Alquran merupakan mukjizat terbesar yang Allah SWT turunkan sebagai pedoman umat islam. Tapi, tahukah kamu nabi yang menerima mukjizat alquran yaitu siapa? Nabi muhammad adalah sosoknya. Beliau merupakan rasul sekaligus petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman.
Berbeda dengan mukjizat para nabi sebelumnya yang hanya dapat disaksikan oleh orang-orang pada masa itu, Alquran tetap terjaga keasliannya dan dapat dibaca, dipelajari, serta diamalkan oleh setiap generasi. Inilah yang membuat Alquran memiliki kedudukan yang sangat istimewa dalam Islam.
Lantas, mengapa Alquran disebut sebagai mukjizat? Apa yang membedakannya dengan mukjizat nabi-nabi terdahulu? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Nabi yang Menerima Mukjizat Alquran Yaitu Nabi Muhammad SAW
Jika muncul pertanyaan nabi yang menerima mukjizat Alquran yaitu siapa, maka jawabannya adalah Nabi Muhammad SAW. Allah SWT menurunkan Alquran kepada beliau melalui Malaikat Jibril secara bertahap selama kurang lebih 23 tahun masa kenabian.
Proses turunnya wahyu secara berangsur-angsur memiliki banyak hikmah. Selain menguatkan hati Rasulullah SAW dalam menghadapi berbagai tantangan dakwah, cara ini juga memudahkan para sahabat untuk menghafal, memahami, dan mengamalkan setiap ayat yang diturunkan.
Alquran bukan sekadar kitab suci, tetapi juga menjadi mukjizat yang membuktikan bahwa Nabi Muhammad SAW benar-benar utusan Allah SWT. Hingga hari ini, jutaan umat Islam di seluruh dunia terus membaca, menghafal, dan menjadikannya sebagai pedoman hidup.
Mengapa Alquran Disebut sebagai Mukjizat?
Setelah mengetahui bahwa nabi yang menerima mukjizat Alquran yaitu Nabi Muhammad SAW, mungkin muncul pertanyaan lain, mengapa Alquran disebut sebagai mukjizat? Simak alasan lengkapnya.
1. Berasal dari Allah SWT

Alquran merupakan wahyu Allah SWT yang disampaikan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Karena berasal dari Allah, isi Alquran bukan hasil pemikiran atau karangan manusia.
Setiap ayat yang terdapat di dalamnya mengandung petunjuk, hukum, kisah, dan pelajaran yang menjadi pedoman bagi kehidupan umat Islam.
Baca Juga: Alquran Diturunkan Kepada Nabi Muhammad Secara Bertahap. Ini Kisahnya
2. Tidak Mampu Ditandingi Manusia

Salah satu bentuk kemukjizatan Alquran adalah tantangan kepada manusia untuk membuat satu surat saja yang setara dengannya. Hingga kini, tantangan tersebut tidak pernah berhasil dipenuhi.
Keindahan bahasa, susunan kalimat, serta kedalaman maknanya menjadikan Alquran memiliki karakter yang tidak dapat disamakan dengan karya sastra mana pun.
3. Memiliki Kandungan yang Sempurna

Alquran tidak hanya berbicara tentang ibadah. Di dalamnya terdapat petunjuk mengenai akidah, akhlak, hukum, keluarga, ekonomi, hingga kehidupan bermasyarakat.
Nilai-nilai yang terkandung di dalam Alquran tetap relevan meskipun zaman terus berubah. Karena itulah Alquran menjadi pedoman hidup yang berlaku sepanjang masa.
4. Terjaga Keasliannya

Keistimewaan lain yang membuat Alquran berbeda dari mukjizat para nabi sebelumnya adalah jaminan Allah SWT untuk menjaga keasliannya. Allah berfirman:
“Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Alquran dan sesungguhnya Kami benar-benar menjaganya.” (QS. Al-Hijr: 9)
Ayat tersebut menegaskan bahwa Alquran akan tetap terpelihara dari perubahan hingga akhir zaman. Karena itulah, nabi yang menerima mukjizat Alquran yaitu Nabi Muhammad SAW memiliki mukjizat yang tidak hanya disaksikan oleh umat pada zamannya, tetapi juga terus dirasakan manfaatnya oleh setiap generasi hingga hari ini.
Perbedaan Mukjizat Alquran dengan Mukjizat Nabi Sebelumnya
Setiap nabi memperoleh mukjizat sesuai dengan kondisi umat pada zamannya. Namun, terdapat perbedaan yang cukup mendasar antara mukjizat Alquran dan mukjizat nabi-nabi terdahulu.
- Mukjizat Nabi Sebelumnya Bersifat Inderawi
Mukjizat Nabi Musa AS, seperti tongkat yang membelah laut, dapat disaksikan secara langsung oleh kaumnya pada masa itu.
Begitu pula Nabi Isa AS yang diberi kemampuan menyembuhkan orang sakit dan menghidupkan orang yang telah meninggal atas izin Allah SWT.
Mukjizat-mukjizat tersebut bersifat fisik dan hanya terjadi pada waktu tertentu.
- Alquran Bersifat Abadi
Berbeda dengan mukjizat sebelumnya, nabi yang menerima mukjizat Alquran yaitu Nabi Muhammad SAW memperoleh mukjizat yang tetap hidup hingga sekarang.
Alquran masih dibaca, dipelajari, dihafalkan, bahkan menjadi sumber hukum Islam yang utama. Siapa pun dapat menyaksikan kemukjizatannya melalui isi, bahasa, serta petunjuk yang terkandung di dalamnya.
- Menyentuh Akal dan Hati
Mukjizat para nabi terdahulu lebih banyak menunjukkan peristiwa luar biasa yang dapat dilihat oleh mata.
Sementara itu, Alquran mengajak manusia menggunakan akal untuk berpikir, merenung, dan memahami kebenaran. Karena itu, Alquran sering disebut sebagai mukjizat yang bersifat aqliyyah, yaitu mukjizat yang menyentuh akal sekaligus hati manusia.
Hikmah Diturunkannya Alquran kepada Nabi Muhammad SAW
Allah SWT tentu memiliki hikmah besar dibalik nabi yang menerima mukjizat alquran yaitu nabi muhammad SAW. Di antaranya:
- Menjadi Bukti Kenabian
Turunnya Alquran membuktikan bahwa Nabi Muhammad SAW benar-benar menerima wahyu dari Allah SWT, bukan menyusun ajarannya sendiri.
- Menguatkan Dakwah Rasulullah SAW
Selama berdakwah, Rasulullah SAW menghadapi berbagai ujian dan penolakan. Turunnya wahyu secara bertahap menjadi penguat hati beliau dalam menjalankan tugas sebagai rasul.
- Memudahkan Umat Memahami Islam
Karena diturunkan secara berangsur-angsur, para sahabat lebih mudah menghafal, memahami, dan menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari.
- Menjadi Petunjuk bagi Seluruh Umat
Alquran bukan hanya ditujukan kepada bangsa Arab pada masa Rasulullah SAW. Isi Alquran berlaku bagi seluruh manusia tanpa dibatasi oleh waktu maupun tempat.
Cara Menghidupkan Mukjizat Alquran dalam Kehidupan Sehari-hari
Mengetahui bahwa nabi yang menerima mukjizat Alquran yaitu Nabi Muhammad SAW tentu tidak cukup hanya menjadi pengetahuan. Sebagai umat Islam, kita juga perlu menghadirkan Alquran dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa cara sederhana yang dapat dilakukan antara lain:
- Membaca Alquran secara rutin setiap hari.
- Membaca dengan tartil sesuai kaidah tajwid.
- Memahami arti ayat melalui terjemahan dan tafsir.
- Melakukan tadabbur agar pesan Alquran lebih mudah diterapkan.
- Mengamalkan isi Alquran dalam sikap dan perilaku.
- Mengajarkan Alquran kepada anak dan keluarga.
Mulailah dari kebiasaan kecil, misalnya membaca beberapa ayat setiap selesai salat. Sedikit demi sedikit, Alquran akan semakin dekat dengan kehidupan kita.
Baca Juga: Dalil tentang Mukjizat Para Nabi dalam Alquran & Penjelasannya
Jadikan Alquran Sahabat dalam Kehidupan
Kini kita memahami bahwa nabi yang menerima mukjizat Alquran yaitu Nabi Muhammad SAW. Mukjizat ini berbeda dari mukjizat para nabi sebelumnya karena tetap terjaga, terus dibaca, dan menjadi petunjuk hidup hingga akhir zaman.
Oleh sebab itu, sudah selayaknya setiap muslim membangun kedekatan dengan Alquran, bukan hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Bagi yang ingin belajar membaca Alquran dengan lebih mudah, Safwan Quran hadir dengan berbagai fitur yang mendukung proses belajar. Mulai dari kode warna tajwid, transliterasi Latin per kata, tanda waqaf yang jelas, hingga terjemahan Indonesia per kata dan tematik yang memudahkan memahami makna setiap ayat.
Bagi yang sedang menjaga hafalan, tersedia pula Safwan Quran Hafazan yang dirancang untuk membantu proses murajaah agar lebih terstruktur, konsisten, dan nyaman dilakukan setiap hari.
Mari kita selalu semangat membaca, menghayati, serta mengamalkan firman Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan bersama Safwan Quran!


