perintah berinfak dijelaskan dalam alquran surah

Perintah Berinfak Dijelaskan Dalam Alquran Surah Al-Baqarah

Safwanquran.com – Dalam Islam, infak merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan karena memiliki manfaat besar, baik bagi pemberi maupun penerima. Melalui infak, seorang Muslim tidak hanya membantu sesama, tetapi juga menunjukkan rasa syukur atas rezeki yang telah Allah SWT titipkan kepadanya.

Tidak heran jika perintah berinfak dijelaskan dalam Alquran surah yang berbeda-beda. Salah satu surah yang paling banyak membahas tentang infak adalah Surah Al-Baqarah. Di dalamnya terdapat berbagai ayat yang menjelaskan perintah, adab, keutamaan, hingga balasan bagi orang-orang yang gemar berinfak di jalan Allah.

Lalu, apa saja dalil tentang infak dalam Surah Al-Baqarah? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Infak?

Secara bahasa, infaq berasal dari kata Arab anfaqa yang berarti mengeluarkan, membelanjakan, atau memberikan sebagian harta.

Sementara secara istilah syariat, infaq adalah pengeluaran harta yang dilakukan seseorang untuk kepentingan di jalan Allah, baik yang bersifat wajib maupun sunnah. Infak dapat diberikan kepada fakir miskin, anak yatim, pembangunan masjid, pendidikan Islam, kegiatan sosial, hingga bantuan kemanusiaan.

Berbeda dengan zakat yang memiliki ketentuan nisab dan golongan penerima tertentu, infak lebih fleksibel. Seseorang dapat berinfak kapan saja dan dalam jumlah berapa pun sesuai kemampuan.

Perbedaan Infak, Zakat, dan Sedekah

Masih banyak yang menganggap infak, zakat, dan sedekah adalah hal yang sama. Padahal ketiganya memiliki perbedaan.

  • Zakat merupakan kewajiban yang memiliki syarat, nisab, serta penerima tertentu sesuai ketentuan syariat.
  • Infaq adalah pengeluaran harta untuk kemaslahatan yang tidak terikat nisab maupun waktu tertentu.
  • sedekah memiliki cakupan yang lebih luas. Sedekah tidak selalu berupa harta, tetapi juga bisa berupa tenaga, bantuan, nasihat, bahkan senyum yang tulus.

Meski berbeda, ketiganya sama-sama menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membantu sesama.

Perintah Berinfak Dijelaskan dalam Alquran Surah Al-Baqarah

Jika ada pertanyaan, perintah berinfak dijelaskan dalam Alquran surah apa? Maka salah satu jawabannya adalah Surah Al-Baqarah. Bahkan surah ini memuat banyak ayat yang membahas infak dari berbagai sisi.

1. Surah Al-Baqarah Ayat 195

perintah berinfak dijelaskan dalam alquran surah

Allah SWT berfirman:

وَأَنفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

“Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan (diri sendiri) ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Baqarah: 195)

perintah berinfak dijelaskan dalam Alquran surah albaqarah ini, menunjukkan bahwa berinfak merupakan bagian dari kebaikan yang diperintahkan Allah. Sebaliknya, menahan harta hingga enggan membantu sesama dapat membawa dampak buruk bagi kehidupan individu maupun masyarakat.

2. Surah Al-Baqarah Ayat 245

perintah berinfak dijelaskan dalam alquran surah

Allah SWT berfirman:

مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ أَضْعَافًا كَثِيرَةً ۚ وَاللَّهُ يَقْبِضُ وَيَبْسُطُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik, maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak.” (QS. Al-Baqarah: 245)

Ayat ini menggambarkan bahwa harta yang dikeluarkan di jalan Allah tidak akan sia-sia. Justru Allah menjanjikan balasan yang jauh lebih besar dibandingkan apa yang telah diberikan.

Baca Juga: Dahsyatnya Sedekah Pembuka Pintu Rezeki. Ini Dalil & Caranya

3. Surah Al-Baqarah Ayat 254

perintah berinfak dijelaskan dalam alquran surah

Allah SWT mengingatkan:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاكُم مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِيَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خُلَّةٌ وَلَا شَفَاعَةٌ

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat.” (QS. Al-Baqarah: 254)

perintah berinfak dijelaskan dalam Alquran surah ini, mengajarkan pentingnya memanfaatkan kesempatan selama masih hidup untuk memperbanyak amal saleh, termasuk berinfak.

4. Surah Al-Baqarah Ayat 261

perintah berinfak dijelaskan dalam alquran surah

Allah SWT berfirman:

مَّثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَن يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

“Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261)

Ayat ini merupakan salah satu ayat paling populer tentang infak. Allah mengibaratkan orang yang berinfak seperti benih yang tumbuh menjadi tujuh tangkai dengan seratus biji pada setiap tangkainya. Ini menunjukkan besarnya pahala yang Allah siapkan bagi orang-orang yang gemar berinfak.

5. Surah Al-Baqarah Ayat 262

perintah berinfak dijelaskan dalam alquran surah

Allah SWT berfirman:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَا أَنفَقُوا مَنًّا وَلَا أَذًى لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Orang-orang yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang mereka infakkan itu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), bagi mereka pahala di sisi Tuhan mereka.” (QS. Al-Baqarah: 262)

perintah berinfak dijelaskan dalam Alquran surah al baqarah ayat 262 ini, menegaskan bahwa infak harus dilakukan dengan ikhlas. Jangan sampai amal yang telah dilakukan menjadi sia-sia karena diiringi sikap pamer atau menyakiti hati penerima bantuan.

6. Surah Al-Baqarah Ayat 267

perintah berinfak dijelaskan dalam alquran surah

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنفِقُوا مِن طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُم مِّنَ الْأَرْضِ

“Wahai orang-orang yang beriman! Infakkanlah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (QS. Al-Baqarah: 267)

Ayat ini mengajarkan bahwa harta yang diberikan hendaknya berasal dari sumber yang halal dan berkualitas baik. Jangan memberikan sesuatu yang buruk atau tidak layak, sementara diri sendiri enggan menerimanya.

Mengapa Allah Memerintahkan Umat Islam Berinfak?

Perintah berinfak dijelaskan dalam Alquran surah Al-Baqarah bukan tanpa alasan. Ada banyak hikmah yang terkandung di baliknya.

  1. Sebagai Bentuk Ketaatan kepada Allah

Berinfak merupakan salah satu bentuk kepatuhan seorang hamba terhadap perintah Rabb-nya. Ketika seseorang mengeluarkan sebagian hartanya karena Allah, ia sedang membuktikan keimanan dan ketakwaannya.

  1. Membersihkan Jiwa dari Sifat Kikir

Harta seringkali membuat manusia terlena dan terlalu mencintai dunia. Dengan berinfak, seseorang belajar melepaskan sebagian yang dimilikinya sehingga terhindar dari sifat pelit dan tamak.

  1. Membantu Sesama yang Membutuhkan

Islam mengajarkan kepedulian sosial. Melalui infak, kebutuhan fakir miskin, anak yatim, lembaga pendidikan Islam, hingga korban bencana dapat terbantu.

  1. Mendapatkan Pahala Berlipat Ganda

Allah menjanjikan pahala yang berlimpah bagi orang yang berinfak dengan ikhlas. Bahkan  perintah berinfak dijelaskan dalam Alquran surah Al-Baqarah ayat 261, disebutkan pahala yang dapat berkembang hingga ratusan kali lipat.

  1. Menjadi Bekal di Akhirat

Harta yang kita miliki di dunia tidak akan dibawa mati. Namun amal kebaikan yang dilakukan dengan harta tersebut akan menjadi bekal yang sangat berharga di akhirat kelak.

Baca Juga: Ayat tentang Berinfak Lengkap dengan Tafsir & Keutamaannya

Investasi Akhirat Dengan Alquran

Perintah berinfak dijelaskan dalam Alquran surah Al-Baqarah melalui banyak ayat, di antaranya ayat 195, 245, 254, 261, 262, dan 267. Ayat-ayat tersebut tidak hanya memerintahkan umat Islam untuk berinfak, tetapi juga menjelaskan adab, hikmah, dan balasan besar yang telah Allah siapkan.

Berinfak bukan sekadar mengurangi harta, melainkan investasi amal yang akan terus memberikan manfaat di dunia dan akhirat. Semakin ikhlas seseorang berinfak, semakin besar pula keberkahan yang Allah berikan.

Sebagai Muslim, mari membiasakan diri untuk membaca Alquran dan mengamalkan setiap ajarannya, termasuk perintah berinfak. 

Salah satu bentuk amal jariyah yang bisa dilakukan adalah mendukung Program Wakaf Al-Qur’an dari Safwan Quran yang berkolaborasi dengan AmalQu.

Melalui program ini, mushaf Al-Qur’an disalurkan kepada santri, rumah tahfiz, masjid, dan masyarakat di berbagai pelosok. Setiap huruf yang dibaca oleh penerima manfaat insyaAllah menjadi pahala yang terus mengalir bagi para pewakaf.

Program ini juga dilengkapi sertifikat wakaf resmi, dokumentasi penyaluran yang transparan, serta dapat diniatkan atas nama diri sendiri, orang tua, keluarga, maupun untuk mendoakan orang-orang tercinta yang telah wafat. 

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top