Safwanquran.com – Di tengah masyarakat, ada satu kalimat yang sangat populer dan sering dikutip dalam ceramah, media sosial, hingga materi pendidikan Islam. Bunyinya adalah:
عَلِّمُوا أَوْلَادَكُمُ الرِّمَايَةَ وَالسِّبَاحَةَ وَرُكُوبَ الْخَيْلِ
“Ajarkanlah anak-anak kalian memanah, berenang, dan menunggang kuda.”
Banyak orang mengira kalimat tersebut merupakan sabda Rasulullah SAW. Padahal, jika ditelusuri dari sisi ilmu hadits, faktanya tidak demikian.
Lalu, bagaimana sebenarnya status hadits tentang berkuda memanah dan berenang yang selama ini beredar?
Yuk, simak penjelasannya agar kita dapat memahami dalil dengan benar sekaligus mengambil hikmah yang terkandung di dalamnya.
Benarkah Hadits tentang Berkuda Memanah dan Berenang Ada?
Jawabannya, tidak ada hadits shahih dari Nabi Muhammad SAW yang berbunyi persis seperti kalimat populer tersebut.
Para ulama hadits menjelaskan bahwa lafaz “Ajarkanlah anak-anak kalian memanah, berenang, dan menunggang kuda” tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadits shahih seperti Shahih Bukhari maupun Shahih Muslim.
Bahkan, sejumlah pakar hadits menilai riwayat yang menyandarkannya kepada Rasulullah SAW berstatus dha’if (lemah) atau tidak memiliki sanad yang dapat dipertanggungjawabkan hingga kepada Nabi.
Artinya, hadits tentang berkuda memanah dan berenang yang sering dikutip sebagai sabda Rasulullah SAW sebenarnya tidak tepat jika dinisbatkan kepada beliau.
Meski demikian, isi kalimat tersebut tetap mengandung nilai pendidikan yang baik. Hanya saja, kita harus membedakan antara perkataan Nabi dengan perkataan sahabat.
Kalimat Itu Sebenarnya Perkataan Umar bin Khattab
Lalu dari mana asal kalimat tersebut? Para ulama menjelaskan bahwa ungkapan itu merupakan atsar, yaitu perkataan sahabat Nabi, tepatnya dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu.
Diriwayatkan bahwa Umar pernah memerintahkan penduduk Syam agar mengajarkan anak-anak mereka berenang, memanah, dan menunggang kuda.
Anjuran tersebut lahir dalam konteks pendidikan generasi Muslim agar memiliki tubuh yang kuat, keterampilan hidup, sekaligus kesiapan menghadapi berbagai tantangan pada zamannya.
Karena berasal dari sahabat, kalimat itu tetap memiliki nilai hikmah. Namun, secara ilmu hadits, ia bukan hadits marfu’, yaitu hadits yang disandarkan langsung kepada Rasulullah SAW.
Oleh sebab itu, ketika menyampaikan hadits tentang berkuda memanah dan berenang, penting untuk menjelaskan bahwa kalimat populer tersebut merupakan ucapan Umar bin Khattab, bukan sabda Nabi.
Hadits Shahih yang Menganjurkan Memanah
Walaupun lafaz populer tadi bukan hadits Nabi, bukan berarti Islam tidak menganjurkan memanah. Justru terdapat beberapa hadits shahih yang secara khusus menunjukkan keutamaan olahraga ini.
Salah satunya berasal dari Uqbah bin Amir radhiyallahu ‘anhu. Ketika menafsirkan firman Allah dalam QS. Al-Anfal ayat 60 tentang mempersiapkan kekuatan, Rasulullah SAW bersabda:
“Ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah, ketahuilah, sesungguhnya kekuatan itu adalah memanah.”
(HR. Muslim, Abu Dawud, dan Ibnu Majah)
Menariknya, Rasulullah mengulang kalimat tersebut sebanyak tiga kali. Ini menjadi penegasan bahwa memanah adalah keterampilan yang penting dalam mempersiapkan kekuatan dan ketangguhan umat.
Dalam hadits lain, beliau juga bersabda:
“Hendaklah kalian memanah dan berkuda. Jika kalian memanah, maka itu lebih aku sukai daripada kalian berkuda.”
(HR. Tirmidzi, Ahmad, dan Ibnu Majah)
Hadits-hadits ini menjadi dalil shahih bahwa memanah memang dianjurkan dalam Islam.
Selain bernilai ibadah jika diniatkan karena Allah, memanah juga melatih fokus, kesabaran, ketelitian, serta kemampuan mengambil keputusan dengan tenang.
Bagaimana dengan Berkuda?
Selain memanah, berkuda juga mendapatkan perhatian dalam ajaran Islam.
Rasulullah SAW menganjurkan umatnya untuk mempelajari keterampilan ini karena memiliki banyak manfaat, terutama sebagai sarana mempersiapkan kekuatan dan ketangkasan.
Bahkan dalam hadits shahih disebutkan bahwa:
“Hendaklah kalian memanah dan berkuda…”
Di sisi lain, Rasulullah SAW juga bersabda bahwa keberkahan senantiasa berada pada ubun-ubun kuda hingga hari kiamat, terutama jika digunakan untuk tujuan yang baik dan di jalan Allah.
Pada masa Rasulullah, kuda merupakan alat transportasi sekaligus sarana pertahanan. Sementara pada masa sekarang, hikmah yang bisa diambil adalah pentingnya memiliki keterampilan, keberanian, kedisiplinan, serta kemampuan menghadapi tantangan hidup.
Jadi, ketika membahas hadits tentang berkuda memanah dan berenang, perlu dipahami bahwa berkuda memang memiliki dasar hadits shahih, meskipun tidak dalam satu rangkaian lafaz yang populer di masyarakat.
Apakah Ada Hadits Shahih tentang Berenang?
Berbeda dengan memanah dan berkuda, hingga kini tidak ditemukan hadits shahih yang secara khusus memerintahkan mengajarkan berenang kepada anak-anak.
Beberapa riwayat yang menyebutkan anjuran berenang dinilai lemah oleh para ahli hadits.
Namun, bukan berarti berenang tidak dianjurkan dalam Islam.
Para ulama memandang berenang sebagai salah satu bentuk latihan fisik yang termasuk dalam makna umum firman Allah:
“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi.”
(QS. Al-Anfal: 60)
Berenang memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan kesehatan jantung, memperkuat otot, melatih pernapasan, hingga menjadi keterampilan penyelamatan diri.
Karena itu, berenang tetap menjadi aktivitas yang baik selama dilakukan dengan menjaga adab dan ketentuan syariat.
Baca Juga: 7 Rahasia Hidup Sehat ala Rasulullah yang Mudah Dipraktikkan
Hikmah di Balik Hadits tentang Berkuda Memanah dan Berenang
Hadits-hadits tentang berkuda memanah dan berenang , serta anjuran menjaga kekuatan fisik, mengajarkan beberapa hikmah berikut.
1. Mempersiapkan Kekuatan Fisik dan Mental

Memanah, berkuda, dan berenang merupakan aktivitas yang melatih kebugaran, fokus, serta keberanian. Hal ini sejalan dengan perintah Allah SWT untuk mempersiapkan segala bentuk kekuatan sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Anfal ayat 60.
2. Melatih Disiplin dan Kesabaran

Pembahasan hadits tentang berkuda memanah dan berenang juga mengajarkan pentingnya disiplin. Ketiga aktivitas tersebut membutuhkan latihan yang konsisten, sehingga dapat membentuk sikap sabar, teliti, dan pantang menyerah.
3. Menjadikan Olahraga Bernilai Ibadah

Olahraga dapat menjadi ibadah apabila diniatkan untuk menjaga kesehatan agar lebih optimal dalam beribadah. Dengan niat yang baik, memanah, berkuda, maupun berenang menjadi aktivitas yang membawa manfaat bagi tubuh sekaligus bernilai pahala.
4. Membentuk Karakter yang Tangguh

Selain menyehatkan tubuh, ketiga aktivitas ini juga melatih tanggung jawab, keberanian, rasa percaya diri, serta kemampuan menghadapi tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
5. Mengambil Nilai yang Relevan di Setiap Zaman

Esensi hadits tentang berkuda memanah dan berenang bukan hanya pada jenis olahraganya, tetapi pada semangat untuk menjadi pribadi yang kuat, terampil, dan siap menghadapi tantangan sesuai perkembangan zaman.
Singkatnya, hikmah utama dari anjuran ini adalah membentuk Muslim yang sehat, disiplin, berakhlak baik, dan mampu memanfaatkan kekuatan yang dimiliki untuk kemaslahatan diri, masyarakat, serta agama.
Baca Juga: Memahami Hadits Memanah dan Berkuda serta Manfaatnya dalam Hidup
Pentingnya Memastikan Keaslian Hadits
Fenomena hadits tentang berkuda memanah dan berenang menjadi pelajaran penting bagi setiap Muslim.
Tidak semua kalimat yang terkenal otomatis merupakan hadits Nabi. Oleh karena itu, sebelum menyampaikan suatu riwayat, sebaiknya kita memastikan terlebih dahulu sumber dan derajatnya.
Rasulullah SAW sendiri telah mengingatkan agar umatnya berhati-hati dalam meriwayatkan hadits. Menyandarkan ucapan kepada beliau tanpa dasar yang benar tentu harus dihindari.
Di sisi lain, kita juga tidak perlu menolak nilai-nilai baik yang terkandung dalam perkataan para sahabat. Selama tidak bertentangan dengan syariat, nasihat tersebut tetap bisa dijadikan inspirasi dalam mendidik generasi Muslim.
Yang tak kalah penting, membangun generasi Muslim tidak hanya melalui keterampilan fisik, tetapi juga dengan memperkuat hubungan mereka dengan Al-Qur’an. Sebab, tubuh yang kuat akan semakin sempurna jika dipandu oleh hati yang dekat dengan firman Allah SWT.
Agar kegiatan tilawah semakin nyaman dan mudah dipahami, Safwan Quran menghadirkan berbagai pilihan Al-Qur’an yang cocok untuk pemula maupun yang ingin memperdalam bacaan.
Al Quran Super Tajwid dilengkapi kode warna tajwid, transliterasi Latin, serta terjemahan per kata sehingga memudahkan belajar membaca sekaligus memahami makna ayat.
Yuk, mulai biasakan membaca Al-Qur’an setiap hari bersama Al-Qur’an terbaik dari Safwan Quran.


