Safwanquran.com – Semua yang hidup akan merasakan mati adalah salah satu kebenaran yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun. Cepat atau lambat, setiap manusia pasti akan meninggalkan dunia ini sesuai dengan waktu yang telah Allah SWT tetapkan. Karena itulah, Islam mengajarkan agar kematian tidak hanya dipandang sebagai akhir kehidupan, tetapi juga sebagai pengingat untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan yang kekal di akhirat.
Lalu, apa dalil yang menjelaskan bahwa semua yang hidup akan merasakan mati? Bagaimana penjelasan para ulama mengenai ayat tersebut? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.
Dalil Al-Qur’an tentang Semua yang Hidup Akan Merasakan Mati
Dalil Al-Qur’an yang paling terkenal mengenai semua yang hidup akan merasakan mati terdapat dalam Surah Ali ‘Imran ayat 185. Allah SWT berfirman:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya:
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari Kiamat sajalah disempurnakan pahala kalian. Barang siapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS. Ali ‘Imran: 185)
Ayat ini menegaskan bahwa kematian merupakan ketetapan Allah bagi seluruh makhluk yang bernyawa. Setelah kehidupan di dunia berakhir, setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban atas seluruh amalnya. Keberuntungan yang sesungguhnya bukanlah banyaknya harta atau kedudukan di dunia, melainkan keselamatan dari neraka dan masuk ke dalam surga.
Selain itu, terdapat pula ayat lain yang memiliki makna serupa, yaitu QS. Al-Ankabut ayat 57:
“Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan.”
Ayat tersebut semakin menegaskan bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara. Pada akhirnya, seluruh manusia akan kembali kepada Allah SWT untuk menerima balasan sesuai amal yang telah dikerjakan.
Apa Maksud Semua yang Hidup Akan Merasakan Mati?
Makna semua yang hidup akan merasakan mati adalah tidak ada satu pun makhluk bernyawa yang hidup kekal di dunia. Manusia, jin, hewan, maupun makhluk hidup lainnya pasti akan mengalami kematian. Tidak ada yang kekal selain Allah SWT Yang Maha Hidup.
Karena itu, dunia bukanlah tujuan akhir, melainkan tempat untuk menjalani ujian. Selama hidup, manusia diberi kesempatan untuk beriman, beribadah, berbuat baik, serta menjauhi segala larangan Allah. Setelah ajal tiba, kesempatan tersebut akan berakhir dan setiap amal akan diperhitungkan.
Penjelasan Ulama tentang Ayat Ini
Quraish Shihab menjelaskan bahwa ayat “kullu nafsin dzaiqatul maut” ini juga menjadi pengingat bahwa Nabi Muhammad SAW sebagai manusia pilihan pun akan mengalami kematian. Hal ini menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang mampu menghindari ketetapan Allah.
Senada dengan itu, Syekh Abdurrahman As-Sa’di menerangkan bahwa Allah-lah yang menciptakan seluruh makhluk dan Allah pula yang menentukan akhir kehidupan mereka. Dengan demikian, tidak ada yang dapat mempercepat ataupun menunda ajal seseorang selain kehendak-Nya.
Hadis Rasulullah tentang Mengingat Kematian
Selain Al-Qur’an, Rasulullah SAW juga banyak mengingatkan umatnya agar tidak melupakan kematian.
Salah satu hadis yang terkenal berbunyi:
أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ
Artinya:
“Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan, yaitu kematian.”
Hadis ini mengajarkan bahwa mengingat kematian dapat membuat hati menjadi lebih sadar, tidak terlena oleh kehidupan dunia, dan semakin giat mempersiapkan bekal akhirat.
Dalam hadis lain, Rasulullah SAW bersabda:
أَكْيَسُ الْمُؤْمِنِينَ أَكْثَرُهُمْ ذِكْرًا لِلْمَوْتِ وَأَحْسَنُهُمْ لَهُ اسْتِعْدَادًا
Artinya:
“Orang mukmin yang paling cerdas adalah yang paling banyak mengingat kematian dan paling baik persiapannya untuk kehidupan setelah mati.”
Selain itu, Rasulullah SAW menganjurkan ziarah kubur sebagai sarana untuk mengingat kematian dan kehidupan setelah dunia. Selain itu, beliau berpesan agar seorang Muslim menjalani kehidupan dunia layaknya orang asing atau musafir yang hanya singgah sementara.
Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Kematian?
Meyakini bahwa semua yang hidup akan merasakan mati bukan berarti kita harus hidup dalam ketakutan. Sebaliknya, keyakinan ini menjadi pengingat untuk mempersiapkan bekal terbaik sebelum kembali kepada Allah SWT. Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan.
1. Bertaubat dengan Sungguh-Sungguh

Taubat adalah langkah pertama yang perlu dilakukan setiap Muslim. Sebab, tidak ada seorang pun yang mengetahui kapan ajal akan datang. Karena itu, jangan menunda untuk meninggalkan dosa, menyesali kesalahan yang pernah dilakukan, dan bertekad untuk tidak mengulanginya lagi.
Baca Juga: Jangan Keliru! Ini Makna Hidup Menurut Al quran yang Sebenarnya
2. Memperbanyak Amal Saleh

Bekal terbaik menuju kehidupan akhirat adalah amal saleh yang dilakukan dengan ikhlas. Bentuknya bisa bermacam-macam, mulai dari menjaga salat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, berpuasa sunnah, berdzikir, hingga membantu sesama.
Meski terlihat sederhana, amalan yang dilakukan secara konsisten lebih dicintai Allah daripada amalan besar yang hanya sesekali dikerjakan.
3. Memperbaiki Hubungan dengan Sesama

Persiapan menghadapi kematian tidak hanya berkaitan dengan hubungan kepada Allah (hablum minallah), tetapi juga hubungan dengan sesama manusia (hablum minannas). Jika masih memiliki utang, segeralah melunasinya. Apabila pernah menyakiti perasaan orang lain, jangan menunda untuk meminta maaf dengan tulus.
4. Membiasakan Zikir dan Mengingat Allah

Lisan yang terbiasa berdzikir akan lebih mudah mengingat Allah dalam setiap keadaan. Karena itu, biasakan membaca istighfar, tasbih, tahmid, serta kalimat laa ilaaha illallah dalam kehidupan sehari-hari.
Kebiasaan ini bukan hanya dapat menenangkan hati, tetapi juga menjadi latihan agar seorang Muslim selalu dekat dengan Allah sampai akhir hayatnya.
5. Menyiapkan Bekal Akhirat

Selain memperbaiki ibadah, seorang Muslim juga dianjurkan menata kehidupannya dengan lebih baik. Misalnya, menjaga niat dalam setiap amal, memilih lingkungan yang membawa kepada kebaikan, serta menyiapkan wasiat apabila memang diperlukan, terutama jika masih memiliki utang atau amanah yang harus disampaikan kepada keluarga.
Hikmah Mempersiapkan Bekal Sebelum Kematian
Menyadari bahwa semua yang hidup akan merasakan mati bukan berarti hidup dipenuhi rasa takut. Sebaliknya, kesadaran ini justru membuat seseorang lebih bijak dalam menjalani kehidupannya. Ia akan lebih menghargai waktu, lebih semangat beramal saleh, lebih mudah bertaubat ketika berbuat salah, dan tidak terlalu terikat dengan gemerlap dunia.
Pada akhirnya, kematian menjadi pengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah persinggahan sementara. Yang paling penting bukanlah seberapa lama seseorang hidup, melainkan seberapa baik ia memanfaatkan usianya sebagai bekal untuk kembali kepada Allah SWT.
Baca Juga: 7 Ayat Alquran Tentang Kehidupan Sehari-Hari Penuh makna
Mendekatkan Diri Kepada Alquran Sebagai Bekal
Pada akhirnya, semua yang hidup akan merasakan mati adalah ketetapan Allah SWT yang tidak dapat dihindari. Kehidupan dunia hanyalah persinggahan sementara sebelum setiap manusia kembali kepada-Nya dan mempertanggungjawabkan seluruh amal yang telah dilakukan.
Karena itu, jangan menunggu usia senja untuk mulai memperbaiki diri. Jadikan setiap hari sebagai kesempatan untuk semakin dekat kepada Allah dengan memperbanyak ibadah, bertaubat, dan membaca Al-Qur’an.
Agar membaca Al-Qur’an menjadi lebih nyaman sekaligus mudah dipahami, Anda dapat menggunakan Safwan Quran. Safwan Quran hadir dengan berbagai fitur yang memudahkan proses membaca dan memahami Al-Qur’an, mulai dari tajwid berwarna, terjemah per kata sesuai standar Kemenag RI, transliterasi Latin, panduan makharijul huruf, Asbabun Nuzul, Asmaul Husna, hingga kumpulan hadis pilihan.
Desainnya full color dengan kualitas cetakan yang nyaman dibaca sehingga cocok digunakan oleh semua kalangan.
Mari isi hari-hari kita dengan rajin membaca alquran dengan alquran terbaik dan ternyaman dari Safwan Quran!


