makan pakai tangan menurut islam

Hukum Makan Pakai Tangan Menurut Islam – Dalil & Keutamaannya

Safwanquran.com – Pernahkah kamu merasakan perbedaan saat makan pakai tangan dan makan pakai sendok? Atau kamu lebih berselera untuk makan, saat makanan tersebut bersentuhan langsung dengan tanganmu? 

Nah, ternyata kenikmatan makan menggunakan tangan bukan hanya sebuah budaya, tapi salah satu sunnah yang diajarkan oleh Rasulullah, sebagai salah satu adab umat islam saat makan.

Agar lebih paham, yuk kita pelajari secara lengkap bagaimana hukum makan pakai tangan menurut islam, disertai dengan dalil dan keutamaannya.

Dalil Hadits tentang Makan dengan Tangan Kanan

Pembahasan makan pakai tangan menurut Islam tidak bisa dilepaskan dari hadits-hadits shahih. 

Salah satu yang paling terkenal adalah hadits dalam Sahih Muslim no. 2019, menyebutkan:

لَا تَأْكُلُوا بِالشِّمَالِ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِالشِّمَالِ
“Janganlah kalian makan dengan tangan kiri, karena sesungguhnya setan makan dengan tangan kiri.”

Bahkan ada kisah seorang laki-laki yang makan dengan tangan kiri di hadapan Nabi. Beliau menegur, “Makanlah dengan tangan kananmu!” Orang itu menjawab dengan sombong bahwa ia tidak bisa. Rasulullah SAW pun mendoakan, dan tangannya benar-benar tidak bisa digunakan lagi. Riwayat ini menunjukkan betapa seriusnya perintah tersebut.

Dari sini jelas bahwa makan pakai tangan menurut Islam bukan sekadar tradisi, melainkan perintah langsung dari Nabi Muhammad SAW.

Hukum Fiqih Makan Pakai Tangan

Mayoritas ulama (jumhur) dari kalangan Syafi’iyyah seperti Imam Nawawi dan Al-Ghazali berpendapat bahwa makan dengan tangan kanan hukumnya sunnah muakkad (sunnah yang sangat dianjurkan). Alasannya, ini termasuk bab adab.

Namun, sebagian ulama lain berpendapat lebih tegas. Imam Syafi’i dalam karya-karyanya menyebutkan kewajiban menggunakan tangan kanan. Begitu juga Ibnu Taimiyyah, Ibnu Qayyim, serta Yusuf Al-Qaradhawi yang menyatakan haram menggunakan tangan kiri tanpa uzur.

Mengapa sampai dihukumi wajib? Karena perintah Nabi Muhammad SAW menggunakan bentuk larangan tegas dan dikaitkan dengan perbuatan setan. Dalam kaidah ushul fiqih, larangan yang tegas menunjukkan keharaman.

Meski ada perbedaan pendapat, semua sepakat bahwa menggunakan tangan kiri untuk makan tanpa alasan adalah perbuatan tercela.

Bagaimana dengan sendok atau alat makan modern? Hukumnya boleh. Tetapi makan pakai tangan, tetap memiliki nilai sunnah dan keberkahan tersendiri, terutama jika menggunakan tiga jari tangan kanan sebagaimana dicontohkan Nabi SAW

Keutamaan Makan Pakai Tangan Menurut Islam

Makan dengan tangan kanan sesuai sunnah Nabi SAW memiliki lima keutamaan dalam Islam. Keutamaan ini mencakup aspek spiritual, keberkahan, serta pembentukan adab seorang Muslim. Berikut lima keutamaannya:

1. Menyelisihi Setan

makan pakai tangan menurut islam

Salah satu alasan utama mengapa makan pakai tangan dianjurkan menggunakan tangan kanan adalah untuk menyelisihi setan. Dalam ajaran Islam, umat Muslim diperintahkan untuk tidak menyerupai setan dalam kebiasaan maupun perilaku.

Dalam hal ini, Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا أَكَلَ أَحَدُكُمْ فَلْيَأْكُلْ بِيَمِينِهِ، وَإِذَا شَرِبَ فَلْيَشْرَبْ بِيَمِينِهِ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَأْكُلُ بِشِمَالِهِ وَيَشْرَبُ بِشِمَالِهِ
“Jika salah seorang kalian makan, maka makanlah dengan tangan kanannya… karena setan makan dengan tangan kirinya.”
(HR. Muslim no. 2020 dalam Sahih Muslim)

Hadits ini menunjukkan larangan yang tegas. Yusuf Al-Qaradhawi dalam kitabnya menjelaskan bahwa karena larangannya keras dan dikaitkan dengan setan, maka menggunakan tangan kiri tanpa uzur bisa dihukumi haram. Sementara Imam Syafi’i dalam karya beliau juga menegaskan kewajiban menggunakan tangan kanan.

Maka, makan pakai tangan bukan sekadar etika sosial, melainkan bentuk pembeda identitas seorang Muslim dari perilaku setan.

2. Mendapat Keberkahan Makanan

makan pakai tangan menurut islam

Keutamaan berikutnya dari makan pakai tangan menurut Islam adalah hadirnya keberkahan dalam makanan. Rasulullah SAW memberikan contoh makan dengan tiga jari tangan kanan dan menjilatnya sebelum membersihkan.

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَأْكُلُ بِثَلَاثِ أَصَابِعِ وَيَلْسَعُ يَدَهُ قَبْلَ أَنْ يَمْسَحَهَا
“Rasulullah SAW makan dengan tiga jari dan menjilat tangannya sebelum membersihkannya.” (HR. Muslim dalam Sahih Muslim)

Para ulama seperti Ibnu Taimiyyah dan Ibnu Qayyim bahkan memandang praktik ini sebagai bentuk kesempurnaan dalam mengikuti sunnah. Sementara mayoritas ulama Syafi’iyyah seperti Imam Nawawi menilai hukumnya sunnah muakkad.

Mengambil makanan dengan tangan secara langsung juga melatih kesadaran untuk tidak berlebihan. Kita lebih peka terhadap porsi dan tidak mudah boros. Inilah salah satu hikmah besar dari makan pakai tangan menurut Islam.

3. Taat pada Perintah Nabi SAW

makan pakai tangan menurut islam

Makan pakai tangan menurut Islam juga menjadi bentuk ketaatan langsung kepada Rasulullah SAW. Bahkan adab ini diajarkan kepada anak kecil.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Sahih Bukhari dan Sahih Muslim, Nabi SAW bersabda kepada Umar bin Abi Salamah:

يَا غُلَامُ سَمِّ اللَّهَ وَأَكِلْ بِيَمِينِكَ وَكُلْ مِنْ أَقْرَبِكَ
“Wahai anak, sebutlah nama Allah, makanlah dengan tangan kananmu, dan makanlah dari yang dekat denganmu.”

Hadits ini menunjukkan bahwa adab makan adalah bagian dari pendidikan karakter sejak dini. Membiasakan makan pakai tangan berarti menanamkan ketaatan dan akhlak mulia dalam keluarga.

Baca Juga: Cara Sehat ala Rasulullah untuk Menjaga Tubuh Tetap Bugar

4. Menghindari Ancaman dan Dosa

makan pakai tangan menurut islam

Ada kisah tegas dalam hadits tentang seseorang yang menolak makan dengan tangan kanan karena sombong. Nabi SAW menegurnya dengan sabda:

كُلْ بِيَمِينِكَ
“Makanlah dengan tangan kananmu!”

Ketika orang itu tetap menolak, Rasulullah SAW mendoakan keburukan baginya, dan tangannya pun tidak bisa digunakan lagi. Riwayat ini terdapat dalam Sahih Muslim.

Kisah ini menjadi peringatan keras bahwa meremehkan perintah Nabi bukan perkara ringan. Dalam konteks ini, makan pakai tangan bukan hanya soal teknis, tetapi juga tentang sikap hati. Kesombongan terhadap sunnah bisa membawa konsekuensi serius.

5. Latihan Akhlak dan Kesucian

makan pakai tangan menurut islam

Islam mengajarkan bahwa tangan kanan digunakan untuk hal-hal yang mulia, sedangkan tangan kiri untuk perkara yang kurang bersih. Prinsip ini berlaku dalam banyak ibadah dan aktivitas sehari-hari.

Dalam hadits riwayat Sunan Abu Dawud, disebutkan anjuran mendahulukan yang kanan dalam urusan yang baik.

Menurut penjelasan Imam Nawawi, penggunaan tangan kanan dalam perkara terhormat termasuk bagian dari sunnah yang ditekankan. Al-Ghazali dan jumhur ulama Syafi’iyyah juga menegaskan bahwa menjaga adab ini termasuk bentuk ketaatan yang bernilai ibadah.

Dengan membiasakan makan pakai tangan kanan, kita sedang melatih diri untuk disiplin, bersih, dan penuh kesadaran spiritual. Hal sederhana ini membentuk karakter yang konsisten antara ibadah dan kehidupan sehari-hari.

Dari lima keutamaan di atas, dapat disimpulkan bahwa makan pakai tangan menurut Islam bukan sekadar tradisi atau kebiasaan budaya. Ia adalah sunnah yang sarat makna. 

Meski sebagian ulama berbeda pendapat tentang wajib atau sunnahnya, semuanya sepakat bahwa menggunakan tangan kanan adalah tuntunan Nabi SAW yang sangat ditekankan.

Baca Juga: Inilah Cara Makan Pakai Garpu dan Pisau yang Sesuai Sunnah 

Mari Upayakan Untuk Selalu Makan Sesuai Sunnah

Dari seluruh pembahasan di atas, kita bisa melihat bahwa makan pakai tangan menurut Islam bukan sekadar kebiasaan turun-temurun atau budaya tertentu. Ia adalah bagian dari sunnah Nabi Muhammad SAW yang sarat makna. Di dalamnya ada nilai ketaatan, adab, keberkahan, hingga pembentukan karakter seorang Muslim.

Saatnya tidak hanya menjaga sunnah di meja makan, tetapi juga menghidupkan Al-Qur’an dalam keseharian.

Mulailah rutinitas tilawah harian dengan mushaf yang nyaman dan mudah dipahami. Safwan Quran hadir dengan tajwid berwarna yang membantu membaca lebih tepat, rasm Utsmani 15 baris yang familiar, serta terjemah per kata agar lebih mudah memahami maknanya. Cocok untuk anak-anak hingga orang dewasa yang ingin lebih dekat dengan Al-Qur’an.

Dapatkan Safwan Quran sekarang dan jadikan ia sahabat terbaik dalam perjalanan ibadahmu!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top