Safwanquran.com – Kalau kamu sering dengar dzikir Subhanallah wabihamdihi Subhanallahil Adzim tapi belum tahu persis artinya, kamu nggak sendirian. Banyak orang rutin mengucapkannya tapi belum benar-benar meresapi maknanya.
Nah, artikel ini akan ngobrol santai soal maksud Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim dari ujung ke ujung. Mulai dari arti per kata, dalilnya, keutamaannya, sampai waktu terbaik mengamalkannya.
Apa Maksud Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim?
Secara umum, maksud Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim adalah “Maha Suci Allah dengan segala puji bagi-Nya, Maha Suci Allah Yang Maha Agung.”
Kalimat ini bukan sekadar ucapan biasa. Ia adalah bentuk pengakuan seorang hamba bahwa Allah benar-benar sempurna, tanpa kekurangan sedikit pun, dan layak mendapatkan seluruh pujian. Dengan kata lain, saat mengucapkannya, kita sedang:
- Menyucikan Allah dari segala kekurangan
- Memuji Allah atas segala nikmat
- Mengagungkan Allah di atas segala sesuatu
Makna Per Kata yang Perlu Dipahami
Agar lebih meresap ke hati, penting juga memahami maksud Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim dari setiap katanya.
- Subhanallah
Kata ini berasal dari tasbih yang berarti menyucikan Allah dari segala kekurangan, cacat, dan hal yang tidak layak bagi-Nya.
Saat kamu mengucapkan “Subhanallah”, itu berarti kamu sedang mengakui bahwa Allah sempurna dalam segala hal.
- Wa bihamdihi
Artinya adalah “dan dengan memuji-Nya” atau “segala puji bagi-Nya”.
Di sini, tasbih tidak berdiri sendiri. Ia digabungkan dengan pujian, sehingga maknanya menjadi lebih sempurna: Allah tidak hanya disucikan, tapi juga dipuji.
- Subhanallahil ‘azhim
Bagian ini berarti “Maha Suci Allah Yang Maha Agung.”
Kata Al-‘Azim menunjukkan keagungan Allah yang tidak terbatas. Ini mengajak hati untuk tunduk, kagum, dan merasa kecil di hadapan-Nya.
5 Keutamaan Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim
Memahami maksud Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim akan membuat dzikir ini terasa lebih hidup, bukan sekadar di lisan, tapi juga sampai ke hati. Ini keutamannya.
1. Berat di Timbangan Amal

Keutamaan pertama yang paling terkenal adalah bahwa dzikir ini berat dalam timbangan amal pada hari kiamat. Rasulullah SAW bersabda bahwa ada dua kalimat yang ringan diucapkan, tetapi berat di neraca amal dan dicintai Allah, yaitu Subhanallah wa bihamdihi, Subhanallahil ‘azhim.
Jika kita memahami maksud Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim, maka akan terasa bahwa kalimat ini bukan sekadar ucapan singkat.
Di dunia hanya butuh beberapa detik, tapi di akhirat nilainya sangat besar. Ini menunjukkan bahwa amalan kecil yang dilakukan dengan ikhlas bisa memiliki bobot luar biasa di hadapan Allah.
2. Dicintai oleh Allah

Keutamaan kedua, dzikir ini termasuk kalimat yang dicintai Allah. Dalam riwayat disebutkan bahwa salah satu dzikir yang paling dicintai adalah Subhanallah wa bihamdihi.
Saat seseorang rutin mengamalkan dzikir ini, ia tidak hanya mengumpulkan pahala, tetapi juga sedang mendekat kepada sesuatu yang Allah cintai. Ini merupakan amalan yang terlihat sederhana, namun memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi.
3. Menghapus Dosa Seperti Buih Lautan

Keutamaan ketiga adalah menghapus dosa, bahkan dalam jumlah yang sangat banyak. Dalam hadis sahih disebutkan bahwa siapa yang membaca Subhanallah wa bihamdihi sebanyak 100 kali dalam sehari, maka dosa-dosanya akan diampuni walaupun sebanyak buih di lautan.
Ketika kita menghayati kalimat Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim, dzikir ini menjadi lebih dari sekadar rutinitas. Ia menjadi jalan untuk membersihkan diri dan membuka pintu ampunan yang luas dari Allah.
Baca Juga: Manfaat dan Cara Dzikir Subhanallah Wabihamdihi yang Benar
4. Mendapat Banyak Kebaikan

Keutamaan berikutnya adalah melipatgandakan pahala dan kebaikan. Setiap kali membaca dzikir ini, Allah mencatat banyak kebaikan dan melipatgandakannya sesuai kehendak-Nya.
Dengan memahami makna Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim, kita jadi lebih sadar bahwa setiap ucapan memiliki nilai. Bahkan di tengah kesibukan, dzikir ini bisa menjadi cara paling mudah untuk terus menambah amal tanpa membutuhkan banyak waktu atau tenaga.
5. Menjadi Amalan Utama Pagi dan Petang

Keutamaan kelima, dzikir ini sangat dianjurkan untuk diamalkan pagi dan petang. Dalam riwayat disebutkan bahwa orang yang membacanya secara rutin di waktu tersebut akan mendapatkan keutamaan yang sangat besar di hari kiamat.
Ketika diamalkan dengan memahami maksud Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim, dzikir ini bisa menjadi penyeimbang hidup. Pagi hari dimulai dengan mengingat Allah, dan sore hari ditutup dengan kembali kepada-Nya. Dari sini, hati menjadi lebih tenang dan iman pun lebih terjaga.
Dari kelima keutamaan ini, terlihat jelas bahwa dzikir ini bukan hanya ringan di lisan, tetapi juga sangat besar dampaknya. Kuncinya ada pada konsistensi dan penghayatan. Semakin sering kita mengulanginya sambil memahami maknanya, semakin kuat pula pengaruhnya dalam kehidupan sehari-hari.
Waktu Terbaik Mengamalkan Dzikir Ini
Soal waktu, dzikir ini boleh dibaca kapan saja. Tapi ada beberapa waktu yang lebih utama:
- Setelah shalat fardhu: momen paling baik untuk berdzikir setelah hubungan langsung dengan Allah.
- Pagi setelah Subuh: membuka hari dengan lisan yang hidup dan hati yang bersih.
- Sore setelah Ashar atau menjelang Maghrib: menutup hari dengan ingatan kepada Allah.
- Saat melihat sesuatu yang menakjubkan: sebagai ungkapan pengagungan atas keindahan ciptaan-Nya.
Kalau mau ambil amalan yang paling praktis, mulailah dengan 100 kali pagi dan 100 kali sore. Kalau belum sanggup langsung segitu, mulai dari yang sedikit tapi rutin, lalu tingkatkan perlahan.
Tips Agar Dzikir Ini Lebih Bermakna
Mengetahui maksud Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim saja belum cukup kalau pengamalannya hanya sekadar lisan. Supaya dzikirnya benar-benar hidup:
- Hadirkan hati, bukan cepat-cepat sambil pikiran kemana-mana.
- Resapi maknanya: ingat bahwa kamu sedang menyucikan, memuji, dan mengagungkan Allah.
- Istiqamah setiap hari: terutama pagi dan petang.
- Yakin Allah mendengar: setiap bacaan dinilai dan dicatat.
Contoh sederhana yang bisa kamu lakukan saat hati merasa berat atau lelah, ucapkan Subhanallah wa bihamdihi untuk mengingat bahwa Allah sempurna dan layak dipuji. Lanjutkan dengan Subhanallahil ‘azhim untuk merendahkan diri di hadapan keagungan-Nya. Rasanya berbeda kalau dilakukan dengan sadar.
Baca Juga: 5 Cara Berterima Kasih Kepada Allah Agar Hidup Bermakna
Membiasakan Diri Berdzikir Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil
Dari pembahasan yang sudah kita bahas, terlihat jelas bahwa maksud Subhanallah Wabihamdihi Subhanallahil Adzim bukan sekadar rangkaian kata yang diucapkan berulang. Dzikir ini adalah bentuk pengakuan yang utuh tentang kesempurnaan Allah, sekaligus cara seorang hamba mendekatkan diri dengan penuh kesadaran.
Kalau dzikir sudah mulai kamu biasakan, langkah berikutnya yang tidak kalah penting adalah memperkuatnya dengan tilawah Al-Qur’an. Karena ketika dzikir dan Al-Qur’an berjalan beriringan, hati akan jauh lebih mudah tersentuh dan hidup.
Supaya pengalaman membaca dan tadabbur terasa lebih maksimal, kamu tentu butuh mushaf yang benar-benar mendukung. Bukan hanya sekadar untuk dibaca, tapi juga membantu memahami setiap ayatnya dengan lebih mudah.
Safwan Quran hadir dengan konsep yang memudahkan siapa saja untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an. Tajwid warna yang tersedia membantu menjaga bacaan tetap benar, sementara terjemah per kata membuat makna ayat lebih mudah dipahami tanpa harus membuka banyak referensi. Ditambah lagi dengan panduan waqaf yang jelas serta transliterasi latin, sehingga pemula pun bisa membaca dengan lebih percaya diri.
Tidak hanya itu, tampilan huruf besar full colour yang nyaman di mata membuat waktu tadarus terasa lebih khusyuk dan tidak cepat lelah.
Kalau kamu ingin dzikir yang kamu baca benar-benar terasa dampaknya, lengkapi dengan tilawah yang lebih berkualitas, bersama alquran terbaik dari safwan quran.
