah investasi akhirat yang tidak pernah merugi.
Artikel ini akan mengulas ayat tentang berinfak lengkap dengan tafsir singkat dan keutamaannya, agar kita semakin termotivasi untuk mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian Infak dalam Islam
Secara bahasa, infak berarti mengeluarkan atau membelanjakan harta. Dalam istilah syariat, infak adalah mengeluarkan sebagian harta di jalan Allah, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.
Infak bersifat luas. Tidak terbatas pada zakat yang memiliki ketentuan khusus, tetapi mencakup sedekah, bantuan sosial, hingga nafkah untuk keluarga. Karena itu, setiap Muslim sebenarnya punya peluang besar untuk berinfak setiap hari.
Ayat tentang Berinfak dalam Al-Qur’an
Ayat-ayat tentang berinfak ini menegaskan bahwa infak merupakan bentuk ketaatan kepada Allah yang mendatangkan pahala berlipat dan keberkahan hidup. Berikut beberapa ayat utama tentang berinfak beserta penjelasan singkatnya agar lebih mudah dipahami dan diamalkan.
1. QS. Al-Baqarah Ayat 261

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِيْ كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِّئَةُ حَبَّةٍ ۗوَاللّٰهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗوَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
Artinya:
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”
Ayat tentang berinfak ini menggambarkan infak seperti benih yang ditanam. Satu kebaikan dapat tumbuh menjadi tujuh ratus kali lipat atau bahkan lebih, sesuai kehendak Allah.
Gambaran ini menenangkan hati orang beriman agar tidak takut kekurangan saat berinfak. Tafsir klasik seperti Ibnu Katsir menjelaskan bahwa infak adalah investasi akhirat yang keuntungannya pasti dan tidak pernah merugi.
2. QS. Al-Baqarah Ayat 254

يَٰٓـَٔايُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوْٓا أَنْفِقُوْا مِمَّا رَزَقْنَٰكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيْهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شُفَاعَةٌ ۗوَالْكَٰفِرُونَ هُمُ الظَّالِمُونَ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari yang tidak ada jual beli, persahabatan, dan syafaat. Dan orang-orang kafir itulah orang-orang yang zalim.”
Ayat tentang berinfak ini menekankan pentingnya beramal sebelum datang hari akhir. Saat itu, harta tidak lagi berguna dan tidak bisa menjadi penolong. Penjelasan ayat ini mengingatkan bahwa infak adalah bukti keimanan, sedangkan menahan harta padahal mampu termasuk bentuk kezaliman terhadap diri sendiri. Ayat ini juga menjadi dasar anjuran infak sunnah yang tidak terikat nisab seperti zakat.
Baca Juga: Cara Kerja Matematika Allah Tentang Rezeki dalam Kehidupan!
3. QS. Al-Baqarah Ayat 267

يَٰٓـَٔايُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا أَنْفِقُوْا مِنْ طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّآ أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ
Artinya:
“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu. Janganlah kamu memilih yang buruk untuk kamu infakkan, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya kecuali dengan memicingkan mata.”
Ayat tentang berinfak ini mengajarkan adab memberi. Allah memerintahkan agar infak berasal dari harta yang halal dan terbaik, bukan dari sisa atau yang tidak layak. Penjelasan para ulama menyebutkan bahwa infak seperti ini melatih keikhlasan, menjauhkan riya’, serta membersihkan harta dan jiwa. Memberi dengan kualitas terbaik mencerminkan ketulusan hati seorang hamba.
4. QS. Saba’ Ayat 39

وَمَآ أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖوَهُوَ خَيْرُ الرَّٰزِقِيْنَ
Artinya:
“Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah pasti akan menggantinya. Dan Dialah sebaik-baik pemberi rezeki.”
Ayat tentang berinfak ini memberikan jaminan yang menenangkan. tidak ada infak yang sia-sia. Allah sendiri yang akan menggantinya, baik dalam bentuk rezeki, ketenangan hidup, maupun keberkahan keluarga. Kisah para sahabat, seperti Abu Bakar radhiyallahu ‘anhu, menjadi bukti nyata bahwa keberanian berinfak justru mendatangkan rezeki yang lebih luas. Ayat ini juga sangat relevan untuk pendidikan anak agar tumbuh dengan mental dermawan dan percaya kepada janji Allah.
Secara keseluruhan, ayat mengenai berinfak mengajarkan bahwa memberi bukanlah kehilangan, melainkan jalan menuju keberkahan dunia dan akhirat. Dengan memahami dan merenungi ayat-ayat ini, hati akan lebih ringan untuk berbagi dan lebih yakin bahwa setiap harta yang dikeluarkan di jalan Allah akan kembali dalam bentuk yang jauh lebih baik.
Keutamaan Berinfak Menurut Al-Qur’an
Berinfak merupakan amalan mulia dalam Islam yang membawa banyak keutamaan. Selain bernilai ibadah, infak mendatangkan pahala berlipat, keberkahan rezeki, serta membersihkan harta dan jiwa. Amalan ini juga menjadi investasi akhirat yang tidak pernah merugi.
- Pahala Berlipat Ganda
Al-Qur’an mengibaratkan infak seperti satu biji yang tumbuh menjadi tujuh bulir, masing-masing berisi seratus biji (QS. Al-Baqarah: 261). Artinya, satu infak bisa dibalas hingga 700 kali atau lebih sesuai kehendak Allah. Rasulullah SAW juga menjelaskan bahwa sedekah memadamkan dosa, sebagaimana air memadamkan api.
- Rezeki Diganti Allah
Allah menjamin setiap harta yang diinfakkan akan diganti dengan yang lebih baik (QS. Saba’: 39). Infak tidak mengurangi harta, justru menghadirkan keberkahan, kemudahan, dan ketenangan hidup.
- Membersihkan Jiwa dan Harta
Infak melatih keikhlasan, menghilangkan sifat kikir, dan menyucikan harta. Al-Qur’an menegaskan bahwa kebajikan yang sempurna diraih dengan menginfakkan harta yang dicintai (QS. Ali ‘Imran: 92). Infak juga diyakini dapat menolak musibah dan mengangkat derajat di akhirat.
- Manfaat Sosial
Infak memperkuat kepedulian sosial dengan membantu fakir miskin, mendukung dakwah, serta pendidikan. Amalan ini bisa dilakukan setiap hari dan berpotensi menjadi pahala jariyah jika disalurkan dengan tepat.
Singkatnya, infak adalah amalan ringan dengan dampak besar. Semakin kuat keyakinan pada janji Allah, semakin mudah pula tangan ini untuk berbagi.
Baca Juga: Perintah Berinfak Terdapat dalam Surah Apa? Ini Penjelasannya!
Menghidupkan Semangat Infak dengan Al-Qur’an
Ayat tentang berinfak mengajarkan kita bahwa memberi bukanlah kehilangan, melainkan jalan menuju keberkahan dan kebahagiaan sejati. Infak adalah bukti iman, bentuk syukur, dan bekal terbaik menuju akhirat.
Mari mulai dari langkah sederhana, dengan perbanyak membaca Alquran, mentadabburi ayat-ayatnya, lalu amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan mushaf yang nyaman seperti Safwan Quran, tilawah terasa lebih menyenangkan dan konsisten.
Safwan Quran dilengkapi kode warna tajwid, transliterasi Latin per kata, serta tanda waqaf yang jelas, sehingga bacaan lebih terarah dan minim kesalahan. Terjemahan bahasa Indonesia per kata dan tematik juga membantu memahami makna ayat dengan lebih mudah. Bagi yang sedang fokus menghafal, tersedia seri Hafazan dengan penanda khusus untuk menjaga murajaah tetap rapi dan berkelanjutan.
Selain untuk kebutuhan pribadi, Safwan Quran juga bisa dijadikan pilihan infak atau wakaf yang bernilai jariyah.
Yuk, hidupkan kembali kebiasaan membaca Alquran setiap hari, pahami pesan-pesannya, dan jadikan infak sebagai gaya hidup.


