Safwanquran.com – Masjid yang pertama kali dibangun Nabi Muhammad adalah Masjid Quba, yaitu masjid yang didirikan Rasulullah SAW sesaat setelah beliau tiba di kawasan Quba dalam perjalanan hijrah dari Makkah menuju Madinah. Masjid ini bukan sekadar bangunan untuk beribadah, tetapi juga menjadi simbol lahirnya masyarakat Islam yang dibangun di atas persaudaraan, ketakwaan, dan semangat kebersamaan.
Hingga sekarang, Masjid Quba tetap menjadi salah satu destinasi utama yang dikunjungi jamaah haji maupun umrah ketika berada di Madinah. Selain memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi, masjid ini juga memiliki keutamaan yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis Rasulullah SAW.
Lalu, bagaimana sejarah berdirinya Masjid Quba? Apa saja keutamaannya? Simak penjelasan lengkap berikut.
Masjid yang Pertama Kali Dibangun Nabi Muhammad Adalah Masjid Quba
Apabila muncul pertanyaan, masjid yang pertama kali dibangun Nabi Muhammad di Madinah adalah apa, maka jawabannya adalah Masjid Quba.
Masjid ini berada sekitar 5 kilometer di sebelah tenggara pusat Kota Madinah, Arab Saudi. Lokasinya memang tidak berada di kawasan Masjid Nabawi, tetapi kedudukannya sangat istimewa dalam sejarah perkembangan Islam.
Setelah menempuh perjalanan hijrah yang panjang dari Makkah, Rasulullah SAW singgah di kawasan Quba selama beberapa hari. Di tempat inilah beliau bersama para sahabat mendirikan sebuah masjid yang kelak menjadi pusat ibadah sekaligus tempat mempererat ukhuwah kaum muslimin.
Keistimewaan Masjid Quba bahkan mendapat pengakuan langsung dari Allah SWT melalui firman-Nya:
“Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya.” (QS. At-Taubah: 108)
Sebagian besar ulama tafsir sepakat bahwa yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah Masjid Quba. Hal ini menunjukkan bahwa masjid tersebut bukan hanya memiliki nilai sejarah, tetapi juga dibangun dengan landasan ketakwaan kepada Allah SWT.
Sejarah Pembangunan Masjid Quba
Sejarah mencatat bahwa pembangunan Masjid Quba dimulai pada 8 Rabiul Awal tahun 1 Hijriah atau bertepatan dengan 23 September 622 M. Saat itu, Rasulullah SAW baru saja tiba di kawasan Quba setelah menempuh perjalanan hijrah dari Makkah.
Lahan yang digunakan untuk membangun masjid berasal dari keluarga Kalsum bin Hadam yang mewakafkan tanahnya demi kepentingan umat Islam.
Jika dibandingkan dengan bangunannya saat ini, bentuk awal Masjid Quba sangat sederhana. Material yang digunakan hanya berupa batu sebagai pondasi serta batang pohon kurma yang berfungsi sebagai tiang dan penyangga atap.
Menariknya, Rasulullah SAW tidak hanya memberi arahan kepada para sahabat. Beliau ikut terjun langsung mengangkat batu, menyusun pondasi, hingga tubuh beliau dipenuhi debu selama proses pembangunan berlangsung.
Semua sahabat bekerja bersama tanpa membedakan kedudukan maupun status sosial. Semangat gotong royong inilah yang menjadi salah satu pelajaran penting dari pembangunan masjid yang pertama kali dibangun Nabi Muhammad.
Karena itu, ketika membahas Masjid Quba, kita tidak hanya sedang mengenang sebuah bangunan bersejarah. Lebih dari itu, kita sedang mempelajari bagaimana Rasulullah SAW membangun fondasi masyarakat Islam melalui persatuan, kerja sama, dan ketakwaan.
Keutamaan Masjid Quba dalam Islam
Masjid Quba memiliki banyak keutamaan yang membuatnya selalu ramai dikunjungi jamaah dari berbagai negara.
Salah satu keutamaannya disebutkan dalam hadis Rasulullah SAW:
“Barang siapa bersuci di rumahnya kemudian datang ke Masjid Quba lalu salat di dalamnya, maka baginya pahala seperti pahala umrah.”
(HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Hadis tersebut menunjukkan besarnya pahala yang dijanjikan bagi orang yang datang ke Masjid Quba dalam keadaan suci lalu melaksanakan shalat.
Rasulullah SAW sendiri juga rutin mengunjungi masjid ini. Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa beliau datang baik dengan berjalan kaki maupun berkendaraan, kemudian melaksanakan shalat dua rakaat di dalamnya.
Tidak heran apabila banyak jamaah menjadikan Masjid Quba sebagai salah satu tujuan utama saat melakukan ziarah di Madinah.
Masjid Quba Saat Ini
Seiring bertambahnya jumlah umat Islam di seluruh dunia, Masjid Quba telah mengalami beberapa kali renovasi dan perluasan.
Bangunan yang dahulu hanya berupa susunan batu dan batang kurma kini berubah menjadi kompleks masjid yang luas dengan arsitektur khas Timur Tengah yang megah. Fasilitasnya pun semakin lengkap sehingga mampu menampung lebih banyak jamaah.
Meskipun tampilannya jauh berbeda dibandingkan masa Rasulullah SAW, nilai sejarahnya tetap terjaga. Banyak jamaah merasakan suasana yang penuh ketenangan ketika beribadah di tempat yang menjadi saksi awal perkembangan Islam setelah hijrah.
Cara Menuju Masjid Quba
Bagi jamaah yang sedang berada di Madinah, perjalanan menuju Masjid Quba cukup mudah.
Jaraknya sekitar 3,5 hingga 5 kilometer dari Masjid Nabawi, tergantung titik keberangkatan.
Jika naik taksi atau kendaraan umum, perjalanan menuju Masjid Quba umumnya memakan waktu sekitar 10–15 menit.
Sementara itu, banyak jamaah memilih berjalan kaki menuju Masjid Quba. Selain menikmati suasana Kota Madinah, cara ini juga menjadi bentuk meneladani kebiasaan Rasulullah SAW ketika mengunjungi masjid tersebut.
Perjalanan dengan berjalan kaki umumnya memerlukan waktu sekitar 30–60 menit, tergantung kecepatan masing-masing.
Waktu Terbaik Berziarah ke Masjid Quba
Agar ibadah terasa lebih nyaman, sebaiknya pilih waktu ketika suhu udara di Madinah tidak terlalu panas.
Beberapa waktu yang sering direkomendasikan antara lain:
- Setelah shalat Subuh hingga masuk waktu Dhuha.
- Setelah shalat Asar.
- Menjelang malam.
Pada waktu-waktu tersebut, cuaca biasanya lebih sejuk sehingga jamaah dapat beribadah dengan lebih khusyuk.
Adab Berkunjung ke Masjid Quba
Sebagai masjid yang pertama kali dibangun Nabi Muhammad, sudah sepatutnya setiap muslim menjaga adab ketika berkunjung ke sana. Berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan.
1. Berwudhu Sebelum Berangkat

Usahakan berangkat menuju Masjid Quba dalam keadaan telah berwudhu. Selain mengikuti sunnah Rasulullah SAW, amalan ini juga menjadi salah satu sebab memperoleh keutamaan sebagaimana disebutkan dalam hadis.
2. Luruskan Niat karena Allah SWT

Niatkan perjalanan ke Masjid Quba untuk beribadah dan menghidupkan sunnah Rasulullah SAW. Hindari menjadikan kunjungan hanya sebagai wisata sejarah atau sekadar berburu foto.
Dengan niat yang ikhlas, setiap langkah menuju masjid masjid yang pertama kali dibangun Nabi Muhammad ini, akan bernilai ibadah di sisi Allah SWT.
Baca Juga: Berdzikir Hendaknya Dilakukan dengan Rasa, Ini Keutamaannya
3. Menjaga Adab Selama di Dalam Masjid

Masuklah ke masjid dengan tenang, berpakaian sopan, menjaga kebersihan, serta menghormati jamaah lain yang sedang beribadah.
Sikap tersebut mencerminkan penghormatan terhadap rumah Allah sekaligus terhadap sejarah besar yang dimiliki Masjid Quba.
4. Melaksanakan Shalat Dua Rakaat

Salah satu amalan yang dianjurkan ketika berada di Masjid Quba adalah melaksanakan shalat dua rakaat.
Amalan sederhana ini merupakan sunnah yang rutin dilakukan Rasulullah SAW ketika mengunjungi masjid tersebut.
5. Perbanyak Dzikir dan Doa

Setelah selesai shalat di masjid yang pertama kali dibangun Nabi Muhammad, luangkan waktu untuk memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur’an, dan memanjatkan doa kepada Allah SWT.
Momentum tersebut menjadi kesempatan yang baik untuk merenungkan perjuangan Rasulullah SAW dalam membangun masyarakat Islam yang kokoh di atas ketakwaan.
Baca Juga: Sejarah Masjid Abdullah Bin Abbas Thaif Dan Fakta Uniknya
Mari Dekatkan Diri dengan Al-Qur’an Bersama Safwan Quran
Mengenal sejarah masjid yang pertama kali dibangun Nabi Muhammad, mengingatkan kita bahwa membangun kehidupan yang penuh berkah selalu dimulai dari ketakwaan dan kedekatan kepada Allah SWT. Salah satu cara terbaik untuk menjaganya adalah dengan membiasakan diri membaca Al-Qur’an setiap hari.
Agar tilawah semakin nyaman, gunakan Safwan Quran, mushaf Al-Qur’an yang dirancang untuk memudahkan proses belajar dan membaca bagi semua kalangan, baik pemula maupun yang sudah terbiasa mengaji.
Safwan Quran dilengkapi tajwid warna, terjemah per kata, panduan waqaf, transliterasi latin, dan huruf besar full color sehingga membaca Al-Qur’an menjadi lebih mudah, nyaman, dan sesuai kaidah.
Miliki mushaf terbaik dari Safwan Quran untuk menemani ibadahmu!


