Safwanquran.com – Ayat tentang haji dalam Al-Qur’an menjelaskan bahwa ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang wajib dilaksanakan oleh Muslim yang mampu. Perintah untuk menunaikan haji serta berbagai petunjuk pelaksanaannya tersebar dalam sejumlah ayat Al-Qur’an. Ayat-ayat tersebut tidak hanya menegaskan kewajiban haji, tetapi juga mengatur adab, zikir, manasik, hingga hikmah yang terkandung di dalamnya.
Ayat Tentang Haji dalam Alquran Dengan Tafsir dan Penjelasan Ulama
Memahami ayat tentang haji dapat membantu umat Islam mengetahui dasar dan tujuan ibadah ini dengan lebih baik. Berikut tujuh ayat Al-Qur’an tentang haji lengkap dengan tulisan Arab, arti, dan penjelasan singkatnya.
1. QS Ali ‘Imran Ayat 97 tentang Kewajiban Haji

Salah satu ayat tentang haji yang paling jelas menjelaskan kewajibannya adalah QS Ali ‘Imran ayat 97.
فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَامُ اِبْرٰهِيْمَ ۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَانَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
Artinya:
“Di dalamnya terdapat tanda-tanda yang jelas, di antaranya Maqam Ibrahim. Siapa yang memasukinya, maka amanlah dia. Di antara kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Siapa yang mengingkari kewajiban haji, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya, tidak memerlukan sesuatu pun dari seluruh alam.”
Ayat ini menjadi salah satu dalil utama mengenai kewajiban haji bagi Muslim yang mampu. Kemampuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan biaya, tetapi juga mencakup kesehatan, keamanan perjalanan, sarana transportasi, serta nafkah keluarga yang ditinggalkan.
Para ulama menjelaskan bahwa haji diwajibkan sekali seumur hidup bagi seorang Muslim yang memenuhi syarat kemampuan. Jadi, belum berhaji karena memang belum mampu tentu berbeda dengan mengingkari kewajiban haji.
2. QS Al-Baqarah Ayat 196 tentang Menyempurnakan Haji dan Umrah

Ayat berikutnya yang membahas ibadah haji adalah QS Al-Baqarah ayat 196.
وَاَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلّٰهِ ۗ فَاِنْ اُحْصِرْتُمْ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ وَلَا تَحْلِقُوْا رُءُوْسَكُمْ حَتّٰى يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهٗ ۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ بِهٖٓ اَذًى مِّنْ رَّأْسِهٖ فَفِدْيَةٌ مِّنْ صِيَامٍ اَوْ صَدَقَةٍ اَوْ نُسُكٍ ۚ فَاِذَآ اَمِنْتُمْ ۗ فَمَنْ تَمَتَّعَ بِالْعُمْرَةِ اِلَى الْحَجِّ فَمَا اسْتَيْسَرَ مِنَ الْهَدْيِ ۚ فَمَنْ لَّمْ يَجِدْ فَصِيَامُ ثَلٰثَةِ اَيَّامٍ فِى الْحَجِّ وَسَبْعَةٍ اِذَا رَجَعْتُمْ ۗ تِلْكَ عَشَرَةٌ كَامِلَةٌ ۗ ذٰلِكَ لِمَنْ لَّمْ يَكُنْ اَهْلُهٗ حَاضِرِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاعْلَمُوْٓا اَنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ
Artinya:
“Sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. Akan tetapi, jika kamu terkepung atau terhalang, maka sembelihlah hadyu yang mudah didapat dan jangan mencukur kepalamu sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya. Jika ada di antara kamu yang sakit atau memiliki gangguan di kepala lalu bercukur, maka wajib baginya membayar fidyah, yaitu berpuasa, bersedekah, atau berkurban.”
yat tentang haji ini mengingatkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah dengan sebaik-baiknya karena Allah. Selain itu, ayat tersebut membahas beberapa ketentuan seperti hadyu, fidyah, kondisi ketika jamaah terhalang, dan haji tamattu’.
Baca Juga: Wajib Tahu! Inilah Tempat Mustajab Doa di Kaabah Terbaik
3. QS Al-Baqarah Ayat 197 tentang Adab Saat Haji

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌ ۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّ ۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ
Artinya:
“Haji itu dilaksanakan pada bulan-bulan yang telah diketahui. Siapa yang menetapkan niatnya untuk berhaji pada bulan-bulan itu, janganlah ia berkata jorok, berbuat maksiat, dan bertengkar dalam ibadah haji. Apa pun kebaikan yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.”
Ayat tentang haji ini mengingatkan jamaah untuk menjaga perilaku selama menjalankan ibadah. Rafats berkaitan dengan perkataan atau perbuatan yang tidak senonoh, fusuq berarti perbuatan maksiat, sedangkan jidal merupakan pertengkaran atau perdebatan yang tercela.
Menariknya, Allah juga mengingatkan bahwa sebaik-baik bekal adalah takwa. Artinya, persiapan fisik dan materi memang penting, tetapi hati yang bertakwa tetap menjadi bekal utama dalam perjalanan ibadah.
4. QS Al-Baqarah Ayat 198 tentang Dzikir Saat Haji

لَيْسَ عَلَيْكُمْ جُنَاحٌ اَنْ تَبْتَغُوْا فَضْلًا مِّنْ رَّبِّكُمْ ۗ فَاِذَآ اَفَضْتُمْ مِّنْ عَرَفٰتٍ فَاذْكُرُوا اللّٰهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ ۖ وَاذْكُرُوْهُ كَمَا هَدٰىكُمْ ۚ وَاِنْ كُنْتُمْ مِّنْ قَبْلِهٖ لَمِنَ الضَّاۤلِّيْنَ
Artinya:
“Tidak ada dosa bagimu mencari karunia dari Tuhanmu. Apabila kamu bertolak dari Arafah, berzikirlah kepada Allah di Masy’aril Haram. Berzikirlah kepada-Nya karena Dia telah memberi petunjuk kepadamu, meskipun sebelumnya kamu benar-benar termasuk orang-orang yang sesat.”
Ayat ini menunjukkan bahwa mencari rezeki yang halal tidak dilarang ketika musim haji. Namun, aktivitas duniawi tersebut tetap harus berada dalam batas yang dibenarkan dan tidak membuat seseorang meninggalkan kewajiban ibadah.
Selain itu, ayat ini mengingatkan jamaah untuk memperbanyak zikir setelah bertolak dari Arafah. Dengan demikian, haji bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga perjalanan untuk memperbanyak zikir, syukur, dan mendekatkan diri kepada Allah.
5. QS Al-Hajj Ayat 27 tentang Seruan untuk Berhaji

Arab:
وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ
Artinya:
“Serulah manusia untuk mengerjakan haji. Mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta yang kurus. Mereka datang dari segenap penjuru yang jauh.”
Ayat tentang haji ini berisi perintah Allah kepada Nabi Ibrahim untuk menyeru manusia agar melaksanakan haji. Seruan tersebut menggambarkan bagaimana umat Islam dari berbagai penjuru dunia datang ke Baitullah.
Haji menjadi salah satu syiar Islam yang bersifat universal. Jamaah haji datang dari berbagai negara dengan bahasa, budaya, dan latar belakang yang beragam, tetapi semuanya berkumpul di Tanah Suci untuk beribadah kepada Allah.
Hikmah dari Ayat tentang Haji dalam Al-Qur’an
Dari beberapa ayat di atas, dapat dipahami bahwa haji bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci. Ibadah ini mengajarkan banyak nilai yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Beberapa di antaranya adalah meningkatkan ketakwaan, melatih kesabaran, menjaga ucapan dan perilaku, memperbanyak zikir serta istigfar, dan memperkuat persaudaraan sesama Muslim.
Haji juga mengajarkan persamaan manusia di hadapan Allah. Perbedaan status sosial, pekerjaan, maupun asal negara tidak menjadi ukuran kemuliaan. Semua jamaah sama-sama datang untuk memenuhi panggilan Allah dan menjalankan ibadah sesuai tuntunan.
Baca Juga: Jabal Rahmah Sejarah dan Nilai Spiritualnya bagi Umat Islam
Lengkapi Ibadah Haji dengan Membaca Al-Qur’an
Memahami ayat tentang haji akan terasa semakin lengkap jika dibarengi dengan kebiasaan membaca dan mempelajari Al-Qur’an. Sebab, Al-Qur’an bukan hanya menjadi pedoman dalam memahami ibadah, tetapi juga sumber ketenangan dan pengingat bagi seorang Muslim.
Untuk mendukung kegiatan membaca Al-Qur’an, Anda dapat menggunakan Al-Qur’an Safwan Quran yang berkualitas tinggi dengan standar Kemenag RI. Al-Qur’an ini dilengkapi berbagai fitur yang membantu pembaca memahami sekaligus memperbaiki bacaan, seperti tajwid warna super lengkap, terjemahan per kata, transliterasi latin, dan rasm Utsmani yang jelas.
Tersedia pula pilihan ukuran A4 dan A5 yang praktis digunakan sesuai kebutuhan. Menariknya, pembelian juga dilengkapi bonus buku zikir atau doa, sehingga dapat menjadi teman untuk memperbanyak bacaan dan doa dalam keseharian.
Mari persiapkan ibadah haji dengan memperkuat kedekatan kepada Al-Qur’an bersama Safwan Quran!


