Safwanquran.com – Masjid Abdullah Bin Abbas merupakan salah satu masjid bersejarah di Kota Thaif, Arab Saudi, yang memiliki nilai sejarah dan spiritual yang tinggi bagi umat Islam. Masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pengingat akan sosok Abdullah bin Abbas, sahabat sekaligus sepupu Rasulullah SAW yang dikenal sebagai ulama besar, ahli tafsir Al-Qur’an, dan perawi hadits.
Bagi banyak jemaah haji dan umrah, masjid ini juga menjadi salah satu destinasi ziarah saat berkunjung ke Thaif. Selain lokasinya yang berkaitan erat dengan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW, masjid ini juga menyimpan berbagai fakta menarik yang mungkin belum banyak diketahui.
Siapa Abdullah bin Abbas?
Sebelum mengenal sejarah masjid ini, ada baiknya mengetahui terlebih dahulu sosok yang menjadi nama masjid tersebut.
Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma merupakan putra Abbas bin Abdul Muthalib, paman Rasulullah SAW. Dengan demikian, beliau adalah sepupu sekaligus sahabat Nabi Muhammad SAW. Sejak kecil, Abdullah bin Abbas tumbuh dekat dengan Rasulullah dan dikenal memiliki kecerdasan yang luar biasa.
Rasulullah SAW bahkan pernah mendoakan beliau agar diberikan pemahaman agama dan kemampuan menafsirkan Al-Qur’an. Berkat doa tersebut, Abdullah bin Abbas kemudian dikenal sebagai Tarjumanul Qur’an (penerjemah atau ahli tafsir Al-Qur’an) dan Al-Bahr yang berarti “lautan ilmu”.
Selain menjadi ahli tafsir, beliau juga meriwayatkan sekitar 1.660 hadits, sehingga termasuk lima sahabat dengan riwayat hadits terbanyak.
Sejarah Masjid Abdullah Bin Abbas
Sejarah masjid abdullah bin abbas memiliki dua tahap penting. Tahap pertama berkaitan dengan lokasi masjid, sedangkan tahap kedua adalah pembangunan bangunannya.
Lokasi masjid diyakini sebagai tempat yang pernah digunakan Rasulullah SAW untuk melaksanakan shalat ketika berdakwah di Kota Thaif. Meski saat itu Nabi menghadapi penolakan dan perlakuan yang sangat berat dari penduduk Thaif, beliau tetap menunjukkan kesabaran dan keteguhan dalam menyampaikan dakwah.
Adapun bangunan masjid yang dikenal saat ini diperkirakan mulai didirikan pada 592 Hijriah (1195–1196 Masehi) pada masa Kekhalifahan Abbasiyah. Masjid tersebut kemudian dinamai Abdullah bin Abbas karena lokasinya berada tepat di samping makam beliau yang wafat di Thaif pada tahun 68 Hijriah.
Dalam perkembangannya, masjid ini beberapa kali mengalami renovasi dan perluasan, terutama pada masa Raja Saud dan Raja Faisal. Kini luas masjid mencapai sekitar 15.000 meter persegi dengan kapasitas sekitar 3.000 jamaah, sehingga menjadi salah satu masjid terbesar di Kota Thaif.
Mengapa Abdullah bin Abbas Dimakamkan di Thaif?
Berbeda dengan banyak sahabat lain yang dimakamkan di Madinah, Abdullah bin Abbas memilih menghabiskan masa tuanya di Thaif.
Beliau bahkan berwasiat agar dimakamkan di kota tersebut karena merasa tidak pantas dimakamkan di Makkah maupun Madinah, dua kota suci dalam Islam. Karena itulah, makam beliau berada di kompleks masjid abdullah bin abbas dan hingga kini menjadi salah satu tujuan ziarah bagi umat Islam.
Saat ini makam tersebut dibuat sederhana tanpa kubah, sesuai dengan kebijakan yang berlaku di Arab Saudi.
Fakta Unik Masjid Bersejarah di Kota Thaif
Berikut beberapa fakta unik yang membuat masjid ini menarik untuk diketahui.
1. Dahulu Menjadi Pusat Pendidikan Islam di Thaif

Salah satu hal menarik dari Masjid Abdullah bin Abbas adalah fungsinya yang tidak terbatas sebagai tempat shalat. Sejak dahulu, masjid ini juga dikenal sebagai pusat pembelajaran agama Islam di Kota Thaif.
Para ulama dan penuntut ilmu datang untuk mempelajari berbagai ilmu, mulai dari tafsir Al-Qur’an, hadits, fiqih, hingga ilmu keislaman lainnya. Fungsi tersebut membuat masjid ini kerap disebut sebagai salah satu masjid yang berperan layaknya pusat pendidikan atau “masjid universitas” di Thaif.
Keberadaan pusat pendidikan ini juga sejalan dengan sosok Abdullah bin Abbas yang dikenal sebagai salah satu sahabat Nabi dengan keluasan ilmu. Jadi, tidak mengherankan jika masjid yang menggunakan namanya memiliki hubungan erat dengan tradisi keilmuan Islam.
2. Memiliki Makam Abdullah bin Abbas dalam Kompleksnya

Fakta unik berikutnya adalah keberadaan makam Abdullah bin Abbas di kompleks masjid. Beliau merupakan sepupu Rasulullah SAW sekaligus salah satu sahabat yang dikenal sebagai ahli tafsir Al-Qur’an dan periwayat hadits.
Abdullah bin Abbas wafat di Thaif pada tahun 68 Hijriah. Karena itulah, lokasi makamnya menjadi bagian penting dari sejarah masjid ini.
Di kompleks tersebut juga terdapat makam Muhammad bin Al-Hanafiyyah, putra Ali bin Abi Thalib. Keberadaan dua tokoh penting dalam satu kawasan membuat kompleks Masjid Abdullah bin Abbas memiliki nilai sejarah yang semakin kuat.
Dahulu, makam Abdullah bin Abbas memiliki bangunan berkubah. Namun, bangunan tersebut kemudian dihilangkan dan makamnya kini berada dalam bentuk yang lebih sederhana.
Baca Juga: Masjid Al-Azhar Sebelumnya Bernama Apa? Ini Sejarah Singkatnya
3. Memiliki Perpustakaan yang Kaya Koleksi Islam

Tidak hanya masjid dan makam, kompleks ini juga memiliki Maktabah Abdullah bin Abbas atau Perpustakaan Abdullah bin Abbas. Keberadaan perpustakaan ini menjadi salah satu bukti bahwa kawasan tersebut memiliki tradisi keilmuan yang panjang.
Perpustakaan ini menyimpan berbagai koleksi literatur Islam, termasuk kitab-kitab klasik, manuskrip, dan karya keagamaan dari berbagai masa. Koleksi tersebut menjadi bagian penting dari warisan intelektual yang berkaitan dengan sejarah Islam di Thaif.
Perpustakaan ini juga mengalami beberapa kali pembaruan. Pada masa pemerintahan Raja Saud dan Raja Faisal, perpustakaan tersebut mendapatkan perhatian dan kembali dibuka untuk mendukung kegiatan keilmuan.
4. Memiliki Arsitektur yang Khas dan Megah

Dari sisi bangunan, Masjid Abdullah bin Abbas juga memiliki daya tarik tersendiri. Arsitekturnya memberikan kesan kokoh dengan gaya bangunan yang khas kawasan Hijaz.
Ruang shalatnya cukup luas dan ditopang banyak tiang yang membentuk lorong-lorong di dalam masjid. Bagian mihrab juga dihiasi berbagai ornamen dan kaligrafi khas seni Islam.
Selain itu, masjid ini memiliki menara yang tinggi dan menjadi salah satu ciri visual bangunan. Perpaduan antara bangunan yang kokoh, ruang yang luas, dan ornamen khas Islam membuat suasana masjid terasa begitu kuat dengan nuansa sejarah.
Keutamaan Abdullah bin Abbas
Abdullah bin Abbas dikenal sebagai salah satu sahabat yang memiliki keutamaan luar biasa. Rasulullah SAW pernah mendoakan agar beliau diberikan pemahaman agama dan kemampuan menafsirkan Al-Qur’an.
Doa tersebut menjadi kenyataan. Abdullah bin Abbas tumbuh menjadi ulama besar yang ilmunya dijadikan rujukan oleh para sahabat, tabi’in, hingga generasi setelahnya.
Beliau juga dikenal sebagai sosok yang tekun beribadah, rendah hati, dermawan, dan sangat mencintai Al-Qur’an. Keteladanan inilah yang membuat namanya terus dikenang hingga sekarang.
Baca Juga: Alasan Masjid yang Pertama Kali Dibangun Nabi adalah Masjid Quba
Masjid Abdullah bin Abbas, Jejak Keilmuan Islam di Thaif
Masjid Abdullah Bin Abbas bukan sekadar bangunan bersejarah, tetapi juga simbol perjuangan dakwah, kecintaan terhadap ilmu, dan warisan Islam yang masih terjaga hingga saat ini. Keberadaannya mengingatkan umat Islam akan sosok Abdullah bin Abbas yang mengabdikan hidupnya untuk memahami dan mengajarkan Al-Qur’an.
Kisah beliau juga menjadi inspirasi bahwa kemuliaan seseorang tidak hanya diukur dari keturunan, tetapi juga dari kesungguhan dalam menuntut ilmu dan mengamalkannya.
Sebagai umat Islam, kita pun dapat meneladani semangat Abdullah bin Abbas dengan memperbanyak membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Agar aktivitas tilawah semakin nyaman dan membantu memahami bacaan, Anda bisa menggunakan Al-Qur’an dari Safwan Quran yang dilengkapi tajwid warna, terjemahan, transliterasi latin, serta QR pembelajaran.
Mari jadikan setiap hari kita semakin dekat dengan firman Allah bersama Alquran terbaik dari Safwan Quran!


