Safwanquran.com – Buah delima dalam Al Quran disebut sebanyak tiga kali, yaitu dalam Surah Al-An’am ayat 99, Surah Al-An’am ayat 141, dan Surah Ar-Rahman ayat 68. Penyebutannya menunjukkan bahwa delima merupakan tanda kebesaran Allah, rezeki yang harus disyukuri, serta salah satu buah yang tersedia di surga.
Artikel ini membahas ayat tentang buah delima dalam Al-Qur’an, tafsir penyebutannya, keistimewaannya dalam Islam, serta hikmah yang dapat diambil dari penyebutan buah tersebut.
Buah Delima dalam Al Quran Disebut Berapa Kali?
Buah delima atau ar-rummān disebut sebanyak tiga kali dalam Al-Qur’an, yaitu pada:
- Surah Al-An’am ayat 99
- Surah Al-An’am ayat 141
- Surah Ar-Rahman ayat 68
Ketiga ayat tersebut memiliki konteks yang berbeda, tetapi saling melengkapi. Ada yang menjelaskan delima sebagai tanda kebesaran Allah, sebagai rezeki yang harus disyukuri, hingga sebagai salah satu buah yang tersedia di surga.
Ayat tentang Buah Delima dalam Al Quran
Berikut ini beberapa ayat yang membahas keistimewaan buah delima dalam al quran. Diantaranya:
1. Surah Al-An’am Ayat 99

Allah Swt. berfirman:
“…dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya), tetapi tidak serupa (rasanya). Perhatikanlah buahnya ketika berbuah dan saat menjadi masak. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman.”
Pada ayat ini, Allah mengajak manusia mengamati proses tumbuhnya berbagai tanaman. Menariknya, zaitun dan delima disebut memiliki kemiripan dalam bentuk atau warna, tetapi memiliki rasa dan manfaat yang berbeda.
Melalui ayat tersebut, Allah mengajarkan bahwa keragaman ciptaan-Nya merupakan bukti kekuasaan yang layak direnungkan.
Satu air hujan dan satu tanah mampu menghasilkan buah dengan rasa, tekstur, dan manfaat yang berbeda-beda.
2. Surah Al-An’am Ayat 141

Allah kembali menyebut delima dalam firman-Nya:
“…zaitun dan delima yang serupa (bentuknya) tetapi tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila berbuah, tunaikanlah haknya pada hari memetik hasilnya, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.”
Berbeda dengan ayat sebelumnya, konteks kali ini lebih menekankan etika dalam menikmati rezeki.
Allah memperbolehkan manusia menikmati hasil bumi, termasuk buah delima. Namun, nikmat tersebut harus disertai rasa syukur, menunaikan hak orang lain melalui zakat atau sedekah, serta menghindari sikap boros.
Baca Juga: Dahsyatnya Sedekah Pembuka Pintu Rezeki. Ini Dalil & Caranya
3. Surah Ar-Rahman Ayat 68

Allah Swt. berfirman:
فِيهِمَا فَاكِهَةٌ وَنَخْلٌ وَرُمَّانٌ
Artinya:
“Di dalam keduanya (dua surga) ada buah-buahan, kurma, dan delima.”
Ayat ini menjadi salah satu alasan mengapa banyak ulama menyebut delima sebagai salah satu buah surga. Delima disebut secara khusus bersama kurma meskipun keduanya termasuk kelompok buah-buahan.
Penyebutan khusus ini menunjukkan keistimewaan buah tersebut sebagai bagian dari kenikmatan yang Allah siapkan bagi penghuni surga.
Tafsir Buah Delima dalam Al Quran
Jika ditelaah lebih dalam, buah delima dalam Al Quran memiliki makna yang sangat luas. Para ulama tafsir menjelaskan setidaknya ada tiga pesan utama yang dapat dipetik.
- Tanda Kebesaran Allah
Pada Surah Al-An’am ayat 99, frasa mutasyābihan wa ghaira mutasyābih menjelaskan bahwa buah delima dan zaitun tampak serupa, tetapi memiliki rasa dan manfaat yang berbeda.
Hal tersebut menjadi bukti bahwa Allah Maha Kuasa menciptakan keberagaman dari sumber yang sama. Dari air hujan dan tanah yang sama, tumbuh berbagai tanaman dengan karakteristik yang berbeda.
Karena itu, Allah memerintahkan manusia untuk memperhatikan proses buah ketika mulai tumbuh hingga matang sebagai bentuk tadabbur terhadap alam.
- Rezeki yang Harus Disyukuri
Pada Surah Al-An’am ayat 141, buah delima menjadi contoh rezeki halal yang boleh dinikmati.
Namun, Allah juga mengingatkan agar manusia:
- Menikmati rezeki dengan rasa syukur.
- Menunaikan hak orang lain melalui zakat atau sedekah hasil panen.
- Tidak berlebihan dalam mengonsumsi maupun menggunakan harta.
Pesan ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara menikmati nikmat dunia dan menjalankan tanggung jawab sosial.
- Gambaran Nikmat Surga
Dalam Surah Ar-Rahman ayat 68, delima menjadi bagian dari gambaran indah tentang surga.
Para mufasir menjelaskan bahwa penyebutan kurma dan delima secara khusus menunjukkan keduanya memiliki kedudukan istimewa di antara buah-buahan lainnya.
Dengan demikian, buah delima bukan hanya dikenal karena manfaatnya di dunia, tetapi juga menjadi simbol kenikmatan akhirat yang Allah janjikan kepada orang-orang beriman.
Apakah Ada Hadis tentang Buah Delima?
Terdapat beberapa riwayat yang menyebut keutamaan buah delima, misalnya riwayat yang menyatakan bahwa delima berasal dari buah surga atau memiliki manfaat membersihkan lambung.
Namun, penting diketahui bahwa sebagian besar riwayat tersebut dinilai berderajat lemah (dhaif) oleh para ulama hadis.
Oleh karena itu, keutamaan buah delima yang paling kuat landasannya tetap merujuk pada ayat-ayat Al-Qur’an yang secara jelas menyebutkannya.
Manfaat Buah Delima Menurut Ilmu Pengetahuan
Selain memiliki nilai spiritual, buah delima juga dikenal kaya nutrisi.
Beberapa manfaat yang telah banyak diteliti antara lain:
- Kaya antioksidan yang membantu melawan radikal bebas.
- Mengandung vitamin C untuk mendukung daya tahan tubuh.
- Membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
- Mengandung serat yang baik untuk sistem pencernaan.
- Berpotensi membantu mengurangi peradangan.
Meski demikian, manfaat kesehatan tersebut berasal dari penelitian ilmiah. Adapun penyebutan buah delima dalam Al Quran bertujuan sebagai petunjuk dan tanda kebesaran Allah, bukan sebagai klaim medis.
Hikmah Penyebutan Buah Delima dalam Al Quran
Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik dari ayat-ayat tentang delima.
- Pertama, Allah mengajarkan manusia untuk memperhatikan alam sebagai bukti kekuasaan-Nya.
- Kedua, setiap rezeki harus disyukuri dengan cara yang benar, termasuk tidak boros dan berbagi kepada sesama.
- Ketiga, kenikmatan dunia hanyalah sebagian kecil dari nikmat yang Allah siapkan di akhirat. Penyebutan delima sebagai buah surga menjadi pengingat agar kita tidak hanya mengejar dunia, tetapi juga mempersiapkan bekal untuk kehidupan setelahnya.
Baca Juga: 7 Manfaat Pir Untuk Ibu Hamil dalam Pandangan Medis & Alquran
Mempelajari Ayat Alquran yang Lain Dengan Nyaman
Buah delima dalam Al Quran disebut sebanyak tiga kali, yaitu dalam Surah Al-An’am ayat 99, Surah Al-An’am ayat 141, dan Surah Ar-Rahman ayat 68.
Ketiga ayat tersebut menunjukkan bahwa delima merupakan tanda kebesaran Allah, rezeki yang harus disyukuri, sekaligus salah satu buah yang ada di surga.
Mempelajari ayat-ayat tentang delima juga mengajarkan kita untuk semakin mencintai Al-Qur’an.
Semakin sering membaca dan mentadabburi isinya, semakin banyak hikmah yang dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.
Agar pengalaman membaca Al-Qur’an semakin nyaman, Alquran dari Safwan Quran bisa jadi pilihan.
Mushaf ini dilengkapi tajwid berwarna, terjemah per kata, tulisan Latin, serta tanda waqaf dan ibtida sehingga membantu pembaca memahami hukum bacaan sekaligus makna setiap ayat.
Selain itu, teks Al-Qur’an pada Safwan Quran telah melalui proses pentashihan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI. Tersedia pula berbagai pilihan ukuran dan desain yang nyaman digunakan, baik untuk dibaca di rumah maupun saat bepergian.
Mari jadikan membaca Al-Qur’an sebagai kebiasaan setiap hari, karena setiap ayat yang dibaca bukan hanya bernilai ibadah, tetapi juga membuka wawasan tentang tanda-tanda kebesaran Allah di alam semesta.


