makam nabi muhammad disebut

Makam Nabi Muhammad Disebut Apa dalam Islam? Ini Penjelasannya

Safwanquran.com – Banyak orang mengenal Masjid Nabawi sebagai salah satu masjid paling mulia dalam Islam. Namun tidak sedikit yang masih bertanya-tanya, sebenarnya makam Nabi Muhammad disebut apa dalam tradisi Islam?

Pertanyaan ini biasanya muncul saat membahas sejarah Madinah, kisah wafatnya Rasulullah SAW, atau ketika seseorang mulai merencanakan ziarah. 

Wajar saja, karena makam beliau bukan hanya situs sejarah, tetapi juga tempat yang menyimpan nilai spiritual sangat dalam bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Menariknya, makam Rasulullah SAW memiliki lebih dari satu sebutan. Setiap nama lahir dari latar sejarah yang berbeda, berkaitan dengan lokasi, bentuk bangunan, hingga perjalanan perluasan Masjid Nabawi dari masa ke masa. Di artikel ini, kita akan mengulas penjelasannya secara lengkap.

Nama Makam Nabi Muhammad dan Sejarahnya 

Makam Nabi Muhammad SAW dikenal dengan sebutan Hujrah atau Al-Hujrah asy-Syarifah yang berarti Ruang Suci. Penyebutan ini bukan tanpa alasan, karena lokasi makam beliau memang berada di dalam kamar milik Sayyidah Aisyah RA, istri Rasulullah SAW. Di kamar inilah Nabi dimakamkan setelah wafat pada tahun 632 M.

Secara bahasa, kata hujrah dalam bahasa Arab berarti kamar atau ruangan tertutup. Pada masa itu, bentuknya sangat sederhana, biasanya dibangun dari tanah liat dengan atap daun kurma, model hunian yang umum di Madinah.

Kamar Aisyah sendiri letaknya berdampingan langsung dengan Masjid Nabawi, sehingga ketika Rasulullah wafat, beliau dimakamkan di tempat tersebut sesuai sunnah, yaitu dimakamkan di lokasi wafatnya.

Memasuki masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz pada abad ke-8 M, area kamar ini mengalami perubahan. Sebagian bangunannya dibongkar untuk dimasukkan ke dalam perluasan Masjid Nabawi. Meski begitu, posisi makam tetap berada di ruang asli (hujrah) tersebut, yang kini dikenal berada tepat di bawah Kubah Hijau.

Pada awalnya, makam Nabi sangat sederhana tanpa penanda mencolok. Namun demi menjaga kehormatan dan keamanannya, dibangunlah dinding pelindung. Terutama pada masa al-Ubaidiy sekitar tahun 408 H untuk mencegah upaya perusakan atau penggalian. 

Seiring waktu, para khalifah seperti Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan turut memperluas area di sekitarnya agar peziarah lebih mudah berkunjung.

Kini, area hujrah dikelilingi pagar kuningan berlapis emas dan dinding marmer. Karena kemuliaannya, tempat ini juga sering disebut Rawdah Mutahharah atau ruang yang disucikan, sebagai bentuk penghormatan atas kedudukannya yang sangat istimewa dalam sejarah Islam.

Lokasi Makam Nabi Muhammad

Jika ditanya lagi, makam Nabi Muhammad disebut apa dan berada di mana, maka jawabannya ada di dalam kompleks Masjid Nabawi, Madinah, Arab Saudi.

Lokasinya tepat di bagian tenggara masjid, berada di bawah kubah hijau yang sangat ikonik, atau sering disebut Kubah Hijau (Green Dome).

Awalnya, area ini bukan bagian dari masjid, melainkan kamar tempat tinggal Aisyah RA. Namun seiring perluasan Masjid Nabawi dari masa ke masa, area hujrah akhirnya masuk ke dalam bangunan masjid tanpa mengubah posisi makam. 

Di dalam ruang tersebut dimakamkan tiga sosok mulia yaitu Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq RA (di sisi kanan Nabi) dan Umar bin Khattab RA (di samping Abu Bakar). Posisi mereka sejajar, dengan kepala menghadap arah kiblat sesuai tradisi pemakaman Islam.

Adab yang Perlu Diperhatikan Saat Ziarah Ke makam Nabi Muhammad 

Ziarah ke makam Rasulullah SAW di Masjid Nabawi bukan sekadar kunjungan biasa. Ada adab-adab khusus yang dianjurkan ulama agar ziarah terasa lebih khusyuk, sesuai sunnah, dan penuh keberkahan. 

Apalagi ketika kita sudah memahami bahwa makam Nabi Muhammad disebut sebagai tempat yang sangat dimuliakan, tentu sikap dan persiapan pun perlu lebih dijaga.

1. Persiapan Sebelum Ziarah

makam nabi muhammad disebut

Sebelum menuju area makam, dianjurkan untuk mandi sunnah terlebih dahulu, lalu mengenakan pakaian yang paling bersih dan wangi. Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat suci, mengingat makam Nabi Muhammad disebut sebagai salah satu lokasi paling mulia di Madinah.

Niatkan ziarah semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, bukan sekadar wisata religi atau memenuhi rasa penasaran. Sejak memasuki Kota Madinah, perbanyak shalawat agar hati dipenuhi rasa rindu dan hormat kepada Rasulullah SAW.

2. Masuk Masjid Nabawi

makam nabi muhammad disebut

Saat memasuki Masjid Nabawi, dahulukan kaki kanan sambil membaca doa masuk masjid. Ini merupakan adab yang umum kita lakukan namun terasa lebih istimewa karena di dalamnya terdapat lokasi yang oleh umat Islam diyakini sangat mulia, tempat di mana makam Nabi Muhammad disebut berada.

Setelah masuk, disunnahkan melaksanakan shalat tahiyyatul masjid dua rakaat. Banyak jamaah memilih melakukannya di area dekat mimbar Nabi.

Selanjutnya, arahkan langkah ke Raudhah lalu memperbanyak dzikir, istighfar, dan doa di sana sebelum mendekati area makam.

3. Menghadap Makam Nabi SAW

makam nabi muhammad disebut

Ketika mendatangi area makam, jaga sikap dan ketenangan. Tundukkan pandangan dan berdirilah di depan dinding pembatas (mawajahah) dengan jarak yang cukup.

Sebagian ulama menganjurkan berdiri dengan sikap tenang tanpa gerakan berlebihan, mengingat makam Nabi Muhammad disebut sebagai tempat penghormatan, bukan tempat ritual seperti shalat. Ucapkan salam dengan suara lembut:

“Assalamu’alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullahi wabarakatuh.”

Kemudian lanjutkan salam kepada Abu Bakar RA dan Umar bin Khattab RA yang dimakamkan di samping beliau.

Tidak perlu berlama-lama, apalagi sampai mengganggu jamaah lain. Ziarah ke makam Rasulullah berbeda dengan ziarah kubur biasa yang waktunya bisa lebih panjang.

Baca Juga: Mengapa Tiang Raudhah Disebut sebagai Taman Surga di Dunia?

4. Memperbanyak Doa dan Shalawat

makam nabi muhammad disebut

Setelah mengucapkan salam, perbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW. Misalnya dengan membaca:

“Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad.”

Panjatkan juga doa-doa kebaikan untuk diri sendiri, keluarga, dan umat Islam. Jika ada titipan salam dari kerabat, boleh disampaikan di momen ini.

Namun penting diingat, meskipun makam Nabi Muhammad disebut sebagai tempat yang sangat mulia, doa tetap ditujukan hanya kepada Allah SWT. Bukan kepada Nabi secara langsung.

Hindari praktik berlebihan seperti mencium dinding, menangis histeris, atau meminta hajat kepada beliau.

Setelah itu, dianjurkan kembali berdoa di Raudhah untuk memperbanyak keberkahan, bersedekah di Madinah, lalu keluar masjid dengan kaki kiri sambil membaca doa keluar masjid.

5. Setelah Ziarah

makam nabi muhammad disebut

Sebelum meninggalkan Madinah, sebagian ulama menganjurkan menutup rangkaian ziarah dengan shalat sunnah dua rakaat.

Doakan agar ziarah yang dilakukan diterima Allah SWT dan menjadi sebab turunnya syafaat Rasulullah di akhirat kelak.

Semua rangkaian adab ini bertujuan menjaga kekhusyukan, meningkatkan iman, sekaligus meneladani para sahabat, seperti Ibnu Umar RA  yang dikenal berziarah dengan singkat namun penuh adab.

Dengan memahami bahwa makam Nabi Muhammad disebut sebagai Hujrah atau ruang suci yang sangat dimuliakan, diharapkan setiap muslim bisa menjaga sikap, niat, dan perilaku saat berada di sana, sehingga ziarah bukan hanya berkesan, tapi juga bernilai ibadah.

Baca Juga: Masjid Nabawi Adalah Masjid Kedua dalam Islam. Ini Faktanya

Menghormati Kekasih Allah dengan Membaca Alquran

Memahami bahwa makam Nabi Muhammad disebut sebagai Hujrah atau ruang suci bukan sekadar menambah wawasan sejarah, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta dan hormat kepada Rasulullah SAW. 

Dari sana kita belajar bahwa kedekatan dengan beliau tidak berhenti pada ziarah, melainkan dilanjutkan dengan meneladani ajaran yang beliau wariskan.

Salah satu cara paling sederhana adalah dengan semakin dekat dengan Al-Qur’an. Jika ingin menghadirkan mushaf yang nyaman dibaca, tampilan elegan, dan cocok untuk ibadah harian maupun hadiah keluarga, Safwan Quran bisa menjadi pilihan terbaik untuk menemani perjalanan tilawahmu setiap hari.

Yuk, miliki sekarang juga!

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top