Safwanquran.com -Makam Umar bin Khattab berada di Madinah, Arab Saudi, tepatnya di kawasan Masjid Nabawi. Beliau dimakamkan di kamar Aisyah RA, berdampingan dengan makam Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar ash-Shiddiq.
Selain lokasi makamnya, banyak umat Islam juga ingin mengetahui sejarah pemakaman Umar bin Khattab. Mengapa beliau dimakamkan di dekat Rasulullah SAW dan Abu Bakar ash-Shiddiq? Berikut penjelasan lengkapnya.
Siapa Umar bin Khattab?
Umar bin Khattab memiliki nama lengkap Umar bin al-Khattab bin Nufail bin Abdul Uzza al-Adawi al-Qurasyi. Ia berasal dari suku Quraisy, Bani Adi, dan diperkirakan lahir di Makkah sekitar 582–586 M.
Sebelum memeluk Islam, Umar dikenal sebagai salah satu orang Quraisy yang cukup keras menentang dakwah Nabi Muhammad SAW. Namun, setelah masuk Islam, kehidupannya berubah secara besar.
Keislaman Umar menjadi salah satu momentum penting bagi umat Islam di Makkah. Ia dikenal berani menunjukkan keislamannya secara terbuka sehingga kaum Muslimin semakin memiliki keberanian untuk menjalankan ajaran Islam.
Umar kemudian mendapatkan gelar Al-Faruq, yang secara umum dimaknai sebagai sosok yang mampu membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Setelah Abu Bakar ash-Shiddiq wafat, Umar dipercaya menjadi khalifah kedua dan memimpin dari tahun 13 hingga 23 Hijriah atau sekitar 634–644 M.
Pada masa pemerintahannya, wilayah kekuasaan Islam berkembang cukup luas. Selain itu, Umar dikenal membangun berbagai fondasi administrasi pemerintahan, termasuk pengelolaan keuangan, peradilan, dan pembagian wilayah.
Di Mana Makam Umar bin Khattab?
Makam Umar bin Khattab berada di dalam kawasan Masjid Nabawi, tepatnya di lokasi yang dahulu merupakan kamar Aisyah RA. Di tempat inilah Nabi Muhammad SAW dan Abu Bakar ash-Shiddiq juga dimakamkan.
Jadi, terdapat tiga makam yang berada di lokasi tersebut, yaitu:
- Nabi Muhammad SAW.
- Abu Bakar ash-Shiddiq.
- Umar bin Khattab.
Secara tradisi, posisi ketiganya berada berurutan. Nabi Muhammad SAW berada di bagian tengah, kemudian Abu Bakar ash-Shiddiq di sebelah beliau, dan Umar bin Khattab berada di samping Abu Bakar.
Meski sering disebut sebagai bagian dari Masjid Nabawi, area makam tersebut berada di bagian yang terlindungi dan tidak dapat dimasuki atau dilihat langsung oleh pengunjung.
Sejarah Wafatnya Umar bin Khattab
Kisah makam Umar bin Khattab tidak dapat dipisahkan dari peristiwa wafatnya sang khalifah.
Pada tahun 23 Hijriah atau 644 M, Umar bin Khattab mengalami serangan ketika sedang memimpin salat Subuh di Masjid Nabawi. Ia ditikam oleh Abu Lu’lu’ah, yang juga dikenal dengan nama Fairuz.
Akibat luka tersebut, kondisi Umar semakin memburuk. Menjelang wafat, Umar kemudian memikirkan tempat peristirahatan terakhirnya.
Ia memiliki keinginan untuk dimakamkan di dekat Rasulullah SAW dan Abu Bakar ash-Shiddiq.
Namun, Umar tidak langsung menganggap dirinya berhak menempati tempat tersebut. Ia justru meminta izin terlebih dahulu kepada Aisyah RA.
5 Fakta Menarik tentang Makam Umar bin Khattab
Setelah mengetahui lokasi dan sejarah pemakamannya, ada beberapa fakta menarik tentang makam Umar bin Khattab yang sayang untuk dilewatkan.
Berikut lima fakta tentang makam Umar bin Khattab berdasarkan riwayat yang umum dikenal dalam sejarah Islam.
1. Dimakamkan di Kamar Aisyah RA, Bukan di Pemakaman Umum

Makam Umar bin Khattab berada di tempat yang dahulu merupakan kamar Aisyah RA, salah satu istri Nabi Muhammad SAW. Setelah Rasulullah SAW wafat, beliau dimakamkan di kamar tersebut.
Lokasi ini kemudian menjadi tempat peristirahatan tiga sosok penting dalam sejarah Islam, yaitu Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar ash-Shiddiq, dan Umar bin Khattab.
Berbeda dengan Jannatul Baqi, yang merupakan kompleks pemakaman di Madinah, lokasi makam Umar berada di area yang sangat khusus. Kini, kawasan tersebut telah menjadi bagian dari kompleks Masjid Nabawi.
2. Umar Meminta Izin kepada Aisyah Sebelum Wafat

Salah satu kisah yang menarik dari pemakaman Umar adalah bagaimana beliau meminta izin kepada Aisyah RA sebelum dimakamkan di dekat Rasulullah SAW.
Setelah mengalami luka akibat serangan saat memimpin salat Subuh, Umar menyadari bahwa ajalnya semakin dekat. Ia kemudian meminta putranya, Abdullah bin Umar, untuk menemui Aisyah.
Umar berpesan agar Abdullah menyampaikan salam kepadanya dan memohon izin supaya dirinya dapat dimakamkan bersama dua sahabatnya, yaitu Rasulullah SAW dan Abu Bakar ash-Shiddiq.
Menariknya, Umar juga berpesan bahwa jika Aisyah tidak memberikan izin, ia ingin dimakamkan di pemakaman kaum Muslimin. Sikap ini menunjukkan kehati-hatian dan kerendahan hati Umar meskipun saat itu ia merupakan seorang khalifah.
3. Aisyah RA Mengutamakan Umar

Aisyah RA kemudian memberikan izin kepada Umar untuk dimakamkan di tempat tersebut.
Menurut riwayat yang terdapat dalam Sahih Bukhari, Aisyah sebenarnya memiliki keinginan untuk dimakamkan di tempat itu bersama Rasulullah SAW dan ayahnya, Abu Bakar ash-Shiddiq.
Namun, ketika Umar meminta izin, Aisyah memilih memberikan tempat tersebut kepadanya. Umar pun akhirnya dimakamkan di sana setelah wafat.
Sementara itu, Aisyah RA kelak dimakamkan di Jannatul Baqi, Madinah. Jadi, meskipun semasa hidup tinggal di kamar tersebut, Aisyah tidak dimakamkan di sana.
Baca Juga: Makam Abu Bakar Berada di Mana? Ini Lokasi dan Sejarahnya
4. Posisi Makam Nabi, Abu Bakar, dan Umar Berurutan

Ada tiga makam yang berada di lokasi tersebut. Secara umum, urutannya dikenal sebagai berikut:
- Nabi Muhammad SAW berada di bagian tengah.
- Abu Bakar ash-Shiddiq berada di samping makam Rasulullah SAW.
- Umar bin Khattab berada di samping Abu Bakar ash-Shiddiq.
Dengan posisi tersebut, Umar dimakamkan berdekatan dengan dua orang yang sangat dekat dengannya semasa hidup.
Lokasi makam ini sekarang berada di kawasan Masjid Nabawi dan dikenal berdekatan dengan area Kubah Hijau (Green Dome).
Namun, penting dipahami bahwa jamaah tidak dapat memasuki ruang makam atau melihat makam secara langsung.
5. Hanya Tiga Sosok yang Dimakamkan di Lokasi Tersebut

Fakta berikutnya, lokasi makam di kamar Aisyah RA dikenal sebagai tempat dimakamkannya tiga sosok, yaitu Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar ash-Shiddiq, dan Umar bin Khattab.
Tidak ada makam lain yang ditambahkan setelah ketiganya di tempat tersebut. Karena itu, lokasi ini memiliki kedudukan yang sangat penting dalam sejarah Islam.
Bagi umat Islam yang datang ke Masjid Nabawi, kawasan tersebut menjadi salah satu tempat yang mengingatkan pada perjalanan hidup Rasulullah SAW dan dua khalifah pertama setelah beliau, yaitu Abu Bakar dan Umar.
Meskipun makam tidak dapat dilihat atau dimasuki secara langsung, kisah di baliknya tetap bisa dipelajari melalui berbagai riwayat sejarah dan hadis.
Baca Juga: Benarkah Makam Rosulullah di Dalam Masjid Nabawi? Ini Faktanya
Mengambil Pelajaran dari Kisah Umar bin Khattab
Kisah makam Umar bin Khattab bukan hanya tentang lokasi pemakaman seorang khalifah. Di baliknya terdapat pelajaran tentang kerendahan hati, penghormatan kepada Rasulullah SAW, serta sikap Umar yang tetap berhati-hati meskipun memiliki kedudukan tinggi.
Mempelajari sejarah para sahabat juga bisa menjadi cara untuk semakin mengenal perjalanan umat Islam. Namun, sumber utama untuk memahami nilai-nilai Islam tetaplah Al-Qur’an.
Karena itu, yuk jangan hanya membaca kisahnya, tetapi lanjutkan dengan membaca Al-Qur’an dan memahami pesan-pesan di dalamnya. Salah satu pilihan yang bisa membantu membuat kegiatan membaca Al-Qur’an lebih nyaman adalah Safwan Quran.
Safwan Quran dilengkapi fitur tajwid berwarna, terjemah per kata, tulisan Latin, serta tanda waqaf dan ibtida. Fitur-fitur tersebut dapat membantu pembaca mengenali hukum bacaan sekaligus memahami arti ayat dengan lebih mudah.
Dari sisi kualitas teks, produk Safwan Quran telah melalui proses pentashihan oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an (LPMQ) Kementerian Agama RI. Pilihan ukuran dan desainnya juga dibuat agar nyaman digunakan, baik ketika membaca di rumah maupun dibawa bepergian.
Dengan membaca Al-Qur’an secara rutin, kita tidak hanya mengenal sejarah Islam, tetapi juga berusaha mengambil nilai dan hikmah yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mari, istiqomah memahami Al-Qur’an sebagai sumber utama untuk mengambil pelajaran dalam kehidupan sehari-hari dengan Alquran ternyaman dari Safwan Quran!


